ALAM ADVENTURE EXPERIENCE

Bagian terpenting dari sebuah perjalanan yang menggairahkan tantangan alam.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Kenangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kenangan. Tampilkan semua postingan

Jumat, April 17, 2015

Yang dicari ada di sini..

Assalamu'alaykum Warahmatulloohi Wabarokatuh.

Bapak ibu Peserta DKS 2 sekalian,

Sebenarnya, saya hanya membutuhkan waktu sekian jam untuk mengoperasikan cloud storage di akun yang saya miliki. Lalu mengirimkan pesan kepada bapak-ibu sekalian bahwa photonya sudah ter-upload di site ini.

Namun, maafkan saya yang baru saja memberitahukan kepada bapak-ibu pasangan keluarga (ideal di mata panitia, semoga ideal pula dihadapan-Nya) kader yang berbahagia. Baru saat ini saya memiliki waktu yang cukup untuk melunasi hutang yang satu ini (fhoto DKS).

Mungkin bercandanya seperti ini kali ya,

Wah anak sudah nambah begini, eh fhoto zaman dulu baru di upload hari ini :)

Saya mohon maaf, is too late.

 photo a.jpg  photo b.jpg  photo c.jpg
 photo d.jpg  photo e.jpg  photo f.jpg
 photo g.jpg  photo h.jpg  photo i.jpg
 photo j.jpg  photo k.jpg  photo l.jpg
 photo m_1.jpg  photo n.jpg  photo o.jpg
 photo p.jpg  photo q.jpg  photo r.jpg
 photo s.jpg  photo t.jpg  photo u.jpg
 photo v.jpg  photo w.jpg  photo x.jpg
 photo y.jpg  photo z.jpg

Kamis, April 03, 2014

Ustad Ndeso

Belakangan banyak orang terkenal dengan berbagai jenis talentanya. Tidak hanya calon artis saja yang terkenal dengan berbagai keahliannya. Bahkan televisi telah menyihir penontonnya dengan menampilkan beragam jenis kehebohannya. Mulai dari dunia hiburan sampai dunia beritanya. Tak heran bila kebanyakan public figure menjadi begitu terkenal hanya dengan sorotan media. Apakah nantinya omongan, kelakuan, dan kepribadian sang public figure pantas atau tidak pantas ditiru. Itu semua dipikir nanti, belakangan. Yang penting rating program televisinya naik. Dan karyawan televisinya bisa makan. Apalagi program gosip. Maaf ya, ini satu pekerjaan yang tidak pantas ditiru sama sekali.

Bagi saya pribadi. Manusia di dunia ini yang tidak begitu terkenal namun mempunyai jasa yang tak terhingga serta jauh dari sorotan kamera media adalah manusia yang nantinya akan dikenali terlebih dahulu oleh sang Maha Penciptanya. Kenapa? Karena amal sholehnya jauh dari sorotan media semasa hidup di dunia. Sehingga hitungan riya' baginya sangatlah minin. Itulah konsekwensi menjadi orang yang rendah hati. Tak niat mendapat pamrih. Tak mudah menerima pujian. Tak nyaman meninggalkan kebajikan.

Teringat ustadku dulu. Saking begitu sahajanya ia. Ia sosok yang menenangkan. Setiap omongannya bagiku adalah raja ilmu yang mengesankan. Pribadinya yang sederhana tidak lantas menjadikan kami para muridnya menjadi kurang ajar terhadapnya. Justru karena kehidupan beliau yang demikian, kami mampu belajar dengan hati yang nyaman. Sekalipun bila waktu mengaji tiba, rotan tidak lepas dari genggaman jemari kokohnya. 

