ALAM ADVENTURE EXPERIENCE

Bagian terpenting dari sebuah perjalanan yang menggairahkan tantangan alam.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Pesan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesan. Tampilkan semua postingan

Selasa, April 28, 2015

Semacam Telepati

Yo.. Assalamu'alaykum brother.

Pernahkah kamu bertanya sesuatu kepada seorang teman dekat (close friend) dengan satu kalimat? For example like it is, but you must read first before you will read other word in below it..


Ha, bagaimana percakapannya? Pertanyaan saya cukup absurb bukan? Saya rasa itu pertanyaan yang begitu absurb (bahkan sangat absurb). Wal hasil Satu pertanyaan saya di atas dijawab dengan kebingungan dan kebingungan. Kalau kamu mau tahu, percakapan itu akhirnya berakhir dengan -tetep- ketidak jelasan :)

Bayangkan saja kalau kamu tiba-tiba saya tanya seperti ini ;

"Itu latarnya bagus bro" (tanpa tanda tanya, titik, dan koma)

So, what your expression after you had read it in your cell phone?
Kamu bingung? o sangat mungkin. Sebagai manusia normal tentunya membutuhkan komunikasi yang efektif bukan?, hal seperti ini mungkin saja hanya sekedar membuang-buang waktu. Dan yang pasti, pertanyaan dan pernyataan absurb selalu meninggalkan kesan ketidakjelasan di akhir komunikasi. Akan tetapi kebingungan ini hanya akan dialami oleh satu dua orang atau lebih yang membangun komunikasi lewat cellphone (hp). Maklum saja karena setiap orang yang ngobrol di group yang sama pasti memiliki frame berfikir yang berbeda. Bisa saja kan jika ada satu orang yang lola (loadingnya lama), yang lain mungkin telmi (telat mikir), atau bahkan yang lainnya malah kepo (orang seperti ini selalu memiliki kosapertanyan -bukan lagi kosa kata- dengan keingin tahuannya melebihi siapapun atau sebut saja dengan "bawel").

Saya termasuk orang yang sering mengalami gagal komunikasi via HP. Sering menjebakkan diri dalam kalimat  pertanyaan aktif yang absurb. Ya contohnya saja seperti kalimat tanya di atas :) 
Susahnya berbahasa baku membuat saya harus tahu terlebih dahulu spesifikasi masing-masing orang yang akan saya ajak bicara. Hal pertama saya lakukan yakni "Harus berfikir, bagaimana sebaiknya saya menyusun pertanyaan terhadap mereka?". Dan saya lebih memilih dan memilah kosakata dahulu dan cukup berbicara apa adanya.

Tapi, kejadian gagal komunikasi ini hanya saya alami di yogya saja. Tidak demikian jika saya berkomunikasi di kampung. Mungkin karena yang saya ajak komunikasi adalah mereka yang sudah berhasil membangun persahabatan lewat hati. Mungkin ini yang saya sebut sebagai telepati hati. Bicara sudah tidak harus menunggu  dimengerti oleh rasa dan indera. Saya atau bahkan mereka mampu menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, sekalipun saya tahu jika bahasa itu saya pakai berkomunikasi di sini -yogya.pen- tidak akan cocok dengan kultur orangnya. Terlebih intensistas pertemuan saya dengan orang-orang disekitar tidak serapat ketika saya bergaul di kampung.

Ada satu kalimat absurb yang sering saya gunakan sampai saat ini. Dan kalimat ini mudah difahami oleh teman-teman dikampung. Inilah kalimat itu,

Ada ide?

Dan kesalahfahaman -Gagal faham- yang saya alami saat berkomunikasi hanya terjadi lewat cellphone. Lain cerita bila saya berkomunikasi secara face to face. Saat tatap muka, absurb bagi saya it's ok, dan meraka menerima itu. Bila pemahaman meraka belum sampai "nglontok" maka saya lebih mudah menjelaskannya. Tidak perlu ngotot dan layaknya chitt chatt di cellphone. saat face to face, emosi yang dikeluarkan sesuai dengan standarnya. :)

Bagaimana dengan kamu?
Have you absurb as me? :)

Jika kamu memang  absurb seperti saya, maka tips dari saya seperti ini, 
Fahamilah orang yang akan kamu ajak komunikasi. Kondisikan dirimu layaknya mereka. Dan harus berani to the point tanpa bertele-tele. To the point di sini bukan termasuk ceplas-ceplos. Karena ceplas-ceplos tidak disarankan saat berkomunikasi via cellphone. Selain mengundang makna yang ambigu -difahami dua arah atau terkenal sebagai pernyataan bersayap-, ceplas-ceplos bisa saja merenggangkan komunikasi walaupun sesaat. Karena saat berkomunikasi, tidak semua kondisi lawan bicara sama dengan kita.

