ALAM ADVENTURE EXPERIENCE

Bagian terpenting dari sebuah perjalanan yang menggairahkan tantangan alam.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Jumat, April 24, 2015

Bentuk Penghargaan

Salam teman-teman, hallo guys..

Tanya, tanya..
Inspirasi apa yang sudah kamu dapatkan hari ini? Apakah cukup waktu untuk menyampaikannya lewat tulisan?

Yak, menulis apapun itu memang susah-susah gampang. Susahnya lebih dominan daripada gampangnya. Biasanya sih susah meluangkan waktu, susah memulai cerita harus diawali dari bagian yang mana, susah memikir ulang kejadian apa yang harus di tuliskan, dan lebih susahnya lagi jika tidak ada niat sama sekali untuk memulai bercerita. Orangnya sih silent, tapi kerjaannya selalu keep on read something. Padahal media komunikasi saat ini sangat mendukung  siapapun berkreativitas di dunia menulis. Kenapa? karena sekian persen (yang jelas di atas empat puluh persen) penduduk bumi sudah mampu menyambung komunikasi hanya lewat layar HandHeld/Hp saja. Nggak perlu harus memakai layar 11", 12", atau lebih besar dari itu jika ingin chitt chatt dengan orang lain yang berada disamping kanan-kirimu atau dibelahan bumi yang lain. 

Tinggal digeser dan dielus-elus layarnya insyaa Allooh sudah bisa nyambung dengan dunia lain (pen. dunia maya). Cara yang cukup simple untuk memulai aktivitas di dunia maya. Dan salah satu cara yang pupuler dilakukan anak muda dunia zaman ini. Mungkin 50 tahun kedepan kita tidak lagi berkomunikasi lewat layar dalam genggaman. Tapi bisa saja dan sangat mungkin kita akan berkomunikasi lewat telepati. Apalagi saat ini anak Indonesia sudah mampu membuat alat kesehatan dengan menggunakan helm yang fungsinya untuk menghancurkan kanker otak denga tidak perlu memotong atau melaser kepala terlebih dahulu. Tanpa operasi sudah bisa di obati. Apalagi kalau kedepan bicaranya lewat telepati ya. Pasti bisa :)

Tentu semua itu (komunikasi, menulis, beraktivitas) dapat dilakukan dengan waktu luang yang cukup banyak. Lantas bagaimana jika waktu luang yang kita miliki tidaklah banyak. Bila kita mengetahui sedikitnya waktu yang kita miliki di dunia ini. Mungkin tidak ada satu diantara kita yang akan menyia-nyiakan hidup sampai saat ini. Apalagi kamu yang percaya dengan Tuhan. Dan sebab naluri dasar manusia selalu menginginkan keberhasilan disedikitnya waktu yang dimiliki. 

Ha, pernahkan kamu menyelesaikan segala kebutuhan di masa lampau dengan kondisi ;
- Ngerjain laporan persis di akhir waktu (deadline).
- Waktu untuk ibadah sangat sedikit bila dibandingkan waktu untuk  yang lainnya.
- Ngafal qur'an 30 menit cukup but you usually watch movie for 3 hours is not enough. 
- Baca qur'an 30 menit saja agak susah but you usually read a newspaper for 30 minuntes is easy.
- What else? i think you have some problem as me with time has Allooh given to us, right?

Semakin sedikit waktu yang kita miliki, insyaa Allah karya yang kita hasilkan akan semakin banyak. Semakin banyak dan tentunya semakin berkualitas. Akan tetapi karena kita berasumsi bahwa waktu yang dimiliki cukup banyak. Maka yang terjadi, kita sering menunda untuk melakukan aktivitas yang berharga.

Mari hargai waktu kita. Karena waktu adalah kehidupan yang sangat mahal.

Jangan terlalu sering mengatakan "Receive me way i'am" atau terima aku apa adanya. Kamu boleh mengatakan itu jika kamu sudah mampu mengkayakan waktu mu dengan karya. Itu tandanya kampu orang yang berharga. 

Alhamdulillah, i have done :)


Trisno, it's my "popular" name



Rabu, April 02, 2014

Menjabat Senyummu..