Waktu dulu, saya adalah anak kecil yang benar-benar ndeso. Tidak mudah bergaul dengan teman sebaya. Tidak gampang menegur sapa dengan para orangtua. Dan tidak pula ringan mengayunkan senyuman dengan tetangga. Keahlian saya yang terkenal saat itu adalah menangis. Dan satu RT juga tahu bila cengeng adalah hobi saya. Masa kecil adalah dunia yang samar-samar untuk kembali ku ingat. Terakhir yang saya ingat saat saya pertama sekali memasuki masjid untuk menunaikan ibadah sholat jum'at. Saya hanya mengikuti teman yang bernama ibrahim kala itu. Ikut saja masuk ke masjid. ambil duduk di shof paling belakang. Apakah waktu itu saya mengenal adab sholat? Wah, jangankan adab sholat. berwudlu saja saya belum bisa. Dan sudah bisa dipastikan bila saya belum wudlu. namun dikarenakan ini adalah ritual sehbahyang (zaman dulu sholat dikenal dengan sebutan demikian) pertama yang saya lakukan. saya berusaha anteng. Tapi saya tidak bisa anteng, sebab terbawa suasa teman yang ngobrol. beberapa kali ngobrol, beberapa kali pula harus mendapat teguran dari orang dewasa saat itu. Disela-sela obrolan, saya buang angin tanpoa disengaja. Dan saat itu saya disuruh keluar untuk mengambil wudlu lagi. Awalnya saya tidak mau. tapi karena paksaan. M

Berangkat dari kepolosan itu. Saya beranikan diri sepekan sekali sholat jum'at. Dan dipekan berikutnya saya mulai belajar tahu bahwa mandi merupakan hal yang dilakukan sebelum berangkat jum'atan. Waktu itu wudlu masih ngasal. ya namanya juga anak kecil, jangankan wudlu. Buang ingus saja masih belum bisa. Jadi ya berangkat jum'atanseadanya. Niat pun tidak pernah. Yang penting jalan.

Dikarenakan masjid desa adalah tempat interaksi kedua saya setelah sekolahan. Saya juga ingin belajar ngaji seperti teman lainnya. ternyata ngaji iqro' itu enak. yang nggak enak itu satu. Kalau Salah satu huruf. berdiri dipojokan papan tulis masjid agak lama sambil memperhatikan yang lainnya mengeja huruf hijaiyah. itu kalau sang ustad sedang tidak membawa rotan. kalau bawa rotan ya tanggung sendiri akibatnya. telapak tangan ini akan siap menerima pecutannya. Peraturan salah ini tidak hanya berlaku saat mengaji iqro' saja. melainkan juga saat sholat ketahuan maninan. Saat simulasi sholat dengan bacaan yang dikeraskan juga berlaku. Tapi dengan cara yang seperti itulah saya bisa menikmati qur'an sampai sejauh ini. Sampai detik ini. Sosok beliau belum bisa saya lupakan. Terutama sikap santun beliau.

Dulu, jangankan jalan yang sudah beraspal seperti saat ini. Listrikpun belum ada. Dan dikarenakan jadwal ngaji iqro' yang sering berubah-ubah. Kami harus mengantisipasi bila ngajinya ba'da magrib. Mengantisipasi dengan membuat obor bambu. Saya dan ibrahim sekelaurga memang rumahnya jauh dari masjid desa. Dan dengan sengaja membuat obor bambu tersebut. Waktu itu sumbunya pakai serabut kelapa yang sudah diolesi damar serta minyak lampu yang sudah diisikan didalam bambu. Gara-gara jadwal sering berubah itulah kami harus menyesuaikan dengan program dari ustad. Dan ada satu kisah yang tidak sya lupakan saat bersama beliau. Yakni belajar muadzin di agenda kultum ahad pagi. Saya tidak pernah menyangka, sabtu malam saya ditunjuk sang ustad untuk menjadi muadzin di masjid. Dasar anak yang sok pinter. Ya saya iyakan saja. Padahal aseli saya tidak tahu bagaimana cara adzan. Dan memang tidak hafal lafadznya sampai akhir. Paling banter ya sampai Alloohuakbar diawal saja. Setelah itu babar blas nggak tahu sama sekali. Tapi, kejadian ini akhirnya harus saya syukuri. Berkat mental yang sudah tertata dari pengalaman menjadi muadzin ngasal. Dikemudian hari saya pernah memenangkan lomba adzan dengan menyabet peringkat tiga diperlombaan tingkat RT. Terimakasih ustadku.