Pay attention, bahwa setiap orang yang kamu hubungi via cellphone (sms, chatt, leave messages) tidak semuanya ready untuk berkomunikasi layaknya dirimu saat menghubungi mereka. Maka pakailah bahasa yang ceria walaupun sedikit. :) 


Oke guys, that's all. and the end, hopefully you be happy and cheerful every day

Wassalamu'alaykum

Trisno


Jumat, April 24, 2015

Bentuk Penghargaan

Salam teman-teman, hallo guys..

Tanya, tanya..
Inspirasi apa yang sudah kamu dapatkan hari ini? Apakah cukup waktu untuk menyampaikannya lewat tulisan?

Yak, menulis apapun itu memang susah-susah gampang. Susahnya lebih dominan daripada gampangnya. Biasanya sih susah meluangkan waktu, susah memulai cerita harus diawali dari bagian yang mana, susah memikir ulang kejadian apa yang harus di tuliskan, dan lebih susahnya lagi jika tidak ada niat sama sekali untuk memulai bercerita. Orangnya sih silent, tapi kerjaannya selalu keep on read something. Padahal media komunikasi saat ini sangat mendukung  siapapun berkreativitas di dunia menulis. Kenapa? karena sekian persen (yang jelas di atas empat puluh persen) penduduk bumi sudah mampu menyambung komunikasi hanya lewat layar HandHeld/Hp saja. Nggak perlu harus memakai layar 11", 12", atau lebih besar dari itu jika ingin chitt chatt dengan orang lain yang berada disamping kanan-kirimu atau dibelahan bumi yang lain. 

Tinggal digeser dan dielus-elus layarnya insyaa Allooh sudah bisa nyambung dengan dunia lain (pen. dunia maya). Cara yang cukup simple untuk memulai aktivitas di dunia maya. Dan salah satu cara yang pupuler dilakukan anak muda dunia zaman ini. Mungkin 50 tahun kedepan kita tidak lagi berkomunikasi lewat layar dalam genggaman. Tapi bisa saja dan sangat mungkin kita akan berkomunikasi lewat telepati. Apalagi saat ini anak Indonesia sudah mampu membuat alat kesehatan dengan menggunakan helm yang fungsinya untuk menghancurkan kanker otak denga tidak perlu memotong atau melaser kepala terlebih dahulu. Tanpa operasi sudah bisa di obati. Apalagi kalau kedepan bicaranya lewat telepati ya. Pasti bisa :)

Tentu semua itu (komunikasi, menulis, beraktivitas) dapat dilakukan dengan waktu luang yang cukup banyak. Lantas bagaimana jika waktu luang yang kita miliki tidaklah banyak. Bila kita mengetahui sedikitnya waktu yang kita miliki di dunia ini. Mungkin tidak ada satu diantara kita yang akan menyia-nyiakan hidup sampai saat ini. Apalagi kamu yang percaya dengan Tuhan. Dan sebab naluri dasar manusia selalu menginginkan keberhasilan disedikitnya waktu yang dimiliki. 

Ha, pernahkan kamu menyelesaikan segala kebutuhan di masa lampau dengan kondisi ;
- Ngerjain laporan persis di akhir waktu (deadline).
- Waktu untuk ibadah sangat sedikit bila dibandingkan waktu untuk  yang lainnya.
- Ngafal qur'an 30 menit cukup but you usually watch movie for 3 hours is not enough. 
- Baca qur'an 30 menit saja agak susah but you usually read a newspaper for 30 minuntes is easy.
- What else? i think you have some problem as me with time has Allooh given to us, right?

Semakin sedikit waktu yang kita miliki, insyaa Allah karya yang kita hasilkan akan semakin banyak. Semakin banyak dan tentunya semakin berkualitas. Akan tetapi karena kita berasumsi bahwa waktu yang dimiliki cukup banyak. Maka yang terjadi, kita sering menunda untuk melakukan aktivitas yang berharga.

Mari hargai waktu kita. Karena waktu adalah kehidupan yang sangat mahal.

Jangan terlalu sering mengatakan "Receive me way i'am" atau terima aku apa adanya. Kamu boleh mengatakan itu jika kamu sudah mampu mengkayakan waktu mu dengan karya. Itu tandanya kampu orang yang berharga. 

Alhamdulillah, i have done :)


Trisno, it's my "popular" name



Rabu, April 02, 2014

Menjabat Senyummu..

Femonena inilah yang sering terjadi bila bertemu dengan karib kerabat. Kita selaku muslim tentu menyambut pertemuan itu dengan senyuman yang sudah nankring diwajah tanpa harus dibuat seatraktif mungkin. Sembari lempar senyum, biasanya dilakoni sambil berjabat tangan. Agendanya pun tidak berhenti sampai disitu. Biasanya bertambah menjadi saling peluk dan cipika-cipiki. Sepengetahuan saya, tradisi seperti ini belum luntur dimakan rayap. Sekalipun zaman sudah berganti. Bukan berarti tradisi seperti ini mati. Justru kebiasaan ini semakin merayap dan menjalar ibarat denyut nadi yang selalu mendebarkan hati siapapun yang merasakannya. Bagi yang belum gabung ngaji di partai yang satu ini. Pelukan sesama cowok atau sesama cewek PKS itu dianggap aneh. Apalagi jabat tangan khasnya yang #MantaPKS ditambah lagi dengan cipika cipikinya. #LengkaPKS sudah :)

