Assalamu'alaykum sobat. Selamat pagi. Semoga hatimu secerah hari ini. Ini barusan saja diriku menyaksikan bulir-bulir cahaya hinggap di kota jogja setelah sekian jam lamanya terguyur hujan yang menyejukkan. Mengingat-ingat sebuah kejadian diantara sejuknya waktu membuat ku tergugah untuk menuliskannya. Siapa tahu mampu menambah dinginnya harmoni cinta kehidupan kita hari ini. Cinta kerja dan harmoni.
Sepanjang perjalan hidup ini, diriku selalu bergerak maju dan mundur dengan ragu-ragu. Tak lepas apakah itu berkenaan dengan urusan pribadi atau kah urusan orang lain yang sedang kuhadapi. Banyak catatan hidupku yang cacat disana-sini. Diriku pun selalu dihantui perasaan bimbang. Lagi-lagi, semua tergambar jelas. Kalau saja diriku berani menebak dari hasil membayangkan masa depan. Seolah-olah masa depanku suram. Dan sepertinya diriku tidak berani mencoba menebak sampai kesana (sekalipun itu terjadi. Toh Allooh selalu menjadi tempat kembali yang tepat bagiku). Diriku masih kurang berani membangunkan singa yang masih terlelap di dalam diriku. Serius, ini hal yang sebenarnya membuatku mandeg untuk memperjuangkan sesuatu.
Butuh adanya kehadiran seorang teman yang mampu memintaku secara paksa untuk melakukan apa yang menjadi asaku. Diriku memang orang yang hampir tidak peduli dengan masa depan sendiri. Dan tak cukup rasanya bila diriku hanya mengandalkan cita-cita masa depan. Diriku harus bangkit dan melejit. Potensiku masih banyak yang belum terpakai. Bahkan untuk berbuat optimal saja diriku masih bermalas-malasan.
Dengan tulisan ini, diriku ingin mencoba mengubah mindset bahwa apapun yang kuusahakan tak lebih adalah untuk masa depanku sendiri. Tapi sebentar. sepertinya bukan hanya untuk diriku saja ding. Tapi untuk orang lain juga. Masak iya ngelamar anak orang pakai ijazah SMA. Gengsi dong. Yang lain pakai embel-embel sarjana, eh diriku embel-embel SMA.
Camer : Nak, kamu lulusan mana?
Diriku : E, anu pak. maaf saya cuma lulusan SMA pak. harap maklum pak.
Camer : Terus, kamu mau ngelamar anakku?
Diriku : Begitulah maksud dan tujuan saya kemari pak. harap maklum pak.
Camer : Weh, lha nanti anakku mau kamu kasih makan apa?
Diriku : Ya, kalau ndak ada nasi, ada soto miso bakso pak. Apa aja pak yang penting halal.
(heleh ngelesmu paling bisa no)
Camer : Senyam senyum. kamu saya terima.
Walah, ya ndak segampang itu kale no. Ente kudu mikir lagi. Kalau sarjana itu mudal buat ngurusin negara. Semakin kita tinggi, semakian besar kesempatan kita buat beramal. Dan semakin mudah pula menentukan karir dakwah kita. Oh begitu ya bro? hooh, hadew. ente banyak teori sih, 5 tahun setengah teori muluk. Wat, ngek ngok.
Tapi kalua dipikir-pikir wadaw, tak mau lah. Ku ingin melamar anak orang dengan ijazah S1 (minimal) D3 (itu minimalis sekali). Ya Allooh bantu aku menguatkan azamku. ho. Ini ngelamar baru urusan terkecil dalam mebina sebuah bangunan peradaban. Lha negara? waw waw, S1 kudu ditangan deh. Biar konsekuensi terhadap apa yang diemban tidak diragukan lagi sama musuh-musuh dakwah nantinya. Hus hus jauh jauh ya Allooh jauhkanlah rasa malas ini.
