Pernahkah kamu bertanya sesuatu kepada seorang teman dekat (close friend) dengan satu kalimat? For example like it is, but you must read first before you will read other word in below it..
Ha, bagaimana percakapannya? Pertanyaan saya cukup absurb bukan? Saya rasa itu pertanyaan yang begitu absurb (bahkan sangat absurb). Wal hasil Satu pertanyaan saya di atas dijawab dengan kebingungan dan kebingungan. Kalau kamu mau tahu, percakapan itu akhirnya berakhir dengan -tetep- ketidak jelasan :)
Bayangkan saja kalau kamu tiba-tiba saya tanya seperti ini ;
"Itu latarnya bagus bro" (tanpa tanda tanya, titik, dan koma)
So, what your expression after you had read it in your cell phone?
Kamu bingung? o sangat mungkin. Sebagai manusia normal tentunya membutuhkan komunikasi yang efektif bukan?, hal seperti ini mungkin saja hanya sekedar membuang-buang waktu. Dan yang pasti, pertanyaan dan pernyataan absurb selalu meninggalkan kesan ketidakjelasan di akhir komunikasi. Akan tetapi kebingungan ini hanya akan dialami oleh satu dua orang atau lebih yang membangun komunikasi lewat cellphone (hp). Maklum saja karena setiap orang yang ngobrol di group yang sama pasti memiliki frame berfikir yang berbeda. Bisa saja kan jika ada satu orang yang lola (loadingnya lama), yang lain mungkin telmi (telat mikir), atau bahkan yang lainnya malah kepo (orang seperti ini selalu memiliki kosapertanyan -bukan lagi kosa kata- dengan keingin tahuannya melebihi siapapun atau sebut saja dengan "bawel").
Saya termasuk orang yang sering mengalami gagal komunikasi via HP. Sering menjebakkan diri dalam kalimat pertanyaan aktif yang absurb. Ya contohnya saja seperti kalimat tanya di atas :)
Susahnya berbahasa baku membuat saya harus tahu terlebih dahulu spesifikasi masing-masing orang yang akan saya ajak bicara. Hal pertama saya lakukan yakni "Harus berfikir, bagaimana sebaiknya saya menyusun pertanyaan terhadap mereka?". Dan saya lebih memilih dan memilah kosakata dahulu dan cukup berbicara apa adanya.
Tapi, kejadian gagal komunikasi ini hanya saya alami di yogya saja. Tidak demikian jika saya berkomunikasi di kampung. Mungkin karena yang saya ajak komunikasi adalah mereka yang sudah berhasil membangun persahabatan lewat hati. Mungkin ini yang saya sebut sebagai telepati hati. Bicara sudah tidak harus menunggu dimengerti oleh rasa dan indera. Saya atau bahkan mereka mampu menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, sekalipun saya tahu jika bahasa itu saya pakai berkomunikasi di sini -yogya.pen- tidak akan cocok dengan kultur orangnya. Terlebih intensistas pertemuan saya dengan orang-orang disekitar tidak serapat ketika saya bergaul di kampung.
Ada satu kalimat absurb yang sering saya gunakan sampai saat ini. Dan kalimat ini mudah difahami oleh teman-teman dikampung. Inilah kalimat itu,
Ada ide?
Dan kesalahfahaman -Gagal faham- yang saya alami saat berkomunikasi hanya terjadi lewat cellphone. Lain cerita bila saya berkomunikasi secara face to face. Saat tatap muka, absurb bagi saya it's ok, dan meraka menerima itu. Bila pemahaman meraka belum sampai "nglontok" maka saya lebih mudah menjelaskannya. Tidak perlu ngotot dan layaknya chitt chatt di cellphone. saat face to face, emosi yang dikeluarkan sesuai dengan standarnya. :)
Bagaimana dengan kamu?
Have you absurb as me? :)
Jika kamu memang absurb seperti saya, maka tips dari saya seperti ini,
Fahamilah orang yang akan kamu ajak komunikasi. Kondisikan dirimu layaknya mereka. Dan harus berani to the point tanpa bertele-tele. To the point di sini bukan termasuk ceplas-ceplos. Karena ceplas-ceplos tidak disarankan saat berkomunikasi via cellphone. Selain mengundang makna yang ambigu -difahami dua arah atau terkenal sebagai pernyataan bersayap-, ceplas-ceplos bisa saja merenggangkan komunikasi walaupun sesaat. Karena saat berkomunikasi, tidak semua kondisi lawan bicara sama dengan kita.
Pay attention, bahwa setiap orang yang kamu hubungi via cellphone (sms, chatt, leave messages) tidak semuanya ready untuk berkomunikasi layaknya dirimu saat menghubungi mereka. Maka pakailah bahasa yang ceria walaupun sedikit. :)
Oke guys, that's all. and the end, hopefully you be happy and cheerful every day
Wassalamu'alaykum
Trisno


