Inilah kebiasaan baik yang pantas dipelihara sampai berpuluh-puluh generasi dikemudian hari. Karena berjabat tangan adalah sunnah nabi yang rancak untuk ditiru. Penuh kehangatan, penuh persahabatan. Pun Rosul mengabarkan satu ungkapan yang menarik bila disimak. Berikut penuturan kanjeng nabi ;

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلَّا غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا 


Dari Barâ' bin 'Aazib Radhiyallahu anhu , ia berkata, "Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: tidaklah dua orang Muslim bersua kemudian mereka bedua saling berjabat tangan kecuali diampuni (dosa) keduanya sebelum mereka berpisah." {HR Abu Daud (no.5212) dan Tirmizi (no.2727) ia berkata: "Hadits Hasan" dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah (no. 525). }


Nikmat bukan bila ini dijadikan sebuah sikap yang mampu mengakrabi suasana? Berita gembira bagi siapapun yang menikmati jabat tangan dengan keihklasan. Sambil menjabat, sekalian saja sambil melempar senyum. Double pahala, full berkahnya. Sebab ;

(تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ صَدَقَةٌ (رواه الترمذى

“Senyum manismu dihadapan saudaramu adalah shadaqah” (HR. Tirmidzi)


Ini ucapan sang maestro peradaban. Ia sang panutan yang diberi gelar Al-Amin (orang yang dipercaya) yang ucapannya tidak hanya dipercaya oleh sahabatnya saja. Sekaliber musuh yang menginginkan kematiannya pun membenarkan ucapan beliau. Sehingga pantas bagi kita untuk mencoba menguntai seutas senyuman dan menjabat tangan dengan kemesraan tanpa ada paksaan.

Sayangnya, beberapa kali saya mengalami hal yang kurang #MantaPKS. Sehingga saya harus menegaskan kepada siapapun yang menjabat tangan saya tanpa memfokuskan wajahnya tersenyum dihadapan saya dengan satu kalimat :

Mas, tatap wajah saya! Semoga Allooh merahmati mu dengan keindahan wajahmu saat ini :)

Biasanya, siapa saja yang menjabat tangan saya tanpa melihat wajah yang ganteng ini. Maka saya dengan sengaja menahan tangannya sejenak. Dan sudah bisa dipastikan tangannya tertahan dan terasa tertarik. Kemudian ia akan menoleh kehadapan saya. Dan saya akan memaksakan "teguran" tersebut diatas sambil senyum. Agar full barokah. Satu aktivitas, dua kebaikan tertunaikan. Bukankah hal ini sangat mudah kita lakukan. :)

Mari sanblog. Mari kita biasakan adab yang baik.

Ini seni hidup yang harus terus dilestarikan. Sekalipun pandangan kita disibukkan oleh sesuatu yang menyita perhatian. Sejenak tolonglah jabat tangan saudara sekebaratmu dengan melihat seksama.Tatap raut wajahnya. Lihatlah garis tegas di wajahnya. Insyaa Allooh, engkau akan dapati keluhuran jiwa yang tiada tandingannya. Karena raut wajah kaum kerabatmu adalah raut yang mampu menghibur kegundahan hatimu walau barang sejenak. Pun demikian dengan ukhuwah. Kehangatan berukhuwah itu akan semakin #MantaPKS manakala kamu mampu merasakan nikmatnya berjabat tangan dan menatap wajah orang yang engkau pegang.  :)

#APAPUN YANG TERJADI, KAMI TETAP KAN MALAYANI

Sabtu, Februari 22, 2014

Sukses itu pilihan..


Assalamu'alaykum, selamat pagi semuanya? :)

Sanblogg (sahabat ngeblogg), pernahkah memikirkan pilihan apa saja yang sudah kita jalani sepanjang hidup ini? Bahkan sampai hari ini? Waktu terus berputar sebagaimana jam dinding rumah memutarkan batangan jarumnya kekanan dan terus bergerak kekanan. Sudah bukan menjadi rahasia alam lagi ketika usia seseorang mendekati senja, ambisi hidup baginya hanya sebatas sujudnya kepada sang illahi Rabbi. Karena ia tahu, ia akan kembali ke pada-Nya dalam waktu yang tidak lama lagi. Dan sebagai pemuda masa kini, kita bukanlah orang yang hidup di era dimana orangtua kita hidup di masa lalu. Tapi perjuangan hidup mereka saat itu adalah semangat yang benar-benar memperjuangkan untuk hidup dengan merdeka dimasa depan. Mereka sudah menciptakan peluang bagi kita untuk terus berkarya. Mereka rela menghilangkan kesempatan mudanya hanya sekedar untuk bermain petak umpet atau bahkan bermain kelereng. Itulah pilihan hidup mereka dimasa lalu? Dan saat ini, mereka memberikan banyak ruang bagi kita untuk berkarya dan membuat dunia tersenyum dengan bangga. Namun pertanyaannya adalah apakah pilihan untuk terus berkarya sudah terdaftar dalam semangat hidup kita?