Femonena inilah yang sering terjadi bila bertemu dengan karib kerabat. Kita selaku muslim tentu menyambut pertemuan itu dengan senyuman yang sudah nankring diwajah tanpa harus dibuat seatraktif mungkin. Sembari lempar senyum, biasanya dilakoni sambil berjabat tangan. Agendanya pun tidak berhenti sampai disitu. Biasanya bertambah menjadi saling peluk dan cipika-cipiki. Sepengetahuan saya, tradisi seperti ini belum luntur dimakan rayap. Sekalipun zaman sudah berganti. Bukan berarti tradisi seperti ini mati. Justru kebiasaan ini semakin merayap dan menjalar ibarat denyut nadi yang selalu mendebarkan hati siapapun yang merasakannya. Bagi yang belum gabung ngaji di partai yang satu ini. Pelukan sesama cowok atau sesama cewek PKS itu dianggap aneh. Apalagi jabat tangan khasnya yang #MantaPKS ditambah lagi dengan cipika cipikinya. #LengkaPKS sudah :)

Inilah kebiasaan baik yang pantas dipelihara sampai berpuluh-puluh generasi dikemudian hari. Karena berjabat tangan adalah sunnah nabi yang rancak untuk ditiru. Penuh kehangatan, penuh persahabatan. Pun Rosul mengabarkan satu ungkapan yang menarik bila disimak. Berikut penuturan kanjeng nabi ;

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلَّا غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا 


Dari Barâ' bin 'Aazib Radhiyallahu anhu , ia berkata, "Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: tidaklah dua orang Muslim bersua kemudian mereka bedua saling berjabat tangan kecuali diampuni (dosa) keduanya sebelum mereka berpisah." {HR Abu Daud (no.5212) dan Tirmizi (no.2727) ia berkata: "Hadits Hasan" dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah (no. 525). }


Nikmat bukan bila ini dijadikan sebuah sikap yang mampu mengakrabi suasana? Berita gembira bagi siapapun yang menikmati jabat tangan dengan keihklasan. Sambil menjabat, sekalian saja sambil melempar senyum. Double pahala, full berkahnya. Sebab ;

(تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ صَدَقَةٌ (رواه الترمذى

“Senyum manismu dihadapan saudaramu adalah shadaqah” (HR. Tirmidzi)


Ini ucapan sang maestro peradaban. Ia sang panutan yang diberi gelar Al-Amin (orang yang dipercaya) yang ucapannya tidak hanya dipercaya oleh sahabatnya saja. Sekaliber musuh yang menginginkan kematiannya pun membenarkan ucapan beliau. Sehingga pantas bagi kita untuk mencoba menguntai seutas senyuman dan menjabat tangan dengan kemesraan tanpa ada paksaan.

Sayangnya, beberapa kali saya mengalami hal yang kurang #MantaPKS. Sehingga saya harus menegaskan kepada siapapun yang menjabat tangan saya tanpa memfokuskan wajahnya tersenyum dihadapan saya dengan satu kalimat :

Mas, tatap wajah saya! Semoga Allooh merahmati mu dengan keindahan wajahmu saat ini :)

Biasanya, siapa saja yang menjabat tangan saya tanpa melihat wajah yang ganteng ini. Maka saya dengan sengaja menahan tangannya sejenak. Dan sudah bisa dipastikan tangannya tertahan dan terasa tertarik. Kemudian ia akan menoleh kehadapan saya. Dan saya akan memaksakan "teguran" tersebut diatas sambil senyum. Agar full barokah. Satu aktivitas, dua kebaikan tertunaikan. Bukankah hal ini sangat mudah kita lakukan. :)

Mari sanblog. Mari kita biasakan adab yang baik.

Ini seni hidup yang harus terus dilestarikan. Sekalipun pandangan kita disibukkan oleh sesuatu yang menyita perhatian. Sejenak tolonglah jabat tangan saudara sekebaratmu dengan melihat seksama.Tatap raut wajahnya. Lihatlah garis tegas di wajahnya. Insyaa Allooh, engkau akan dapati keluhuran jiwa yang tiada tandingannya. Karena raut wajah kaum kerabatmu adalah raut yang mampu menghibur kegundahan hatimu walau barang sejenak. Pun demikian dengan ukhuwah. Kehangatan berukhuwah itu akan semakin #MantaPKS manakala kamu mampu merasakan nikmatnya berjabat tangan dan menatap wajah orang yang engkau pegang.  :)

#APAPUN YANG TERJADI, KAMI TETAP KAN MALAYANI

Senin, Mei 13, 2013

Inilah sahabat


"Haha. Sudahlah akh, let it go. biarkan dia. Kalau jodoh pasti ketemu. Kalau undangannya datang duluan berarti ada yang lebih baik dari dia. Ini lho ane, akh fulan, dan mas fulan kemarin nyamar jadi preman. Sudah lah akh dunia antum suram gara-gara mikir dia. Belum tentu pula. Semangat akh. Ayo hidup baru yang lebih semangat. Banyak peristiwa menarik menunggu antum".

