ALAM ADVENTURE EXPERIENCE

Bagian terpenting dari sebuah perjalanan yang menggairahkan tantangan alam.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Selasa, Mei 05, 2015

Tolong jodohkan aku dengan...

Barusan saya ngecek berkas rancangan (draft) yang sudah sejak lama saya timbun. Hm, sempat tersenyum membaca tulisan yang satu ini. Dulu, saya sepertinya memang seperti ini. Mellow :)

Coba deh dibaca, bismillah.

Bila memang dirasa pantas aku bersanding dengan sosok wanita yang sholihah

Tolong Ya Allooh sandingkan imanku dengan wanita yang menjaga kejujurannya laiknya Istri Nabi Ayyub. Ibunda Rahmah. Beliaulah yang pandai memahami bahwa lama bertahannya nikmat yang Allooh berikan itu disebabkan oleh pandainya diri mensyukuri. Dan ialah wanita terbaik dihadapan suaminya.

Bila memang dirasa pantas aku bersanding dengan sosok wanita sholihah.
Tolong Ya Allooh hadirkan kepadaku sosok wanita yang pandai menjaga keihlasan laiknya dia.
Agar kiranya mahluk-Mu tersebut mampu membimbing hatiku untuk terus berada dijalan yang lurus.
Sebab hati ini masih belum mampu menghilangkan penyakit-penyakit dunia yang masih berbecak hitam didalamnya.

Bila memang dirasa pantas aku bersanding dengan sosok wanita yang sholihah.
Tolong Ya Allooh sandingkan imanku dengan wanita yang menjaga keihlasan laiknya dia
Bila taqdir yang Engkau hadirkan kepada hamba dikemudian hari adalah sesosok wanita sholihah yang periang. Tolong Ya Allooh gandengkan imanku dengan keimanan wanita yang seperiang dia
Karena diriku bukan sosok lelaki yang mampu tersenyum di saat susah dan bisa udah menumpahkan air mata disaat bahagia.

Bila memang dirasa pantas aku bersanding dengan sosok wanita sholihah.
Tolong Ya Allooh sandingkan imanku dengan wanita yang menjaga keihlasan laiknya dia
Bila memang sisa umurku akan kuhabiskan dengan wanita sholihah yang penyabar, taat kepada suami, dan pandai menjaga keikhlasan. Tolong Ya Robbi izinkan diriku mengikat iman dengan iman wanita sesholehah dia
Karena diriku bukanlah lelaki sempurna yang mempu menghargai perasaan manusia. Agar kiranya ia ikhlas membagi ilmunya lalu mengajarkannya kepadaku menjadi imam yang mampu menjaga amal dengan ikhlas.

Allahumma inni uriidu an atazawwaja, Allahumma faqoddirli minannisaai a'affahunna farojan, wa ahfazhohunna lii fii nafsiha wafii maali, wa awsa'ahunna rizqon wa a'zhomahunna barokatan, waqoddirli minhaa waladan thayyiban taj'aluhu kholfan shoolihan fi hayaati wa ba'da mauti
Ya Allah aku ingin menikah. Ya Allah tetapkanlah untukku wanita yg paling mulia kehormatannya, yg paling menjaga dirinya untukku dan untuk hartaku, yg paling luas rezekinya, yg paling banyak berkahnya, dan tetapkanlah untukku darinya anak yg baik yg Engkau jadikan ia sebagai penerusku yg shaleh di masa hidupku dan setelah kematianku.
Dan dia, dia adalah manusia yang masih Engkau rahasiakan sampai detik ini. :)

Trisno


Sabtu, Mei 02, 2015

Senyum setengah spion



Senyum setengah spion, apa itu? Itu senyumnya seorang bapak yang tadi saya jumpai di pinggiran Jalan Magelang, Yogyakarta. Beliau tersenyum namun agak kurang sedikit polesan. Senyum yang menurut saya cukup membunuh karakter "saat itu". Tahukah kamu maksud dari gambar diatas? nah, itu gambar yang membuat senyum saya agak miring disaat-saat saya ngobrol dengan beliau. How come? Nah, begini ceritanya ;

Saat ini si grandis (nama motor grand saya) sedang saya perbaiki secara fisik beserta surat menyuratnya. Nah, saya sebenarnya tipikal manusia klasik. Manusia yang tidak begitu menyukai modifikasi motor maupun elektronik milik sendiri. Khusus motor, saya tidak begitu menyukai motor yang hanya menggunakan spion kanan atau kiri saja, atau ada spionnya namun hanya berguna sebagai hiasan demi menghindari razia kepolisian. By the way, dudukan1 spion si grandis yang sebelah kiri sudah dol (lobok, atau longgar karena sudah porosi) sehingga spion sebelah kiri sudah tidak bisa lagi di pasang dengan benar. Cara satu-satunya yang terpikir oleh saya adalah mencari bengkel yang menyediakan mesin bubut. Alhamdulillah, tadi sore saya sudah mengunjungi bengkel yang direkomendasikan.