Lantas apa tujuan kita hidup ?
Karena saya muslim, saya tidak akan menjawab pertanyaan tersebut dengan kalimat yang sama. Karena sudah pasti jawabannya hampir sama dengan kebanyakan muslim lainnya. Yakni untuk beribadah kepada Allooh SWT. Betulkan demikian? Namun, benarkah kita sudah membuat satu peluang menjadi manusia sukses di kehidupan kita sendiri? Karena sukses adalah peluang yang diciptakan. Bahkan Allooh pun memberikan kesempatan kita untuk menjadi sukses. Allooh pun memberikan peluang kesuksesan bagi manusia yakni manakala kita hidup dengan ambisi. Ambisi yang sering kita sebut dengan "cita-cita ku kalau sudah besar nanti mau jadi...". 

Oke sanblog. Mari kita culik sedikit waktu untuk berfikir dan merenung. Sebenarnya kehidupan seperti apa yang harus kita hadirkan agar menjadi manusia yang memiliki nilai. Hidup hanya sekali, mengapa tidak mencoba membuat kesuksesan berkali-kali? Tentu dengan passion dan style kita sendiri. Pastilah ada keinginan. Tapi keinginan saja tidak cukup tanpa ada kemauan. Dan kemauan tidak akan tereksekusi dengan baik bila semangat untuk membuat peluang sukses itu tidak digerakkan dengan tujuan dan harapan demi kehidupan di masa depan. Oke, sedikit saya ingin menuliskan contoh ini. Coba disimak sebentar ya,

Jujur adalah tujuan sedangkan dusta adalah pilihan
Sederhana adalah tujuan sedangkan sombong adalah pilihan
Bersahaja adalah tujuan sedangkan bermegah-megah adalah pilihan
Rajin adalah tujuan sedangkan malas adalah pilihan
Bergerak adalah tujuan sedangkan berdiam diri adalah pilihan

Ini hanya sebagian kecil tujuan dari hidup kita. Seringnya, tujuan hidup kita di dominasi oleh banyaknya pilihan. Dan pilihan yang menjadi daftar pencarian kita adalah hal-hal yang lebih memudahkna kita. O tidak, maksud saya yang memudah-mudahkan urusan kita. Percaya ataupun tidak, kita pasti pernah melakukannya. Semisal, kita punya ambisi menjadi orang kaya. Dengan alasan bahwa bila kita menjadi orang yang kaya, kita mampu bersedeqah harta dimana saja dan kapanpun kita mau melakukannya. Atau dengan alsan yang lain semisal menjadi kaya karena tidak mau menjadi miskin sebab Rosullooh mengatakan orang yang fakir dengan dengan ke kufuran. Dan menjadi seorang muslim kaya itu pilihan yang bisa dijadikan tujuan. Tapi, pada praktiknya kita terlalu boros dengan harta. Beruntung bila pemborosan harta itu dilakukan untuk sedeqah ilallooh. Artinya berhemat di jalan Allooh SWT. Tapi ini justru kebalikannya, pemborosan harta dikarenkan pembelanjaan keinginan bukan pembelanjaan kebutuhan.

Allooh memberikan apa saja yang kita butuhkan bukan apa saja yang kita inginkan.

Ingat kalimat ini bukan? :)

Kalau sahabt sudah ingat dengan kalimat tersebut. Saya pikir kita semua memiliki tujuan yang sama. Mari bergerak, mari merubah, mari menjadikan diri ini orang yang bermakna dan bernilai. Tidak mampu memberikan nilai hari ini, berarti harus terus berusaha menjadi orang yang bernilai di masa depan. Jadilah menjadi orang dimasa depan dengan menetapkan tujuan hidup sebagai patokan amal yang utama. Selagi muda, apapun bisa kita lakukan. Selagi bisa apapun mampu dikerjakan. Selagi sehat semua akan mampu di buat.


Semangat menjadi sukses dengan kekuatan do'a dan usaha :)
Yooohhhh
Semang(Art) kaka

Kamis, September 26, 2013

Ah, Abi mah sibuk..

Kembali meregangkan tangan.
Mengepakkan jari jemari tangan ini sembari menikmati setiap gerakannya di atas keyboard. Menari diatas logika imajiansi saya saat ini rasanya penuh sensasi aktualisasi diri.. Fiuuhh..

Hai sanblogg (sahabat ngeblogger). Assalamu'alaykum? 
Lama tak jumpa ya. Soalnya selama ini saya mengendap di kamar sih. Jadi jarang nongol-ngongol di depan layar kaca dunia maya.