Ini satu lainnya kisah diwaktu yang berbeda pula. Saat itu saya sudah besar. Sudah selevel SMA. Suatu pagi ketika akan menuju sekolah. Saya berpapasan dengan sosok yang tidak asing lagi. Itulah sosok yang belakangan saya rindukan. karena memang beliau sudah lama pindah dari kota duri menuju kota Bangkinang. Dan saat itu Ia masih tetap seperti yang dulu. Ia masih suka melemparkan senyuman, ia pun masih suka menjabat tangan. lalu ia jabat tanga saya sambil tersenyum sembari membungkukkan dadanya. Ia berlaku demikian bukan karena udzur lantas susah untuk meneggakkan badannya. Melainkan karena ilmu beliau sudah mencapai maqom (kedudukan) yang bijaksana. Ia rendahkan pandangannya, ia sapa saya dengan nama yang lengkap. Subahanallooh. kejadian bertahun-tahun lamanya ini susah untuk saya lupakan. Aneh memang bila ada seorang ustad menundukkan pandangannya serta membungkukkan badannya dihadapan murid yang belum tentu mendo'akannya setiap saat. Dan ini sangat jarang saya jumpai. Yang saya tahu, saat ini banyak guru ingin disajeni. Dan hanya satu dua orang saja yang pandai mendoa'akan muridnya dalam diam.

terimakasih guru ngajiku, Ustad Maklum Abu Yahya (Semoga Allooh meridhoi mu beserta keluarga tercinta)

Sabtu, Maret 22, 2014

Azam yang tertuliskan

Inilah waktu-waktu terbaik untuk menuliskannya. Sebelum kelak menjadi beban yang lupa untuk disadari. Sebelum hal ini menjadi kegaduhan yang mendalam, maka sekarang ku coret kanvas putih ini dengan tinta berwarna. Ku tulis kata #MenolakLupa demi sebuah keyakinan yang semestinya. Ini bukan dalih untuk tidak berbakti. Bukan pula berpaling dari hal yang wajar. Justru inilah bukti dari kasih sayang. Ku ingin sedikit meninggalkan waktu di dunia ini untuk bertapa dengan "amanah". Ku ingin bersamanya selalu. Ku tinggalkan sejenak kesibukan bersama keluarga. Karena ku ingin membuka satu "pintu" surga dan menemuimu disana. Maka ku paksa tubuh ini terus bergerak dengan "kuncinya" di dunia. Teruntuk manusia yang kucintai dan akan kusayangi, #Maafkanlah bila ku tak berbakti dihari ini dan nanti.

Tak terasa waktu terus berlalu. Lebih dari satu tahun setengah aku melewatkan agenda ini. Agenda selama satu pekan yang pernah mendebarkan sepanjang hidupku. Agenda yang pernah kucita-citakan. Namun saat tiba hari-H itu, aku benar-benar lupa bila hal ini akan terjadi dalam hidupku. Seolah tak percaya, semua ku lewati dengan keberanian. Hujan dan panas menghiasi perjalan. Rawa dan hutan sudah seperti rumah sendiri. Makan kulit pisang rebus sudah menjadi terbiasa karena terpaksa. Ngantuk saat materi ruangan sudah menjadi ritual sehari-hari. Teriakan dan pukulan menjadi pemandangan yang tak terlupakan. Tangisan kebahagiaan dan tangisan haru hampir susah dibedakan. Andaikata syahid saat itu datang menjemput. Jiwa ini sudah mempersiapkan mental dan ruhiyah yang terbaik. Insyaa Allooh. Allooh Ghoyatuna. Saat itu, yang kami pikirkan hanya Allooh, teman tim, dan keberanian. Sekalipun telapak kaki ini dihadiahi luka saat kembali. Hal itu tidak menjadi hambatan yang paling besar untuk berani melangkah maju bersama dakwah yang ku cintai ini.

Untuk menjadi pastisipan dakwah ini. Aku mencoba memilih jalur yang berbeda. Jalur itulah yang kemudian mengantarkan diriku ditatar dan "diplontosi" selama sepekan. Sebelum berangkatpun ada keberanian yang harus ku munculkan. keberanian bertindak. Dan ditemani oleh semangat dan dukungan cinta dari kerabat serta ibu adikku di seberang pulau sana. Tepat 26 Oktober aku beserta 11 peserta lainnya meninggalkan yogya menuju kawah candradimuka. Agenda yang berlangsung mulai 27 oktober sampai 3 november 2013 itu harus kulewatkan dengan berbagai pertimbangan. Dari beberapa pertimbangan tersebut, ada satu pertimbangan yang cukup berat. Tapi mau tidak mau aku harus mengambil sikap tegas. Sebab konsekuensinya adalah menunda kelulusanku satu tahun lagi dari dunia perkuliahan.Karena, aku harus merelakan satu mata kuliah di ujian tengah semester berakhir dengan nilai E. Sekalipun dosen dengan berat hati melepaskan kepergianku kala itu. Aku tetap memberanikan diri menatap wajahnya sekedar mengucapkan kalimat izin kepadanya. Selama rentang waktu itu pula. Aku harus melewatkan dua agenda penting yakni agenda walimatul 'ursy teman satu amanah  pada tanggal 28 oktober 2013. Dan  walimatul 'ursy teman satu pengajian sekaligus kepanitiaannya pada tangggal 2 November silam.

