Kamis, September 26, 2013

Ah, Abi mah sibuk..

Kembali meregangkan tangan.
Mengepakkan jari jemari tangan ini sembari menikmati setiap gerakannya di atas keyboard. Menari diatas logika imajiansi saya saat ini rasanya penuh sensasi aktualisasi diri.. Fiuuhh..

Hai sanblogg (sahabat ngeblogger). Assalamu'alaykum? 
Lama tak jumpa ya. Soalnya selama ini saya mengendap di kamar sih. Jadi jarang nongol-ngongol di depan layar kaca dunia maya.

Okey,
Saya ingin bercerita tentang nikmat. Sedikit nikmat berdakwah setelah (harus) menikah. Dikarenakan sayapun belum menikah. Saya hanya membicarakan roman picisan ala "kompor gas". Dahulu saya pernah ngobrol dengan kakak kelas tetang kondisi ngajinya di bandung sana. Saat itu kami bertemu di yogya. Di angkringan seputar UIN SUSKA kami sempatkan berbagi cerita. Dari pertemuan yang cukup singkat tersebut. Beliau menceritakan apa yang pernah disampaikan sang ustad kepadanya. Kira-kira begini ;

Akhi, kalau antum sudah siap menikah. bersegeralah.
Carilah istri yang setia seperti istri ane. Istri ane ini tipikal orangnya suka ngiri. Jadi ceritanya ane kan sering ya pergi dan pulang dinas dari DPR lama banget. Kalau ane pulang dari bepergian jauh semisal keluar kota atau berpergian dalam waktu yang cukup lama. Istri pasti nyambut ane pas tiba di rumah. Nah pernah istri nyambut ane dengan kata-kata "Iri eui. Abi mah enak. Dakwah keluar terus".
Jeddar.. sang kakak kelas bercerita sambil senyum. dan ha gimana itu no. Trisno punya kenalan akhowat yang seperti itu? Waduh. peace kak. Kalau ada, ane ndak bakal kasih ke ente.. ahay :) Haha bercanda no. Bercanda 

klik klik klik..

Nah nah nah.
Itu kerenkan sanblogg?
Calon istri seperti ini yang semestinya dicari banyak kader dakwah. Cemburuan dan irian. Cemburu karena Allooh. Atau barangkali nanti kalau sudah nikah. Terus kita berdakwah (terutama ke yang laki) yang sebentar-sebentar keluar kota. Istri bakal bisa cemburu. Cemburu karena dakwahnya para suami lahannya luas banget. atau mungkin cemburu karena jarang diajak liburan keluar kota atau sekedar melewatkan akhir pekan sambil maem keluar. Habisnya setiap akhir pekan keluar terus. bisa jadi bisa jadi.. :) 
Yang laki pasti berharap pulang akan mendengar kata-kata penyejuk jiwa seperti sang ustad DPR tadi. Dan tidak sama sekali ingin mendengar kata-kata yang seperti ini ;
"Ngapain Abi pulang tengah malam begini? Nggak usah pulang sekalian aja bi. Tidur saja di DPD sana"
Krik..krik..krik

Nah nah nah
Cari calon istri yang cerewet juga boleh kayaknya. Tapi cerewetnya yang bisa mengingatkan. Eh fokusnya yang tidak bosan mengingatkan kita para lelaki untuk terus berdakwah. Semisal kalau si laki tidak datang kajian manhaj di mardliyah,
Mas ndak ikut kajian?
nggak ah. ini baru pulang latihan di markaz dakwah. capek. pegel-pegel badanku cin.
Ooo ooo ooo jadi gitu? nanti malam abi tidur diluar ya. kan kepanduan. apalagi kalau mukhoyyam tidurnya bivak tho?~ itu istri kayaknya pakai gaya bos gede. pakai ngancam lagi ~
Jebreet.. toeng toeng hatiku hatiku.. sambil berat kaki melangkah kekamar mandi. sambil memungut towel dan bilang
Ya deh istriku yang manis. abi mandi sekarang dan poergi kajian.
Nah gitu dong. kan dapat pahala juga saya ~ akhirnya istri yang "cerewet" menang di atas cinta berdakwah ~

Nah nah nah
Seharusnya begitu kan. Carilah pasangan yang kalau dipandang mampu meng"iyakan" seruan dakwah.
Iyap. saya siap ndan.
Bagaimana dengan keluaraga antum? Apakah sudah terkondisikan?
Istri sudah terkondisikan ndan ~ padahal ini ikhwan berangkatnya dikondisikan alias dipaksa-paksa sama istrinya buat datang tugas.. huuu nggaya tenan jadi jundi. Padahal gegara istrinya dia mampu bilang SIAP NDAN.
Anak juga sudah ana kondisikan ndan ~ nggaya kalau yang ini. Jangan percaya sanblogg ( Sahabat Ngeblogger ). Jelas-jelas  yang mengkondisikan  sang anak ya sang istri kan. :) 

