ALAM ADVENTURE EXPERIENCE

Bagian terpenting dari sebuah perjalanan yang menggairahkan tantangan alam.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Impian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Impian. Tampilkan semua postingan

Selasa, Mei 05, 2015

Tolong jodohkan aku dengan...

Barusan saya ngecek berkas rancangan (draft) yang sudah sejak lama saya timbun. Hm, sempat tersenyum membaca tulisan yang satu ini. Dulu, saya sepertinya memang seperti ini. Mellow :)

Coba deh dibaca, bismillah.

Bila memang dirasa pantas aku bersanding dengan sosok wanita yang sholihah

Tolong Ya Allooh sandingkan imanku dengan wanita yang menjaga kejujurannya laiknya Istri Nabi Ayyub. Ibunda Rahmah. Beliaulah yang pandai memahami bahwa lama bertahannya nikmat yang Allooh berikan itu disebabkan oleh pandainya diri mensyukuri. Dan ialah wanita terbaik dihadapan suaminya.

Bila memang dirasa pantas aku bersanding dengan sosok wanita sholihah.
Tolong Ya Allooh hadirkan kepadaku sosok wanita yang pandai menjaga keihlasan laiknya dia.
Agar kiranya mahluk-Mu tersebut mampu membimbing hatiku untuk terus berada dijalan yang lurus.
Sebab hati ini masih belum mampu menghilangkan penyakit-penyakit dunia yang masih berbecak hitam didalamnya.

Bila memang dirasa pantas aku bersanding dengan sosok wanita yang sholihah.
Tolong Ya Allooh sandingkan imanku dengan wanita yang menjaga keihlasan laiknya dia
Bila taqdir yang Engkau hadirkan kepada hamba dikemudian hari adalah sesosok wanita sholihah yang periang. Tolong Ya Allooh gandengkan imanku dengan keimanan wanita yang seperiang dia
Karena diriku bukan sosok lelaki yang mampu tersenyum di saat susah dan bisa udah menumpahkan air mata disaat bahagia.

Bila memang dirasa pantas aku bersanding dengan sosok wanita sholihah.
Tolong Ya Allooh sandingkan imanku dengan wanita yang menjaga keihlasan laiknya dia
Bila memang sisa umurku akan kuhabiskan dengan wanita sholihah yang penyabar, taat kepada suami, dan pandai menjaga keikhlasan. Tolong Ya Robbi izinkan diriku mengikat iman dengan iman wanita sesholehah dia
Karena diriku bukanlah lelaki sempurna yang mempu menghargai perasaan manusia. Agar kiranya ia ikhlas membagi ilmunya lalu mengajarkannya kepadaku menjadi imam yang mampu menjaga amal dengan ikhlas.

Allahumma inni uriidu an atazawwaja, Allahumma faqoddirli minannisaai a'affahunna farojan, wa ahfazhohunna lii fii nafsiha wafii maali, wa awsa'ahunna rizqon wa a'zhomahunna barokatan, waqoddirli minhaa waladan thayyiban taj'aluhu kholfan shoolihan fi hayaati wa ba'da mauti
Ya Allah aku ingin menikah. Ya Allah tetapkanlah untukku wanita yg paling mulia kehormatannya, yg paling menjaga dirinya untukku dan untuk hartaku, yg paling luas rezekinya, yg paling banyak berkahnya, dan tetapkanlah untukku darinya anak yg baik yg Engkau jadikan ia sebagai penerusku yg shaleh di masa hidupku dan setelah kematianku.
Dan dia, dia adalah manusia yang masih Engkau rahasiakan sampai detik ini. :)

Trisno


Senin, Mei 13, 2013

Inilah sahabat


"Haha. Sudahlah akh, let it go. biarkan dia. Kalau jodoh pasti ketemu. Kalau undangannya datang duluan berarti ada yang lebih baik dari dia. Ini lho ane, akh fulan, dan mas fulan kemarin nyamar jadi preman. Sudah lah akh dunia antum suram gara-gara mikir dia. Belum tentu pula. Semangat akh. Ayo hidup baru yang lebih semangat. Banyak peristiwa menarik menunggu antum".

