Rabu, April 02, 2014

Menjabat Senyummu..

Femonena inilah yang sering terjadi bila bertemu dengan karib kerabat. Kita selaku muslim tentu menyambut pertemuan itu dengan senyuman yang sudah nankring diwajah tanpa harus dibuat seatraktif mungkin. Sembari lempar senyum, biasanya dilakoni sambil berjabat tangan. Agendanya pun tidak berhenti sampai disitu. Biasanya bertambah menjadi saling peluk dan cipika-cipiki. Sepengetahuan saya, tradisi seperti ini belum luntur dimakan rayap. Sekalipun zaman sudah berganti. Bukan berarti tradisi seperti ini mati. Justru kebiasaan ini semakin merayap dan menjalar ibarat denyut nadi yang selalu mendebarkan hati siapapun yang merasakannya. Bagi yang belum gabung ngaji di partai yang satu ini. Pelukan sesama cowok atau sesama cewek PKS itu dianggap aneh. Apalagi jabat tangan khasnya yang #MantaPKS ditambah lagi dengan cipika cipikinya. #LengkaPKS sudah :)

Inilah kebiasaan baik yang pantas dipelihara sampai berpuluh-puluh generasi dikemudian hari. Karena berjabat tangan adalah sunnah nabi yang rancak untuk ditiru. Penuh kehangatan, penuh persahabatan. Pun Rosul mengabarkan satu ungkapan yang menarik bila disimak. Berikut penuturan kanjeng nabi ;

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلَّا غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا 


Dari Barâ' bin 'Aazib Radhiyallahu anhu , ia berkata, "Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: tidaklah dua orang Muslim bersua kemudian mereka bedua saling berjabat tangan kecuali diampuni (dosa) keduanya sebelum mereka berpisah." {HR Abu Daud (no.5212) dan Tirmizi (no.2727) ia berkata: "Hadits Hasan" dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah (no. 525). }


Nikmat bukan bila ini dijadikan sebuah sikap yang mampu mengakrabi suasana? Berita gembira bagi siapapun yang menikmati jabat tangan dengan keihklasan. Sambil menjabat, sekalian saja sambil melempar senyum. Double pahala, full berkahnya. Sebab ;

(تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ صَدَقَةٌ (رواه الترمذى

“Senyum manismu dihadapan saudaramu adalah shadaqah” (HR. Tirmidzi)


Ini ucapan sang maestro peradaban. Ia sang panutan yang diberi gelar Al-Amin (orang yang dipercaya) yang ucapannya tidak hanya dipercaya oleh sahabatnya saja. Sekaliber musuh yang menginginkan kematiannya pun membenarkan ucapan beliau. Sehingga pantas bagi kita untuk mencoba menguntai seutas senyuman dan menjabat tangan dengan kemesraan tanpa ada paksaan.

Sayangnya, beberapa kali saya mengalami hal yang kurang #MantaPKS. Sehingga saya harus menegaskan kepada siapapun yang menjabat tangan saya tanpa memfokuskan wajahnya tersenyum dihadapan saya dengan satu kalimat :

Mas, tatap wajah saya! Semoga Allooh merahmati mu dengan keindahan wajahmu saat ini :)

Biasanya, siapa saja yang menjabat tangan saya tanpa melihat wajah yang ganteng ini. Maka saya dengan sengaja menahan tangannya sejenak. Dan sudah bisa dipastikan tangannya tertahan dan terasa tertarik. Kemudian ia akan menoleh kehadapan saya. Dan saya akan memaksakan "teguran" tersebut diatas sambil senyum. Agar full barokah. Satu aktivitas, dua kebaikan tertunaikan. Bukankah hal ini sangat mudah kita lakukan. :)

Mari sanblog. Mari kita biasakan adab yang baik.

Ini seni hidup yang harus terus dilestarikan. Sekalipun pandangan kita disibukkan oleh sesuatu yang menyita perhatian. Sejenak tolonglah jabat tangan saudara sekebaratmu dengan melihat seksama.Tatap raut wajahnya. Lihatlah garis tegas di wajahnya. Insyaa Allooh, engkau akan dapati keluhuran jiwa yang tiada tandingannya. Karena raut wajah kaum kerabatmu adalah raut yang mampu menghibur kegundahan hatimu walau barang sejenak. Pun demikian dengan ukhuwah. Kehangatan berukhuwah itu akan semakin #MantaPKS manakala kamu mampu merasakan nikmatnya berjabat tangan dan menatap wajah orang yang engkau pegang.  :)

#APAPUN YANG TERJADI, KAMI TETAP KAN MALAYANI

0 komentar:

Posting Komentar


Silahkan sahabat blogger berkomentar apapun si sini. Dan mari membudayakan berkomentar dengan bahasa yang dapat membangun motivasi, saling mengingatkan, dan saling menasehati. Saya tunggu komentarnya :)