ALAM ADVENTURE EXPERIENCE

Bagian terpenting dari sebuah perjalanan yang menggairahkan tantangan alam.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Berbagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berbagi. Tampilkan semua postingan

Selasa, Mei 05, 2015

Tolong jodohkan aku dengan...

Barusan saya ngecek berkas rancangan (draft) yang sudah sejak lama saya timbun. Hm, sempat tersenyum membaca tulisan yang satu ini. Dulu, saya sepertinya memang seperti ini. Mellow :)

Coba deh dibaca, bismillah.

Bila memang dirasa pantas aku bersanding dengan sosok wanita yang sholihah

Tolong Ya Allooh sandingkan imanku dengan wanita yang menjaga kejujurannya laiknya Istri Nabi Ayyub. Ibunda Rahmah. Beliaulah yang pandai memahami bahwa lama bertahannya nikmat yang Allooh berikan itu disebabkan oleh pandainya diri mensyukuri. Dan ialah wanita terbaik dihadapan suaminya.

Bila memang dirasa pantas aku bersanding dengan sosok wanita sholihah.
Tolong Ya Allooh hadirkan kepadaku sosok wanita yang pandai menjaga keihlasan laiknya dia.
Agar kiranya mahluk-Mu tersebut mampu membimbing hatiku untuk terus berada dijalan yang lurus.
Sebab hati ini masih belum mampu menghilangkan penyakit-penyakit dunia yang masih berbecak hitam didalamnya.

Bila memang dirasa pantas aku bersanding dengan sosok wanita yang sholihah.
Tolong Ya Allooh sandingkan imanku dengan wanita yang menjaga keihlasan laiknya dia
Bila taqdir yang Engkau hadirkan kepada hamba dikemudian hari adalah sesosok wanita sholihah yang periang. Tolong Ya Allooh gandengkan imanku dengan keimanan wanita yang seperiang dia
Karena diriku bukan sosok lelaki yang mampu tersenyum di saat susah dan bisa udah menumpahkan air mata disaat bahagia.

Bila memang dirasa pantas aku bersanding dengan sosok wanita sholihah.
Tolong Ya Allooh sandingkan imanku dengan wanita yang menjaga keihlasan laiknya dia
Bila memang sisa umurku akan kuhabiskan dengan wanita sholihah yang penyabar, taat kepada suami, dan pandai menjaga keikhlasan. Tolong Ya Robbi izinkan diriku mengikat iman dengan iman wanita sesholehah dia
Karena diriku bukanlah lelaki sempurna yang mempu menghargai perasaan manusia. Agar kiranya ia ikhlas membagi ilmunya lalu mengajarkannya kepadaku menjadi imam yang mampu menjaga amal dengan ikhlas.

Allahumma inni uriidu an atazawwaja, Allahumma faqoddirli minannisaai a'affahunna farojan, wa ahfazhohunna lii fii nafsiha wafii maali, wa awsa'ahunna rizqon wa a'zhomahunna barokatan, waqoddirli minhaa waladan thayyiban taj'aluhu kholfan shoolihan fi hayaati wa ba'da mauti
Ya Allah aku ingin menikah. Ya Allah tetapkanlah untukku wanita yg paling mulia kehormatannya, yg paling menjaga dirinya untukku dan untuk hartaku, yg paling luas rezekinya, yg paling banyak berkahnya, dan tetapkanlah untukku darinya anak yg baik yg Engkau jadikan ia sebagai penerusku yg shaleh di masa hidupku dan setelah kematianku.
Dan dia, dia adalah manusia yang masih Engkau rahasiakan sampai detik ini. :)

Trisno


Sabtu, Mei 02, 2015

Senyum setengah spion



Senyum setengah spion, apa itu? Itu senyumnya seorang bapak yang tadi saya jumpai di pinggiran Jalan Magelang, Yogyakarta. Beliau tersenyum namun agak kurang sedikit polesan. Senyum yang menurut saya cukup membunuh karakter "saat itu". Tahukah kamu maksud dari gambar diatas? nah, itu gambar yang membuat senyum saya agak miring disaat-saat saya ngobrol dengan beliau. How come? Nah, begini ceritanya ;

Saat ini si grandis (nama motor grand saya) sedang saya perbaiki secara fisik beserta surat menyuratnya. Nah, saya sebenarnya tipikal manusia klasik. Manusia yang tidak begitu menyukai modifikasi motor maupun elektronik milik sendiri. Khusus motor, saya tidak begitu menyukai motor yang hanya menggunakan spion kanan atau kiri saja, atau ada spionnya namun hanya berguna sebagai hiasan demi menghindari razia kepolisian. By the way, dudukan1 spion si grandis yang sebelah kiri sudah dol (lobok, atau longgar karena sudah porosi) sehingga spion sebelah kiri sudah tidak bisa lagi di pasang dengan benar. Cara satu-satunya yang terpikir oleh saya adalah mencari bengkel yang menyediakan mesin bubut. Alhamdulillah, tadi sore saya sudah mengunjungi bengkel yang direkomendasikan.

Namun, agak disayangkan memang ketika senyum yang menjadi simbol keramahan jogja "tampak"nya agak hilang dari wajah si bapak. Bukan berarti beliau tidak tersenyum di setiap menanggapi pertanyaan mengenai drat2 spion saya. Akan tetapi, saat beliau menjelaskan permasalahan yang saya hadapi, beliau tersenyum disambi3 dengan mengeluarkan perkataan yang agak "meninggi". Mungkin dengan ilmu yang beliau miliki, saya manusia bodoh yang tidak mengerti apa-apa. Karena sayatidak mengerti dengan dunia kepakaran beliau, sehingga saya bertanya untuk menyakinkan apa yang seharusnya saya lakukan setelah gagal memasangkan spion kiri si grandis. Wal hasil wajah ini agak tertekuk karena tanggapan beliau yang tidak begitu -mungkin- senang akan pertanyaan saya.

Walaupun pertemuan singkat tadi agaknya menengangkan, alhamdulillaah Allooh memberikan kesempatan bagi saya yang telah berhasil menyunggingkan senyum terakhir di depan beliau sesaat sebelum melajukan si grandis menuju boarding house. Semoga kedepan, saya mudah tersenyum dalam kondisi yang sangat sulit sekalipun. Karena wajah yang dihiasi dengan senyuman -apalagi senyum ikhlas tanpa dibuat-buat- selalu menghadirkan ketentraman dan kenyamanan. Mungkin bukan hanya saya, tentunya kalian juga bisa seperti itu guys. Betapa senangnya hidup ini bila kita tahu nikmatnya memprioritaskan amal sedekah -tersenyum- tanpa meninggalkan keberkahannya. :)

Ilmu bukan untuk disombongkan, sehingga mejadi wajar jika manusia yang berbudi adalah mereka yang memiliki ilmu yang di amalkan lewat hati. Bukan disampaikan lewat nada tinggi.

Trisno


1 = Tempat terpasangnya spion di motor.
2 = Mengikat atau mengencangkan dua benda yang umumnya terbuat dari besi atau sejenisnya.
3 = Dua aktivitas yang dilakukan secara bersamaan dalam satu kondisi.

Karyaku, ngonthel pit with you



Belakangan, sudah banyak beredar design undangan (invitation letter) pernikahan yang cukup unik. Mulai dari design animasinya hingga bentuk dari kertas undangan tersebut. Bener-bener karya yang begitu memanjakan mata. Inilah salah satu karya yang dinamakan kreativitas tanpa batas. Tidak melulu harus berkonsep serius, elegan, casual, dan terkesan borjuis (mewah). Terlebih jika kesan pertama si penerima undangan lebih menitik beratkan pada tampilan undangan "yang selalu mirip seperti itu" (Semisal, ada dua undangan pernikahan yang berbeda namun memiliki satu halaman yang sama. Yakni kalender. Bener begitu?. Padahal belum tentu halaman tersebut dipakai sebagai acuan hidup jangka pendek maupun jangka panjang. 

Bagi seorang pemula (laiknya saya), men-design apapun (termasuk undangan pernikahan) masih termasuk dalam kategori sulit dan lama. Sulit dikarenakan perlu menajamkan imaginasi di campur membangun bayangan abtrak dalam sekejab kemudian mengambar rangka yang ada di otak saya tersebut kedalam worksheet Corel Draw dalam waktu yang cukup lama. Membentuk bayangan dalam kepada dalam kondisi meraba-raba dan merasa-rasa. Terlebih saya harus memulainya dari nol dikarenakan tidak mempunyai template serupa yang seperti ada di benak saya. Selain sulit, lamanya waktu pembuatan adalah faktor yang tak kalah serunya. Kita harus siap ikhlas mengilangkan separuh waktu dalam sehari untuk membangun imajinasi yang kira-kira hanya di gunakan -jika sudah tercetak- dalam hitungan menit. Apasih fungsinya undangan nikah?, kalau bukan hanya sekedar dilihat kapan dan dimana acara akan dilangsungkan. betul kan ? Setelah itu, undangan entah akan hilang kemana. :), 

Mungkin bagi seorang designer,  menata ulang imajinasi, menajamkan konsep, bermain dengan kreativitas dan menojolkan seni. Adalah  "dewa" yang mampu memperbesar harapan menjadi karya yang ayata. Sebab menuangkan ide bayangan dikepala menjadi cetakan sebuah karya adalah hasil akhir yang harus di dapatkan bagi seorang designer. Sampai-sampai jika memoles designnya hingga memperhatikan objek yang paling kecil dan remeh-temeh. 

Nah, beberapa waktu lalu saya membuat selembar undangan pernikahan khusus untuk teman saya. Bagi designer yang expert di bidang ini, mungkin saja karya sayai ini perlu direvisi (poles sana, poles sini lagi).  Namun bagi saya pribadi, ini adalah karya pertama terbaik yang pernah saya miliki. Sekelas pemula seperti saya, memang harus lebih sering bermain dengan perpaduan warna. Harus lebih pandai menggoyangkan pointer mouse dalam membentuk pola. Memfokuskan imajinasi menjadi hasil jadi dari sebuah seni. Kira-kira, hasilnya begini ;





Bagi saya, designer yang mampu menghargai hasil karyanya sendiri adalah contoh manusia yang patut diberi apresiasi. Mengapa? O ya jelas. Karena disini ada perbedaan yang cukup besar antara orang yang mencoba mengubah hidupnya dengan memaksimalkan potensi yang Allooh berikan kepadanya dengan orang yang sama sekali tidak melakukan perubahan dalam hidupnya. Bayangkan saja, betapa sulitnya membangun konsep, rangka, dan pola dalam bentuk bayangan di kepala seorang designer. Setelah seperti itupun, designer harus mampu mengejawantahkan apa saja yang ada dikepalanya dalam bentuk karya yang bisa dinikmati sendiri dan orang lain. Belum lagi beragam penilaian harus diterima. Bagaimana, Susah ya? ya memang susah.