Kurasa, SMS tadi malam adalah bentuk cintanya kepadaku. Ya khusus buat ku. Khusus buat sahabatnya yang belum bisa memenuhi panggilan dakwah bersamanya di sana. Kurasakan betul nikmat bersahabat dengannya dan kalian. Ringan namun mengharukan. Bila ku kenang masa penggemblengan waktu itu. Ku ingin berkali-kali menangis bersama kalian. Saat ini ku hanya bisa ucapkan "aku cinta kalian, aku cinta kalian, aku cinta kalian".

Saat ini aku iri dengan loyalitas kalian. Ku ingin seperti kalian, menangis dengan cinta dan berkorban juga dengan cinta. Senyum kalian menggambarkan wajah yang penuh keikhlasan. Ku hanya bisa membayangkan wajah-wajah kalian wahai para penggenggam kesyahidan. Tahajudku malam tadi hanya bisa menangis dan menangis. Menangisi diri yang belum mampu berubah secara totalitas. Menangisi diri yang belum kuat secara bathiniah. Menangisi diri yang belum kokoh secara keyakinan.

Saat yang lain terlelap ditelan kesunyian malam. Ku hanya bisa bangun dari kesadaran. Sadar bahwa diri ini punya Allooh yang siap mendengarkan curhatanku setiap waktu. Sadar akan nasehat yang beberapa jam lalu ku baca dari SMS-SMS itu. Ku tahu. Disini aku bukan milik satu orang saja. Tapi aku sudah pernah berjanji menghujamkan kaki sampai mati dijalan dakwah ini. Dan diriku milik siapa saja dalam barisan ini.

Dahulu, tangisan ku mampu menenangkan hati ini. Menenangkan satu kebencian dan mengubahnya menjadi cabang-cabang cinta. Namun kini, tangisanku yang ku perlihatkan dihadapan Allooh tadi malam adalah tangisan duka yang membuat sekujur tubuh merasakan efek ketidak berdayaanku dihadapanNya sang pembolak balik hati. Aku kerdil, kecil tak bernyali. Aku hanya mampu berkata "Aku harus memiliki cinta". Cintanya Allooh yang mampu menguatkan diriku menggapai semua yang menjadi anganku di jalan ini. Dan satu hal. Jodoh itu rezeki. Menerimanya adalah bentuk syukur kepadaNya. Kalau memang dia jodohku. Berarti memang sudah saatnya ku membuka hati untuknya. Tak perlu kupikirkan siapa dan bagaimana dirinya yang saat ini baru menjadi "calon pendamping hatiku". Toh masih calon. Dan semuanya juga calon. Masih tidak pasti. Tapi amanah dakwah itu pasti.

SMS tadi malam itu menampar hatiku. Menampar sisi-sisi keikhwananku. Dan lagi-lagi aku harus jeli membedakan mana yang Amanah Dakwahku dan mana yang Aminah Dakwahku kelak. Do'anya kawan, ku harus menata ulang sekat-sekat hati ini. Membersihkannya dan memagarinya dengan cinta yang suci. Kelak. Ku hanya ingin mempoligamikan Aminahku dengan Amanahku. Sehingga, cukup kecemburuan aminahku hanya kepada amal-amal dakwahku saja. Dengan begitu. Dirinya mampu mengejar syurga itu dari diriku.

Terimakasih kawan. Do'aku bersamamu.
Terimakasih kawan. Tanpamu aku bukan siapa-siapa disini,
Terimakasih kawan. Semangat mu membakar azamku
Terimakasih kawan. Cinta kalian menguatkan asaku,
Terimakasih kawan. Aku cinta kalian.