Namun, agak disayangkan memang ketika senyum yang menjadi simbol keramahan jogja "tampak"nya agak hilang dari wajah si bapak. Bukan berarti beliau tidak tersenyum di setiap menanggapi pertanyaan mengenai drat2 spion saya. Akan tetapi, saat beliau menjelaskan permasalahan yang saya hadapi, beliau tersenyum disambi3 dengan mengeluarkan perkataan yang agak "meninggi". Mungkin dengan ilmu yang beliau miliki, saya manusia bodoh yang tidak mengerti apa-apa. Karena sayatidak mengerti dengan dunia kepakaran beliau, sehingga saya bertanya untuk menyakinkan apa yang seharusnya saya lakukan setelah gagal memasangkan spion kiri si grandis. Wal hasil wajah ini agak tertekuk karena tanggapan beliau yang tidak begitu -mungkin- senang akan pertanyaan saya.

Walaupun pertemuan singkat tadi agaknya menengangkan, alhamdulillaah Allooh memberikan kesempatan bagi saya yang telah berhasil menyunggingkan senyum terakhir di depan beliau sesaat sebelum melajukan si grandis menuju boarding house. Semoga kedepan, saya mudah tersenyum dalam kondisi yang sangat sulit sekalipun. Karena wajah yang dihiasi dengan senyuman -apalagi senyum ikhlas tanpa dibuat-buat- selalu menghadirkan ketentraman dan kenyamanan. Mungkin bukan hanya saya, tentunya kalian juga bisa seperti itu guys. Betapa senangnya hidup ini bila kita tahu nikmatnya memprioritaskan amal sedekah -tersenyum- tanpa meninggalkan keberkahannya. :)

Ilmu bukan untuk disombongkan, sehingga mejadi wajar jika manusia yang berbudi adalah mereka yang memiliki ilmu yang di amalkan lewat hati. Bukan disampaikan lewat nada tinggi.

Trisno


1 = Tempat terpasangnya spion di motor.
2 = Mengikat atau mengencangkan dua benda yang umumnya terbuat dari besi atau sejenisnya.
3 = Dua aktivitas yang dilakukan secara bersamaan dalam satu kondisi.

Selasa, April 28, 2015

Semacam Telepati

Yo.. Assalamu'alaykum brother.

Pernahkah kamu bertanya sesuatu kepada seorang teman dekat (close friend) dengan satu kalimat? For example like it is, but you must read first before you will read other word in below it..


Ha, bagaimana percakapannya? Pertanyaan saya cukup absurb bukan? Saya rasa itu pertanyaan yang begitu absurb (bahkan sangat absurb). Wal hasil Satu pertanyaan saya di atas dijawab dengan kebingungan dan kebingungan. Kalau kamu mau tahu, percakapan itu akhirnya berakhir dengan -tetep- ketidak jelasan :)

Bayangkan saja kalau kamu tiba-tiba saya tanya seperti ini ;

"Itu latarnya bagus bro" (tanpa tanda tanya, titik, dan koma)

So, what your expression after you had read it in your cell phone?
Kamu bingung? o sangat mungkin. Sebagai manusia normal tentunya membutuhkan komunikasi yang efektif bukan?, hal seperti ini mungkin saja hanya sekedar membuang-buang waktu. Dan yang pasti, pertanyaan dan pernyataan absurb selalu meninggalkan kesan ketidakjelasan di akhir komunikasi. Akan tetapi kebingungan ini hanya akan dialami oleh satu dua orang atau lebih yang membangun komunikasi lewat cellphone (hp). Maklum saja karena setiap orang yang ngobrol di group yang sama pasti memiliki frame berfikir yang berbeda. Bisa saja kan jika ada satu orang yang lola (loadingnya lama), yang lain mungkin telmi (telat mikir), atau bahkan yang lainnya malah kepo (orang seperti ini selalu memiliki kosapertanyan -bukan lagi kosa kata- dengan keingin tahuannya melebihi siapapun atau sebut saja dengan "bawel").

Saya termasuk orang yang sering mengalami gagal komunikasi via HP. Sering menjebakkan diri dalam kalimat  pertanyaan aktif yang absurb. Ya contohnya saja seperti kalimat tanya di atas :) 
Susahnya berbahasa baku membuat saya harus tahu terlebih dahulu spesifikasi masing-masing orang yang akan saya ajak bicara. Hal pertama saya lakukan yakni "Harus berfikir, bagaimana sebaiknya saya menyusun pertanyaan terhadap mereka?". Dan saya lebih memilih dan memilah kosakata dahulu dan cukup berbicara apa adanya.

