ALAM ADVENTURE EXPERIENCE

Bagian terpenting dari sebuah perjalanan yang menggairahkan tantangan alam.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Embun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Embun. Tampilkan semua postingan

Kamis, April 03, 2014

Ustad Ndeso

Belakangan banyak orang terkenal dengan berbagai jenis talentanya. Tidak hanya calon artis saja yang terkenal dengan berbagai keahliannya. Bahkan televisi telah menyihir penontonnya dengan menampilkan beragam jenis kehebohannya. Mulai dari dunia hiburan sampai dunia beritanya. Tak heran bila kebanyakan public figure menjadi begitu terkenal hanya dengan sorotan media. Apakah nantinya omongan, kelakuan, dan kepribadian sang public figure pantas atau tidak pantas ditiru. Itu semua dipikir nanti, belakangan. Yang penting rating program televisinya naik. Dan karyawan televisinya bisa makan. Apalagi program gosip. Maaf ya, ini satu pekerjaan yang tidak pantas ditiru sama sekali.

Bagi saya pribadi. Manusia di dunia ini yang tidak begitu terkenal namun mempunyai jasa yang tak terhingga serta jauh dari sorotan kamera media adalah manusia yang nantinya akan dikenali terlebih dahulu oleh sang Maha Penciptanya. Kenapa? Karena amal sholehnya jauh dari sorotan media semasa hidup di dunia. Sehingga hitungan riya' baginya sangatlah minin. Itulah konsekwensi menjadi orang yang rendah hati. Tak niat mendapat pamrih. Tak mudah menerima pujian. Tak nyaman meninggalkan kebajikan.

Teringat ustadku dulu. Saking begitu sahajanya ia. Ia sosok yang menenangkan. Setiap omongannya bagiku adalah raja ilmu yang mengesankan. Pribadinya yang sederhana tidak lantas menjadikan kami para muridnya menjadi kurang ajar terhadapnya. Justru karena kehidupan beliau yang demikian, kami mampu belajar dengan hati yang nyaman. Sekalipun bila waktu mengaji tiba, rotan tidak lepas dari genggaman jemari kokohnya. 

Waktu dulu, saya adalah anak kecil yang benar-benar ndeso. Tidak mudah bergaul dengan teman sebaya. Tidak gampang menegur sapa dengan para orangtua. Dan tidak pula ringan mengayunkan senyuman dengan tetangga. Keahlian saya yang terkenal saat itu adalah menangis. Dan satu RT juga tahu bila cengeng adalah hobi saya. Masa kecil adalah dunia yang samar-samar untuk kembali ku ingat. Terakhir yang saya ingat saat saya pertama sekali memasuki masjid untuk menunaikan ibadah sholat jum'at. Saya hanya mengikuti teman yang bernama ibrahim kala itu. Ikut saja masuk ke masjid. ambil duduk di shof paling belakang. Apakah waktu itu saya mengenal adab sholat? Wah, jangankan adab sholat. berwudlu saja saya belum bisa. Dan sudah bisa dipastikan bila saya belum wudlu. namun dikarenakan ini adalah ritual sehbahyang (zaman dulu sholat dikenal dengan sebutan demikian) pertama yang saya lakukan. saya berusaha anteng. Tapi saya tidak bisa anteng, sebab terbawa suasa teman yang ngobrol. beberapa kali ngobrol, beberapa kali pula harus mendapat teguran dari orang dewasa saat itu. Disela-sela obrolan, saya buang angin tanpoa disengaja. Dan saat itu saya disuruh keluar untuk mengambil wudlu lagi. Awalnya saya tidak mau. tapi karena paksaan. M

Berangkat dari kepolosan itu. Saya beranikan diri sepekan sekali sholat jum'at. Dan dipekan berikutnya saya mulai belajar tahu bahwa mandi merupakan hal yang dilakukan sebelum berangkat jum'atan. Waktu itu wudlu masih ngasal. ya namanya juga anak kecil, jangankan wudlu. Buang ingus saja masih belum bisa. Jadi ya berangkat jum'atanseadanya. Niat pun tidak pernah. Yang penting jalan.