Sekalipun dalam pembuatan undangan ini ada beberapa ide yang saya jiplak.Ya, Saya hanya menjiplak idenya saja namun bukan karyanya. Saya jiplak kemudian kembangkan lantas saya poles sesuai dengan apa yang saya pikirkan. Laiknya kehidupan bukan? Kita poles hidup ini dengan kebajikan, kita punya suri tauladannya. Kita teruskan apa yang menjadi titahnya. Lantas kita menjadi manusia yang begitu berharga dan berguna. :)

Designer itu penghasil karya, bukan Maha Karya (Pencipta). Lihat fenomena yang ada, kemudian kembangkan menjadi sebuah karya yang mampu menghargai hidupmu. Tidak masalah jika kamu harus menghilangkan separuh waktumu. Yang pada akhirnya itu adalah proses dari bagian bagaimana caranya kamu menjadi manusia berharga sedunia. Karena Allooh suka itu. :)

Allooh tidak akan merubah suatu kaum, jika kaum itu tidak merubah dirinya sendiri

Trisno

Selasa, April 28, 2015

Semacam Telepati

Yo.. Assalamu'alaykum brother.

Pernahkah kamu bertanya sesuatu kepada seorang teman dekat (close friend) dengan satu kalimat? For example like it is, but you must read first before you will read other word in below it..


Ha, bagaimana percakapannya? Pertanyaan saya cukup absurb bukan? Saya rasa itu pertanyaan yang begitu absurb (bahkan sangat absurb). Wal hasil Satu pertanyaan saya di atas dijawab dengan kebingungan dan kebingungan. Kalau kamu mau tahu, percakapan itu akhirnya berakhir dengan -tetep- ketidak jelasan :)

Bayangkan saja kalau kamu tiba-tiba saya tanya seperti ini ;

"Itu latarnya bagus bro" (tanpa tanda tanya, titik, dan koma)

So, what your expression after you had read it in your cell phone?
Kamu bingung? o sangat mungkin. Sebagai manusia normal tentunya membutuhkan komunikasi yang efektif bukan?, hal seperti ini mungkin saja hanya sekedar membuang-buang waktu. Dan yang pasti, pertanyaan dan pernyataan absurb selalu meninggalkan kesan ketidakjelasan di akhir komunikasi. Akan tetapi kebingungan ini hanya akan dialami oleh satu dua orang atau lebih yang membangun komunikasi lewat cellphone (hp). Maklum saja karena setiap orang yang ngobrol di group yang sama pasti memiliki frame berfikir yang berbeda. Bisa saja kan jika ada satu orang yang lola (loadingnya lama), yang lain mungkin telmi (telat mikir), atau bahkan yang lainnya malah kepo (orang seperti ini selalu memiliki kosapertanyan -bukan lagi kosa kata- dengan keingin tahuannya melebihi siapapun atau sebut saja dengan "bawel").

Saya termasuk orang yang sering mengalami gagal komunikasi via HP. Sering menjebakkan diri dalam kalimat  pertanyaan aktif yang absurb. Ya contohnya saja seperti kalimat tanya di atas :) 
Susahnya berbahasa baku membuat saya harus tahu terlebih dahulu spesifikasi masing-masing orang yang akan saya ajak bicara. Hal pertama saya lakukan yakni "Harus berfikir, bagaimana sebaiknya saya menyusun pertanyaan terhadap mereka?". Dan saya lebih memilih dan memilah kosakata dahulu dan cukup berbicara apa adanya.

Tapi, kejadian gagal komunikasi ini hanya saya alami di yogya saja. Tidak demikian jika saya berkomunikasi di kampung. Mungkin karena yang saya ajak komunikasi adalah mereka yang sudah berhasil membangun persahabatan lewat hati. Mungkin ini yang saya sebut sebagai telepati hati. Bicara sudah tidak harus menunggu  dimengerti oleh rasa dan indera. Saya atau bahkan mereka mampu menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, sekalipun saya tahu jika bahasa itu saya pakai berkomunikasi di sini -yogya.pen- tidak akan cocok dengan kultur orangnya. Terlebih intensistas pertemuan saya dengan orang-orang disekitar tidak serapat ketika saya bergaul di kampung.

Ada satu kalimat absurb yang sering saya gunakan sampai saat ini. Dan kalimat ini mudah difahami oleh teman-teman dikampung. Inilah kalimat itu,

Ada ide?

Dan kesalahfahaman -Gagal faham- yang saya alami saat berkomunikasi hanya terjadi lewat cellphone. Lain cerita bila saya berkomunikasi secara face to face. Saat tatap muka, absurb bagi saya it's ok, dan meraka menerima itu. Bila pemahaman meraka belum sampai "nglontok" maka saya lebih mudah menjelaskannya. Tidak perlu ngotot dan layaknya chitt chatt di cellphone. saat face to face, emosi yang dikeluarkan sesuai dengan standarnya. :)

Bagaimana dengan kamu?
Have you absurb as me? :)

Jika kamu memang  absurb seperti saya, maka tips dari saya seperti ini, 
Fahamilah orang yang akan kamu ajak komunikasi. Kondisikan dirimu layaknya mereka. Dan harus berani to the point tanpa bertele-tele. To the point di sini bukan termasuk ceplas-ceplos. Karena ceplas-ceplos tidak disarankan saat berkomunikasi via cellphone. Selain mengundang makna yang ambigu -difahami dua arah atau terkenal sebagai pernyataan bersayap-, ceplas-ceplos bisa saja merenggangkan komunikasi walaupun sesaat. Karena saat berkomunikasi, tidak semua kondisi lawan bicara sama dengan kita.

Pay attention, bahwa setiap orang yang kamu hubungi via cellphone (sms, chatt, leave messages) tidak semuanya ready untuk berkomunikasi layaknya dirimu saat menghubungi mereka. Maka pakailah bahasa yang ceria walaupun sedikit. :) 


Oke guys, that's all. and the end, hopefully you be happy and cheerful every day

Wassalamu'alaykum

Trisno


Jumat, April 24, 2015

Bentuk Penghargaan

Salam teman-teman, hallo guys..

Tanya, tanya..
Inspirasi apa yang sudah kamu dapatkan hari ini? Apakah cukup waktu untuk menyampaikannya lewat tulisan?

Yak, menulis apapun itu memang susah-susah gampang. Susahnya lebih dominan daripada gampangnya. Biasanya sih susah meluangkan waktu, susah memulai cerita harus diawali dari bagian yang mana, susah memikir ulang kejadian apa yang harus di tuliskan, dan lebih susahnya lagi jika tidak ada niat sama sekali untuk memulai bercerita. Orangnya sih silent, tapi kerjaannya selalu keep on read something. Padahal media komunikasi saat ini sangat mendukung  siapapun berkreativitas di dunia menulis. Kenapa? karena sekian persen (yang jelas di atas empat puluh persen) penduduk bumi sudah mampu menyambung komunikasi hanya lewat layar HandHeld/Hp saja. Nggak perlu harus memakai layar 11", 12", atau lebih besar dari itu jika ingin chitt chatt dengan orang lain yang berada disamping kanan-kirimu atau dibelahan bumi yang lain. 

Tinggal digeser dan dielus-elus layarnya insyaa Allooh sudah bisa nyambung dengan dunia lain (pen. dunia maya). Cara yang cukup simple untuk memulai aktivitas di dunia maya. Dan salah satu cara yang pupuler dilakukan anak muda dunia zaman ini. Mungkin 50 tahun kedepan kita tidak lagi berkomunikasi lewat layar dalam genggaman. Tapi bisa saja dan sangat mungkin kita akan berkomunikasi lewat telepati. Apalagi saat ini anak Indonesia sudah mampu membuat alat kesehatan dengan menggunakan helm yang fungsinya untuk menghancurkan kanker otak denga tidak perlu memotong atau melaser kepala terlebih dahulu. Tanpa operasi sudah bisa di obati. Apalagi kalau kedepan bicaranya lewat telepati ya. Pasti bisa :)

Tentu semua itu (komunikasi, menulis, beraktivitas) dapat dilakukan dengan waktu luang yang cukup banyak. Lantas bagaimana jika waktu luang yang kita miliki tidaklah banyak. Bila kita mengetahui sedikitnya waktu yang kita miliki di dunia ini. Mungkin tidak ada satu diantara kita yang akan menyia-nyiakan hidup sampai saat ini. Apalagi kamu yang percaya dengan Tuhan. Dan sebab naluri dasar manusia selalu menginginkan keberhasilan disedikitnya waktu yang dimiliki. 

Ha, pernahkan kamu menyelesaikan segala kebutuhan di masa lampau dengan kondisi ;
- Ngerjain laporan persis di akhir waktu (deadline).
- Waktu untuk ibadah sangat sedikit bila dibandingkan waktu untuk  yang lainnya.
- Ngafal qur'an 30 menit cukup but you usually watch movie for 3 hours is not enough. 
- Baca qur'an 30 menit saja agak susah but you usually read a newspaper for 30 minuntes is easy.
- What else? i think you have some problem as me with time has Allooh given to us, right?

Semakin sedikit waktu yang kita miliki, insyaa Allah karya yang kita hasilkan akan semakin banyak. Semakin banyak dan tentunya semakin berkualitas. Akan tetapi karena kita berasumsi bahwa waktu yang dimiliki cukup banyak. Maka yang terjadi, kita sering menunda untuk melakukan aktivitas yang berharga.

Mari hargai waktu kita. Karena waktu adalah kehidupan yang sangat mahal.

Jangan terlalu sering mengatakan "Receive me way i'am" atau terima aku apa adanya. Kamu boleh mengatakan itu jika kamu sudah mampu mengkayakan waktu mu dengan karya. Itu tandanya kampu orang yang berharga. 

Alhamdulillah, i have done :)


Trisno, it's my "popular" name



Jumat, Agustus 08, 2014

Darahku, harapanku


Belakangan, rumah sakit Dr. Sardjito di kawasan komplek Fakultas Kedokteran UGM bukanlah tempat yang asing ku kunjungi. Rutinitas per tiga bulan hampir tidak bisa dielakkan. Bukan karena cek kesehatan, tapi menyengaja untuk mendatangi rumah sakit ini dalam rangka donor darah. Ya. donor darah. Just it.