Keputusan itulah yang kini mengantarkan aku menjadi seperti ini. Hidup dengan amanah membuatku tidak merasa bosan. Siap kesana kemari. Inilah pola hidupku saat ini. Dan kelak pola-pola ini pulalah yang akan menggairahkan semangatku dalam berjuang. Selama sepekan di kawah candradimuka aku membenturkan mencoba menyatukan antara realita dengan idealita. Dan bekas-bekas perjuangan hidup selama itu masih berbekas sampai detik ini. Doktrinasi yang dikoar-koarkan menjadi "tapak" cakar elang yang tidak pernah lekang oleh zaman. Hidup ku kini penuh dengan misi. Dan menyelesaikan satu misi sama dengan menyukseskan hidupku sendiri.

Life with a mission, lliving with the target, and then live with passion merupakan tiga kata serangkai yang tidak akan pernah menjauh dariku. Dengan syarat, aku yang harus bergerak. Sekali bergerak, hanya butuh sedikit keberanian mewujudkannya menjadi nyata. Rasanya, sepekan dididik, sepekan dibina, dan sepakan ditempa hasilnya masih belum kelihatan. Agar semua itu menjadi nyata bagiku. Aku harus terus beramal. Bekerja dan bekerja. Inilah Cinta. Inilah kerja. Inilah Harmoni.

Bismillah,

Ya Allooh
Sang Penguasa Pagi dan Petang
Engkaulah yang menanam cinta di dalam dada
Izinkan hamba mencitai apa saja yang Engkau cintai dan mencintai apa saja yang Engkau benci

Ya Allooh
Sang Raja Yang Maha Dahsyat
Engkaulah yang menciptakan taqdir hamba
Izinkan hamba menggunakan kekuatan amal kebajikan sebagai jalan taqdir yang terbaik

Ya Allooh
Sang Pemilik Kasih Abadi
Engkaulah yang membenamkan cinta kasih dalam dada hamba
Izinkan hamba menggunakannya untuk mengasihi sesama mahluk dan ciptaan-Mu

Ya Allooh
Kencangkanlah taqdir hamba
Eratkanlah impian hamba
Menjadi satu simpul yang bermuara pada ridho-Mu

Selasa, Mei 21, 2013

Sahabat Hidupku

Kegiatan malam ini hampir bisa dipastikan sama dengan malam dipekan sebelumnya.. Ternyata diriku lupa satu hal, kalau pesan yang tertulis di hape diriku ada agenda tambahan. Apa itu? Itu adalah pengagendaan beladiri praktis setelah rapat kepanduan di DPD PKS Sleman.

Yup,  hanya bermodalkan cinta terhadap dakwah ini, diriku rasa kami selaku kepanduan tidak akan mau disuruh jungkir balik oleh instruktur beladiri. Syukur kalau loncat-loncat sambil memeragakan beberapa gerakan jurus diatas matras yang empuk beralaskan lantai ubin atau semen yang datar. Tapi ini tidak. Jauh dari kondisi nyaman sobat. Dan kalau bukan karena cinta, mana mungkin jam setengah sebelas malam kami mau berjalan seratusan meter keluar ruangan menuju lapangan. Dan lagi-lagi, kalau bukan karena cinta, bisa jadi kami akan lari pulang seketika mengetahui medan yang akan kami lalui malam ini adalah lapangan di pinggiran DPD yang sudah becek tersapu hujan tadi sore. Sambil loncat ditambah menahan kantuk. Sembari memula mengeluarkan jurus kami memulainya dengan basmalah dan mengakhirnya dengan gerakan pamungkas yang menggerakkan jantung bekerja extra lebih dari sekedar bernafas.

Haha, cinta malam ini adalah cinta yang datangnya tanpa diminta. Cinta yang hadirnya selalu memberi warna. Cinta yang melepaskan senyum dengan keringanan wajah. Cinta yang terangnya melebihi malunya cahaya  rembulan bersinar malam ini.