Okey,
Saya ingin bercerita tentang nikmat. Sedikit nikmat berdakwah setelah (harus) menikah. Dikarenakan sayapun belum menikah. Saya hanya membicarakan roman picisan ala "kompor gas". Dahulu saya pernah ngobrol dengan kakak kelas tetang kondisi ngajinya di bandung sana. Saat itu kami bertemu di yogya. Di angkringan seputar UIN SUSKA kami sempatkan berbagi cerita. Dari pertemuan yang cukup singkat tersebut. Beliau menceritakan apa yang pernah disampaikan sang ustad kepadanya. Kira-kira begini ;

Akhi, kalau antum sudah siap menikah. bersegeralah.
Carilah istri yang setia seperti istri ane. Istri ane ini tipikal orangnya suka ngiri. Jadi ceritanya ane kan sering ya pergi dan pulang dinas dari DPR lama banget. Kalau ane pulang dari bepergian jauh semisal keluar kota atau berpergian dalam waktu yang cukup lama. Istri pasti nyambut ane pas tiba di rumah. Nah pernah istri nyambut ane dengan kata-kata "Iri eui. Abi mah enak. Dakwah keluar terus".
Jeddar.. sang kakak kelas bercerita sambil senyum. dan ha gimana itu no. Trisno punya kenalan akhowat yang seperti itu? Waduh. peace kak. Kalau ada, ane ndak bakal kasih ke ente.. ahay :) Haha bercanda no. Bercanda 

klik klik klik..

Nah nah nah.
Itu kerenkan sanblogg?
Calon istri seperti ini yang semestinya dicari banyak kader dakwah. Cemburuan dan irian. Cemburu karena Allooh. Atau barangkali nanti kalau sudah nikah. Terus kita berdakwah (terutama ke yang laki) yang sebentar-sebentar keluar kota. Istri bakal bisa cemburu. Cemburu karena dakwahnya para suami lahannya luas banget. atau mungkin cemburu karena jarang diajak liburan keluar kota atau sekedar melewatkan akhir pekan sambil maem keluar. Habisnya setiap akhir pekan keluar terus. bisa jadi bisa jadi.. :) 
Yang laki pasti berharap pulang akan mendengar kata-kata penyejuk jiwa seperti sang ustad DPR tadi. Dan tidak sama sekali ingin mendengar kata-kata yang seperti ini ;
"Ngapain Abi pulang tengah malam begini? Nggak usah pulang sekalian aja bi. Tidur saja di DPD sana"
Krik..krik..krik

Nah nah nah
Cari calon istri yang cerewet juga boleh kayaknya. Tapi cerewetnya yang bisa mengingatkan. Eh fokusnya yang tidak bosan mengingatkan kita para lelaki untuk terus berdakwah. Semisal kalau si laki tidak datang kajian manhaj di mardliyah,
Mas ndak ikut kajian?
nggak ah. ini baru pulang latihan di markaz dakwah. capek. pegel-pegel badanku cin.
Ooo ooo ooo jadi gitu? nanti malam abi tidur diluar ya. kan kepanduan. apalagi kalau mukhoyyam tidurnya bivak tho?~ itu istri kayaknya pakai gaya bos gede. pakai ngancam lagi ~
Jebreet.. toeng toeng hatiku hatiku.. sambil berat kaki melangkah kekamar mandi. sambil memungut towel dan bilang
Ya deh istriku yang manis. abi mandi sekarang dan poergi kajian.
Nah gitu dong. kan dapat pahala juga saya ~ akhirnya istri yang "cerewet" menang di atas cinta berdakwah ~

Nah nah nah
Seharusnya begitu kan. Carilah pasangan yang kalau dipandang mampu meng"iyakan" seruan dakwah.
Iyap. saya siap ndan.
Bagaimana dengan keluaraga antum? Apakah sudah terkondisikan?
Istri sudah terkondisikan ndan ~ padahal ini ikhwan berangkatnya dikondisikan alias dipaksa-paksa sama istrinya buat datang tugas.. huuu nggaya tenan jadi jundi. Padahal gegara istrinya dia mampu bilang SIAP NDAN.
Anak juga sudah ana kondisikan ndan ~ nggaya kalau yang ini. Jangan percaya sanblogg ( Sahabat Ngeblogger ). Jelas-jelas  yang mengkondisikan  sang anak ya sang istri kan. :) 

Nah nah nah.
Kalau begini, segala urusan suami adalah pahala bagi sang istri. Dan tidak menutup kemungkinan bila peran istri adalah peran utama yang tidak bisa diduakan. Dalam segala hal, lelaki memiliki kelebihan fisik yang mampu melaksanakan dan mengemban amanah dakwah melebihi wanita. Namun sangat mungkin wanita adalah sumber dari keberbaikan setiap amal yang dilakukan para lelaki. lelaki yang saya maksud dalam hal ini adalah suami. Dibalik lelaki yang kuat terdapat wanita yang perkasa. :p

Sejauh ini saya tidak atau belum memahami betul konsep istri, anak dan keluargamu adalah fitnah bagimu ( ditujukan bagi lelaki yang sudah menikah ataupun belum. Ini menurut saya ). Tapi mungkin seperti ini contoh yang saya ketahui. Misal istri, anak, dan keluarga sebagai pemberat alasan untuk tidak menunaikan agenda-agenda dakwah. Sehingga sedikit-sedikit izin dan lama kelamaan mangkir dari amanah dakwah. bisa jadi bisa jadi. Dan semoga saya dan sanblogg sekalian tidak termasuk kedalam campuran orang-orang seperti ini.