Awalnya, donor darah bagiku bukanlah hal yang penting. Tapi pada kenyataannya semua akan menjadi penting manakala ada orang lain yang menganggapnya penting. Bagiku, mendonorkan darah bukanlah segala-galanya. Tapi dengan mendonorkan darah, kita bisa melakukan banyak hal. Dengan mendonorkan darah kita bisa mengokohkan ikhtiar orang lain yang sedang berjuang meneruskan hidupnya. Dengan mendonorkan darah kita juga bisa menjalin hubungan keluarga. Dengan mendonorkan darah kita juga bisa beribadah kepada sang Maha Pencipta.

Sekalipun dahulunya aku termasuk orang yang takut jarum suntik. Tetap saja mendonorkan darah itu aktivitas yang menyenangkan. Mulai dari nyentangi pertanyaan-pertanyaan diform donor, kemudian salh satu jari ditusuk jarum guna pengecekan Hb, lantas duduk di kursi donor sambil terbaring, hingga urat nadi salah satu lengan disuntik. Semuanya nggak ada yang nggak asyik. Selain karena mendonorkan darah sudah menjadi rutinitas per tiga bulanan, motivasi yang lainnya adalah karena belum ada duit yang bisa dijadikan sodaqoh. Akhirnya,  ya sudahlah, yang ku punya hanya darah ku. Untuk sementara hanya ini yang bisa ku sodaqohkan. Karena Allooh ngasih darah nggak bakal berkurang sedikitpun. Makanya tak sodaqohkan. Semoga ada manfaatnya.

:)


Kamis, Agustus 07, 2014

Hanya Butuh Komunikasi Pengertian

Siapa yang menyangka bahwa tidak semua orang mampu memahami bahasa tulisan sebagai salah satu isyarat dalam berkomunikasi. Terlepas dari sering atau jarangnya kita berkomunikasi menggunakan bahasa tulisan saat ini. Tetap saja tulisan adalah cara berinteraksi manusia dari zaman ke zaman. Saat ini, kita sederhanakan saja penyebutan "interaksi bahasa tulisan" dengan "chatting". Dunia chatting yang jamah kita pergunakan saat ini adalah segala jenis aplikasi sosmed. Termasuk didalamnya WhatsApp, Telegram, Line, Bbm dan sejenisnya.

Kesalahan berinteraksi dimasa lalu mampu membuat jarak komunikasi yang efektif dimasa kini menjadi semakin lebar. Bahkan lebarnya itu mampu melebihi batas-batas khusnudhon. Semisal saja, dahulu saya berkelakuan buruk terhadap teman sendiri. Wal hasil saya dijauhi bahkan tidak dianggap sama sekali. Seolah sudah tidak ada maaf lagi  untuk semua kelakuan saya. Kemudian sadarnya saya dari keburukan saat ini mengharuskan tangan, hati, dan pikiran untuk kembali membangun interaksi kepada orang yang dulu pernah saya sakiti. Dan komunikasi yang dirasa efektif adalah tatap muka dan call by phone. SMS, chatting, bahkan mention2nan di dunia maya mengalami kemunduran komunikasi dari level masif hingga level su'udhon.

Sejujurnya, komunikasi menggunakan bahasa tulisan hanya membutuhkan keahlian memahami dan mengerti saja. Tidak lebih dari itu. Tidak ahli juga tidak menjadi masalah. Dan tidak harus menggunakan aturan baku EYD ataupun S.P.O.K.. Selama tulisannya mudah dimengerti maka semua akan menjadi mudah untuk dipahami. Agar chatting mudah dimengerti maka tinggalkanlah urusan yang pernah terjadi dengan si "pembuat onar" dimasa lalu. Sehingga hati dan pikiran lebih terbuka untuk memahami maksud dari kalimat si "pembuat onar" tersebut. Kalau sudah begitu, tidak akan ada lagi kejadian harus dibaca berulang-ulang dikarenakan di dalam kepala ada yang mengisyaratkan "WARNING!!!, DIA SUSAH DIMENGERTI " sampai 1000x. Atau "POKOKNYA OMONGANNYA SUSAH DIPAHAMI".

Selama itu terjadi, orang yang SUSAH DIPAHAMI tidak akan mampu menjelaskan tulisannya kepada orang yang SUSAH MEMAHAMI maksud tulisannya. Walaupun sudah dijelaskan berkali-kali, tetap akan susah diterima. Sekalipun kalimat yang di sampaikan cukuplah sederhana.

Saya harus sampaikan bahwa tulisan ini terilhami dari komunikasi dengan teman di beberapa group w.a sendiri. Disebabkan munculnya sebuah kejadian ketidaklancaran memahami kalimat tulisan di group. Yang kemudian #gagalpaham tersebut mengakibatkan munculnya penyakit baru. Yakni penyakit "Otak si kadal". Bawaannya selalu salah tangkap "mamahami maksud". Karena si kadal dalam otak manusia mampu merekam "DIA SUSAH DIPAHAMI" dalam waktu yang cukup lama. Bila perlu si kadal merekamnya dalam jangka waktu yang tak terbatas. Saat bertemu dengan orang "YANG SUSAH DIPAHAMI", otak si kadal akan tetap mengeluarkan statement "DIA SUSAH DIPAHAMI". Dan itu akan terus terjadi selama kita tak berani membiarkan urusan masa lalu terhadap teman "YANG SUSAH DIPAHAMI" berlalu begitu saja.

Jika komunikasinya terus menerus seperti itu, maka emosi dan husnudhon akan semakin susah dijaga. Terlebih lagi bila kita chatting dengan teman yang tidak membalas pesan. Kalaupun membalas, responnya lama. Mungkin suatu ketika otak si kadal akan berkata "AKU SEDANG NGOMONG SAMA PATUNG KALI YA?". W.A tak berbalas, SMS tak berbalas, Fb apalagi. Bila sudah begini interaksinya, kita hanya punya waktu untuk serius menjaga kesabaran. Ukuran zaman sekarang, menjadi orang yang mengerti dan memahami orang lain itu sangatlah sedikit. Tidak semua teman yang di ajak berkomunikasi mempunyai waktu selonggar kita. Jadi, jangan pernah cap "KAMU SOMBONG SEKALI SIH" kepada orang yang susah di ajak berkomunikasi via chatting. Karena secara tidak langsung ucapan tersebut menyayat hati temen sendiri. Wuih sakitnya bro. Sakitnya itu menghujam jleb jleb kalau sudah dikatain begitu.

Oke. Segitu dulu ya teman. Tulisan ini saya persembahkan buat yang merasa tidak lancar saat berkomunikasi dengan temannya dengan menggunakan aplikasi chatting semisal w.a, fb, line, dan sebagainya. Karena sejatinya yang perlu kita fahami adalah persaudaraan kita terhadap sesama. Itulah yang lebih utama dari segala-galanya. Hindari kalimat yang memojokkan apalagi mengucilkan orang lain di group-group yang kita miliki. Kita kudu jadi orang yang sabar. Orang sabar itu urat nadinya lemes. Nggak pakai kaku kayak batu. Darah yang mengalir pun lancar. Sehingga wajar kalau penyakit jarang menghampiri. Kecuali penyakit yang bernama kematian. Dan husnudhonnya harus di mantapkan lagi. Niatkan berteman untuk membina ukhuwah. Kalau susah diajak berkomunikasi ya tidak jadi permasalahan yang pokok. Yang terpenting kekuatan mencintai karena Allooh lebih di utamakan. Sejatinya teman adalah ia yang mampu menasehati dan memberikan nasehat tanpa diminta.

Wallohua'lam.


Kamis, April 10, 2014

Cerita pemilu

9 April tidak berlalu begitu saja. Berlalunya hari itu diwarnai dengan fenomena yang hampir serupa diberbagai daerah dibangsa ini. Yang kita saksikan juga tidak jauh berbeda. Ketegangan, keheroikan, ketidakpastian, keterkejutan, keanehan, keluguan, kelucuan, dan kebahagian pun telah menjadi selimut dinginnya hawa malam tadi. Seolah tak mau berhenti menatap runtext quick count dari berbagai versi yang dihidangkan secara gratis di layar kaca. Saya terus mengutak-atik chanel untuk mencari pembanding Quick Count.

Tidak mau ketinggalan dari hiruk pikuknya quick count. Deringan android malam tadi pun tidak kalah serunya. Andro saya membuat suara yang lumayan bising diruang front office DPW PKS Yogyakarta. Setidaknya membuat bising pemiliknya. Pasalnya, What'sApp (aplikasi W.A) yang terinstall di andro terus berkicau. Mengalahkan aplikasi twitter yang kemarin siang saya update ke versi anyar. Mengicaukan data quick count dan Black Campaign partai rival diberbagai tempat wilayah D.I.Y.

Wal hasil dari diskusi tadi malam. Quick count yang terpampang ditelevisi dapat dijadikan patokan skala nasional. Walaupun begitu, saya masih berpatokan dengan persentase suara yang dikumpulkan tim tabulasi PKS. Saya merasa data tabulasi se Indonesia yang dikumpulkan ke DPP adalah info yang valid. Sekalipun saya tidak menyepakati pernyataan bahwa quick count yang tertera di runtext televisi. Saya tetap mengapresiasi perolehan quick count dari lembaga survey ini yang menempatkan relawan di tiga ribu dua ratus titik pemilihan. Disebabkan data yang mereka ambil juga dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Memang quick count jadi perbincangan yang cukup menarik. Dan ada yang lebih menarik untuk diketahui member group. Saya kira perkara ini pun sudah menjadi jamak di saat pemilu begini. Sudah wajar bagi sekalangan orang yang haus kekuasaan karena hal seperti ini sudah menjadi rahasia umum. Pembiacaran kita yakni pembelian suara. Beberapa temen group menuturkan beberapa kisah yang miris saat mengetahui money politik terjadi didepan atau bahkan di desa mereka. Salah seorang teman mengatakan bahwa daerahnya selama ini diopeni kader PKS. Aleg PKS berikhtiar terus untuk mewujudkan permintaan warga desanya. Selama ini program desa digoalkan oleh aleg PKS. Tapi saat pemilihan 9 April kemarin, TPSnya dikalahkan oleh partai lain yang sempat mengedarkan sejumlah uang menjelang pemilihan. Teman yang lain juga bercerita hal yang serupa. Daerahnya terkena serangan fajar. Namun TPS nya masih diungguli partai lainnya disebabkan masih adanya kharisma keluarga partai unggul tersebut dan juga kadernya memegang peranan penting di ranah pertanian desa. yang lain pun bercerita. Kali ini ibu sang temen adalah PNS. Sang ibu sudah akan memilih PKS saat pemilu nanti. Ia azamkan PKS adalah pilihannya dari jauh-jauh hari. Tapi apa daya seorang PNS. Ia ditekan dibawah ancaman akan dimutasi kalau tidak milih partai tertentu. Akan Miris dan tragis. Menang telak tanpa keberkahan sama sekali. Tamak. Inilah mengapa PKS memakai Agama sebagai benteng utama. Karena addinunnashihah. Agama itu nasehat. Agama yang membawa jalan selamat. Sejauh yang aku tahu. Semua agama tidak memperbolehkan bentuk kecurangan. Tapi ya sudahlah. Semua itu tidak menjadi persoalan yang utama. Sepanjang hidup kami hanya ingin menjadi pelayan masyarakat yang terbaik. Tentunya tidak melayani dengan kecurangan dan ketamakan kekuasaan. Melainkan dengan cinta, kerja, dan harmoni. Mumpung tagline ini akan ada selama lima tahun kedepan. Apapun Yang Terjadi, Kami Tetap kan Melayani #AYTKTM. 