Dikarenakan masjid desa adalah tempat interaksi kedua saya setelah sekolahan. Saya juga ingin belajar ngaji seperti teman lainnya. ternyata ngaji iqro' itu enak. yang nggak enak itu satu. Kalau Salah satu huruf. berdiri dipojokan papan tulis masjid agak lama sambil memperhatikan yang lainnya mengeja huruf hijaiyah. itu kalau sang ustad sedang tidak membawa rotan. kalau bawa rotan ya tanggung sendiri akibatnya. telapak tangan ini akan siap menerima pecutannya. Peraturan salah ini tidak hanya berlaku saat mengaji iqro' saja. melainkan juga saat sholat ketahuan maninan. Saat simulasi sholat dengan bacaan yang dikeraskan juga berlaku. Tapi dengan cara yang seperti itulah saya bisa menikmati qur'an sampai sejauh ini. Sampai detik ini. Sosok beliau belum bisa saya lupakan. Terutama sikap santun beliau.

Dulu, jangankan jalan yang sudah beraspal seperti saat ini. Listrikpun belum ada. Dan dikarenakan jadwal ngaji iqro' yang sering berubah-ubah. Kami harus mengantisipasi bila ngajinya ba'da magrib. Mengantisipasi dengan membuat obor bambu. Saya dan ibrahim sekelaurga memang rumahnya jauh dari masjid desa. Dan dengan sengaja membuat obor bambu tersebut. Waktu itu sumbunya pakai serabut kelapa yang sudah diolesi damar serta minyak lampu yang sudah diisikan didalam bambu. Gara-gara jadwal sering berubah itulah kami harus menyesuaikan dengan program dari ustad. Dan ada satu kisah yang tidak sya lupakan saat bersama beliau. Yakni belajar muadzin di agenda kultum ahad pagi. Saya tidak pernah menyangka, sabtu malam saya ditunjuk sang ustad untuk menjadi muadzin di masjid. Dasar anak yang sok pinter. Ya saya iyakan saja. Padahal aseli saya tidak tahu bagaimana cara adzan. Dan memang tidak hafal lafadznya sampai akhir. Paling banter ya sampai Alloohuakbar diawal saja. Setelah itu babar blas nggak tahu sama sekali. Tapi, kejadian ini akhirnya harus saya syukuri. Berkat mental yang sudah tertata dari pengalaman menjadi muadzin ngasal. Dikemudian hari saya pernah memenangkan lomba adzan dengan menyabet peringkat tiga diperlombaan tingkat RT. Terimakasih ustadku.

Ini satu lainnya kisah diwaktu yang berbeda pula. Saat itu saya sudah besar. Sudah selevel SMA. Suatu pagi ketika akan menuju sekolah. Saya berpapasan dengan sosok yang tidak asing lagi. Itulah sosok yang belakangan saya rindukan. karena memang beliau sudah lama pindah dari kota duri menuju kota Bangkinang. Dan saat itu Ia masih tetap seperti yang dulu. Ia masih suka melemparkan senyuman, ia pun masih suka menjabat tangan. lalu ia jabat tanga saya sambil tersenyum sembari membungkukkan dadanya. Ia berlaku demikian bukan karena udzur lantas susah untuk meneggakkan badannya. Melainkan karena ilmu beliau sudah mencapai maqom (kedudukan) yang bijaksana. Ia rendahkan pandangannya, ia sapa saya dengan nama yang lengkap. Subahanallooh. kejadian bertahun-tahun lamanya ini susah untuk saya lupakan. Aneh memang bila ada seorang ustad menundukkan pandangannya serta membungkukkan badannya dihadapan murid yang belum tentu mendo'akannya setiap saat. Dan ini sangat jarang saya jumpai. Yang saya tahu, saat ini banyak guru ingin disajeni. Dan hanya satu dua orang saja yang pandai mendoa'akan muridnya dalam diam.

terimakasih guru ngajiku, Ustad Maklum Abu Yahya (Semoga Allooh meridhoi mu beserta keluarga tercinta)

Rabu, Mei 29, 2013

Harapan ku besok

Dinda, bolehkah diriku meminta sesuatu darimu sepanjang hayat aku bersamamu?
iya kanda. boleh. apa yang mau kanda minta dari diriku?
Dengar baik2 ya dinda. mungkin ini hanya sekali ku mengucapkannya kepadamu.
Baiklah kanda. Apa yang akan kanda pinta dariku?
Begini dinda sayang

Bolehkah diriku meminta kepadamu tentang satu cinta saja?
Cinta yang memantapkan rasa. Rasa ma'rifah yang terkhusus utk Allooh. Mintalah kepadaNya agar aku selalu menjadi imam yg baik terhadapmu dan kelaurga kita.