Aku cinta kalian, aku cinta kalian, aku cinta kalian, aku cinta kalian, aku cinta kalian..
Baarakallohu fiikum ya akhi fillah.. Ana uhibukum fillah. :)

Selasa, April 23, 2013

Marah itu..

 عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” [HR al-Bukhâri]

Assalamu'alaykum sahabat, Pernahkan kita marah dengan alasan yang tidak jelas? Tiba-tiba kita ingin marah saja. Terlebih lagi bila marah dengan alasan yang jelas . Semisal marah karena amanah yang tidak kunjung tuntas atau mungkin ada hal yang seharusnya bisa tuntas dalam semenit namun molor sampai dua pekan lamanya (baca : hampir deadline).

Berbicara tentang amanah, ada satu kejadian yang diriku ingat. Kebetulan terjadi baru-baru ini. Diriku merasa sudah melakukan sesuai dengan apa yang telah diputuskan di pertemuan sebelumnya. Kemudian di suatu kesempatan, siang itu diriku disibukkan dengan satu pekerjaan yang hasilnya setengah jadi. Ditengah-tengah kondisi yang agak memaksa fisik harus bekerja dengan otak yang tidak sinkron tiba-tiba diriku menerima dua SMS yang lumayan panjang di siang hari dimana saat itu panasnya matahari ikut menyukseskan panasnya otakku memikirkan SMS itu. Saat itu diriku hanya membaca sekilas dan saat itu juga diriku cukup kesal dengan isi SMS nya. Awalnya, diriku menyangka isinya sebuah pernyataan dan masukan saja. Dan diriku baru mengetahui di akhir komunikasi via SMS, bahwa maksud SMS teman berupa pertanyaan yang meminta sebuah penjelasan. Diawal aku menyangka kalau SMS si temen itu menjelaskan seolah-olah aku dan kawan-kawan tidak mengerjakan amanah yang sudah diputuskan bersama. Karena bahasa SMS nya itu bukan bahasa pertanyaan dengan menggunakan kata tanya "Apakah? atau Bagaimana? atau Eh eh eh bro, mau tanya mau tanya. Itu kemarin sudah dikerjain belum ya?".

Tahu tidak yang aku lakukan gan? Saat itu juga aku menelpon nomor temen ku yang mengirim SMS tersebut. Berharap nomornya diangkat, eh ternyata tidak mau diangkat-angkat. Ya sekitar 3 kali nelpon. Lalu diriku diamkan cukup lama. Dan ku telpon kembali berharap kali ini diangkat. Namun hasilnya tetap sama, tidak diangkat juga. Saat itu kekesalanku sudah membumbung tinggi. Ini teman maunya apasih. minta penjelasan (tabayun) tapi ndak mau ngangkat telpon dari ku. Kalau aku bisa telepati aku akan bilang sama temanku itu, "bro sis, aku lagi nyetir ni. Jadi agak susah SMSan. Aku cuma bisa nelpon sebab aku lagi punya paket gratisan ngobrol dan juga aku pakai earphone. Angkat dong telponku. Diriku mau nanya maksud SMSmu barusan". Tapi karena telepati bukan kemampuanku dan telponan juga masih lama menunggu, akhirnya diriku SMS juga. Eh ternyata temenku sakit tenggorokan dan batuk-batuk sehingga tidak bisa mengangkat telponku saat itu. Ditengah-tengah diriku sedang kesal. Diriku balas SMSnya dengan tips melegakan tenggorokan. Endingnya aku dan dia marahan cukup beberapa menit. Setelah semua urusan saling jelas menjelaskan via SMS terselesaikan. 

Setelah di usut dari sumber permasalahan yang terjadi. Ternyata semua ini penyebabnya gara-gara SMS penting  yang seharusnya tersebar tidak diterima oleh handphone teman ku. Sehingga wajar bila temanku bertanya-tanya tentang amanahku selama ini. Alamak, operatoooooor, kemana dikau sangkutkan SMS-SMS penting itu. Grrrr 

Setelah kejadian marahan itu. Sering terlintas dibenakku ( dan ini sering terjadi. Bahkan tidak saja saat selesai marah. Semisal setelah mengalami keadaan yang lain yakni pada saat nyuekin lawan bicara di forum, atau bahkan pada saat ngobrol). Aku sering memikirkan kebaikan orang-orang terkait di dalam kejadian itu. Rasa-rasanya tak pantas diriku marah-marah ke mereka. Tak pantas cuek terhadap mereka. Semua rasanya tak pantas. Kebaikan mereka itu yang membuat diriku tak pantas melakukan semua hal yang sia-sia begitu. Jujur saja, teman yang ku marahi barusan itu juga baik sekali dengan ku. Dan aku lupa. Kebaikan beliau itu banyak sekali untuk tidak dilupakan gan. Yang ku tahu orangnya baik. Itu yang terpenting.