Aku tak peduli dengan hasil quick count. Aku tak peduli dengan cibiran para penguasa yang menghalalkan segala cara. Aku tak peduli dengan orang yang mencurangi anak negeri ini dengan lembaran-lembaran penyesatan. Aku tahu partai ini selamanya akan disayat dengan kebencian dan kezhaliman. Biarlah Allooh yang menghadirkan keadilannya ditengah-tengah kami dan kita semua.

Saatnya tersenyum menyambut hari ini dan esok dengan kebaikan :)

Ya Robbi,
Ridhoilah para pemimpin dinegeri ini
Ridhoilah para pemimpin yang amanah dengan bebannya
Ridhoilah para pemimpin kami dengan keberkahan dari-Mu
Ridhoilah para pemimpin kami dengan segala kekuarangannya

Ya Robbi,
Berikan kami petunju Mu untuk melalui jalan yang lurus, selalu
Berikan kami kekuatan untuk menegakkan kebajikan
Berikan kami keikhlasan hati yang luasnya melebihi hati para syuhada
Berikan kami kesempatan berbuat baik dimanapun dan kapanpun
Berikan kami waktu untuk melayani masyarakat tanpa berhenti

Ya Allooh, 
Berikan kami cinta seluas samudera
Izinkan kami bekerja seikhlas para sahabat rosul melayani
Izinkan kami memadukan keduanya dengan harmoni yang menggelora

Bersemangatlah.

Sabtu, Maret 22, 2014

Azam yang tertuliskan

Inilah waktu-waktu terbaik untuk menuliskannya. Sebelum kelak menjadi beban yang lupa untuk disadari. Sebelum hal ini menjadi kegaduhan yang mendalam, maka sekarang ku coret kanvas putih ini dengan tinta berwarna. Ku tulis kata #MenolakLupa demi sebuah keyakinan yang semestinya. Ini bukan dalih untuk tidak berbakti. Bukan pula berpaling dari hal yang wajar. Justru inilah bukti dari kasih sayang. Ku ingin sedikit meninggalkan waktu di dunia ini untuk bertapa dengan "amanah". Ku ingin bersamanya selalu. Ku tinggalkan sejenak kesibukan bersama keluarga. Karena ku ingin membuka satu "pintu" surga dan menemuimu disana. Maka ku paksa tubuh ini terus bergerak dengan "kuncinya" di dunia. Teruntuk manusia yang kucintai dan akan kusayangi, #Maafkanlah bila ku tak berbakti dihari ini dan nanti.

Tak terasa waktu terus berlalu. Lebih dari satu tahun setengah aku melewatkan agenda ini. Agenda selama satu pekan yang pernah mendebarkan sepanjang hidupku. Agenda yang pernah kucita-citakan. Namun saat tiba hari-H itu, aku benar-benar lupa bila hal ini akan terjadi dalam hidupku. Seolah tak percaya, semua ku lewati dengan keberanian. Hujan dan panas menghiasi perjalan. Rawa dan hutan sudah seperti rumah sendiri. Makan kulit pisang rebus sudah menjadi terbiasa karena terpaksa. Ngantuk saat materi ruangan sudah menjadi ritual sehari-hari. Teriakan dan pukulan menjadi pemandangan yang tak terlupakan. Tangisan kebahagiaan dan tangisan haru hampir susah dibedakan. Andaikata syahid saat itu datang menjemput. Jiwa ini sudah mempersiapkan mental dan ruhiyah yang terbaik. Insyaa Allooh. Allooh Ghoyatuna. Saat itu, yang kami pikirkan hanya Allooh, teman tim, dan keberanian. Sekalipun telapak kaki ini dihadiahi luka saat kembali. Hal itu tidak menjadi hambatan yang paling besar untuk berani melangkah maju bersama dakwah yang ku cintai ini.

Untuk menjadi pastisipan dakwah ini. Aku mencoba memilih jalur yang berbeda. Jalur itulah yang kemudian mengantarkan diriku ditatar dan "diplontosi" selama sepekan. Sebelum berangkatpun ada keberanian yang harus ku munculkan. keberanian bertindak. Dan ditemani oleh semangat dan dukungan cinta dari kerabat serta ibu adikku di seberang pulau sana. Tepat 26 Oktober aku beserta 11 peserta lainnya meninggalkan yogya menuju kawah candradimuka. Agenda yang berlangsung mulai 27 oktober sampai 3 november 2013 itu harus kulewatkan dengan berbagai pertimbangan. Dari beberapa pertimbangan tersebut, ada satu pertimbangan yang cukup berat. Tapi mau tidak mau aku harus mengambil sikap tegas. Sebab konsekuensinya adalah menunda kelulusanku satu tahun lagi dari dunia perkuliahan.Karena, aku harus merelakan satu mata kuliah di ujian tengah semester berakhir dengan nilai E. Sekalipun dosen dengan berat hati melepaskan kepergianku kala itu. Aku tetap memberanikan diri menatap wajahnya sekedar mengucapkan kalimat izin kepadanya. Selama rentang waktu itu pula. Aku harus melewatkan dua agenda penting yakni agenda walimatul 'ursy teman satu amanah  pada tanggal 28 oktober 2013. Dan  walimatul 'ursy teman satu pengajian sekaligus kepanitiaannya pada tangggal 2 November silam.

Keputusan itulah yang kini mengantarkan aku menjadi seperti ini. Hidup dengan amanah membuatku tidak merasa bosan. Siap kesana kemari. Inilah pola hidupku saat ini. Dan kelak pola-pola ini pulalah yang akan menggairahkan semangatku dalam berjuang. Selama sepekan di kawah candradimuka aku membenturkan mencoba menyatukan antara realita dengan idealita. Dan bekas-bekas perjuangan hidup selama itu masih berbekas sampai detik ini. Doktrinasi yang dikoar-koarkan menjadi "tapak" cakar elang yang tidak pernah lekang oleh zaman. Hidup ku kini penuh dengan misi. Dan menyelesaikan satu misi sama dengan menyukseskan hidupku sendiri.

Life with a mission, lliving with the target, and then live with passion merupakan tiga kata serangkai yang tidak akan pernah menjauh dariku. Dengan syarat, aku yang harus bergerak. Sekali bergerak, hanya butuh sedikit keberanian mewujudkannya menjadi nyata. Rasanya, sepekan dididik, sepekan dibina, dan sepakan ditempa hasilnya masih belum kelihatan. Agar semua itu menjadi nyata bagiku. Aku harus terus beramal. Bekerja dan bekerja. Inilah Cinta. Inilah kerja. Inilah Harmoni.

Bismillah,

Ya Allooh
Sang Penguasa Pagi dan Petang
Engkaulah yang menanam cinta di dalam dada
Izinkan hamba mencitai apa saja yang Engkau cintai dan mencintai apa saja yang Engkau benci

Ya Allooh
Sang Raja Yang Maha Dahsyat
Engkaulah yang menciptakan taqdir hamba
Izinkan hamba menggunakan kekuatan amal kebajikan sebagai jalan taqdir yang terbaik

Ya Allooh
Sang Pemilik Kasih Abadi
Engkaulah yang membenamkan cinta kasih dalam dada hamba
Izinkan hamba menggunakannya untuk mengasihi sesama mahluk dan ciptaan-Mu

Ya Allooh
Kencangkanlah taqdir hamba
Eratkanlah impian hamba
Menjadi satu simpul yang bermuara pada ridho-Mu

Selasa, Maret 18, 2014

Komunikata


Sanblog, jika kita berbicara soal komunikasi tentu tidak akan jauh dari persoalan bagaimana cara kita berinteraksi. Karena, awal mula komunikasi terjadi bila sudah ada interaksi. ya minimal saling sapa. Atau mungkin malah sebaliknya kali ya. Adanya komunikasiadalah efek dari terjadinya interaksi. :)

Kata teman, bahasa komunikasi saya paling susah dimengerti. Ada yang mengartikan komunikasi saya lumayan ribet, agak ribet, dan sedikit ribet. Ada juga yang mengatakan komunikasi saya kurang bagus alias tidak tertata dengan baik. Dari awal membuka obrolan sampai akhir. Dan ada yang mengatakan komunikasi saya sering berlebihan, lebay, dan banyak basa basinya. Ya itulah pendapat sebagian teman yang pernah berkomunikasi dengan saya.

Beberapa kali saya jumpai, lebih baik saya diam 1000 (seribu) omongan itu lebih nyaman daripada mengeluarkan 1 (satu) omongan bisa membuat kebingungan yang mendalam. Sepanjang berinteraksi via apapun, rasanya yang mengerti omongan saya hanya beberapa orang saja. Itupun orang-orang tertentu saja. Tidak banyak yang mampu memahami maksud omongan saya. Apalagi kalau omongan terjadi pada saat diskusi. Wah, saya akan menyerah kalah tanpa ada perlawan. Habisnya, sekali saya membuka omongan yang memahami perkataan saya hanya beberapa saja. Kalaupun ada, mungkin orang tersebut setipe kali ya dengan saya. Kalau sudah angkat omongan, omongan saya abstrak tak tersusun dengan rapi. Ya itulah seni saya dalam berbicara. Tidak runut dan tidak pula sesuai dengan EYD. Bahkan teman saya berpesan "besok kalau mau ngobrol pakai S.P.O.K yang bener ya pak!". Wow, saya diperhatikan sampai segitunya.