Secara kebetulan saya menemui orang yang seperti ini. Dan sepertinya saya juga pernah mengalami hal yang futur yang seperti ini. Dan ternyata hal ini bener-bener tidak enak sanblogg. Bayangkan saja betapa sedihnya saya waktu itu. Saat dimana saya membutuhkan bantuan personal. Eh tiba-tiba si fulan izin dengan mengikutsertakan anaknya sebagai alasan. Kapan lagi selang beberapa waktu yang sebelumnya atau sesudahnya begitu. Istrinya malah yang dijadikan alasan ketidak ikutsertaannya dalam kerja dakwah. Wah inikan repot jadinya sanblogb. Berharap banyak bisa berkontribusi. Malah saya bingung sendiri..
krik krik krik..

Dan pada akhirnya saya minta sama Allooh agar suatu saat nanti bisa menikahi belahan jiwa yang mudah. Mudah menyuruh saya berangkat berdakwah. ~ Selesai sholat subuh jangan lupa tilawah ya kanda. Bukan TIdur diLAntai baWAh lho ya. Ini dinda di rumah sedang mendo'akan dalam tahajud. Semoga kanda sehat selalu di tempat kerja diujung kota sana ya.. Nah kan adem ini hati. Walaupun mata kriyip-kriyip. Jam tiga dini hari sudah diomeli diperhatikan istri... hehe

Atau mudah mengusir saya untuk berdakwah. ~ Hush hush hush kanda pergi sana berdakwah!!!. Jangan lupa lho pulang bawa oleh-oleh. Dinda tunggu oleh-olehnya dengan senang hati ~ Wadaw.. ini istri..ckckck..Tapi nggak apa-apa. Adem.

Atau bisa jadi mudah mengancam saya ~ Eit, kanda nanti nggak boleh makan kalau hari ini ndak tilawah 3 juzz. Oke!!!
Hehe kan bisa puasa
nanti pasti datang ancaman yang kedua sambil cengengesan hehe
Ooo gitu. Nanti malam ndak dapat maem malam dan ndak dapat tidur di kamar ya. 
Waduh..gedubrak..Siap Non

Hmm...
Jadi sebenarnya sanblogg. Laiknya para sahabat Rosulullooh Muhammad Salallohu'alayhi Wassalam. dan salah satu contoh sahabat yang ideal dalam menata dan membina keluarga adalah Abu Bakar sampai-sampai Allooh dijadikan jaminan atas keluarganya saat ditinggal berjihad karenaNya. Jangan sampai kita ataupun saya ( karena saya sedang berusaha membina adik-adik ) menjadikan keluarga sebagai alasan ketidak terlibatan kita dalam menyongsong agenda-agenda dakwah. Dengan atau tanpa imbalan, dakwah tetap lahan yang menjanjikan. Menjajikan keteguhan iman yang tidak mampu dibeli dengan harta.

Mari sanblogg. Kita bangun kepedualian dan pengertian. Bila sebuah masalah dianggap hambatan. Ya jangan selamanya dianggap rintangan. Jadikan saja hambatan itu peluang untuk pendewasaan diri. Karena peluang untuk menjadi manusia yang semangat terus dan optimis terus akan selalu terbentang selama kita tidak pernah mengeluh dan menyerah dengan kondisi. Biarlah lelah. Asalkan diri ini lelah bersama dakwah.

Wallohua'lam. Yo ayo..Semangat terus, berkarya terus.
:)
Wassalamu'alaykum.

Rabu, Mei 29, 2013

Mahluk Jelita* itu..?

" Hormat apaan tho?
Ana kan rakyat jelata juga sama kayak yang lainnya. Biasa wae.."

Bagiku kalimat balasan dari W.A ini tidak biasa. Ini justru menginspirasi diriku untuk menampilkan tulisan ini kedunia maya. Memang sih hanya sekedar kalimat jawaban biasa. Apalagi sekedar kalimat jawaban What'sApp. Apasih istimewanya? Cuma kalimat baisa begitu. Namun aku mengatakan bahwa kalimat ini bukan kalimat yang biasa. Nah, inilah keistimewaan kalimat itu.


Kita bukanlah rakyat jelata.
Nyatanya kita rakyat yang mengedepankan etika.
Kita rakyat yang masih mampu membangun masa depan dengan asa dan bukan sekedar berita.
Faktanya, kita lah masyarakat yang cantik jelita.
Cantik dari penampilan, jelita dalam wawasan dan tujuan.
Rakyat jelata belum mampu berbicara tentang bangsa.
Sedangkan rakyat jelita selalu berbicara tentang dialektika masa muda dan masa tua.
Lebih dalam lagi. Masyarakat jelita itu pandai dalam menata wacana dan pintar untuk merealisasikannya.
Seringnya kita lupa atau mungkin bisa jadi kita menyediakan memori yang sedikit untuk mengingatnya.
Bahwa. Kitalah masyarakat yang diharapkan negeri  mantan para raja.
Negeri yang kini di dalamnya banyak tangan para penguasa. 
Untuk mewarnainya dengan corak yang berbeda. 
Ya. Dengan corak yang jelita nan bersahaja. 
Menjadikan negeri mantan para raja ini negeri yang cantik mempesona. 
Tentunya dengan cinta, kerja, dan harmoni yang membahana.