Untuk urusan marahan gara-gara SMS, aku punya sedikit tips untuk menanganinya,

Pertama, Kalau pas lagi capek, penat, tapi kondisi terus bekerja dan kemudian menerima SMS yang emosinya berbeda dari biasanya. Awalilah mengucapkan basmalah sebelum membaca SMS nya. Jadi kita bisa mencerna dengan baik maksud dari isi SMS nya. Itu SMS pertanyaan ataukah SMS pernyataan. Kalau SMS nya tidak jelas, balaslah SMS nya dengan pertanyaan yang sopan. 'afwan mas, maksudnya bagaimana ya?

Kedua, Pada umumnya, ini mungkin sepintas perasaanku saja. Yang namanya bahasa SMS itu selalu ambigu. mungkin teman kita berharap sekedar bertanya atau meminta bayanat (penjelasan). Tapi kita berpikir sebaliknya. Jadi kalau menerima SMS seperti itu, istighfar dulu. dan berkhusnudhonlah pada saudaramu. Bisa jadi follow up dari agenda-agenda sebelumnya sudah di SMS kan tapi nyangkut tidak tahu dimana. Kalau begini, hal yang bisa diriku sarankan adalah segera balas SMSnya  untuk menanyakan kesediannya ditelpon. Siapa tahu dengan menelponnya semua urusan beres tanpa jadi beban pikiran dikemudian hari.

dan ketiga, semisal masalahnya tidak bisa diselesaikan via SMS ataupun telpon. Maka baiknya undangi temen dirimu itu ke meja makan. Ya kalau ikhwan, cukup berdua saja. Tapi kalau akhowat, ya sudah sekalian temen-temen syuro diajak makan. Biar urusannya selesai dan tidak menimbulkan fitnah gan.

Ya pada intinya, marah itu sesuatu hal yang ada pada diri setiap insan. Hewan saja bila di usik akan marah. Apalagi manusia yang terkadang marahnya itu tidak memakai akal logika. Marah yang disebabkan nafsu bukan marah yang disebabkan ibadah dan ukhuwah. Bila marah karena ibadah dan ukhuwah efek sampingnya adalah bisa saling mengingatkan, dan bisa terus diingat. Sehingga mau tidak mau, marahnya berada pada kadar yang tidak menyimpang dari kodrat seorang muslim sendiri. Menurutku begitu gan. Bagaimana dengan mu?

Dan satu yang harus selalu kita ingat gan. Sebelum emosi diri kita meledak-ledak pikirkan  bahwa sebenarnya orang yang akan dirimu marahi itu pernah memiliki amaliyah yang sangat baik terhadap dirimu. Jadi ingatlah selalu kebaikan orang-orang yang berada di sekelilingmu. Sehingga ketika marah dirimu cuma bisa bilang "aku marah". Setelah itu. Ya selesai urusan marah-marahnya.

Kalau marah, perbanyaklah istighfar, sucikan hatimu dengan wudlu. Insyaa Allooh dijamin, orang yang ingat Allooh pasti akan dijauhkan dari amarah apapun.

wallohua'lam..
semoga berkenan ya gan.
fhoto diambil dari sini

Sabtu, April 20, 2013

Jama'ah kurang kerjaan

Sebenarnya apasih maunya orang seperti dia itu?
Disekolahkan sudah. S3 sampai keluar negeri juga sudah dituruti.
Minta menikah, sudah dinikahkan.
Minta di carikan rumah. Sudah dicarikan.
Coba tad, kurang apa jama'ah ngurusi dirinya? Tapi kok begituya orangnya. Pengenne piye tho?. Disuruh ngaji aja ndak mau berangkat. Dikeluarkan orangnya ndak mau. Tapi kejama'ahannya kurang. Ki piye tho tad? 