Tapi, kejadian gagal komunikasi ini hanya saya alami di yogya saja. Tidak demikian jika saya berkomunikasi di kampung. Mungkin karena yang saya ajak komunikasi adalah mereka yang sudah berhasil membangun persahabatan lewat hati. Mungkin ini yang saya sebut sebagai telepati hati. Bicara sudah tidak harus menunggu  dimengerti oleh rasa dan indera. Saya atau bahkan mereka mampu menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, sekalipun saya tahu jika bahasa itu saya pakai berkomunikasi di sini -yogya.pen- tidak akan cocok dengan kultur orangnya. Terlebih intensistas pertemuan saya dengan orang-orang disekitar tidak serapat ketika saya bergaul di kampung.

Ada satu kalimat absurb yang sering saya gunakan sampai saat ini. Dan kalimat ini mudah difahami oleh teman-teman dikampung. Inilah kalimat itu,

Ada ide?

Dan kesalahfahaman -Gagal faham- yang saya alami saat berkomunikasi hanya terjadi lewat cellphone. Lain cerita bila saya berkomunikasi secara face to face. Saat tatap muka, absurb bagi saya it's ok, dan meraka menerima itu. Bila pemahaman meraka belum sampai "nglontok" maka saya lebih mudah menjelaskannya. Tidak perlu ngotot dan layaknya chitt chatt di cellphone. saat face to face, emosi yang dikeluarkan sesuai dengan standarnya. :)

Bagaimana dengan kamu?
Have you absurb as me? :)

Jika kamu memang  absurb seperti saya, maka tips dari saya seperti ini, 
Fahamilah orang yang akan kamu ajak komunikasi. Kondisikan dirimu layaknya mereka. Dan harus berani to the point tanpa bertele-tele. To the point di sini bukan termasuk ceplas-ceplos. Karena ceplas-ceplos tidak disarankan saat berkomunikasi via cellphone. Selain mengundang makna yang ambigu -difahami dua arah atau terkenal sebagai pernyataan bersayap-, ceplas-ceplos bisa saja merenggangkan komunikasi walaupun sesaat. Karena saat berkomunikasi, tidak semua kondisi lawan bicara sama dengan kita.

Pay attention, bahwa setiap orang yang kamu hubungi via cellphone (sms, chatt, leave messages) tidak semuanya ready untuk berkomunikasi layaknya dirimu saat menghubungi mereka. Maka pakailah bahasa yang ceria walaupun sedikit. :) 


Oke guys, that's all. and the end, hopefully you be happy and cheerful every day

Wassalamu'alaykum

Trisno


Jumat, April 24, 2015

Bentuk Penghargaan

Salam teman-teman, hallo guys..

Tanya, tanya..
Inspirasi apa yang sudah kamu dapatkan hari ini? Apakah cukup waktu untuk menyampaikannya lewat tulisan?

Yak, menulis apapun itu memang susah-susah gampang. Susahnya lebih dominan daripada gampangnya. Biasanya sih susah meluangkan waktu, susah memulai cerita harus diawali dari bagian yang mana, susah memikir ulang kejadian apa yang harus di tuliskan, dan lebih susahnya lagi jika tidak ada niat sama sekali untuk memulai bercerita. Orangnya sih silent, tapi kerjaannya selalu keep on read something. Padahal media komunikasi saat ini sangat mendukung  siapapun berkreativitas di dunia menulis. Kenapa? karena sekian persen (yang jelas di atas empat puluh persen) penduduk bumi sudah mampu menyambung komunikasi hanya lewat layar HandHeld/Hp saja. Nggak perlu harus memakai layar 11", 12", atau lebih besar dari itu jika ingin chitt chatt dengan orang lain yang berada disamping kanan-kirimu atau dibelahan bumi yang lain. 

Tinggal digeser dan dielus-elus layarnya insyaa Allooh sudah bisa nyambung dengan dunia lain (pen. dunia maya). Cara yang cukup simple untuk memulai aktivitas di dunia maya. Dan salah satu cara yang pupuler dilakukan anak muda dunia zaman ini. Mungkin 50 tahun kedepan kita tidak lagi berkomunikasi lewat layar dalam genggaman. Tapi bisa saja dan sangat mungkin kita akan berkomunikasi lewat telepati. Apalagi saat ini anak Indonesia sudah mampu membuat alat kesehatan dengan menggunakan helm yang fungsinya untuk menghancurkan kanker otak denga tidak perlu memotong atau melaser kepala terlebih dahulu. Tanpa operasi sudah bisa di obati. Apalagi kalau kedepan bicaranya lewat telepati ya. Pasti bisa :)

Tentu semua itu (komunikasi, menulis, beraktivitas) dapat dilakukan dengan waktu luang yang cukup banyak. Lantas bagaimana jika waktu luang yang kita miliki tidaklah banyak. Bila kita mengetahui sedikitnya waktu yang kita miliki di dunia ini. Mungkin tidak ada satu diantara kita yang akan menyia-nyiakan hidup sampai saat ini. Apalagi kamu yang percaya dengan Tuhan. Dan sebab naluri dasar manusia selalu menginginkan keberhasilan disedikitnya waktu yang dimiliki. 