Belajar menjadi manusia yang jelita berarti sudah menyiapkan diri siap dipandang banyak mata.
Bila sudah demikian adanya.
Maka hanya ada satu syarat agar sorotan mata tersebut tidak terpalingkan seketika.
Yakni teruslah bekerja, biarlah mereka yang menentukan pilihannya.
Toh republik ini bukan milik media. Melainkan milik manusia yang mempunyai sepasang mata.
Yang penglihatan mereka tidak bisa diperdaya oleh kamera.
Mereka akan menilai langsung dengan seksama.
Bahwa kita adalah manusia jelita menurut kaca mata mereka.

Semangatlah kawan. Diujung lorong ini akan ada satu jalan yang menghantarkan kita pada satu tujuan hidup yang hakiki. Yakni kemenangan dakwah diatas kemenangan pribadi. Kemenangan cinta diatas kemenangan nafsu yang celaka. Kemenangan demi kemenangan akan menjadi niscaya manakala sebelumnya kita sudah pernah merasakan kekalahan. Dan bumbu dari kemenangan adalah kekalahan yang pernah kita rasakan.

Inilah istimewanya kalimat itu. Bahwa jelata tidak memiliki makna apa-apa bila disandingkan dengan jelita. Sebab jelita mampu memberika pesona cinta yang mengharmonikannya dengan kerja-kerja nyata.

Fhoto ini diambil dari sini



Senin, Mei 13, 2013

Inilah sahabat


"Haha. Sudahlah akh, let it go. biarkan dia. Kalau jodoh pasti ketemu. Kalau undangannya datang duluan berarti ada yang lebih baik dari dia. Ini lho ane, akh fulan, dan mas fulan kemarin nyamar jadi preman. Sudah lah akh dunia antum suram gara-gara mikir dia. Belum tentu pula. Semangat akh. Ayo hidup baru yang lebih semangat. Banyak peristiwa menarik menunggu antum".

Kurasa, SMS tadi malam adalah bentuk cintanya kepadaku. Ya khusus buat ku. Khusus buat sahabatnya yang belum bisa memenuhi panggilan dakwah bersamanya di sana. Kurasakan betul nikmat bersahabat dengannya dan kalian. Ringan namun mengharukan. Bila ku kenang masa penggemblengan waktu itu. Ku ingin berkali-kali menangis bersama kalian. Saat ini ku hanya bisa ucapkan "aku cinta kalian, aku cinta kalian, aku cinta kalian".

Saat ini aku iri dengan loyalitas kalian. Ku ingin seperti kalian, menangis dengan cinta dan berkorban juga dengan cinta. Senyum kalian menggambarkan wajah yang penuh keikhlasan. Ku hanya bisa membayangkan wajah-wajah kalian wahai para penggenggam kesyahidan. Tahajudku malam tadi hanya bisa menangis dan menangis. Menangisi diri yang belum mampu berubah secara totalitas. Menangisi diri yang belum kuat secara bathiniah. Menangisi diri yang belum kokoh secara keyakinan.

Saat yang lain terlelap ditelan kesunyian malam. Ku hanya bisa bangun dari kesadaran. Sadar bahwa diri ini punya Allooh yang siap mendengarkan curhatanku setiap waktu. Sadar akan nasehat yang beberapa jam lalu ku baca dari SMS-SMS itu. Ku tahu. Disini aku bukan milik satu orang saja. Tapi aku sudah pernah berjanji menghujamkan kaki sampai mati dijalan dakwah ini. Dan diriku milik siapa saja dalam barisan ini.

Dahulu, tangisan ku mampu menenangkan hati ini. Menenangkan satu kebencian dan mengubahnya menjadi cabang-cabang cinta. Namun kini, tangisanku yang ku perlihatkan dihadapan Allooh tadi malam adalah tangisan duka yang membuat sekujur tubuh merasakan efek ketidak berdayaanku dihadapanNya sang pembolak balik hati. Aku kerdil, kecil tak bernyali. Aku hanya mampu berkata "Aku harus memiliki cinta". Cintanya Allooh yang mampu menguatkan diriku menggapai semua yang menjadi anganku di jalan ini. Dan satu hal. Jodoh itu rezeki. Menerimanya adalah bentuk syukur kepadaNya. Kalau memang dia jodohku. Berarti memang sudah saatnya ku membuka hati untuknya. Tak perlu kupikirkan siapa dan bagaimana dirinya yang saat ini baru menjadi "calon pendamping hatiku". Toh masih calon. Dan semuanya juga calon. Masih tidak pasti. Tapi amanah dakwah itu pasti.