Itulah saya. Saya mungkin baru bisa menggunakan bahasa instruksi. Selebihnya, saya belum pandai merangkai kata dengan benar. Jangankan perkataan lewat omongan, lewat tulisan saja, saya belum efektif menggunakan kata. Dan pribahasa "Diam adalah emas" adalah kalimat yang paling cocok saya pakai dalam berinteraksi. Kalaulah sepakat tinggal anggukkan kepala, kalau tidak sepakat ya kepala tinggal digelengkan saja. Yang terpenting, isyarat kepala mempermudah saya berkomunikasi dengan yang lainnya.

Ada banyak kisah yang membuat saya harus kerja dua kali dalam berkomunikasi. Terutama berkomunikasi via hp (w.a, fb, twitteran, line, dll). Kerjaan yang pertama menjelaskan. Tapi karena yang saya jelaskan tidaklah membuat oranglain mengerti, akhirnya itu akan menjadi pekerjaan saya yang kedua. Yakni, menerangkan perkataan saya secara perlahan-lahan sampai benar-benar jelas.

Kisah demi kisah yang saya alami membuat tangan dan otak ini harus berfikir. Berfikir untuk menulis, menggambar, dan merekam beberapa kejadian tersebut dan menuangkannya dalam kanvas kepribadian selanjutnya. Pada akhirnya, saya harus memilah-milah kata dan sikap dalam berkomunikasi dengan bermacam-macam orang. Dan saya mengetahui ~sekalipun hanya sedikit yang saya fahami~ dari kejadian-kejadian yang melibatkan orang lain tersebut. Penempatan sikap, watak, dan olahan kata yang baik untuk memulai berinteraksi haruslah tepat sesuai dengan selera mereka. Tidak terlalu keras dan tidak terlalu mellow. Ya setidaknya mendekati kalimat "mudah dimengerti oleh orang yang berinteraksi dengan saya".

Teringat satu kejadian yang saat itu sikap saya berubah drastis hanya dalam waktu lima hari dikepanitiaan OSPEK. Yang awalnya terlihat gagah, sangar, semua pada takut bertatap muka, dikatain galak, tidak memiliki senyum sedikitpun saat berbicara. Saya kemudian di "cap" sebagai lelaki yang kaku. Tapi karena dikepanitian OSPEK harus terlibat akrab  dengan sesama anggota tim dan juga oleh semua panitia. Maka saya mencoba lebur. Dan memang waktu itu saya terlihat begitu sok gaul dan berlebihan. Saya malah dikatain orang yang lebay dan perlu diluruskan. Terus, saya bengkoknya dimana e? Apa yang perlu diluruskan? Apakah ada yang salah dalam diri saya?

Dan jawabannya ; Ya ternyata ada yang salah dalam diri saya. Saya salah karena terlalu lebay memahami arti komunikasi. Seharusnya saya menjadi diri sendiri. Senyum ramah, tidak banyak bicara, selalu berbaik sangka, tidak mudah berkomunikasi dengan bahasa "canda tawa". Cukup adil bila pandai menempatan perkataan sesuai dengan kepribadian.

JANGAN SELALU MEMINTA UNTUK DIFAHAMI
CUKUPKANLAH DIRI UNTUK DAPAT MEMAHAMI

Artinya Persahabatan


GOOD FRIENDS ARE LIKE STARS
YOU DON'T ALWAYS SEE THEM
BUT YOU KNOW THEY ARE ALWAYS THERE

Teman yang terbaik menurut saya adalah teman yang mampu mengakui kekurangan orang lain. Tanpa pengakuan yang seperti ini, sudah barang tentu teman sekedar dianggap sebagai angin lalu. Ada kepentingan, ia akan datang dengan berbagai kondisi disertai senyum ramahnya melebihi yang lain. Tidak ada kepentingan, ia seoalah lupa kalau ada teman yang pernah membersamai sepanjang susahnya.

Ibarat slogan institusi negeri ini, persahabatan tidak sekedar "Berani jujur itu hebat". Berani mengambil keputusan untuk berteman saja itu sudah hal yang luar biasa hebatnya. Berteman tanpa alasan merupakan hubungan yang mampu menguatkan sisi kultural. Biasanya lebih erat ketimbang pertemanan secara struktural beralaskan "kepentingan". Sudah sunnatulloohnya setiap mahluk hidup memiliki teman walau hanya satu. Sekalipun hanya satu. Tetap saja teman adalah teman bagiku.


Teman yang terbaik bagaikan bintang-bintang malam
Ia tampak jauh, kecil, dan belum tentu dapat kau raih
Tapi
Ia mampu menyilaukan mata dan penghias suasana
Ia mampu memberikan warna dalam gelapnya malam
Seolah, tidak ada yang tidak sempurna
Karena Allooh menciptakan bintang untuk kita
Begitu juga teman
Allooh ciptakan dirimu untuk diriku

Kamis, September 26, 2013

Ah, Abi mah sibuk..

Kembali meregangkan tangan.
Mengepakkan jari jemari tangan ini sembari menikmati setiap gerakannya di atas keyboard. Menari diatas logika imajiansi saya saat ini rasanya penuh sensasi aktualisasi diri.. Fiuuhh..

Hai sanblogg (sahabat ngeblogger). Assalamu'alaykum? 
Lama tak jumpa ya. Soalnya selama ini saya mengendap di kamar sih. Jadi jarang nongol-ngongol di depan layar kaca dunia maya.

Okey,
Saya ingin bercerita tentang nikmat. Sedikit nikmat berdakwah setelah (harus) menikah. Dikarenakan sayapun belum menikah. Saya hanya membicarakan roman picisan ala "kompor gas". Dahulu saya pernah ngobrol dengan kakak kelas tetang kondisi ngajinya di bandung sana. Saat itu kami bertemu di yogya. Di angkringan seputar UIN SUSKA kami sempatkan berbagi cerita. Dari pertemuan yang cukup singkat tersebut. Beliau menceritakan apa yang pernah disampaikan sang ustad kepadanya. Kira-kira begini ;

Akhi, kalau antum sudah siap menikah. bersegeralah.
Carilah istri yang setia seperti istri ane. Istri ane ini tipikal orangnya suka ngiri. Jadi ceritanya ane kan sering ya pergi dan pulang dinas dari DPR lama banget. Kalau ane pulang dari bepergian jauh semisal keluar kota atau berpergian dalam waktu yang cukup lama. Istri pasti nyambut ane pas tiba di rumah. Nah pernah istri nyambut ane dengan kata-kata "Iri eui. Abi mah enak. Dakwah keluar terus".
Jeddar.. sang kakak kelas bercerita sambil senyum. dan ha gimana itu no. Trisno punya kenalan akhowat yang seperti itu? Waduh. peace kak. Kalau ada, ane ndak bakal kasih ke ente.. ahay :) Haha bercanda no. Bercanda 

klik klik klik..

Nah nah nah.
Itu kerenkan sanblogg?
Calon istri seperti ini yang semestinya dicari banyak kader dakwah. Cemburuan dan irian. Cemburu karena Allooh. Atau barangkali nanti kalau sudah nikah. Terus kita berdakwah (terutama ke yang laki) yang sebentar-sebentar keluar kota. Istri bakal bisa cemburu. Cemburu karena dakwahnya para suami lahannya luas banget. atau mungkin cemburu karena jarang diajak liburan keluar kota atau sekedar melewatkan akhir pekan sambil maem keluar. Habisnya setiap akhir pekan keluar terus. bisa jadi bisa jadi.. :) 
Yang laki pasti berharap pulang akan mendengar kata-kata penyejuk jiwa seperti sang ustad DPR tadi. Dan tidak sama sekali ingin mendengar kata-kata yang seperti ini ;
"Ngapain Abi pulang tengah malam begini? Nggak usah pulang sekalian aja bi. Tidur saja di DPD sana"
Krik..krik..krik

Nah nah nah
Cari calon istri yang cerewet juga boleh kayaknya. Tapi cerewetnya yang bisa mengingatkan. Eh fokusnya yang tidak bosan mengingatkan kita para lelaki untuk terus berdakwah. Semisal kalau si laki tidak datang kajian manhaj di mardliyah,
Mas ndak ikut kajian?
nggak ah. ini baru pulang latihan di markaz dakwah. capek. pegel-pegel badanku cin.
Ooo ooo ooo jadi gitu? nanti malam abi tidur diluar ya. kan kepanduan. apalagi kalau mukhoyyam tidurnya bivak tho?~ itu istri kayaknya pakai gaya bos gede. pakai ngancam lagi ~
Jebreet.. toeng toeng hatiku hatiku.. sambil berat kaki melangkah kekamar mandi. sambil memungut towel dan bilang
Ya deh istriku yang manis. abi mandi sekarang dan poergi kajian.
Nah gitu dong. kan dapat pahala juga saya ~ akhirnya istri yang "cerewet" menang di atas cinta berdakwah ~

Nah nah nah
Seharusnya begitu kan. Carilah pasangan yang kalau dipandang mampu meng"iyakan" seruan dakwah.
Iyap. saya siap ndan.
Bagaimana dengan keluaraga antum? Apakah sudah terkondisikan?
Istri sudah terkondisikan ndan ~ padahal ini ikhwan berangkatnya dikondisikan alias dipaksa-paksa sama istrinya buat datang tugas.. huuu nggaya tenan jadi jundi. Padahal gegara istrinya dia mampu bilang SIAP NDAN.
Anak juga sudah ana kondisikan ndan ~ nggaya kalau yang ini. Jangan percaya sanblogg ( Sahabat Ngeblogger ). Jelas-jelas  yang mengkondisikan  sang anak ya sang istri kan. :) 

Nah nah nah.
Kalau begini, segala urusan suami adalah pahala bagi sang istri. Dan tidak menutup kemungkinan bila peran istri adalah peran utama yang tidak bisa diduakan. Dalam segala hal, lelaki memiliki kelebihan fisik yang mampu melaksanakan dan mengemban amanah dakwah melebihi wanita. Namun sangat mungkin wanita adalah sumber dari keberbaikan setiap amal yang dilakukan para lelaki. lelaki yang saya maksud dalam hal ini adalah suami. Dibalik lelaki yang kuat terdapat wanita yang perkasa. :p

Sejauh ini saya tidak atau belum memahami betul konsep istri, anak dan keluargamu adalah fitnah bagimu ( ditujukan bagi lelaki yang sudah menikah ataupun belum. Ini menurut saya ). Tapi mungkin seperti ini contoh yang saya ketahui. Misal istri, anak, dan keluarga sebagai pemberat alasan untuk tidak menunaikan agenda-agenda dakwah. Sehingga sedikit-sedikit izin dan lama kelamaan mangkir dari amanah dakwah. bisa jadi bisa jadi. Dan semoga saya dan sanblogg sekalian tidak termasuk kedalam campuran orang-orang seperti ini.