Ha, pernahkan kamu menyelesaikan segala kebutuhan di masa lampau dengan kondisi ;
- Ngerjain laporan persis di akhir waktu (deadline).
- Waktu untuk ibadah sangat sedikit bila dibandingkan waktu untuk  yang lainnya.
- Ngafal qur'an 30 menit cukup but you usually watch movie for 3 hours is not enough. 
- Baca qur'an 30 menit saja agak susah but you usually read a newspaper for 30 minuntes is easy.
- What else? i think you have some problem as me with time has Allooh given to us, right?

Semakin sedikit waktu yang kita miliki, insyaa Allah karya yang kita hasilkan akan semakin banyak. Semakin banyak dan tentunya semakin berkualitas. Akan tetapi karena kita berasumsi bahwa waktu yang dimiliki cukup banyak. Maka yang terjadi, kita sering menunda untuk melakukan aktivitas yang berharga.

Mari hargai waktu kita. Karena waktu adalah kehidupan yang sangat mahal.

Jangan terlalu sering mengatakan "Receive me way i'am" atau terima aku apa adanya. Kamu boleh mengatakan itu jika kamu sudah mampu mengkayakan waktu mu dengan karya. Itu tandanya kampu orang yang berharga. 

Alhamdulillah, i have done :)


Trisno, it's my "popular" name



Sabtu, Maret 22, 2014

Azam yang tertuliskan

Inilah waktu-waktu terbaik untuk menuliskannya. Sebelum kelak menjadi beban yang lupa untuk disadari. Sebelum hal ini menjadi kegaduhan yang mendalam, maka sekarang ku coret kanvas putih ini dengan tinta berwarna. Ku tulis kata #MenolakLupa demi sebuah keyakinan yang semestinya. Ini bukan dalih untuk tidak berbakti. Bukan pula berpaling dari hal yang wajar. Justru inilah bukti dari kasih sayang. Ku ingin sedikit meninggalkan waktu di dunia ini untuk bertapa dengan "amanah". Ku ingin bersamanya selalu. Ku tinggalkan sejenak kesibukan bersama keluarga. Karena ku ingin membuka satu "pintu" surga dan menemuimu disana. Maka ku paksa tubuh ini terus bergerak dengan "kuncinya" di dunia. Teruntuk manusia yang kucintai dan akan kusayangi, #Maafkanlah bila ku tak berbakti dihari ini dan nanti.

Tak terasa waktu terus berlalu. Lebih dari satu tahun setengah aku melewatkan agenda ini. Agenda selama satu pekan yang pernah mendebarkan sepanjang hidupku. Agenda yang pernah kucita-citakan. Namun saat tiba hari-H itu, aku benar-benar lupa bila hal ini akan terjadi dalam hidupku. Seolah tak percaya, semua ku lewati dengan keberanian. Hujan dan panas menghiasi perjalan. Rawa dan hutan sudah seperti rumah sendiri. Makan kulit pisang rebus sudah menjadi terbiasa karena terpaksa. Ngantuk saat materi ruangan sudah menjadi ritual sehari-hari. Teriakan dan pukulan menjadi pemandangan yang tak terlupakan. Tangisan kebahagiaan dan tangisan haru hampir susah dibedakan. Andaikata syahid saat itu datang menjemput. Jiwa ini sudah mempersiapkan mental dan ruhiyah yang terbaik. Insyaa Allooh. Allooh Ghoyatuna. Saat itu, yang kami pikirkan hanya Allooh, teman tim, dan keberanian. Sekalipun telapak kaki ini dihadiahi luka saat kembali. Hal itu tidak menjadi hambatan yang paling besar untuk berani melangkah maju bersama dakwah yang ku cintai ini.

Untuk menjadi pastisipan dakwah ini. Aku mencoba memilih jalur yang berbeda. Jalur itulah yang kemudian mengantarkan diriku ditatar dan "diplontosi" selama sepekan. Sebelum berangkatpun ada keberanian yang harus ku munculkan. keberanian bertindak. Dan ditemani oleh semangat dan dukungan cinta dari kerabat serta ibu adikku di seberang pulau sana. Tepat 26 Oktober aku beserta 11 peserta lainnya meninggalkan yogya menuju kawah candradimuka. Agenda yang berlangsung mulai 27 oktober sampai 3 november 2013 itu harus kulewatkan dengan berbagai pertimbangan. Dari beberapa pertimbangan tersebut, ada satu pertimbangan yang cukup berat. Tapi mau tidak mau aku harus mengambil sikap tegas. Sebab konsekuensinya adalah menunda kelulusanku satu tahun lagi dari dunia perkuliahan.Karena, aku harus merelakan satu mata kuliah di ujian tengah semester berakhir dengan nilai E. Sekalipun dosen dengan berat hati melepaskan kepergianku kala itu. Aku tetap memberanikan diri menatap wajahnya sekedar mengucapkan kalimat izin kepadanya. Selama rentang waktu itu pula. Aku harus melewatkan dua agenda penting yakni agenda walimatul 'ursy teman satu amanah  pada tanggal 28 oktober 2013. Dan  walimatul 'ursy teman satu pengajian sekaligus kepanitiaannya pada tangggal 2 November silam.