Ya Allooh izinkan diriku meminta dariMu, jadikan kami manusia-manusia mulia
Ya Allooh kabulkanlah permintaan ku dariMu, jadikan kami punggawa cinta yang betah berjalan diatas sunnah
Ya Allooh jadikan diri kami perisai kebajikan diatas kebathilan dunia ini
Ya Allooh ku mohon, kokohkan keyakinan kami untuk melangkah dan terus melangkah menyambut keadilan
Ya Allooh ku harap, berikan kami fisik yang melebihi kekuatan 10 orang dalam jama'ah ini
Ya Allooh ku ingin, satukan jiwa kami untuk mampu mengampu dakwah inii dengan amanah
Ya Allooh ku pinta, kuatkan pijakan kami agar kami mampu terus berdiri sampai akhir
Ya Allooh ku mau, kabulkan do'a kami yang menginginkan kebajikan dan kesejateraan sepanjang hayat

Istajib du'ana ya Allooh, Istajib du'ana ya Rahman,  Istajib du'ana ya Khalik, Allohuakbar.

Bersama kepanduan ku temukan cinta persahabatan.

fhoto diambil dari sini

Rabu, Mei 01, 2013

Kenangan untuk keluargaku

Iseng-iseng sepagi ini membunuh waktu sambil mejeng musholla kampus. Tanganku meraih satu buku yang tertata di rak buku. Ku ambil karena memang belum sempat menamatkan halaman demi halamannya. Beginilah diriku. Lebih sering mengoleksi buku dari pada membacanya. Dan akan diriku baca bila memerlukan ilmu darinya. Sembari berbaring di kamar takmir. Kubuka satu halaman yang dibatasi oleh sobekan kertas alma'surat. Eh tiba-tiba jatuh satu dua fhoto yang membuatku tersenyum. Dan fhoto inilah yang membuatku juga meneteskan air mata. Tak tahan mau mengungkapkan kata apalagi. Ku ingat betul bahwa fhoto-fhoto keluarga ini adalah fhoto yang istimewa buatku.

Sekilas, ternyata diriku lucu juga ya. Tidak kalah gantengnya dengan sang bapak. Necis betul euy. Hahaha, selfi tingkat dewa. Ya sekedar mengenang masa lalu. Rasanya juga tak salah bila harus menuliskan kenangan masa lalu di saat ini. Karena biar bagaimanapun juga mereka tetap keluarga ku. Yang cintanya tak patah arang, Yang sayangnya tak pula mampu terbilang, Yang selalu menungu kehadiranku disana.

Bapak, ibu, adik-adikku. Kuharap do'aku kepada kalian tersampaikan oleh sang pencipta. Semoga kalian disana dalam keadaan yang Allooh ridhoi ya. Diriku memang belum mampu membalas setitik kebaikan dari kalian. Namun setidaknya aku ingin menjadi anak yang sholeh buat kalian, kakak yang beriman buat adik-adik ku. Dan ku inginkan satu hal dari kalian. Yakni semoga Ridho Allooh selalu menghampiri kalian hingga kita dipertemukan di surga yang tiada pembanding nikmat di dunia ini.

Pesan temanku, Pak no tersenyumlah. Sebab orang lain akan melihat senyum antum itu menjadi satu kekuatan yang menghangatkan. Jangan serem-serem ya. Karena seremnya antum membuat mereka susah menyapa antum.

Senyumku untuk kalian.
Semoga Allooh menghadiahkan tempat yang terbaik untuk kalian sekalian hamba yang beriman.

sumber fhoto dari sini.

Senin, April 29, 2013

Sebenarnya, senyummu itu cakep

Ditengah-tengah kepenatan yang sempat mendera diriku. Ada banyak sisa senyum saat diriku menanggapi quote dari temanku. Pagi baru bermula, melayang satu pertanyaan "eh, aku serem ya?". Waw, diriku tidak bisa membalas pertanyaan yang dilayangkan via SMS itu. Dikarenakan pulsaku habis pagi tadi. Ingin sih menjawabnya langsung. Namun setidaknya aku masih bisa mengulur waktu untuk mencari kepanjangan dari SEREM yang selama ini menjadi hal yang sesuatu dalam benakku. Karena sejauh diriku memandang. Serem yang dipahami oleh kasat mata disetiap pandangan adalah bertemu dengan wajah yang tidak bersahabat. Seolah wajah temannya itu ditekuk kemudian raut wajahnya itu menyembunyikan aura yang tidak nyaman untuk diajak bertegur sapa. Mending bila datar tanpa ekspresi. Tapi serem ini tanggapan yang spontan terjadi karena apa yang diperhatikan dihadapan wajah kita adalah sesuatu yang menakutkan.
seolah-olah.