Ini celotehan? Iya, celotehan ini ku dengar sendiri dari seorang da'i yang kebetulan sedang berbicara dengan da'i lainnya di dalam avanza yang ku sopiri beberapa waktu lalu. Memang ini sih topik pembicaraan yang seharusnya tidak perlu aku tuliskan di halam ini (out side). Namun ada kalanya kita harus memaksa menarik hikmah dari setiap kejadian yang pernah hadir di kehidupan kita.

Coba pikirkan gan! Seorang aktivis dakwah yang kesehariannya selalu disibukkan dengan aktivitas pokok dan sunnah, secara tiba-tiba berhenti dari hiruk pikuknya aktivitas itu. Rasanya tidak akan bosan ataupun jenuh   meninggalkan sekian aktifitas dalam satu sampai tiga hari lamanya. Tapi kalau rutinitas aktivitas dakwah yang kita geluti selama ini ditinggal begitu saja lebih dari satu pekan bisa membuat "gape" amal yang semakin besar. Pasalnya, selama kita meninggalkan rutinitas amal dakwah, kita pasti akan rentan diserang penyakit. Tepatnya penyakit hati. Percaya deh gan. Mulai dari malas ataupun berat untuk memulai rutinitas dakwah kembali. Atau malah keasyikan dengan rutinitas baru yang menggairahkan sehingga rutinitas lama dianggap penggangu saja. 

Bisa dibayangkan bosannya hidup seperti apa bila hanya memiliki satu pola keseharian yang sama.Itu-itu juga. Makan, berangkat kerja, istirahat, tidur malam, terus bangun pagi dan makan lagi, berangkat kerja dan istirahat, kemudian tidur malam lagi. Berulang-ulang begitu setiap hari. Hidup seperti itu apa nggak bosan ya? Tidak dinamis dan tidak pula elastis. Selevel kader dakwah yang nganggur tanpa amanah saja pasti terlena dengan urusannya sendiri. Apalagi yang belum pernah menjadi kader dakwah. Pasti terlenanya melebihi kader dakwah pada umumnya. 

Laiknya azam seorang Khalid Bin Khalid si Pemegang Arena jihad. Ia berazam semoga Allooh berkenan mematikannya di medan pertempuran. Namun apa yang terjadi. Semakin sering beliau bergerak dan memberikan ciri dinamisasi dakwah dalam medan pertempuran. Maka Allooh pun semakin menambah usia beliau. Sampai pada akhirnya beliau meninggal di atas dipan. Apakah ketika ajal tiba sang Khalid menyesal karena meninggalnya bukan di medan pertempuran melainkan di atas dipan? O tidak sob. Justru beliau bahagia. Bahagia dengan pergerakan yang beliau lakukan sepanjang hidupnya yang telah memberikan ciri tersendiri. Ciri yang mengakar kuat dalam kepribadiannya sebagai seorang muslim. Bahkan sebenarnya beliau bosan mengapa masih hidup setelah semua peperangan itu usai. Namun bosannya beliau selalu ditumpah-ruahkan dalam takbir kemenangan. Sehingga beliau tidak bosan-bosannya mencari kesyahidan dalam setiap pertempuran. Dan beliau terkenal sebagai orang yang paling bergairah mencari kesyahidan dalam medan laga.

Begitu dinamisnya dakwah ini. Sampai-sampai para da'inya pun tidak pernah bosan menjadi sosok pembaharu dalam setiap langkah dakwahnya. Dan kalau masih ada kader dakwah yang tidak mau ngaji. Ini berarti ada penyakit kronis yang perlu di obati. Biar bagaimanapun juga, penyakit tetaplah penyakit. Sumbernya selalu berasal dari diri dan lingkungannya. Amal pribadinya bolehlah bertambah. Namun amal jama'ah kudu dijaga dan ditingkatkan. Lha kalau membangun negeri Indonesia yang madani pakai caranya sendiri-sendiri ya capek no. Coba kalau didirikan secara jama'ah. Capeknya ndak terasa. Malah ukhuwahnya semakin terjaga. Lha penak tho mas? :)

Coba tad, kurang apa jama'ah ngurusi dirinya?

