Sabtu, Februari 22, 2014

Sukses itu pilihan..


Assalamu'alaykum, selamat pagi semuanya? :)

Sanblogg (sahabat ngeblogg), pernahkah memikirkan pilihan apa saja yang sudah kita jalani sepanjang hidup ini? Bahkan sampai hari ini? Waktu terus berputar sebagaimana jam dinding rumah memutarkan batangan jarumnya kekanan dan terus bergerak kekanan. Sudah bukan menjadi rahasia alam lagi ketika usia seseorang mendekati senja, ambisi hidup baginya hanya sebatas sujudnya kepada sang illahi Rabbi. Karena ia tahu, ia akan kembali ke pada-Nya dalam waktu yang tidak lama lagi. Dan sebagai pemuda masa kini, kita bukanlah orang yang hidup di era dimana orangtua kita hidup di masa lalu. Tapi perjuangan hidup mereka saat itu adalah semangat yang benar-benar memperjuangkan untuk hidup dengan merdeka dimasa depan. Mereka sudah menciptakan peluang bagi kita untuk terus berkarya. Mereka rela menghilangkan kesempatan mudanya hanya sekedar untuk bermain petak umpet atau bahkan bermain kelereng. Itulah pilihan hidup mereka dimasa lalu? Dan saat ini, mereka memberikan banyak ruang bagi kita untuk berkarya dan membuat dunia tersenyum dengan bangga. Namun pertanyaannya adalah apakah pilihan untuk terus berkarya sudah terdaftar dalam semangat hidup kita?

Lantas apa tujuan kita hidup ?
Karena saya muslim, saya tidak akan menjawab pertanyaan tersebut dengan kalimat yang sama. Karena sudah pasti jawabannya hampir sama dengan kebanyakan muslim lainnya. Yakni untuk beribadah kepada Allooh SWT. Betulkan demikian? Namun, benarkah kita sudah membuat satu peluang menjadi manusia sukses di kehidupan kita sendiri? Karena sukses adalah peluang yang diciptakan. Bahkan Allooh pun memberikan kesempatan kita untuk menjadi sukses. Allooh pun memberikan peluang kesuksesan bagi manusia yakni manakala kita hidup dengan ambisi. Ambisi yang sering kita sebut dengan "cita-cita ku kalau sudah besar nanti mau jadi...". 

Oke sanblog. Mari kita culik sedikit waktu untuk berfikir dan merenung. Sebenarnya kehidupan seperti apa yang harus kita hadirkan agar menjadi manusia yang memiliki nilai. Hidup hanya sekali, mengapa tidak mencoba membuat kesuksesan berkali-kali? Tentu dengan passion dan style kita sendiri. Pastilah ada keinginan. Tapi keinginan saja tidak cukup tanpa ada kemauan. Dan kemauan tidak akan tereksekusi dengan baik bila semangat untuk membuat peluang sukses itu tidak digerakkan dengan tujuan dan harapan demi kehidupan di masa depan. Oke, sedikit saya ingin menuliskan contoh ini. Coba disimak sebentar ya,

Jujur adalah tujuan sedangkan dusta adalah pilihan
Sederhana adalah tujuan sedangkan sombong adalah pilihan
Bersahaja adalah tujuan sedangkan bermegah-megah adalah pilihan
Rajin adalah tujuan sedangkan malas adalah pilihan
Bergerak adalah tujuan sedangkan berdiam diri adalah pilihan

Ini hanya sebagian kecil tujuan dari hidup kita. Seringnya, tujuan hidup kita di dominasi oleh banyaknya pilihan. Dan pilihan yang menjadi daftar pencarian kita adalah hal-hal yang lebih memudahkna kita. O tidak, maksud saya yang memudah-mudahkan urusan kita. Percaya ataupun tidak, kita pasti pernah melakukannya. Semisal, kita punya ambisi menjadi orang kaya. Dengan alasan bahwa bila kita menjadi orang yang kaya, kita mampu bersedeqah harta dimana saja dan kapanpun kita mau melakukannya. Atau dengan alsan yang lain semisal menjadi kaya karena tidak mau menjadi miskin sebab Rosullooh mengatakan orang yang fakir dengan dengan ke kufuran. Dan menjadi seorang muslim kaya itu pilihan yang bisa dijadikan tujuan. Tapi, pada praktiknya kita terlalu boros dengan harta. Beruntung bila pemborosan harta itu dilakukan untuk sedeqah ilallooh. Artinya berhemat di jalan Allooh SWT. Tapi ini justru kebalikannya, pemborosan harta dikarenkan pembelanjaan keinginan bukan pembelanjaan kebutuhan.

Allooh memberikan apa saja yang kita butuhkan bukan apa saja yang kita inginkan.

Ingat kalimat ini bukan? :)

Kalau sahabt sudah ingat dengan kalimat tersebut. Saya pikir kita semua memiliki tujuan yang sama. Mari bergerak, mari merubah, mari menjadikan diri ini orang yang bermakna dan bernilai. Tidak mampu memberikan nilai hari ini, berarti harus terus berusaha menjadi orang yang bernilai di masa depan. Jadilah menjadi orang dimasa depan dengan menetapkan tujuan hidup sebagai patokan amal yang utama. Selagi muda, apapun bisa kita lakukan. Selagi bisa apapun mampu dikerjakan. Selagi sehat semua akan mampu di buat.


Semangat menjadi sukses dengan kekuatan do'a dan usaha :)
Yooohhhh
Semang(Art) kaka

0 komentar:

Posting Komentar


Silahkan sahabat blogger berkomentar apapun si sini. Dan mari membudayakan berkomentar dengan bahasa yang dapat membangun motivasi, saling mengingatkan, dan saling menasehati. Saya tunggu komentarnya :)