Keputusan itulah yang kini mengantarkan aku menjadi seperti ini. Hidup dengan amanah membuatku tidak merasa bosan. Siap kesana kemari. Inilah pola hidupku saat ini. Dan kelak pola-pola ini pulalah yang akan menggairahkan semangatku dalam berjuang. Selama sepekan di kawah candradimuka aku membenturkan mencoba menyatukan antara realita dengan idealita. Dan bekas-bekas perjuangan hidup selama itu masih berbekas sampai detik ini. Doktrinasi yang dikoar-koarkan menjadi "tapak" cakar elang yang tidak pernah lekang oleh zaman. Hidup ku kini penuh dengan misi. Dan menyelesaikan satu misi sama dengan menyukseskan hidupku sendiri.

Life with a mission, lliving with the target, and then live with passion merupakan tiga kata serangkai yang tidak akan pernah menjauh dariku. Dengan syarat, aku yang harus bergerak. Sekali bergerak, hanya butuh sedikit keberanian mewujudkannya menjadi nyata. Rasanya, sepekan dididik, sepekan dibina, dan sepakan ditempa hasilnya masih belum kelihatan. Agar semua itu menjadi nyata bagiku. Aku harus terus beramal. Bekerja dan bekerja. Inilah Cinta. Inilah kerja. Inilah Harmoni.

Bismillah,

Ya Allooh
Sang Penguasa Pagi dan Petang
Engkaulah yang menanam cinta di dalam dada
Izinkan hamba mencitai apa saja yang Engkau cintai dan mencintai apa saja yang Engkau benci

Ya Allooh
Sang Raja Yang Maha Dahsyat
Engkaulah yang menciptakan taqdir hamba
Izinkan hamba menggunakan kekuatan amal kebajikan sebagai jalan taqdir yang terbaik

Ya Allooh
Sang Pemilik Kasih Abadi
Engkaulah yang membenamkan cinta kasih dalam dada hamba
Izinkan hamba menggunakannya untuk mengasihi sesama mahluk dan ciptaan-Mu

Ya Allooh
Kencangkanlah taqdir hamba
Eratkanlah impian hamba
Menjadi satu simpul yang bermuara pada ridho-Mu

Rabu, Mei 29, 2013

Mahluk Jelita* itu..?

" Hormat apaan tho?
Ana kan rakyat jelata juga sama kayak yang lainnya. Biasa wae.."

Bagiku kalimat balasan dari W.A ini tidak biasa. Ini justru menginspirasi diriku untuk menampilkan tulisan ini kedunia maya. Memang sih hanya sekedar kalimat jawaban biasa. Apalagi sekedar kalimat jawaban What'sApp. Apasih istimewanya? Cuma kalimat baisa begitu. Namun aku mengatakan bahwa kalimat ini bukan kalimat yang biasa. Nah, inilah keistimewaan kalimat itu.


Kita bukanlah rakyat jelata.
Nyatanya kita rakyat yang mengedepankan etika.
Kita rakyat yang masih mampu membangun masa depan dengan asa dan bukan sekedar berita.
Faktanya, kita lah masyarakat yang cantik jelita.
Cantik dari penampilan, jelita dalam wawasan dan tujuan.
Rakyat jelata belum mampu berbicara tentang bangsa.
Sedangkan rakyat jelita selalu berbicara tentang dialektika masa muda dan masa tua.
Lebih dalam lagi. Masyarakat jelita itu pandai dalam menata wacana dan pintar untuk merealisasikannya.
Seringnya kita lupa atau mungkin bisa jadi kita menyediakan memori yang sedikit untuk mengingatnya.
Bahwa. Kitalah masyarakat yang diharapkan negeri  mantan para raja.
Negeri yang kini di dalamnya banyak tangan para penguasa. 
Untuk mewarnainya dengan corak yang berbeda. 
Ya. Dengan corak yang jelita nan bersahaja. 
Menjadikan negeri mantan para raja ini negeri yang cantik mempesona. 
Tentunya dengan cinta, kerja, dan harmoni yang membahana.

Belajar menjadi manusia yang jelita berarti sudah menyiapkan diri siap dipandang banyak mata.
Bila sudah demikian adanya.
Maka hanya ada satu syarat agar sorotan mata tersebut tidak terpalingkan seketika.
Yakni teruslah bekerja, biarlah mereka yang menentukan pilihannya.
Toh republik ini bukan milik media. Melainkan milik manusia yang mempunyai sepasang mata.
Yang penglihatan mereka tidak bisa diperdaya oleh kamera.
Mereka akan menilai langsung dengan seksama.
Bahwa kita adalah manusia jelita menurut kaca mata mereka.