Kamis, Desember 27, 2012

Ibuku Sayangku

Jauh dipelosok desa sana. Hidup seorang manusia yang sangat mulia. Mulianya melibihi do'a-do'a yang ia panjatkan setiap harinya. Mulianya melebihi besarnya kekuasaan yang pernah manusia sandang sepanjang hidupnya. Mulianya tak mampu dihargai dengan bongkahan berlian dunia. Mulianya karena keridhoan dan keikhlasannya menerima hidup sederhana. Apa adanya. Dan tidak banyak mengeluh fana. Ia tak pernah berhenti dan berharap kepada Allooh subhanahuwwata 'ala perihal kehidupan anak-anaknya. Baginya. Pundak rentanya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan semangat yang mengalir deras dari lubuk hatinya yang paling dalam. Terpaan hidup dimasa lalunya menjadikan hatinya begitu kuat. Kokoh lagi liat karakternya. Ia tak mudah menyerahkan dirinya untuk keuntungan-keuntungan dunia. Ia lebih ridho hidup menderita sementara daripada selamanya kelak. Ia sosok yang istimewa dimataku. Tak ada tandingan tak ada pula bandingannya. Sungguh pantas ia mendapatkan syurga dan limpahan pahala dari anak-anaknya.

Ia tak pernah mengeluh akan getirnya hidup. Ia tak pula merasa senang dengan kenikmatan dunia yang sementara. Ia justru lebih senang bila ditinggal oleh dunia. Namun ia tidak ingin ditinggalkan oleh anak-anaknya. sehingga didikan tangan dan hatinya adalah cinta. Cinta yang belum tentu mampu ku beli darinya. Tapi ia tidak pernah mempermasalahkannya. Yang ia tahu. Anaknya kelak menjadi anak yang sholih lagi menyolihkan. Cita-cita yang mulia bukan sahabat.

Kami tidak dibesarkan dengan harta. Tak pula dibesarkan dengan tahta. Namun kami dibesarkan oleh seorang wanita yang  cintanya tiada berbatas, bepangkal, apalagi berujung. Dantak hingganya cinta yang ia berikan tak mampu kami hitung dengan sederet angka matematika. Tak pula mampu kami wejawantahkan dangan ilmu-ilmu sosial. Lagi-lagi. Cinta wanita mulia dipojok desa ini adalah cinta yang membesarkan kami dengan keikhlasan, kesabaran, dan keteguhan jiwa.

Kami yakin. Tujuannya membesarkan kami tak lain dan tak bukan ialah agar kelak kami mampu mendo'kan dirinya, berbakti padanya, meringankan bebannya didunia. Selepas itu kesenangan akhirat akan segera datang untuk mempersatukan kami.

Ya robbi. Izinkan hamba berbakti dengan keikhlasan hati hamba.
Izinkan hamba menjadi manusia sekaliagus anak yang sholih seperti cita mereka kepada kami.
Ya ghoffar. izinkan hamba memohonkan ampunanMu untuk dirinya.
Ya malik. Ciptakanlah kepadanya sepetak syurgaMu kelak. Karena ia telah memberikan kami syurga bernama cinta.
Ya khalik. Ciptakanlah kedamaian didalam diri keluarga kami. Karena Engkaulah Maha pembolak-balik hati kami. Lalu teguhkanlah kami dalam jalan keridhoanMu.

Sayap kupu-kupu untuk bundaku sayang..


Sumber thumbnail : http://distilleryimage0.s3.amazonaws.com/

Kamis, Juli 12, 2007

Ntahlah..

Ntahlah Kawan


Perjalanan ini semakin berat kawan

walau bebatuan mulai mencair
Melengkapi luluhnya embun pada mentari
Namun, muara mulai menanti dengan
Buaya - buaya buas yang berkulitkan dusta.
Nestapa yang tercipta


Bukan karena daun enggan berayun

Tapi karena air yang sulit membeku
Harus kita ketahui
Tepian sungai mulai menipis
Diperempatan lintas jiwa


Entah esok, Entah lusa

Atau kemarin
Kalbu kita terbalut api
Yang menerangi sekaligus membakar asa


Ntahkan hangus ataukan berderang dengan sinarnya

Jangan lupa kawan !
Bawa kembali obor cita
Yang kau gantung didaun jendela.


Deni Rafli / Ayash

Pukul 11.50 WIB
Tgl : 27 / 01 / 2007