Seharusnya, serem di dunia da'i dan dakwah itu identik dengan kepanjangan dari "Selalu REndah hati, dan M". Nah gan, M disini bisa ditambahi dengan kata-kata yang positif. Semisal kalau untuk ikhwan yang Macolah, kalau akhowat ya Manislah, atau bisa juga dengan kta-kata lainnya semisal Menawan, Menarik, Menolong. Ya anggap saja itu sebagai kata-kata pujian. Namun sebenarnya, bila memang serem itu di identikkan dengan kata yang mengerikan, anarki, dan pemarah. Rasanya tak pantas seorang da'i menempati posisi kata yang ini. Kenapa? ya karena dirinya seorang da'i. Yang menjaga wajahnya denganseberkas senyuman. Seperti apapun wajahmu. Kalau dirimu mengaku da'i yang mencintai dakwah ini karena Allooh dan rosulNya, maka wajib memberikan senyum terbaikmu untuk siapapun mahluk yang engkau hadapi. Sekalipun berhadapan dengan seorang oknum yang sedang berusaha menilangmu atau dengan sosok preman yang siap-siap menghajarmu. Dan terutama dengan malaikat yang akan menjemput rohmu kembali nantinya. 

Tersenyumlah para kader dakwah. 
Karena senyum kalian obat rindu bagi negeri ini.
Karena senyum kalian adalah bingkisan yang paling berharga buat siapa yang melihatnya.
Karena senyum kalian adalah senyum ikhlas yang paling sempurna yang pernah ku tahu.


Walloohu a'lam :)
Fhoto diambil dari sini

Selasa, April 23, 2013

Marah itu..

 عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” [HR al-Bukhâri]

Assalamu'alaykum sahabat, Pernahkan kita marah dengan alasan yang tidak jelas? Tiba-tiba kita ingin marah saja. Terlebih lagi bila marah dengan alasan yang jelas . Semisal marah karena amanah yang tidak kunjung tuntas atau mungkin ada hal yang seharusnya bisa tuntas dalam semenit namun molor sampai dua pekan lamanya (baca : hampir deadline).

Berbicara tentang amanah, ada satu kejadian yang diriku ingat. Kebetulan terjadi baru-baru ini. Diriku merasa sudah melakukan sesuai dengan apa yang telah diputuskan di pertemuan sebelumnya. Kemudian di suatu kesempatan, siang itu diriku disibukkan dengan satu pekerjaan yang hasilnya setengah jadi. Ditengah-tengah kondisi yang agak memaksa fisik harus bekerja dengan otak yang tidak sinkron tiba-tiba diriku menerima dua SMS yang lumayan panjang di siang hari dimana saat itu panasnya matahari ikut menyukseskan panasnya otakku memikirkan SMS itu. Saat itu diriku hanya membaca sekilas dan saat itu juga diriku cukup kesal dengan isi SMS nya. Awalnya, diriku menyangka isinya sebuah pernyataan dan masukan saja. Dan diriku baru mengetahui di akhir komunikasi via SMS, bahwa maksud SMS teman berupa pertanyaan yang meminta sebuah penjelasan. Diawal aku menyangka kalau SMS si temen itu menjelaskan seolah-olah aku dan kawan-kawan tidak mengerjakan amanah yang sudah diputuskan bersama. Karena bahasa SMS nya itu bukan bahasa pertanyaan dengan menggunakan kata tanya "Apakah? atau Bagaimana? atau Eh eh eh bro, mau tanya mau tanya. Itu kemarin sudah dikerjain belum ya?".