Bolehkah aku minta kepadamu? Aku minta tolong kepadamu utk memberikan aku satu hati?
Yang bilamana hati itu di sentuh akan mampu membuatku tergugu dan terenyuh. Terenyuh karena di dalam hati itu tersebut satu nama. Dan itu hanya nama Allooh yang mewakili perasaan cintamu kepadaku.

Bolehkah aku pinta kepadamu? Aku meminta kepadamu untuk memberikan aku satu lisan.
Satu lisan yang akan menjaga jiwa ini selalu mengingat-ingat siapa Allooh dikehidupan kita. Yang senantiasa mampu menegurku jika suatu saat nanti diriku dalam keadaan futur dan khilaf.

Bolehkah diriku meminta setengah waktu kehidupanmu untuk ku?
Yang jika penat aku bisa mengungkapkan isi hatiku dan rasaku kepadaNya dan juga mengkomunikasikannya kepadamu. Yang bila bergembira, ku bisa merayakannya bersamamu dan anak2 kita kelak dengan setengah waktu hidupmu yang kau miliki.

Bolehkah ku meminta telingamu wahai dindaku sayang?
Yang bila ku sedang galau. Ku bisa meminta dirimu menjadi pendengar yang setia. Yang siap mendengarkan kegalauanku hingga akhir tanpa harus memutus ditengah perjalanan cerita yang kusampaikan.

Duhai bidadariku yang manis. Bolehkah diriku meminta kedua telapak tanganmu?
Yang bila diriku keluar melangkahkan kaki sampai ujung pintu rumah kita nanti, engkau do'akan kepergianku agar tetap istiqomah menjaga keluarga kita dengan keridhoaan dariNya. Dan ku ingin dengan kedua tangan mu ini, aku bisa selalu selamat dari bermuka masam. Karena ku tahu, senyum yg tersirat di wajahmu saat ku kembali pulang adalah obat rindu kepulanganku dari menunaikan tugas selaku imam biduk ruamh tangga. Dan ku berharap bisa selalu tersenyum saat dirimu menyambutku di depan pintu rumah. Tabassummuka fii wajhi akhika sodaqotun.

Okelah dinda. Cuma itu yg bisa ku pinta darimu.
Hufft, banyak juga ya. Baiklah kanda. ku akan mencoba melakukannya. Tapi kanda, ku ingin sampaikan satu saja pesan kepada kanda ya.
Apa itu dinda?
Bbegini kanda. Kanda jangan sering lupa ya. Semakin sering lupa maka akan semakin sering apa yg dinda sampaikan menjadi percuma. Bila semuanya percuma. Maka hanya akan menjadi kerjaan yang sia-sia bagi dinda. Bila sudah hal itu menjadi sia-sia. Sudah barang tentu kanda, semua akan menjadi hal yang tidak bermanfaat. Dan dinda tak ingin kanda melakukan hal yg tidak bermanfaat. Bisa kanda?
Insyaa Allooh dinda.
Tapi, maaf aku lupa. aku belum sholat dhuha?
Apaaah? cubit nih cubit. Sholat sana..
Hehe peace.

# Ciri-ciri orang yang cinta dengan Allooh adalah ia selalu merindukanNya setiap waktu. Dan ia tidak ingin menjauhkan dari dari semangat untuk mengenal Allooh setiap detik. Semakin ia ingin menjauh maka dirinya akan semakin susah untuk tidak mengingat-ingatNya. 

Fhoto dimabil dari sini

Senin, Mei 13, 2013

Inilah sahabat


"Haha. Sudahlah akh, let it go. biarkan dia. Kalau jodoh pasti ketemu. Kalau undangannya datang duluan berarti ada yang lebih baik dari dia. Ini lho ane, akh fulan, dan mas fulan kemarin nyamar jadi preman. Sudah lah akh dunia antum suram gara-gara mikir dia. Belum tentu pula. Semangat akh. Ayo hidup baru yang lebih semangat. Banyak peristiwa menarik menunggu antum".