Nah nah nah.
Kalau begini, segala urusan suami adalah pahala bagi sang istri. Dan tidak menutup kemungkinan bila peran istri adalah peran utama yang tidak bisa diduakan. Dalam segala hal, lelaki memiliki kelebihan fisik yang mampu melaksanakan dan mengemban amanah dakwah melebihi wanita. Namun sangat mungkin wanita adalah sumber dari keberbaikan setiap amal yang dilakukan para lelaki. lelaki yang saya maksud dalam hal ini adalah suami. Dibalik lelaki yang kuat terdapat wanita yang perkasa. :p

Sejauh ini saya tidak atau belum memahami betul konsep istri, anak dan keluargamu adalah fitnah bagimu ( ditujukan bagi lelaki yang sudah menikah ataupun belum. Ini menurut saya ). Tapi mungkin seperti ini contoh yang saya ketahui. Misal istri, anak, dan keluarga sebagai pemberat alasan untuk tidak menunaikan agenda-agenda dakwah. Sehingga sedikit-sedikit izin dan lama kelamaan mangkir dari amanah dakwah. bisa jadi bisa jadi. Dan semoga saya dan sanblogg sekalian tidak termasuk kedalam campuran orang-orang seperti ini.

Secara kebetulan saya menemui orang yang seperti ini. Dan sepertinya saya juga pernah mengalami hal yang futur yang seperti ini. Dan ternyata hal ini bener-bener tidak enak sanblogg. Bayangkan saja betapa sedihnya saya waktu itu. Saat dimana saya membutuhkan bantuan personal. Eh tiba-tiba si fulan izin dengan mengikutsertakan anaknya sebagai alasan. Kapan lagi selang beberapa waktu yang sebelumnya atau sesudahnya begitu. Istrinya malah yang dijadikan alasan ketidak ikutsertaannya dalam kerja dakwah. Wah inikan repot jadinya sanblogb. Berharap banyak bisa berkontribusi. Malah saya bingung sendiri..
krik krik krik..

Dan pada akhirnya saya minta sama Allooh agar suatu saat nanti bisa menikahi belahan jiwa yang mudah. Mudah menyuruh saya berangkat berdakwah. ~ Selesai sholat subuh jangan lupa tilawah ya kanda. Bukan TIdur diLAntai baWAh lho ya. Ini dinda di rumah sedang mendo'akan dalam tahajud. Semoga kanda sehat selalu di tempat kerja diujung kota sana ya.. Nah kan adem ini hati. Walaupun mata kriyip-kriyip. Jam tiga dini hari sudah diomeli diperhatikan istri... hehe

Atau mudah mengusir saya untuk berdakwah. ~ Hush hush hush kanda pergi sana berdakwah!!!. Jangan lupa lho pulang bawa oleh-oleh. Dinda tunggu oleh-olehnya dengan senang hati ~ Wadaw.. ini istri..ckckck..Tapi nggak apa-apa. Adem.

Atau bisa jadi mudah mengancam saya ~ Eit, kanda nanti nggak boleh makan kalau hari ini ndak tilawah 3 juzz. Oke!!!
Hehe kan bisa puasa
nanti pasti datang ancaman yang kedua sambil cengengesan hehe
Ooo gitu. Nanti malam ndak dapat maem malam dan ndak dapat tidur di kamar ya. 
Waduh..gedubrak..Siap Non

Hmm...
Jadi sebenarnya sanblogg. Laiknya para sahabat Rosulullooh Muhammad Salallohu'alayhi Wassalam. dan salah satu contoh sahabat yang ideal dalam menata dan membina keluarga adalah Abu Bakar sampai-sampai Allooh dijadikan jaminan atas keluarganya saat ditinggal berjihad karenaNya. Jangan sampai kita ataupun saya ( karena saya sedang berusaha membina adik-adik ) menjadikan keluarga sebagai alasan ketidak terlibatan kita dalam menyongsong agenda-agenda dakwah. Dengan atau tanpa imbalan, dakwah tetap lahan yang menjanjikan. Menjajikan keteguhan iman yang tidak mampu dibeli dengan harta.

Mari sanblogg. Kita bangun kepedualian dan pengertian. Bila sebuah masalah dianggap hambatan. Ya jangan selamanya dianggap rintangan. Jadikan saja hambatan itu peluang untuk pendewasaan diri. Karena peluang untuk menjadi manusia yang semangat terus dan optimis terus akan selalu terbentang selama kita tidak pernah mengeluh dan menyerah dengan kondisi. Biarlah lelah. Asalkan diri ini lelah bersama dakwah.

Wallohua'lam. Yo ayo..Semangat terus, berkarya terus.
:)
Wassalamu'alaykum.

0 komentar:

Posting Komentar


Silahkan sahabat blogger berkomentar apapun si sini. Dan mari membudayakan berkomentar dengan bahasa yang dapat membangun motivasi, saling mengingatkan, dan saling menasehati. Saya tunggu komentarnya :)