Oke, Kembali ke topik awal. Ya aku harus menjadi orang yang tidak egois. Kalu sekarang ku tunda, maka lulus pun akan tertunda, kerja layak pun akan tertunda, kebebasan menenteng gelar sarjana kemana-mana pun akan tertunda, membahagiakan keluarga pun akan tertunda karena nikahnya juga akan tertunda (ups said). Lha kalau semua tertunda begitu. Terus beramal lebih besar lagi juga bakal sering tertunda dong. alamak. berat.
Bolehlah semester lalu ente izin "beramal" lebih banyak dengan alasan ngelab akh. Sepekan ngelab lima kali, baru kali itu. pheww. Tapi sekarang mau izin lagi no? Wadaw cukup dua bulan yak nyelesaikan T.A mu. Terus bulan-bulan selanjutnya dirimu isi dengan nambah hafalan kek (buat modal membina keluarga sakinah besok), nambah rezeki (juga buat nabung dana nikahan atau sekolah adik-adikmu besok), nambah temen (juga buat nyari rezeki kan bisa. Pan banyak temen banyak rezeki. Apalagi urusan nikah. bakal dideketin deh jodohmu no), nambah optimalisasi kemampuan yang Allooh beri (sayang kan kalau tak kepakai itu kepala mu no).
Iya ya. Orang yang cacat dipandang mata saja masih mampu bersaing. Eh diriku malah kalah sebelum berperang. Ayo no semangat. Nanti diomeli sama yang sering ngasih taujih lho. Apalagi kalau si camer mensyaratakan
MENANTU YANG IDEAL ADALAH LULUSAN UGM
Waw, tantangan yang diluar kebiasaan. Extra ordinary. Apalagi diriku kerjaannya bareng ustad. Malu dong kalau menyia-nyiakan do'a para ustad. Setidaknya ketika bareng mereka aku lebih PD. Pas ditanya, Antum lulusan mana akhi? Aku kan gampang jawabnya. O ana mantan anak kuliahan ustad. Jadi beban moral pun sedikit terkurangi. Optimis deh Agustus ini ( ku pertegas AGUSTUS 2013) aku lulus. Dan harus melanjutkan ke luar negeri insyaa Allooh. Tapi masih di negeri Ngayogyakarto tercinta juga, cuma mampir di UII kok. Kan UGM itu kampus negeri sedangkan UII kan swasta. Nah setelah lulus dari negeri aku keluar negeri (maksudnya mlipir ke swasta). Ho
Pokoknya ini tulisan sepagi ini adalah untuk mengingatkan ku. Umur sudah seperempat abad. Kudu mikir yang lebih untuk masa depanku dan masa depan orang-orang disampingku. Pokoknya harus mikirkan mereka. No, dirimu jangan egois lagi ya. Semakin cepat dirimu berproses, maka semakin baik pula langkah kedepannya. Yakinlah no, pasti banyak jalan. Dirimu boleh melangkah ke satu pintu. Kalau sulit terbuka maka pintu-pintu lainnya akan terbuka untukmu. Selama dirimu didalam lingkaran kebaikan, Allooh akan menunjuki jalan yang benar-benar lurus tanpa sedikitpun berbelok dari apa yang dirimu cita-citakan. Oke no.
No, batin seperti ku ini hanya bisa mengeluarkan uneg-uneg. Betapa bodohnya dirimu yang sampai detik ini belum berani melangkah. Duh apakah dirimu tak kasian kepadaku. Pokoknya ya no, dirimu harus bisa membawaku melebihi dari apa yang bisa dirimu usahakan saat ini. Oke ya. Ingat no, jangan lupa lagi. Bahwa dirimu sukses itu karena selalu bergerak maju, bukan berjalan mundur. Kalau mundur, dirimu harus berusaha berlari melebihi yang lainnya. Bahkan kalau dirimu diam, sudah sangat bisa dipastikan dirimu akan jauh tertinggal kebelakang. Oke ya no.
Sudah banyak yang menantikan kontribusimu setelah lulus ini. Oke.
Semang(Art) bro..Semua kumulai dari hari ini.. Yoh Semangat..arggghh..Alloohuakbar.
Do'anya sob, lagi mau ikhtiar. Eits, beres-beres dulu. Beresin niat, bersein hati, dan ada yang jangan sampai ketinggalan. Apa itu? itu adalah beresin wajah..ho