Semangatlah kawan. Diujung lorong ini akan ada satu jalan yang menghantarkan kita pada satu tujuan hidup yang hakiki. Yakni kemenangan dakwah diatas kemenangan pribadi. Kemenangan cinta diatas kemenangan nafsu yang celaka. Kemenangan demi kemenangan akan menjadi niscaya manakala sebelumnya kita sudah pernah merasakan kekalahan. Dan bumbu dari kemenangan adalah kekalahan yang pernah kita rasakan.

Inilah istimewanya kalimat itu. Bahwa jelata tidak memiliki makna apa-apa bila disandingkan dengan jelita. Sebab jelita mampu memberika pesona cinta yang mengharmonikannya dengan kerja-kerja nyata.

Fhoto ini diambil dari sini



Harapan ku besok

Dinda, bolehkah diriku meminta sesuatu darimu sepanjang hayat aku bersamamu?
iya kanda. boleh. apa yang mau kanda minta dari diriku?
Dengar baik2 ya dinda. mungkin ini hanya sekali ku mengucapkannya kepadamu.
Baiklah kanda. Apa yang akan kanda pinta dariku?
Begini dinda sayang

Bolehkah diriku meminta kepadamu tentang satu cinta saja?
Cinta yang memantapkan rasa. Rasa ma'rifah yang terkhusus utk Allooh. Mintalah kepadaNya agar aku selalu menjadi imam yg baik terhadapmu dan kelaurga kita.

Bolehkah aku minta kepadamu? Aku minta tolong kepadamu utk memberikan aku satu hati?
Yang bilamana hati itu di sentuh akan mampu membuatku tergugu dan terenyuh. Terenyuh karena di dalam hati itu tersebut satu nama. Dan itu hanya nama Allooh yang mewakili perasaan cintamu kepadaku.

Bolehkah aku pinta kepadamu? Aku meminta kepadamu untuk memberikan aku satu lisan.
Satu lisan yang akan menjaga jiwa ini selalu mengingat-ingat siapa Allooh dikehidupan kita. Yang senantiasa mampu menegurku jika suatu saat nanti diriku dalam keadaan futur dan khilaf.

Bolehkah diriku meminta setengah waktu kehidupanmu untuk ku?
Yang jika penat aku bisa mengungkapkan isi hatiku dan rasaku kepadaNya dan juga mengkomunikasikannya kepadamu. Yang bila bergembira, ku bisa merayakannya bersamamu dan anak2 kita kelak dengan setengah waktu hidupmu yang kau miliki.

Bolehkah ku meminta telingamu wahai dindaku sayang?
Yang bila ku sedang galau. Ku bisa meminta dirimu menjadi pendengar yang setia. Yang siap mendengarkan kegalauanku hingga akhir tanpa harus memutus ditengah perjalanan cerita yang kusampaikan.

Duhai bidadariku yang manis. Bolehkah diriku meminta kedua telapak tanganmu?
Yang bila diriku keluar melangkahkan kaki sampai ujung pintu rumah kita nanti, engkau do'akan kepergianku agar tetap istiqomah menjaga keluarga kita dengan keridhoaan dariNya. Dan ku ingin dengan kedua tangan mu ini, aku bisa selalu selamat dari bermuka masam. Karena ku tahu, senyum yg tersirat di wajahmu saat ku kembali pulang adalah obat rindu kepulanganku dari menunaikan tugas selaku imam biduk ruamh tangga. Dan ku berharap bisa selalu tersenyum saat dirimu menyambutku di depan pintu rumah. Tabassummuka fii wajhi akhika sodaqotun.

Okelah dinda. Cuma itu yg bisa ku pinta darimu.
Hufft, banyak juga ya. Baiklah kanda. ku akan mencoba melakukannya. Tapi kanda, ku ingin sampaikan satu saja pesan kepada kanda ya.
Apa itu dinda?
Bbegini kanda. Kanda jangan sering lupa ya. Semakin sering lupa maka akan semakin sering apa yg dinda sampaikan menjadi percuma. Bila semuanya percuma. Maka hanya akan menjadi kerjaan yang sia-sia bagi dinda. Bila sudah hal itu menjadi sia-sia. Sudah barang tentu kanda, semua akan menjadi hal yang tidak bermanfaat. Dan dinda tak ingin kanda melakukan hal yg tidak bermanfaat. Bisa kanda?
Insyaa Allooh dinda.
Tapi, maaf aku lupa. aku belum sholat dhuha?
Apaaah? cubit nih cubit. Sholat sana..
Hehe peace.

# Ciri-ciri orang yang cinta dengan Allooh adalah ia selalu merindukanNya setiap waktu. Dan ia tidak ingin menjauhkan dari dari semangat untuk mengenal Allooh setiap detik. Semakin ia ingin menjauh maka dirinya akan semakin susah untuk tidak mengingat-ingatNya. 