Tahu tidak yang aku lakukan gan? Saat itu juga aku menelpon nomor temen ku yang mengirim SMS tersebut. Berharap nomornya diangkat, eh ternyata tidak mau diangkat-angkat. Ya sekitar 3 kali nelpon. Lalu diriku diamkan cukup lama. Dan ku telpon kembali berharap kali ini diangkat. Namun hasilnya tetap sama, tidak diangkat juga. Saat itu kekesalanku sudah membumbung tinggi. Ini teman maunya apasih. minta penjelasan (tabayun) tapi ndak mau ngangkat telpon dari ku. Kalau aku bisa telepati aku akan bilang sama temanku itu, "bro sis, aku lagi nyetir ni. Jadi agak susah SMSan. Aku cuma bisa nelpon sebab aku lagi punya paket gratisan ngobrol dan juga aku pakai earphone. Angkat dong telponku. Diriku mau nanya maksud SMSmu barusan". Tapi karena telepati bukan kemampuanku dan telponan juga masih lama menunggu, akhirnya diriku SMS juga. Eh ternyata temenku sakit tenggorokan dan batuk-batuk sehingga tidak bisa mengangkat telponku saat itu. Ditengah-tengah diriku sedang kesal. Diriku balas SMSnya dengan tips melegakan tenggorokan. Endingnya aku dan dia marahan cukup beberapa menit. Setelah semua urusan saling jelas menjelaskan via SMS terselesaikan. 

Setelah di usut dari sumber permasalahan yang terjadi. Ternyata semua ini penyebabnya gara-gara SMS penting  yang seharusnya tersebar tidak diterima oleh handphone teman ku. Sehingga wajar bila temanku bertanya-tanya tentang amanahku selama ini. Alamak, operatoooooor, kemana dikau sangkutkan SMS-SMS penting itu. Grrrr 

Setelah kejadian marahan itu. Sering terlintas dibenakku ( dan ini sering terjadi. Bahkan tidak saja saat selesai marah. Semisal setelah mengalami keadaan yang lain yakni pada saat nyuekin lawan bicara di forum, atau bahkan pada saat ngobrol). Aku sering memikirkan kebaikan orang-orang terkait di dalam kejadian itu. Rasa-rasanya tak pantas diriku marah-marah ke mereka. Tak pantas cuek terhadap mereka. Semua rasanya tak pantas. Kebaikan mereka itu yang membuat diriku tak pantas melakukan semua hal yang sia-sia begitu. Jujur saja, teman yang ku marahi barusan itu juga baik sekali dengan ku. Dan aku lupa. Kebaikan beliau itu banyak sekali untuk tidak dilupakan gan. Yang ku tahu orangnya baik. Itu yang terpenting.

Untuk urusan marahan gara-gara SMS, aku punya sedikit tips untuk menanganinya,

Pertama, Kalau pas lagi capek, penat, tapi kondisi terus bekerja dan kemudian menerima SMS yang emosinya berbeda dari biasanya. Awalilah mengucapkan basmalah sebelum membaca SMS nya. Jadi kita bisa mencerna dengan baik maksud dari isi SMS nya. Itu SMS pertanyaan ataukah SMS pernyataan. Kalau SMS nya tidak jelas, balaslah SMS nya dengan pertanyaan yang sopan. 'afwan mas, maksudnya bagaimana ya?

Kedua, Pada umumnya, ini mungkin sepintas perasaanku saja. Yang namanya bahasa SMS itu selalu ambigu. mungkin teman kita berharap sekedar bertanya atau meminta bayanat (penjelasan). Tapi kita berpikir sebaliknya. Jadi kalau menerima SMS seperti itu, istighfar dulu. dan berkhusnudhonlah pada saudaramu. Bisa jadi follow up dari agenda-agenda sebelumnya sudah di SMS kan tapi nyangkut tidak tahu dimana. Kalau begini, hal yang bisa diriku sarankan adalah segera balas SMSnya  untuk menanyakan kesediannya ditelpon. Siapa tahu dengan menelponnya semua urusan beres tanpa jadi beban pikiran dikemudian hari.

dan ketiga, semisal masalahnya tidak bisa diselesaikan via SMS ataupun telpon. Maka baiknya undangi temen dirimu itu ke meja makan. Ya kalau ikhwan, cukup berdua saja. Tapi kalau akhowat, ya sudah sekalian temen-temen syuro diajak makan. Biar urusannya selesai dan tidak menimbulkan fitnah gan.

Ya pada intinya, marah itu sesuatu hal yang ada pada diri setiap insan. Hewan saja bila di usik akan marah. Apalagi manusia yang terkadang marahnya itu tidak memakai akal logika. Marah yang disebabkan nafsu bukan marah yang disebabkan ibadah dan ukhuwah. Bila marah karena ibadah dan ukhuwah efek sampingnya adalah bisa saling mengingatkan, dan bisa terus diingat. Sehingga mau tidak mau, marahnya berada pada kadar yang tidak menyimpang dari kodrat seorang muslim sendiri. Menurutku begitu gan. Bagaimana dengan mu?

