Belakangan, rumah sakit Dr. Sardjito di kawasan komplek Fakultas Kedokteran UGM bukanlah tempat yang asing ku kunjungi. Rutinitas per tiga bulan hampir tidak bisa dielakkan. Bukan karena cek kesehatan, tapi menyengaja untuk mendatangi rumah sakit ini dalam rangka donor darah. Ya. donor darah. Just it.
Awalnya, donor darah bagiku bukanlah hal yang penting. Tapi pada kenyataannya semua akan menjadi penting manakala ada orang lain yang menganggapnya penting. Bagiku, mendonorkan darah bukanlah segala-galanya. Tapi dengan mendonorkan darah, kita bisa melakukan banyak hal. Dengan mendonorkan darah kita bisa mengokohkan ikhtiar orang lain yang sedang berjuang meneruskan hidupnya. Dengan mendonorkan darah kita juga bisa menjalin hubungan keluarga. Dengan mendonorkan darah kita juga bisa beribadah kepada sang Maha Pencipta.
Sekalipun dahulunya aku termasuk orang yang takut jarum suntik. Tetap saja mendonorkan darah itu aktivitas yang menyenangkan. Mulai dari nyentangi pertanyaan-pertanyaan diform donor, kemudian salh satu jari ditusuk jarum guna pengecekan Hb, lantas duduk di kursi donor sambil terbaring, hingga urat nadi salah satu lengan disuntik. Semuanya nggak ada yang nggak asyik. Selain karena mendonorkan darah sudah menjadi rutinitas per tiga bulanan, motivasi yang lainnya adalah karena belum ada duit yang bisa dijadikan sodaqoh. Akhirnya, ya sudahlah, yang ku punya hanya darah ku. Untuk sementara hanya ini yang bisa ku sodaqohkan. Karena Allooh ngasih darah nggak bakal berkurang sedikitpun. Makanya tak sodaqohkan. Semoga ada manfaatnya.
:)







0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan sahabat blogger berkomentar apapun si sini. Dan mari membudayakan berkomentar dengan bahasa yang dapat membangun motivasi, saling mengingatkan, dan saling menasehati. Saya tunggu komentarnya :)