Kurasa, SMS tadi malam adalah bentuk cintanya kepadaku. Ya khusus buat ku. Khusus buat sahabatnya yang belum bisa memenuhi panggilan dakwah bersamanya di sana. Kurasakan betul nikmat bersahabat dengannya dan kalian. Ringan namun mengharukan. Bila ku kenang masa penggemblengan waktu itu. Ku ingin berkali-kali menangis bersama kalian. Saat ini ku hanya bisa ucapkan "aku cinta kalian, aku cinta kalian, aku cinta kalian".

Saat ini aku iri dengan loyalitas kalian. Ku ingin seperti kalian, menangis dengan cinta dan berkorban juga dengan cinta. Senyum kalian menggambarkan wajah yang penuh keikhlasan. Ku hanya bisa membayangkan wajah-wajah kalian wahai para penggenggam kesyahidan. Tahajudku malam tadi hanya bisa menangis dan menangis. Menangisi diri yang belum mampu berubah secara totalitas. Menangisi diri yang belum kuat secara bathiniah. Menangisi diri yang belum kokoh secara keyakinan.

Saat yang lain terlelap ditelan kesunyian malam. Ku hanya bisa bangun dari kesadaran. Sadar bahwa diri ini punya Allooh yang siap mendengarkan curhatanku setiap waktu. Sadar akan nasehat yang beberapa jam lalu ku baca dari SMS-SMS itu. Ku tahu. Disini aku bukan milik satu orang saja. Tapi aku sudah pernah berjanji menghujamkan kaki sampai mati dijalan dakwah ini. Dan diriku milik siapa saja dalam barisan ini.

Dahulu, tangisan ku mampu menenangkan hati ini. Menenangkan satu kebencian dan mengubahnya menjadi cabang-cabang cinta. Namun kini, tangisanku yang ku perlihatkan dihadapan Allooh tadi malam adalah tangisan duka yang membuat sekujur tubuh merasakan efek ketidak berdayaanku dihadapanNya sang pembolak balik hati. Aku kerdil, kecil tak bernyali. Aku hanya mampu berkata "Aku harus memiliki cinta". Cintanya Allooh yang mampu menguatkan diriku menggapai semua yang menjadi anganku di jalan ini. Dan satu hal. Jodoh itu rezeki. Menerimanya adalah bentuk syukur kepadaNya. Kalau memang dia jodohku. Berarti memang sudah saatnya ku membuka hati untuknya. Tak perlu kupikirkan siapa dan bagaimana dirinya yang saat ini baru menjadi "calon pendamping hatiku". Toh masih calon. Dan semuanya juga calon. Masih tidak pasti. Tapi amanah dakwah itu pasti.

SMS tadi malam itu menampar hatiku. Menampar sisi-sisi keikhwananku. Dan lagi-lagi aku harus jeli membedakan mana yang Amanah Dakwahku dan mana yang Aminah Dakwahku kelak. Do'anya kawan, ku harus menata ulang sekat-sekat hati ini. Membersihkannya dan memagarinya dengan cinta yang suci. Kelak. Ku hanya ingin mempoligamikan Aminahku dengan Amanahku. Sehingga, cukup kecemburuan aminahku hanya kepada amal-amal dakwahku saja. Dengan begitu. Dirinya mampu mengejar syurga itu dari diriku.

Terimakasih kawan. Do'aku bersamamu.
Terimakasih kawan. Tanpamu aku bukan siapa-siapa disini,
Terimakasih kawan. Semangat mu membakar azamku
Terimakasih kawan. Cinta kalian menguatkan asaku,
Terimakasih kawan. Aku cinta kalian.