Secara kebetulan saya menemui orang yang seperti ini. Dan sepertinya saya juga pernah mengalami hal yang futur yang seperti ini. Dan ternyata hal ini bener-bener tidak enak sanblogg. Bayangkan saja betapa sedihnya saya waktu itu. Saat dimana saya membutuhkan bantuan personal. Eh tiba-tiba si fulan izin dengan mengikutsertakan anaknya sebagai alasan. Kapan lagi selang beberapa waktu yang sebelumnya atau sesudahnya begitu. Istrinya malah yang dijadikan alasan ketidak ikutsertaannya dalam kerja dakwah. Wah inikan repot jadinya sanblogb. Berharap banyak bisa berkontribusi. Malah saya bingung sendiri..
krik krik krik..

Dan pada akhirnya saya minta sama Allooh agar suatu saat nanti bisa menikahi belahan jiwa yang mudah. Mudah menyuruh saya berangkat berdakwah. ~ Selesai sholat subuh jangan lupa tilawah ya kanda. Bukan TIdur diLAntai baWAh lho ya. Ini dinda di rumah sedang mendo'akan dalam tahajud. Semoga kanda sehat selalu di tempat kerja diujung kota sana ya.. Nah kan adem ini hati. Walaupun mata kriyip-kriyip. Jam tiga dini hari sudah diomeli diperhatikan istri... hehe

Atau mudah mengusir saya untuk berdakwah. ~ Hush hush hush kanda pergi sana berdakwah!!!. Jangan lupa lho pulang bawa oleh-oleh. Dinda tunggu oleh-olehnya dengan senang hati ~ Wadaw.. ini istri..ckckck..Tapi nggak apa-apa. Adem.

Atau bisa jadi mudah mengancam saya ~ Eit, kanda nanti nggak boleh makan kalau hari ini ndak tilawah 3 juzz. Oke!!!
Hehe kan bisa puasa
nanti pasti datang ancaman yang kedua sambil cengengesan hehe
Ooo gitu. Nanti malam ndak dapat maem malam dan ndak dapat tidur di kamar ya. 
Waduh..gedubrak..Siap Non

Hmm...
Jadi sebenarnya sanblogg. Laiknya para sahabat Rosulullooh Muhammad Salallohu'alayhi Wassalam. dan salah satu contoh sahabat yang ideal dalam menata dan membina keluarga adalah Abu Bakar sampai-sampai Allooh dijadikan jaminan atas keluarganya saat ditinggal berjihad karenaNya. Jangan sampai kita ataupun saya ( karena saya sedang berusaha membina adik-adik ) menjadikan keluarga sebagai alasan ketidak terlibatan kita dalam menyongsong agenda-agenda dakwah. Dengan atau tanpa imbalan, dakwah tetap lahan yang menjanjikan. Menjajikan keteguhan iman yang tidak mampu dibeli dengan harta.

Mari sanblogg. Kita bangun kepedualian dan pengertian. Bila sebuah masalah dianggap hambatan. Ya jangan selamanya dianggap rintangan. Jadikan saja hambatan itu peluang untuk pendewasaan diri. Karena peluang untuk menjadi manusia yang semangat terus dan optimis terus akan selalu terbentang selama kita tidak pernah mengeluh dan menyerah dengan kondisi. Biarlah lelah. Asalkan diri ini lelah bersama dakwah.

Wallohua'lam. Yo ayo..Semangat terus, berkarya terus.
:)
Wassalamu'alaykum.

Rabu, Mei 29, 2013

Mahluk Jelita* itu..?

" Hormat apaan tho?
Ana kan rakyat jelata juga sama kayak yang lainnya. Biasa wae.."

Bagiku kalimat balasan dari W.A ini tidak biasa. Ini justru menginspirasi diriku untuk menampilkan tulisan ini kedunia maya. Memang sih hanya sekedar kalimat jawaban biasa. Apalagi sekedar kalimat jawaban What'sApp. Apasih istimewanya? Cuma kalimat baisa begitu. Namun aku mengatakan bahwa kalimat ini bukan kalimat yang biasa. Nah, inilah keistimewaan kalimat itu.


Kita bukanlah rakyat jelata.
Nyatanya kita rakyat yang mengedepankan etika.
Kita rakyat yang masih mampu membangun masa depan dengan asa dan bukan sekedar berita.
Faktanya, kita lah masyarakat yang cantik jelita.
Cantik dari penampilan, jelita dalam wawasan dan tujuan.
Rakyat jelata belum mampu berbicara tentang bangsa.
Sedangkan rakyat jelita selalu berbicara tentang dialektika masa muda dan masa tua.
Lebih dalam lagi. Masyarakat jelita itu pandai dalam menata wacana dan pintar untuk merealisasikannya.
Seringnya kita lupa atau mungkin bisa jadi kita menyediakan memori yang sedikit untuk mengingatnya.
Bahwa. Kitalah masyarakat yang diharapkan negeri  mantan para raja.
Negeri yang kini di dalamnya banyak tangan para penguasa. 
Untuk mewarnainya dengan corak yang berbeda. 
Ya. Dengan corak yang jelita nan bersahaja. 
Menjadikan negeri mantan para raja ini negeri yang cantik mempesona. 
Tentunya dengan cinta, kerja, dan harmoni yang membahana.

Belajar menjadi manusia yang jelita berarti sudah menyiapkan diri siap dipandang banyak mata.
Bila sudah demikian adanya.
Maka hanya ada satu syarat agar sorotan mata tersebut tidak terpalingkan seketika.
Yakni teruslah bekerja, biarlah mereka yang menentukan pilihannya.
Toh republik ini bukan milik media. Melainkan milik manusia yang mempunyai sepasang mata.
Yang penglihatan mereka tidak bisa diperdaya oleh kamera.
Mereka akan menilai langsung dengan seksama.
Bahwa kita adalah manusia jelita menurut kaca mata mereka.

Semangatlah kawan. Diujung lorong ini akan ada satu jalan yang menghantarkan kita pada satu tujuan hidup yang hakiki. Yakni kemenangan dakwah diatas kemenangan pribadi. Kemenangan cinta diatas kemenangan nafsu yang celaka. Kemenangan demi kemenangan akan menjadi niscaya manakala sebelumnya kita sudah pernah merasakan kekalahan. Dan bumbu dari kemenangan adalah kekalahan yang pernah kita rasakan.

Inilah istimewanya kalimat itu. Bahwa jelata tidak memiliki makna apa-apa bila disandingkan dengan jelita. Sebab jelita mampu memberika pesona cinta yang mengharmonikannya dengan kerja-kerja nyata.

Fhoto ini diambil dari sini



Selasa, Mei 21, 2013

Sahabat Hidupku

Kegiatan malam ini hampir bisa dipastikan sama dengan malam dipekan sebelumnya.. Ternyata diriku lupa satu hal, kalau pesan yang tertulis di hape diriku ada agenda tambahan. Apa itu? Itu adalah pengagendaan beladiri praktis setelah rapat kepanduan di DPD PKS Sleman.

Yup,  hanya bermodalkan cinta terhadap dakwah ini, diriku rasa kami selaku kepanduan tidak akan mau disuruh jungkir balik oleh instruktur beladiri. Syukur kalau loncat-loncat sambil memeragakan beberapa gerakan jurus diatas matras yang empuk beralaskan lantai ubin atau semen yang datar. Tapi ini tidak. Jauh dari kondisi nyaman sobat. Dan kalau bukan karena cinta, mana mungkin jam setengah sebelas malam kami mau berjalan seratusan meter keluar ruangan menuju lapangan. Dan lagi-lagi, kalau bukan karena cinta, bisa jadi kami akan lari pulang seketika mengetahui medan yang akan kami lalui malam ini adalah lapangan di pinggiran DPD yang sudah becek tersapu hujan tadi sore. Sambil loncat ditambah menahan kantuk. Sembari memula mengeluarkan jurus kami memulainya dengan basmalah dan mengakhirnya dengan gerakan pamungkas yang menggerakkan jantung bekerja extra lebih dari sekedar bernafas.

Haha, cinta malam ini adalah cinta yang datangnya tanpa diminta. Cinta yang hadirnya selalu memberi warna. Cinta yang melepaskan senyum dengan keringanan wajah. Cinta yang terangnya melebihi malunya cahaya  rembulan bersinar malam ini.

Ya Allooh izinkan diriku meminta dariMu, jadikan kami manusia-manusia mulia
Ya Allooh kabulkanlah permintaan ku dariMu, jadikan kami punggawa cinta yang betah berjalan diatas sunnah
Ya Allooh jadikan diri kami perisai kebajikan diatas kebathilan dunia ini
Ya Allooh ku mohon, kokohkan keyakinan kami untuk melangkah dan terus melangkah menyambut keadilan
Ya Allooh ku harap, berikan kami fisik yang melebihi kekuatan 10 orang dalam jama'ah ini
Ya Allooh ku ingin, satukan jiwa kami untuk mampu mengampu dakwah inii dengan amanah
Ya Allooh ku pinta, kuatkan pijakan kami agar kami mampu terus berdiri sampai akhir
Ya Allooh ku mau, kabulkan do'a kami yang menginginkan kebajikan dan kesejateraan sepanjang hayat

Istajib du'ana ya Allooh, Istajib du'ana ya Rahman,  Istajib du'ana ya Khalik, Allohuakbar.

Bersama kepanduan ku temukan cinta persahabatan.

fhoto diambil dari sini

Selasa, April 23, 2013

Marah itu..

 عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” [HR al-Bukhâri]

Assalamu'alaykum sahabat, Pernahkan kita marah dengan alasan yang tidak jelas? Tiba-tiba kita ingin marah saja. Terlebih lagi bila marah dengan alasan yang jelas . Semisal marah karena amanah yang tidak kunjung tuntas atau mungkin ada hal yang seharusnya bisa tuntas dalam semenit namun molor sampai dua pekan lamanya (baca : hampir deadline).

