Kamis, Agustus 07, 2014

Hanya Butuh Komunikasi Pengertian

Siapa yang menyangka bahwa tidak semua orang mampu memahami bahasa tulisan sebagai salah satu isyarat dalam berkomunikasi. Terlepas dari sering atau jarangnya kita berkomunikasi menggunakan bahasa tulisan saat ini. Tetap saja tulisan adalah cara berinteraksi manusia dari zaman ke zaman. Saat ini, kita sederhanakan saja penyebutan "interaksi bahasa tulisan" dengan "chatting". Dunia chatting yang jamah kita pergunakan saat ini adalah segala jenis aplikasi sosmed. Termasuk didalamnya WhatsApp, Telegram, Line, Bbm dan sejenisnya.

Kesalahan berinteraksi dimasa lalu mampu membuat jarak komunikasi yang efektif dimasa kini menjadi semakin lebar. Bahkan lebarnya itu mampu melebihi batas-batas khusnudhon. Semisal saja, dahulu saya berkelakuan buruk terhadap teman sendiri. Wal hasil saya dijauhi bahkan tidak dianggap sama sekali. Seolah sudah tidak ada maaf lagi  untuk semua kelakuan saya. Kemudian sadarnya saya dari keburukan saat ini mengharuskan tangan, hati, dan pikiran untuk kembali membangun interaksi kepada orang yang dulu pernah saya sakiti. Dan komunikasi yang dirasa efektif adalah tatap muka dan call by phone. SMS, chatting, bahkan mention2nan di dunia maya mengalami kemunduran komunikasi dari level masif hingga level su'udhon.

Sejujurnya, komunikasi menggunakan bahasa tulisan hanya membutuhkan keahlian memahami dan mengerti saja. Tidak lebih dari itu. Tidak ahli juga tidak menjadi masalah. Dan tidak harus menggunakan aturan baku EYD ataupun S.P.O.K.. Selama tulisannya mudah dimengerti maka semua akan menjadi mudah untuk dipahami. Agar chatting mudah dimengerti maka tinggalkanlah urusan yang pernah terjadi dengan si "pembuat onar" dimasa lalu. Sehingga hati dan pikiran lebih terbuka untuk memahami maksud dari kalimat si "pembuat onar" tersebut. Kalau sudah begitu, tidak akan ada lagi kejadian harus dibaca berulang-ulang dikarenakan di dalam kepala ada yang mengisyaratkan "WARNING!!!, DIA SUSAH DIMENGERTI " sampai 1000x. Atau "POKOKNYA OMONGANNYA SUSAH DIPAHAMI".

Selama itu terjadi, orang yang SUSAH DIPAHAMI tidak akan mampu menjelaskan tulisannya kepada orang yang SUSAH MEMAHAMI maksud tulisannya. Walaupun sudah dijelaskan berkali-kali, tetap akan susah diterima. Sekalipun kalimat yang di sampaikan cukuplah sederhana.

Saya harus sampaikan bahwa tulisan ini terilhami dari komunikasi dengan teman di beberapa group w.a sendiri. Disebabkan munculnya sebuah kejadian ketidaklancaran memahami kalimat tulisan di group. Yang kemudian #gagalpaham tersebut mengakibatkan munculnya penyakit baru. Yakni penyakit "Otak si kadal". Bawaannya selalu salah tangkap "mamahami maksud". Karena si kadal dalam otak manusia mampu merekam "DIA SUSAH DIPAHAMI" dalam waktu yang cukup lama. Bila perlu si kadal merekamnya dalam jangka waktu yang tak terbatas. Saat bertemu dengan orang "YANG SUSAH DIPAHAMI", otak si kadal akan tetap mengeluarkan statement "DIA SUSAH DIPAHAMI". Dan itu akan terus terjadi selama kita tak berani membiarkan urusan masa lalu terhadap teman "YANG SUSAH DIPAHAMI" berlalu begitu saja.

Jika komunikasinya terus menerus seperti itu, maka emosi dan husnudhon akan semakin susah dijaga. Terlebih lagi bila kita chatting dengan teman yang tidak membalas pesan. Kalaupun membalas, responnya lama. Mungkin suatu ketika otak si kadal akan berkata "AKU SEDANG NGOMONG SAMA PATUNG KALI YA?". W.A tak berbalas, SMS tak berbalas, Fb apalagi. Bila sudah begini interaksinya, kita hanya punya waktu untuk serius menjaga kesabaran. Ukuran zaman sekarang, menjadi orang yang mengerti dan memahami orang lain itu sangatlah sedikit. Tidak semua teman yang di ajak berkomunikasi mempunyai waktu selonggar kita. Jadi, jangan pernah cap "KAMU SOMBONG SEKALI SIH" kepada orang yang susah di ajak berkomunikasi via chatting. Karena secara tidak langsung ucapan tersebut menyayat hati temen sendiri. Wuih sakitnya bro. Sakitnya itu menghujam jleb jleb kalau sudah dikatain begitu.

Oke. Segitu dulu ya teman. Tulisan ini saya persembahkan buat yang merasa tidak lancar saat berkomunikasi dengan temannya dengan menggunakan aplikasi chatting semisal w.a, fb, line, dan sebagainya. Karena sejatinya yang perlu kita fahami adalah persaudaraan kita terhadap sesama. Itulah yang lebih utama dari segala-galanya. Hindari kalimat yang memojokkan apalagi mengucilkan orang lain di group-group yang kita miliki. Kita kudu jadi orang yang sabar. Orang sabar itu urat nadinya lemes. Nggak pakai kaku kayak batu. Darah yang mengalir pun lancar. Sehingga wajar kalau penyakit jarang menghampiri. Kecuali penyakit yang bernama kematian. Dan husnudhonnya harus di mantapkan lagi. Niatkan berteman untuk membina ukhuwah. Kalau susah diajak berkomunikasi ya tidak jadi permasalahan yang pokok. Yang terpenting kekuatan mencintai karena Allooh lebih di utamakan. Sejatinya teman adalah ia yang mampu menasehati dan memberikan nasehat tanpa diminta.

Wallohua'lam.


0 komentar:

Posting Komentar


Silahkan sahabat blogger berkomentar apapun si sini. Dan mari membudayakan berkomentar dengan bahasa yang dapat membangun motivasi, saling mengingatkan, dan saling menasehati. Saya tunggu komentarnya :)