Kurasa, SMS tadi malam adalah bentuk cintanya kepadaku. Ya khusus buat ku. Khusus buat sahabatnya yang belum bisa memenuhi panggilan dakwah bersamanya di sana. Kurasakan betul nikmat bersahabat dengannya dan kalian. Ringan namun mengharukan. Bila ku kenang masa penggemblengan waktu itu. Ku ingin berkali-kali menangis bersama kalian. Saat ini ku hanya bisa ucapkan "aku cinta kalian, aku cinta kalian, aku cinta kalian".

Saat ini aku iri dengan loyalitas kalian. Ku ingin seperti kalian, menangis dengan cinta dan berkorban juga dengan cinta. Senyum kalian menggambarkan wajah yang penuh keikhlasan. Ku hanya bisa membayangkan wajah-wajah kalian wahai para penggenggam kesyahidan. Tahajudku malam tadi hanya bisa menangis dan menangis. Menangisi diri yang belum mampu berubah secara totalitas. Menangisi diri yang belum kuat secara bathiniah. Menangisi diri yang belum kokoh secara keyakinan.

Saat yang lain terlelap ditelan kesunyian malam. Ku hanya bisa bangun dari kesadaran. Sadar bahwa diri ini punya Allooh yang siap mendengarkan curhatanku setiap waktu. Sadar akan nasehat yang beberapa jam lalu ku baca dari SMS-SMS itu. Ku tahu. Disini aku bukan milik satu orang saja. Tapi aku sudah pernah berjanji menghujamkan kaki sampai mati dijalan dakwah ini. Dan diriku milik siapa saja dalam barisan ini.

Dahulu, tangisan ku mampu menenangkan hati ini. Menenangkan satu kebencian dan mengubahnya menjadi cabang-cabang cinta. Namun kini, tangisanku yang ku perlihatkan dihadapan Allooh tadi malam adalah tangisan duka yang membuat sekujur tubuh merasakan efek ketidak berdayaanku dihadapanNya sang pembolak balik hati. Aku kerdil, kecil tak bernyali. Aku hanya mampu berkata "Aku harus memiliki cinta". Cintanya Allooh yang mampu menguatkan diriku menggapai semua yang menjadi anganku di jalan ini. Dan satu hal. Jodoh itu rezeki. Menerimanya adalah bentuk syukur kepadaNya. Kalau memang dia jodohku. Berarti memang sudah saatnya ku membuka hati untuknya. Tak perlu kupikirkan siapa dan bagaimana dirinya yang saat ini baru menjadi "calon pendamping hatiku". Toh masih calon. Dan semuanya juga calon. Masih tidak pasti. Tapi amanah dakwah itu pasti.

SMS tadi malam itu menampar hatiku. Menampar sisi-sisi keikhwananku. Dan lagi-lagi aku harus jeli membedakan mana yang Amanah Dakwahku dan mana yang Aminah Dakwahku kelak. Do'anya kawan, ku harus menata ulang sekat-sekat hati ini. Membersihkannya dan memagarinya dengan cinta yang suci. Kelak. Ku hanya ingin mempoligamikan Aminahku dengan Amanahku. Sehingga, cukup kecemburuan aminahku hanya kepada amal-amal dakwahku saja. Dengan begitu. Dirinya mampu mengejar syurga itu dari diriku.

Terimakasih kawan. Do'aku bersamamu.
Terimakasih kawan. Tanpamu aku bukan siapa-siapa disini,
Terimakasih kawan. Semangat mu membakar azamku
Terimakasih kawan. Cinta kalian menguatkan asaku,
Terimakasih kawan. Aku cinta kalian.

Aku cinta kalian, aku cinta kalian, aku cinta kalian, aku cinta kalian, aku cinta kalian..
Baarakallohu fiikum ya akhi fillah.. Ana uhibukum fillah. :)

Kamis, April 18, 2013

Deadline Jodohku

Assalamu'alaykum sobat. Selamat pagi. Semoga hatimu secerah hari ini. Ini barusan saja diriku menyaksikan bulir-bulir cahaya hinggap di kota jogja setelah sekian jam lamanya terguyur hujan yang menyejukkan. Mengingat-ingat sebuah kejadian diantara sejuknya waktu membuat ku tergugah untuk menuliskannya. Siapa tahu mampu menambah dinginnya harmoni cinta kehidupan kita hari ini. Cinta kerja dan harmoni.