Berbicara tentang amanah, ada satu kejadian yang diriku ingat. Kebetulan terjadi baru-baru ini. Diriku merasa sudah melakukan sesuai dengan apa yang telah diputuskan di pertemuan sebelumnya. Kemudian di suatu kesempatan, siang itu diriku disibukkan dengan satu pekerjaan yang hasilnya setengah jadi. Ditengah-tengah kondisi yang agak memaksa fisik harus bekerja dengan otak yang tidak sinkron tiba-tiba diriku menerima dua SMS yang lumayan panjang di siang hari dimana saat itu panasnya matahari ikut menyukseskan panasnya otakku memikirkan SMS itu. Saat itu diriku hanya membaca sekilas dan saat itu juga diriku cukup kesal dengan isi SMS nya. Awalnya, diriku menyangka isinya sebuah pernyataan dan masukan saja. Dan diriku baru mengetahui di akhir komunikasi via SMS, bahwa maksud SMS teman berupa pertanyaan yang meminta sebuah penjelasan. Diawal aku menyangka kalau SMS si temen itu menjelaskan seolah-olah aku dan kawan-kawan tidak mengerjakan amanah yang sudah diputuskan bersama. Karena bahasa SMS nya itu bukan bahasa pertanyaan dengan menggunakan kata tanya "Apakah? atau Bagaimana? atau Eh eh eh bro, mau tanya mau tanya. Itu kemarin sudah dikerjain belum ya?".

Tahu tidak yang aku lakukan gan? Saat itu juga aku menelpon nomor temen ku yang mengirim SMS tersebut. Berharap nomornya diangkat, eh ternyata tidak mau diangkat-angkat. Ya sekitar 3 kali nelpon. Lalu diriku diamkan cukup lama. Dan ku telpon kembali berharap kali ini diangkat. Namun hasilnya tetap sama, tidak diangkat juga. Saat itu kekesalanku sudah membumbung tinggi. Ini teman maunya apasih. minta penjelasan (tabayun) tapi ndak mau ngangkat telpon dari ku. Kalau aku bisa telepati aku akan bilang sama temanku itu, "bro sis, aku lagi nyetir ni. Jadi agak susah SMSan. Aku cuma bisa nelpon sebab aku lagi punya paket gratisan ngobrol dan juga aku pakai earphone. Angkat dong telponku. Diriku mau nanya maksud SMSmu barusan". Tapi karena telepati bukan kemampuanku dan telponan juga masih lama menunggu, akhirnya diriku SMS juga. Eh ternyata temenku sakit tenggorokan dan batuk-batuk sehingga tidak bisa mengangkat telponku saat itu. Ditengah-tengah diriku sedang kesal. Diriku balas SMSnya dengan tips melegakan tenggorokan. Endingnya aku dan dia marahan cukup beberapa menit. Setelah semua urusan saling jelas menjelaskan via SMS terselesaikan. 

Setelah di usut dari sumber permasalahan yang terjadi. Ternyata semua ini penyebabnya gara-gara SMS penting  yang seharusnya tersebar tidak diterima oleh handphone teman ku. Sehingga wajar bila temanku bertanya-tanya tentang amanahku selama ini. Alamak, operatoooooor, kemana dikau sangkutkan SMS-SMS penting itu. Grrrr 

Setelah kejadian marahan itu. Sering terlintas dibenakku ( dan ini sering terjadi. Bahkan tidak saja saat selesai marah. Semisal setelah mengalami keadaan yang lain yakni pada saat nyuekin lawan bicara di forum, atau bahkan pada saat ngobrol). Aku sering memikirkan kebaikan orang-orang terkait di dalam kejadian itu. Rasa-rasanya tak pantas diriku marah-marah ke mereka. Tak pantas cuek terhadap mereka. Semua rasanya tak pantas. Kebaikan mereka itu yang membuat diriku tak pantas melakukan semua hal yang sia-sia begitu. Jujur saja, teman yang ku marahi barusan itu juga baik sekali dengan ku. Dan aku lupa. Kebaikan beliau itu banyak sekali untuk tidak dilupakan gan. Yang ku tahu orangnya baik. Itu yang terpenting.

Untuk urusan marahan gara-gara SMS, aku punya sedikit tips untuk menanganinya,

Pertama, Kalau pas lagi capek, penat, tapi kondisi terus bekerja dan kemudian menerima SMS yang emosinya berbeda dari biasanya. Awalilah mengucapkan basmalah sebelum membaca SMS nya. Jadi kita bisa mencerna dengan baik maksud dari isi SMS nya. Itu SMS pertanyaan ataukah SMS pernyataan. Kalau SMS nya tidak jelas, balaslah SMS nya dengan pertanyaan yang sopan. 'afwan mas, maksudnya bagaimana ya?

Kedua, Pada umumnya, ini mungkin sepintas perasaanku saja. Yang namanya bahasa SMS itu selalu ambigu. mungkin teman kita berharap sekedar bertanya atau meminta bayanat (penjelasan). Tapi kita berpikir sebaliknya. Jadi kalau menerima SMS seperti itu, istighfar dulu. dan berkhusnudhonlah pada saudaramu. Bisa jadi follow up dari agenda-agenda sebelumnya sudah di SMS kan tapi nyangkut tidak tahu dimana. Kalau begini, hal yang bisa diriku sarankan adalah segera balas SMSnya  untuk menanyakan kesediannya ditelpon. Siapa tahu dengan menelponnya semua urusan beres tanpa jadi beban pikiran dikemudian hari.

dan ketiga, semisal masalahnya tidak bisa diselesaikan via SMS ataupun telpon. Maka baiknya undangi temen dirimu itu ke meja makan. Ya kalau ikhwan, cukup berdua saja. Tapi kalau akhowat, ya sudah sekalian temen-temen syuro diajak makan. Biar urusannya selesai dan tidak menimbulkan fitnah gan.

Ya pada intinya, marah itu sesuatu hal yang ada pada diri setiap insan. Hewan saja bila di usik akan marah. Apalagi manusia yang terkadang marahnya itu tidak memakai akal logika. Marah yang disebabkan nafsu bukan marah yang disebabkan ibadah dan ukhuwah. Bila marah karena ibadah dan ukhuwah efek sampingnya adalah bisa saling mengingatkan, dan bisa terus diingat. Sehingga mau tidak mau, marahnya berada pada kadar yang tidak menyimpang dari kodrat seorang muslim sendiri. Menurutku begitu gan. Bagaimana dengan mu?

Dan satu yang harus selalu kita ingat gan. Sebelum emosi diri kita meledak-ledak pikirkan  bahwa sebenarnya orang yang akan dirimu marahi itu pernah memiliki amaliyah yang sangat baik terhadap dirimu. Jadi ingatlah selalu kebaikan orang-orang yang berada di sekelilingmu. Sehingga ketika marah dirimu cuma bisa bilang "aku marah". Setelah itu. Ya selesai urusan marah-marahnya.

Kalau marah, perbanyaklah istighfar, sucikan hatimu dengan wudlu. Insyaa Allooh dijamin, orang yang ingat Allooh pasti akan dijauhkan dari amarah apapun.

wallohua'lam..
semoga berkenan ya gan.
fhoto diambil dari sini

Sabtu, April 20, 2013

Jama'ah kurang kerjaan

Sebenarnya apasih maunya orang seperti dia itu?
Disekolahkan sudah. S3 sampai keluar negeri juga sudah dituruti.
Minta menikah, sudah dinikahkan.
Minta di carikan rumah. Sudah dicarikan.
Coba tad, kurang apa jama'ah ngurusi dirinya? Tapi kok begituya orangnya. Pengenne piye tho?. Disuruh ngaji aja ndak mau berangkat. Dikeluarkan orangnya ndak mau. Tapi kejama'ahannya kurang. Ki piye tho tad? 


Ini celotehan? Iya, celotehan ini ku dengar sendiri dari seorang da'i yang kebetulan sedang berbicara dengan da'i lainnya di dalam avanza yang ku sopiri beberapa waktu lalu. Memang ini sih topik pembicaraan yang seharusnya tidak perlu aku tuliskan di halam ini (out side). Namun ada kalanya kita harus memaksa menarik hikmah dari setiap kejadian yang pernah hadir di kehidupan kita.

Coba pikirkan gan! Seorang aktivis dakwah yang kesehariannya selalu disibukkan dengan aktivitas pokok dan sunnah, secara tiba-tiba berhenti dari hiruk pikuknya aktivitas itu. Rasanya tidak akan bosan ataupun jenuh   meninggalkan sekian aktifitas dalam satu sampai tiga hari lamanya. Tapi kalau rutinitas aktivitas dakwah yang kita geluti selama ini ditinggal begitu saja lebih dari satu pekan bisa membuat "gape" amal yang semakin besar. Pasalnya, selama kita meninggalkan rutinitas amal dakwah, kita pasti akan rentan diserang penyakit. Tepatnya penyakit hati. Percaya deh gan. Mulai dari malas ataupun berat untuk memulai rutinitas dakwah kembali. Atau malah keasyikan dengan rutinitas baru yang menggairahkan sehingga rutinitas lama dianggap penggangu saja. 

Bisa dibayangkan bosannya hidup seperti apa bila hanya memiliki satu pola keseharian yang sama.Itu-itu juga. Makan, berangkat kerja, istirahat, tidur malam, terus bangun pagi dan makan lagi, berangkat kerja dan istirahat, kemudian tidur malam lagi. Berulang-ulang begitu setiap hari. Hidup seperti itu apa nggak bosan ya? Tidak dinamis dan tidak pula elastis. Selevel kader dakwah yang nganggur tanpa amanah saja pasti terlena dengan urusannya sendiri. Apalagi yang belum pernah menjadi kader dakwah. Pasti terlenanya melebihi kader dakwah pada umumnya. 

Laiknya azam seorang Khalid Bin Khalid si Pemegang Arena jihad. Ia berazam semoga Allooh berkenan mematikannya di medan pertempuran. Namun apa yang terjadi. Semakin sering beliau bergerak dan memberikan ciri dinamisasi dakwah dalam medan pertempuran. Maka Allooh pun semakin menambah usia beliau. Sampai pada akhirnya beliau meninggal di atas dipan. Apakah ketika ajal tiba sang Khalid menyesal karena meninggalnya bukan di medan pertempuran melainkan di atas dipan? O tidak sob. Justru beliau bahagia. Bahagia dengan pergerakan yang beliau lakukan sepanjang hidupnya yang telah memberikan ciri tersendiri. Ciri yang mengakar kuat dalam kepribadiannya sebagai seorang muslim. Bahkan sebenarnya beliau bosan mengapa masih hidup setelah semua peperangan itu usai. Namun bosannya beliau selalu ditumpah-ruahkan dalam takbir kemenangan. Sehingga beliau tidak bosan-bosannya mencari kesyahidan dalam setiap pertempuran. Dan beliau terkenal sebagai orang yang paling bergairah mencari kesyahidan dalam medan laga.