SMS tadi malam itu menampar hatiku. Menampar sisi-sisi keikhwananku. Dan lagi-lagi aku harus jeli membedakan mana yang Amanah Dakwahku dan mana yang Aminah Dakwahku kelak. Do'anya kawan, ku harus menata ulang sekat-sekat hati ini. Membersihkannya dan memagarinya dengan cinta yang suci. Kelak. Ku hanya ingin mempoligamikan Aminahku dengan Amanahku. Sehingga, cukup kecemburuan aminahku hanya kepada amal-amal dakwahku saja. Dengan begitu. Dirinya mampu mengejar syurga itu dari diriku.

Terimakasih kawan. Do'aku bersamamu.
Terimakasih kawan. Tanpamu aku bukan siapa-siapa disini,
Terimakasih kawan. Semangat mu membakar azamku
Terimakasih kawan. Cinta kalian menguatkan asaku,
Terimakasih kawan. Aku cinta kalian.

Aku cinta kalian, aku cinta kalian, aku cinta kalian, aku cinta kalian, aku cinta kalian..
Baarakallohu fiikum ya akhi fillah.. Ana uhibukum fillah. :)

Senin, April 29, 2013

Sebenarnya, senyummu itu cakep

Ditengah-tengah kepenatan yang sempat mendera diriku. Ada banyak sisa senyum saat diriku menanggapi quote dari temanku. Pagi baru bermula, melayang satu pertanyaan "eh, aku serem ya?". Waw, diriku tidak bisa membalas pertanyaan yang dilayangkan via SMS itu. Dikarenakan pulsaku habis pagi tadi. Ingin sih menjawabnya langsung. Namun setidaknya aku masih bisa mengulur waktu untuk mencari kepanjangan dari SEREM yang selama ini menjadi hal yang sesuatu dalam benakku. Karena sejauh diriku memandang. Serem yang dipahami oleh kasat mata disetiap pandangan adalah bertemu dengan wajah yang tidak bersahabat. Seolah wajah temannya itu ditekuk kemudian raut wajahnya itu menyembunyikan aura yang tidak nyaman untuk diajak bertegur sapa. Mending bila datar tanpa ekspresi. Tapi serem ini tanggapan yang spontan terjadi karena apa yang diperhatikan dihadapan wajah kita adalah sesuatu yang menakutkan.
seolah-olah.

Seharusnya, serem di dunia da'i dan dakwah itu identik dengan kepanjangan dari "Selalu REndah hati, dan M". Nah gan, M disini bisa ditambahi dengan kata-kata yang positif. Semisal kalau untuk ikhwan yang Macolah, kalau akhowat ya Manislah, atau bisa juga dengan kta-kata lainnya semisal Menawan, Menarik, Menolong. Ya anggap saja itu sebagai kata-kata pujian. Namun sebenarnya, bila memang serem itu di identikkan dengan kata yang mengerikan, anarki, dan pemarah. Rasanya tak pantas seorang da'i menempati posisi kata yang ini. Kenapa? ya karena dirinya seorang da'i. Yang menjaga wajahnya denganseberkas senyuman. Seperti apapun wajahmu. Kalau dirimu mengaku da'i yang mencintai dakwah ini karena Allooh dan rosulNya, maka wajib memberikan senyum terbaikmu untuk siapapun mahluk yang engkau hadapi. Sekalipun berhadapan dengan seorang oknum yang sedang berusaha menilangmu atau dengan sosok preman yang siap-siap menghajarmu. Dan terutama dengan malaikat yang akan menjemput rohmu kembali nantinya. 

Tersenyumlah para kader dakwah. 
Karena senyum kalian obat rindu bagi negeri ini.
Karena senyum kalian adalah bingkisan yang paling berharga buat siapa yang melihatnya.
Karena senyum kalian adalah senyum ikhlas yang paling sempurna yang pernah ku tahu.


Walloohu a'lam :)
Fhoto diambil dari sini

Sabtu, Agustus 11, 2007

#2..Pesan Singkat

SMS I

Orang yang pelit adalah yang malas bersholawat kepada Nabi
Orang dermawan adalah yang selalu tersenyum kepada sodara
Orang miskin adalah yang selalu meniggalkan sholat
Orang kaya adalah yang lidahnya tak henti berdzikir
Dan buah iman adalah ukhuwah
Raihlah kenikmatan hidup dengan menjadi kaya dan dermawan

Selasa, 31 Juli 2007
Pukul 22 : 00
From : Miss Wafa

SMS II

Jangan Jemu Berjalan diatas jalan da'wah
Walau jauh dari tanda- tanda kemenangan
Tidak melihat hasil dan amal usaha dan jihad dalam tempo singkat
Karena 4JJ l tidak menghisab ( manilai ) hasil kerja kita
Tapi, 4JJ l menghisab atas usaha dan niat kita

Senin, 16 juli 2007
Pukul 17 : 05
From : Akhi Cefriden