Sepanjang perjalan hidup ini, diriku selalu bergerak maju dan mundur dengan ragu-ragu. Tak lepas apakah itu berkenaan dengan urusan pribadi atau kah urusan orang lain yang sedang kuhadapi. Banyak catatan hidupku yang cacat disana-sini. Diriku pun selalu dihantui perasaan bimbang. Lagi-lagi, semua tergambar jelas. Kalau saja diriku berani menebak dari hasil membayangkan masa depan. Seolah-olah masa depanku suram. Dan sepertinya diriku tidak berani mencoba menebak sampai kesana (sekalipun itu terjadi. Toh Allooh selalu menjadi tempat kembali yang tepat bagiku). Diriku masih kurang berani membangunkan singa yang masih terlelap di dalam diriku. Serius, ini hal yang sebenarnya membuatku mandeg untuk memperjuangkan sesuatu.

Butuh adanya kehadiran seorang teman yang mampu memintaku secara paksa untuk melakukan apa yang menjadi asaku. Diriku memang orang yang hampir tidak peduli dengan masa depan sendiri. Dan tak cukup rasanya bila diriku hanya mengandalkan cita-cita masa depan. Diriku harus bangkit dan melejit. Potensiku masih banyak yang belum terpakai. Bahkan untuk berbuat optimal saja diriku masih bermalas-malasan.

Dengan tulisan ini, diriku ingin mencoba mengubah mindset bahwa apapun yang kuusahakan tak lebih adalah untuk masa depanku sendiri. Tapi sebentar. sepertinya bukan hanya untuk diriku saja ding. Tapi untuk orang lain juga. Masak iya ngelamar anak orang pakai ijazah SMA. Gengsi dong. Yang lain pakai embel-embel sarjana, eh diriku embel-embel SMA.

Camer : Nak, kamu lulusan mana?
Diriku : E, anu pak. maaf saya cuma lulusan SMA pak. harap maklum pak.
Camer : Terus, kamu mau ngelamar anakku?
Diriku : Begitulah maksud dan tujuan saya kemari pak. harap maklum pak.
Camer : Weh, lha nanti anakku mau kamu kasih makan apa?
Diriku : Ya, kalau ndak ada nasi, ada soto miso bakso pak. Apa aja pak yang penting halal.
(heleh ngelesmu paling bisa no)
Camer : Senyam senyum. kamu saya terima.

Walah, ya ndak segampang itu kale no. Ente kudu mikir lagi. Kalau sarjana itu mudal buat ngurusin negara. Semakin kita tinggi, semakian besar kesempatan kita buat beramal. Dan semakin mudah pula menentukan karir dakwah kita. Oh begitu ya bro? hooh, hadew. ente banyak teori sih, 5 tahun setengah teori muluk. Wat, ngek ngok.

Tapi kalua dipikir-pikir wadaw, tak mau lah. Ku ingin melamar anak orang dengan ijazah S1 (minimal) D3 (itu minimalis sekali). Ya Allooh bantu aku menguatkan azamku. ho. Ini ngelamar baru urusan terkecil dalam mebina sebuah bangunan peradaban. Lha negara? waw waw, S1 kudu ditangan deh. Biar konsekuensi terhadap apa yang diemban tidak diragukan lagi sama musuh-musuh dakwah nantinya. Hus hus jauh jauh ya Allooh jauhkanlah rasa malas ini.

Oke, Kembali ke topik awal. Ya aku harus menjadi orang yang tidak egois. Kalu sekarang ku tunda, maka lulus pun akan tertunda, kerja layak pun akan tertunda, kebebasan menenteng gelar sarjana kemana-mana pun akan tertunda, membahagiakan keluarga pun akan tertunda karena nikahnya juga akan tertunda (ups said). Lha kalau semua tertunda begitu. Terus beramal lebih besar lagi juga bakal sering tertunda dong. alamak. berat.