Dan satu yang harus selalu kita ingat gan. Sebelum emosi diri kita meledak-ledak pikirkan  bahwa sebenarnya orang yang akan dirimu marahi itu pernah memiliki amaliyah yang sangat baik terhadap dirimu. Jadi ingatlah selalu kebaikan orang-orang yang berada di sekelilingmu. Sehingga ketika marah dirimu cuma bisa bilang "aku marah". Setelah itu. Ya selesai urusan marah-marahnya.

Kalau marah, perbanyaklah istighfar, sucikan hatimu dengan wudlu. Insyaa Allooh dijamin, orang yang ingat Allooh pasti akan dijauhkan dari amarah apapun.

wallohua'lam..
semoga berkenan ya gan.
fhoto diambil dari sini

Kamis, Juli 12, 2007

Kami yang dulu..


Assalammu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Alhamdulillahirobbil 'alamin.hamdan syakirin hamdan naimin.wasyukurillah wala hadiyalah la haula wa la kuwwata illa billahil 'aliyyil adzim.

Alhamdulillah, tiada hal yang patut kita syukuri kecuali nikmat 4JJ l SWT yang selalu dicurahkan-Nya dari pagi hingga petang hari. maka patutlah kita sebagai mahluk cipataan-Nya yang sempurna ini mengucapkan kata Alhamdulillah dikala dalam keaadaan lapang maupun sempit. sebab 4JJ l selalu menurunkan rizki-Nya kepada kita tanpa mempertimbangkan kondisi kita. Dan 4JJ l Maha Kaya lagi Maha Pemurah. Semoga kita adalah orang - orang yang syukur nikmat dan bukanlah orang yang kufur nikmat. Amin ya robbal 'alamin.

Semoga 4JJ l senantiasa mencurahkan Rahmat-Nya kepada saudaraku dimanapun anda berada. Dan semoga anda adalah golongan orang - orang yang beruntung.Tiada hari tanpa keberuntungan, karena pada dasarnya orang yang beruntung adalah orang yang senantiasa memikirkan ciptaan 4JJ l sebagai renungan akan kelemahan diri kita di hadapan-Nya dan selalu mengisi hari - harinya dengan hal - hal yang positive.


Alhamdulillah ini adalah fhoto dimana ana dan sodara - sodari ana ketika di SMAS Mutiara sedang dalam mengikuti pelatihan Ruhiyah dimana temanya mengenai tentang Pribadi Muslim dikalangan kampus. kebetulan saat itu kami fhoto selesai mengikuti Outbond training. Ana yang mengenakan baju bola warna biru kelam sebelah kanan bawah.


Rindu memang mengenang masa SMA dulu terutama dengan Rohisnya. Kapan wahai sodara - saudariku kita bisa bertemu dan berkumpul lagi seperti masa SMA dahulu. Ana pingin sekali melihat antum sukses pada saat kita bersua lagi. Mungkin waktu dan tempat bukanlah penghalang bagi kita untuk bisa melepas rindu terutama bagi yang ikhwah fillah. Ana rindu antum semua akh.Insya 4JJ l sutris do'akan apa yang antum ikhwan wal akhwat fillah cita - citakan terkabul Amin.Dan tetaplah istikhomah dijalan 4JJ l.


Bagi para pembaca yang budiman sutris hanya bisa mendo'akan dengan sebuah kalimat salamun 'alaykum wa hayakumullah ( semoga 4JJ l SWT. melimpahkan kesejahteraan atas kamu dan semoga 4JJ l melindungi kamu ) Amin. Dan semoga hari - hari saudaraku sekalian menyenangkan.


untuk kali ini mungkin hanya ini yang bisa ana tulis. Jika masa lalu hanya dikenang saja pasti akan terlupakan, tapi jika bisa ditulis mungkin akan menjadi lebih indah.


Subahakallahumma wa bihamdika asyhaduanla ila hailla anta astagfiruka waatubuilaik.


Akhirukalam, banyak maaf untuk sodaraku sekalian dan hamba mohon ampun kepada 4JJ l SWT. atas kata yang salah terucap. wassalammu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.