Begitu dinamisnya dakwah ini. Sampai-sampai para da'inya pun tidak pernah bosan menjadi sosok pembaharu dalam setiap langkah dakwahnya. Dan kalau masih ada kader dakwah yang tidak mau ngaji. Ini berarti ada penyakit kronis yang perlu di obati. Biar bagaimanapun juga, penyakit tetaplah penyakit. Sumbernya selalu berasal dari diri dan lingkungannya. Amal pribadinya bolehlah bertambah. Namun amal jama'ah kudu dijaga dan ditingkatkan. Lha kalau membangun negeri Indonesia yang madani pakai caranya sendiri-sendiri ya capek no. Coba kalau didirikan secara jama'ah. Capeknya ndak terasa. Malah ukhuwahnya semakin terjaga. Lha penak tho mas? :)

Coba tad, kurang apa jama'ah ngurusi dirinya?

Jumat, April 19, 2013

Kader GombalZz

Kali ini, tulisan diriku berisi tentang sekumpulan kalimat gombal khusus untuk kader dakwah yang sudah menikah. Bagi yang belum nikah. Cobalah share ini ke sesama temen ngaji segender. Insyaa Allooh akan semakin mantep ngajinya sob.

Sesi 1 : Ta'arufan ala(KADER)nya
Kebetulan ustad dan ustadzah mendampingi prosesi ta'aruf si ikhwah ini.
Calon Kanda :  Assalamu'alaykum mbak. Apakah antum siap ku ta'arufi?
Calon Dinda  : Wa'alaykumussalam. Apakah antum trisno pak?
Calon Kanda : O berarti bener. Iya mbak. Itu nama ku. Ini kita mulai dari mana ya. O dari pertanyaan antum aja deh ya.
Sekian lama ngobrol kesana kemari. Tiba-tiba si Calon Dinda bertanya begini :
Calon Dinda : 'afwan pak, apakah antum beneran mau menikah sama ammah kalau tidak berhasil dengan ta'aruf ini?
Calon Kanda : Ya kalau tidak ada kader dakwah lainnya siap kunikahi. Aku akan menikahi ammah.
Calon Dinda  : Eh serius pak?
Calon Kanda : Insyaa Allooh.
Calon Dinda  : Kalau boleh tahu. Orangnya siapa pak?
Calon Kanda : Ya ammah mbak.
Calon Dinda  : Iya, saya tahu. Ammahnya itu siapa pak?
Calon Kanda : Ammah qamuh. Mauh?
Calon Dinda  : Ngek (tersenyum)
***

Sesi 2 : Pindah ke rumah baru

Dinda  : Kanda, semua ruangan sedikit sempit ya?
Kanda : Masak sih? Ndak tuh dek. Mana yang sempit sih?
Dinda  : Ih kanda ndak percaya.
Kanda : Bukannya kanda tidak percaya sayang. Hanya saja, disini kan ada ruangan yang luas banget sayang.
Dinda  : Eh, serius kanda?
Kanda : Walloohi.
Dinda  : Dimana ruangannya kanda?
Kanda : Itu diruang hatimu.
Dinda  : Ih kanda genit ah..(pipinya merah karena tersipu malu)

***
Sesi 3 : Lagi istirahat siang.

Kanda : Yang, kanda punya tebak-tebakan.Mau ndak menjawabnya?
Dinda  : Boleh-boleh. Memangnya tebakannya apa kanda?
Kanda : Coba tebak, tinta apa yang paling tahan lama, paling lengket, dan paling spesial?
Dinda  : Wah. emang ada ya tinta seperti itu?
Kanda : Ada dong sayang.
Dinda  : Aneh. Itu tinta apaan ya kanda? Dinda nyerah deh.
Kanda : Serius?
Dinda  : Iya kanda. Dinda Menyerah.
Kanda : Tinta yang paling tahan lama, paling lengket, dan paling spesial itu adalah TINTAKU KEPADAMU.
Dinda  : Eh, (lagi-lagi tersenyum)

***
Sesi 4 : Pas malem mau berangkat tugas

Dinda  : Sayang, kalau pulang kerumah jangan larut malam ya?
Kanda : E, sepertinya ndak bisa yang. Soalnya giliranku jaga ustad sampai dini hari.
Dinda  : Terus, dinda ditinggal sendirian gini? Kanda egois.
Kanda : Pliss dinda. boleh ya dinda. Tapi jangan kaget yang. Sepertinya akan terus berulang begini.
Dinda  : O begitu, ndak usah pulang aja sekalian (sambil geram dengan suara agak meninggi).
Kanda : Sayang, tugasku kan sebagai penjaga. Jadi harus siap kapanpun aku dipanggil.
Dinda  : Memangnya jagain apasih sampai pulang dini hari begitu?
Kanda : Yang paling utama adalah menjaga ustad. Dan yang pokok adalah menjaga mahluk cantik didepanku ini.
Dinda  : Alah gombal
Kanda : Tapi cius deh. Dirimu itu kalau bawel kelihatan cantik. CAkep menawaN dan anTIK.
Dinda  : Weleh-weleh, mulai deh kumat gombalnya.
Kanda : Eh, ndak percaya. Dinda itu ibarat barang mewah dihatiku. Cantik dan Antik dan hanya 1 didunia.
Dinda  : Iiiihh, apaan sih (lagi-lagi nyubit sambil tersenyum)

***
Sesi 5 : Dihalaman rumah

Dinda  : Kanda, ini kenapa mawarnya pada layu ya? Padahal dinda siram tiap hari.
Kanda : O itu. Wajar dong mereka layu.
Dinda  : Lho kok bisa yang?
Kanda : Jelas aja bisa, merekan malu sama dinda.
Dinda  : Lho kok?
Kanda : Kan disini bunga yang paling cantik itu hanya dinda.
Dinda  : Uhuk (Keselek sambil nyiram air ke kanda)

***
Sesi 6 : Perjalanan pulang kerja

Kanda : Assalamu'alaykum dinda ku sayang.
Dinda  : Wa'alaykumussalam. Ada apa kanda hatiku?
Kanda : Dinda sayang, kanda 15 menit lagi sampai rumah ya.
Dinda  : Alhamdulillah, hati-hati ya kanda. Dinda selalu menanti kedatangan kanda.
Kanda : Oke deh. O ya, dinda kok manis banget pakai baju merah itu.
Dinda  : Apa ? Dinda kan lagi pake baju biru kesukaan kanda.
Kanda : Tuh kan bener, Cinta itu buta dinda
Dinda  : Ngek ngok.

***
Sesi 7 : Di meja belajar

Dinda  : Sayang, ini lampunya kok remang-remang begini ya?
Kanda : Lho bukannya ada yang lebih terang dan bercahaya ya sayang?
Dinda  : Lampu yang mana kanda?
Kanda : Itu wajah dinda terang banget. Sampai terangnya menembus kedalam hatiku.
Dinda  : Tersenyum (lempar buku)


Sumber fhoto dari sini

Senin, Desember 10, 2012

Inikah pengertian itu?

P.E.N.G.E.R.T.I.A.N

Satu kata berjuta hikmahnya.
Ya ya ya. Sekarang aku mulai memahami artinya. Tapi masih kurasakan langkah yang kuayunkan masih tertatih-tatih. Mau dibolak balik seperti apapun bahasanya, tetap saja artinya sama. Sama-sama memahami. Sama-sama peduli. Sama-sama belajar menjadi manusia yang penyabar.

Menurutku. Pengertian banyak artinya. Banyak pula padanan katanya. Dan hampir kesemuanya itu mengarah ke pola interaksi. 


"Dalam konteks pengertian. Usakahanlah diri kita yang mengerti akan orang lain. Jangan sekali-kali meminta orang lain untuk mengerti akan diri kita. Karena kapasitas orang lain dengan diri kita tidaklah sama"

Semakin sering kita memahami kepribadian orang lain. Maka secara tidak langsung kita akan membangun kerangka berpikir tentang kemajemukan dalam hal apapun. Logika berpikir kita pun mengaraha tentang bagaimana seharusnya menjadi orang yang sipa mengerti dengan lingkungan.


Sahabat blogger. Adakah dirimu saat ini berstatus mahasiswa/i atau bahkan mungkin pernah menjadi mahasiswa?. Nah. apakah dirimu selama menjadi manusia juga mejadi seorang kontraktor? Maksud saya menjadi seorang mahasiswa yang tinggal di kontrakan atau barangkali kos-kosan?. Kalau dirimu menjawab iya. Berarti paham betul aktivitas sehari-hari tho? Maksudku aktivitas keseharian yang pergi pagi pulangnya petang. Pagi berangkat kuliah,siang di kampus, sore jalan dulu kemana gitu sampai sampai petang. Terus petang-petang sampai kosan bawaannya istirahat dan tidur. Lha ini dia. Pengertian  yang ku maksud ya seperti ini. Pengertian sosial.


Sahabat blogger mungkin sudah memahami apa itu defenisi faham. Dan seharusnya. Seiring dengan berjalannya kita memahami arti pengertian. Berarti kita juga harus faham bagaimana cara "menyapa lingkungan tempat tinggal kita". 


Selaku manusia yang memposisikan label mahasiswa sebagai lahan tengah melayani masyarakat. Hendaknya kontribusi kita juga sampai ke mereka (baca : masyarakat). Sebab kita yang mahasiswa  ini bakal hidup seperti mereka juga kok. Iya nggak? 


Ho ho. masyarakat tidak butuh dimengerti. Cukup kita beri "secangkir kopi". Bagi mereka itu sudah lebih banyak memberi hati. Maksudnya begini sahabat. Selaku kita manusia. Kita adalah bagian dari aset masyarakat. Ada dan tidak adanya kita. Masyarakat tetaplah sekumpulan manusia yang saling mengerti akan kepentingan hidupnya. Yang tak lepas dari rasa saling "pengertian".

Jadi sahabat. Mari  jadi manusia yang mengerti. Kepekaan sosial harus dimiliki. Tangan harus banyak memberi. Hati senantiasa terbuka jangan biarkan ia mati. Wajah selalu tampil berseri. Penampilan dijaga agar tetap wangi. Agar masyarakat mengerti. Dan mengatakan minimalnya ;

"O ini tho cermin mahasiswa yang berbudi pekerti "
Dan kita terima perkataan itu sambil beranjak menunaikan amal-amal bajik selanjutnya.

Sepakat sahabat?


Sumber Fhoto : anneahira.com