Bolehlah semester lalu ente izin "beramal" lebih banyak dengan alasan ngelab akh. Sepekan ngelab lima kali, baru kali itu. pheww. Tapi sekarang mau izin lagi no? Wadaw cukup dua bulan yak nyelesaikan T.A mu. Terus bulan-bulan selanjutnya dirimu isi dengan nambah hafalan kek (buat modal membina keluarga sakinah besok), nambah rezeki (juga buat nabung dana nikahan atau sekolah adik-adikmu besok), nambah temen (juga buat nyari rezeki kan bisa. Pan banyak temen banyak rezeki. Apalagi urusan nikah. bakal dideketin deh jodohmu no), nambah optimalisasi kemampuan yang Allooh beri (sayang kan kalau tak kepakai itu kepala mu no).

Iya ya. Orang yang cacat dipandang mata saja masih mampu bersaing. Eh diriku malah kalah sebelum berperang. Ayo no semangat. Nanti diomeli sama yang sering ngasih taujih lho. Apalagi kalau si camer mensyaratakan 

MENANTU YANG IDEAL ADALAH LULUSAN UGM

Waw, tantangan yang diluar kebiasaan. Extra ordinary. Apalagi diriku kerjaannya bareng ustad. Malu dong kalau menyia-nyiakan do'a para ustad. Setidaknya ketika bareng mereka aku lebih PD. Pas ditanya, Antum lulusan mana akhi? Aku kan gampang jawabnya. O ana mantan anak kuliahan ustad. Jadi beban moral pun sedikit terkurangi. Optimis deh Agustus ini ( ku pertegas AGUSTUS 2013) aku lulus. Dan harus melanjutkan ke luar negeri insyaa Allooh. Tapi masih di negeri Ngayogyakarto tercinta juga, cuma mampir di UII kok. Kan UGM itu kampus negeri sedangkan UII kan swasta. Nah setelah lulus dari negeri aku keluar negeri (maksudnya mlipir ke swasta). Ho

Pokoknya ini tulisan sepagi ini adalah untuk mengingatkan ku. Umur sudah seperempat abad. Kudu mikir yang lebih untuk masa depanku dan masa depan orang-orang disampingku. Pokoknya harus mikirkan mereka. No, dirimu jangan egois lagi ya. Semakin cepat dirimu berproses, maka semakin baik pula langkah kedepannya. Yakinlah no, pasti banyak jalan. Dirimu boleh melangkah ke satu pintu. Kalau sulit terbuka maka pintu-pintu lainnya akan terbuka untukmu. Selama dirimu didalam lingkaran kebaikan, Allooh akan menunjuki jalan yang benar-benar lurus tanpa sedikitpun berbelok dari apa yang dirimu cita-citakan. Oke no.


No, batin seperti ku ini hanya bisa mengeluarkan uneg-uneg. Betapa bodohnya dirimu yang sampai detik ini belum berani melangkah. Duh apakah dirimu tak kasian kepadaku. Pokoknya ya no, dirimu harus bisa membawaku melebihi dari apa yang bisa dirimu usahakan saat ini. Oke ya. Ingat no, jangan lupa lagi. Bahwa dirimu sukses itu karena selalu bergerak maju, bukan berjalan mundur. Kalau mundur, dirimu harus berusaha berlari melebihi yang lainnya. Bahkan kalau dirimu diam, sudah sangat bisa dipastikan dirimu akan jauh tertinggal kebelakang. Oke ya no.

Sudah banyak yang menantikan kontribusimu setelah lulus ini. Oke.
Semang(Art) bro..Semua kumulai dari hari ini.. Yoh Semangat..arggghh..Alloohuakbar.

Do'anya sob, lagi mau ikhtiar. Eits, beres-beres dulu. Beresin niat, bersein hati, dan ada yang jangan sampai ketinggalan. Apa itu? itu adalah beresin wajah..ho

Fhoto dari sini