Fhoto dimabil dari sini

Selasa, Mei 07, 2013

T.A? Move On bro !!!


















Eh tadi sepertinya diriku melihat jilbabnya warna biru
Astagfirullooh (ghawdul bashor)
T.A   T.A   T.A   T.A

Eh tadi itu yang berbaju gamis dia bukan?
Astagfirullooh (berpaling wajah)
T.A   T.A   T.A   T.A

Beneran tadi itu dia? kayaknya ndak deh.

Astagfirullooh (menundukkan wajah)
T.A   T.A   T.A   T.A


Masak sih yang barusan itu dirinya?
Astagfirullooh (lupakan)
T.A   T.A   T.A   T.A


Yang tadi jalan di depan sekre apa si dia ya?


Astagfirullooh (fokus kembali)
T.A   T.A   T.A   T.A


Lho ini sepatunya bukan ya?
Astagfirullooh (tau ah..)
T.A   T.A   T.A   T.A

Sepatunya bagus ya. Agak ngikhwan sedikit
Astagfirullooh (emang kayak ngakhowat itu seperti apa? E.G.P)
T.A   T.A   T.A   T.A

Motif sandalnya cantik ya
Astagfirullooh (beeh, cuekin aja)
T.A   T.A   T.A   T.A

Coba kalau dia menyemangatiku buat T.A
Astagfirullooh (ngek..lupakan)
T.A   T.A   T.A   T.A

Sepertinya aku mendengar suaranya di syuro' ruang sebelah. Bener nggak itu suaranya ya?
Astagfirullooh (haduh.. geleng-geleng. Fokus lagi ke..)
T.A   T.A   T.A   T.A

Cek sms ah. Siapa tahu dia ngirim pesan buat ku
Astagfirullooh (duh GR.. buang hape)
T.A   T.A   T.A   T.A

Kenapa hari ini dia tidak sms ya, apa sakit kali ya?
Astagfirullooh (terus kenapa? dia dah gede.. lupakan..)
T.A   T.A   T.A   T.A

Eh itu kayaknya motor dia deh?
Astagfirullooh (terus, masalah buat ku? fokus lagi)
T.A   T.A   T.A   T.A

Eh plat motornya itu masih panjang matinya. Berarti masih lama di sini
Astagfirullooh (sok tahu, woi fokus fokus)
T.A   T.A   T.A   T.A

Plat nomornya cakep ya
Astagfirullooh (aku lebih cakep dari plat itu. Dah lupakan..)
T.A   T.A   T.A   T.A

Nanti dia datang rapat nggak mas?
Astagfirullooh (nggak usah ngarep. Tuh rampungkan..)
T.A   T.A   T.A   T.A

Eh mas, dia nitip sesuatu buatku nggak ya?
Astagfirullooh (kepedean. Dah tinggalkan)
T.A   T.A   T.A   T.A

Kayaknya besok ketemu orangnya agenda jama'ah deh
Astagfirullooh  (njuk ngopo?)
T.A   T.A   T.A   T.A

Diriku sudah lama tidak diomelin dia.
Astagfirullooh  (noh diomelin dosen kalau belum selesai T.A nya)
T.A   T.A   T.A   T.A

Astagfirullooh T.A ini terinspirasi dari obrolan bareng teman tadi malam. Fokuskan T.A jangan pikirkan siapa-siapa. Toh siapa-siapa tidak pernah memikirkan kita. Ya kalau usia sudah masanya. Toh puasa cara yang paling ideal untuk tidak meributkan tentang janji yang satu itu (baca : jodoh Allooh). Makanya puasa biar jodohnya datang dalam keadaan yang tak biasa. Sekalian belajar ngirit pengeluaran kan.  

Makanya ngerjakan T.A sambil puasa no. Biarkan dirimu larut ke dalam kesibukan membuat alat T.A. Kuliah tuntas, hati tidak menjadi keras, pikiran pun tidak terkuras apalagi terbatas. Yoh semangat trisno.

Masih ada ikhwan yang begini? hadehhh.. Kayaknya sudah bukan jamannya deh.. (senyum)

Semang(Art) ya kawan.

Senin, April 29, 2013

Sebenarnya, senyummu itu cakep

Ditengah-tengah kepenatan yang sempat mendera diriku. Ada banyak sisa senyum saat diriku menanggapi quote dari temanku. Pagi baru bermula, melayang satu pertanyaan "eh, aku serem ya?". Waw, diriku tidak bisa membalas pertanyaan yang dilayangkan via SMS itu. Dikarenakan pulsaku habis pagi tadi. Ingin sih menjawabnya langsung. Namun setidaknya aku masih bisa mengulur waktu untuk mencari kepanjangan dari SEREM yang selama ini menjadi hal yang sesuatu dalam benakku. Karena sejauh diriku memandang. Serem yang dipahami oleh kasat mata disetiap pandangan adalah bertemu dengan wajah yang tidak bersahabat. Seolah wajah temannya itu ditekuk kemudian raut wajahnya itu menyembunyikan aura yang tidak nyaman untuk diajak bertegur sapa. Mending bila datar tanpa ekspresi. Tapi serem ini tanggapan yang spontan terjadi karena apa yang diperhatikan dihadapan wajah kita adalah sesuatu yang menakutkan.
seolah-olah.