Aku cinta kalian, aku cinta kalian, aku cinta kalian, aku cinta kalian, aku cinta kalian..
Baarakallohu fiikum ya akhi fillah.. Ana uhibukum fillah. :)

Rabu, Mei 01, 2013

Kenangan untuk keluargaku

Iseng-iseng sepagi ini membunuh waktu sambil mejeng musholla kampus. Tanganku meraih satu buku yang tertata di rak buku. Ku ambil karena memang belum sempat menamatkan halaman demi halamannya. Beginilah diriku. Lebih sering mengoleksi buku dari pada membacanya. Dan akan diriku baca bila memerlukan ilmu darinya. Sembari berbaring di kamar takmir. Kubuka satu halaman yang dibatasi oleh sobekan kertas alma'surat. Eh tiba-tiba jatuh satu dua fhoto yang membuatku tersenyum. Dan fhoto inilah yang membuatku juga meneteskan air mata. Tak tahan mau mengungkapkan kata apalagi. Ku ingat betul bahwa fhoto-fhoto keluarga ini adalah fhoto yang istimewa buatku.

Sekilas, ternyata diriku lucu juga ya. Tidak kalah gantengnya dengan sang bapak. Necis betul euy. Hahaha, selfi tingkat dewa. Ya sekedar mengenang masa lalu. Rasanya juga tak salah bila harus menuliskan kenangan masa lalu di saat ini. Karena biar bagaimanapun juga mereka tetap keluarga ku. Yang cintanya tak patah arang, Yang sayangnya tak pula mampu terbilang, Yang selalu menungu kehadiranku disana.

Bapak, ibu, adik-adikku. Kuharap do'aku kepada kalian tersampaikan oleh sang pencipta. Semoga kalian disana dalam keadaan yang Allooh ridhoi ya. Diriku memang belum mampu membalas setitik kebaikan dari kalian. Namun setidaknya aku ingin menjadi anak yang sholeh buat kalian, kakak yang beriman buat adik-adik ku. Dan ku inginkan satu hal dari kalian. Yakni semoga Ridho Allooh selalu menghampiri kalian hingga kita dipertemukan di surga yang tiada pembanding nikmat di dunia ini.

Pesan temanku, Pak no tersenyumlah. Sebab orang lain akan melihat senyum antum itu menjadi satu kekuatan yang menghangatkan. Jangan serem-serem ya. Karena seremnya antum membuat mereka susah menyapa antum.

Senyumku untuk kalian.
Semoga Allooh menghadiahkan tempat yang terbaik untuk kalian sekalian hamba yang beriman.

sumber fhoto dari sini.

Kamis, April 18, 2013

Inilah Pohon Azzam Ku..



 
 Disetiap
Disetiap gelombang hidup
Disetiap deru nafas selalu hadir satu asa
Disetiap keringat terkucur keluar segumpal tekad
Disetiap langkah tersimpan azam yang tersusun rapi
Disetiap sorotan mata selalu hadir optimisme keyakinan ilahi
Disetiap sentuhan tangan terlahir inovasi dari kerangka harapan
Disetiap do'aku Engkau hadirkan kepastian yang tiada salah dimengerti
Ya Robbi, izinkan diriku selalu mengingatMu disetiap waktu yang diberi
Ya Izzati, jadikan malu sebagai kehormatan hidupku yang tertinggi
Ya Maliki, ku ingin dari Mu ketenangan yang tiada henti
Ya Rahman ya rahim, kasih dan sayang Mu kuharapkan selalu
Cita-cita bukan sekedar harapan dan bualan semata
Melainkan sudah menjadi tujuan separuh hidup
Azam tetaplah azam
Semua akan menjadi layak manakala diriku meraihnya
Mendapatkannya, menaklukkannya, menguasainya dengan satu hal
Cinta. Ya hanya dengan cinta
Semua kan punah dipandang mata
Bila cinta yang bicara
Dan Semua sempurna dinilai hati
Juga elok dipandang oleh jiwa
Ya Allooh
Ku pinta
Kepada Mu
Jadikan ku
Pemuda
Yang seperti
pohon nan rindang
Akarnya mampu mengokohkan kedudukaN
Buahnya mampu menyegarkan setiap tenggorokan siapa sajA
Daunnya mampu memayungi siapun yang berteduh dibawahnyA
~.:: Bahkan, dirinya menjadi sumber kebermanfaatan siapapun jugA ::.~
..:: Allooh, ku mohon, jadikan diriku manusia yang mudah mengerti dan dimerti ::..
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""



Fhoto dari sini