.jpg)
Iseng-iseng sepagi ini membunuh waktu sambil mejeng musholla kampus. Tanganku meraih satu buku yang tertata di rak buku. Ku ambil karena memang belum sempat menamatkan halaman demi halamannya. Beginilah diriku. Lebih sering mengoleksi buku dari pada membacanya. Dan akan diriku baca bila memerlukan ilmu darinya. Sembari berbaring di kamar takmir. Kubuka satu halaman yang dibatasi oleh sobekan kertas alma'surat. Eh tiba-tiba jatuh satu dua fhoto yang membuatku tersenyum. Dan fhoto inilah yang membuatku juga meneteskan air mata. Tak tahan mau mengungkapkan kata apalagi. Ku ingat betul bahwa fhoto-fhoto keluarga ini adalah fhoto yang istimewa buatku.
Sekilas, ternyata diriku lucu juga ya. Tidak kalah gantengnya dengan sang bapak. Necis betul euy. Hahaha, selfi tingkat dewa. Ya sekedar mengenang masa lalu. Rasanya juga tak salah bila harus menuliskan kenangan masa lalu di saat ini. Karena biar bagaimanapun juga mereka tetap keluarga ku. Yang cintanya tak patah arang, Yang sayangnya tak pula mampu terbilang, Yang selalu menungu kehadiranku disana.
Bapak, ibu, adik-adikku. Kuharap do'aku kepada kalian tersampaikan oleh sang pencipta. Semoga kalian disana dalam keadaan yang Allooh ridhoi ya. Diriku memang belum mampu membalas setitik kebaikan dari kalian. Namun setidaknya aku ingin menjadi anak yang sholeh buat kalian, kakak yang beriman buat adik-adik ku. Dan ku inginkan satu hal dari kalian. Yakni semoga Ridho Allooh selalu menghampiri kalian hingga kita dipertemukan di surga yang tiada pembanding nikmat di dunia ini.
Pesan temanku, Pak no tersenyumlah. Sebab orang lain akan melihat senyum antum itu menjadi satu kekuatan yang menghangatkan. Jangan serem-serem ya. Karena seremnya antum membuat mereka susah menyapa antum.






antum yang paling kiri kan? :)
BalasHapusIya akh.. sudah mirip dengan yang aselinya belum akh? (senyum)
BalasHapus