Seharusnya, serem di dunia da'i dan dakwah itu identik dengan kepanjangan dari "Selalu REndah hati, dan M". Nah gan, M disini bisa ditambahi dengan kata-kata yang positif. Semisal kalau untuk ikhwan yang Macolah, kalau akhowat ya Manislah, atau bisa juga dengan kta-kata lainnya semisal Menawan, Menarik, Menolong. Ya anggap saja itu sebagai kata-kata pujian. Namun sebenarnya, bila memang serem itu di identikkan dengan kata yang mengerikan, anarki, dan pemarah. Rasanya tak pantas seorang da'i menempati posisi kata yang ini. Kenapa? ya karena dirinya seorang da'i. Yang menjaga wajahnya denganseberkas senyuman. Seperti apapun wajahmu. Kalau dirimu mengaku da'i yang mencintai dakwah ini karena Allooh dan rosulNya, maka wajib memberikan senyum terbaikmu untuk siapapun mahluk yang engkau hadapi. Sekalipun berhadapan dengan seorang oknum yang sedang berusaha menilangmu atau dengan sosok preman yang siap-siap menghajarmu. Dan terutama dengan malaikat yang akan menjemput rohmu kembali nantinya. 

Tersenyumlah para kader dakwah. 
Karena senyum kalian obat rindu bagi negeri ini.
Karena senyum kalian adalah bingkisan yang paling berharga buat siapa yang melihatnya.
Karena senyum kalian adalah senyum ikhlas yang paling sempurna yang pernah ku tahu.


Walloohu a'lam :)
Fhoto diambil dari sini

Rabu, Desember 05, 2012

Inilah jalan taqdirku

Kami bukanlah lelaki perkasa. Sekalipun dilihat dari kacamata luar kami tampak istimewa secara fisik. Bukan. Sekali lagi kami bukan lelaki perkasa.

Memang kami berbeda dari yang lainnya. Kami adalah manusia yang berdiri disini dengan janji. Janji yang terikrarkan dengan pengorbanan. Tak banyak yang mampu bertahan sampai akhir. Bahkan dipertengahan jalan pun banyak yang gugur. Dan sebenarnya kami tidak suka dengan peribahasa 'gugur satu tumbuh seribu'. Sebab yang kami cintai adalah jadi satu tumbuh sejuta.

Kami berada disini sekali lagi dengan pengorbanan. Dengan mengorbankan apapun yang kami punya. Sekalipun itu setengah dari nyawa kami. Karena melangkah sampai tahap ini tidaklah mudah.

Kami hanya seonggok manusia lemah yang tidak ingin memerlihatkan kelemahan dimata manusia. Karena kami tahu. Bila kami lemah bagaimana dengan yang lainnya. Motto kami hanya satu 'jangan pernah menampakkan kelemahan didepan manusia tapi tampakkanlah kelemahan itu dihadapanNya. Agar Dia yang akan selalu menguatkan'.

Tak peduli apakah amal kami dilihat ataukah tidak sama sekali oleh mereka. Tetap kami akan berdiri diatas jalan ini. Karena kami faham bahwa penilain Allooh lebih kami cintai daripada penilaian manusia. Bila kami berbelok dari haluan. Maka bukan hanya partner yang akan mengeksekusi kami secara adat. Melainkan orang-orang yang kami jagapun akan mengeksekusi kami. Dibumi hanguskan hingga tidak tersisa.

Kami bukanlah manusia yang siap mati saat ini. Karena kematian perlu dipersiapkan jauh-jauh hari. Tapi kami manusia yang siap mati-matian memperjuangkan amanah hingga kematian tanpa sadar datang menghampiri kami. Dan kematian kamipun tidaklah sia-sia. Tak peduli. Seberat apapun itu amanahnya. Kami berusaha sekuat tenaga untuk jalani dan ta'ati.

Karena sesungguhnya barisan yang rapi sangat Allooh cintai. Dan Islam membangun daulah Islamiyah ini berawal dari lurusnya shaf dalam sholat. Ta'atnya makmum terhadap imam. Dan kami mencoba menjaga shaf-shaf itu agar tetap rapi.

Kami hanya sekumpulan manusia yang bercita-cita memasuki satu dari tujuh pintu syurga dengan kemampuan yang Allooh berikan kepada kami.

Izinkan kami menjaga kalian. Bisa jadi itulah jalan menuju ridho Allooh. Bila kami salah. Jangan pernah ragu untuk memperbaiki kami. Karena kami juga manusia.

~ Seringnya kami dijuluki sebagai JUNDI ~
Jiwa sehat mencari iman kuat