ALAM ADVENTURE EXPERIENCE

Bagian terpenting dari sebuah perjalanan yang menggairahkan tantangan alam.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Hikayat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikayat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Mei 02, 2015

Senyum setengah spion



Senyum setengah spion, apa itu? Itu senyumnya seorang bapak yang tadi saya jumpai di pinggiran Jalan Magelang, Yogyakarta. Beliau tersenyum namun agak kurang sedikit polesan. Senyum yang menurut saya cukup membunuh karakter "saat itu". Tahukah kamu maksud dari gambar diatas? nah, itu gambar yang membuat senyum saya agak miring disaat-saat saya ngobrol dengan beliau. How come? Nah, begini ceritanya ;

Saat ini si grandis (nama motor grand saya) sedang saya perbaiki secara fisik beserta surat menyuratnya. Nah, saya sebenarnya tipikal manusia klasik. Manusia yang tidak begitu menyukai modifikasi motor maupun elektronik milik sendiri. Khusus motor, saya tidak begitu menyukai motor yang hanya menggunakan spion kanan atau kiri saja, atau ada spionnya namun hanya berguna sebagai hiasan demi menghindari razia kepolisian. By the way, dudukan1 spion si grandis yang sebelah kiri sudah dol (lobok, atau longgar karena sudah porosi) sehingga spion sebelah kiri sudah tidak bisa lagi di pasang dengan benar. Cara satu-satunya yang terpikir oleh saya adalah mencari bengkel yang menyediakan mesin bubut. Alhamdulillah, tadi sore saya sudah mengunjungi bengkel yang direkomendasikan.

Namun, agak disayangkan memang ketika senyum yang menjadi simbol keramahan jogja "tampak"nya agak hilang dari wajah si bapak. Bukan berarti beliau tidak tersenyum di setiap menanggapi pertanyaan mengenai drat2 spion saya. Akan tetapi, saat beliau menjelaskan permasalahan yang saya hadapi, beliau tersenyum disambi3 dengan mengeluarkan perkataan yang agak "meninggi". Mungkin dengan ilmu yang beliau miliki, saya manusia bodoh yang tidak mengerti apa-apa. Karena sayatidak mengerti dengan dunia kepakaran beliau, sehingga saya bertanya untuk menyakinkan apa yang seharusnya saya lakukan setelah gagal memasangkan spion kiri si grandis. Wal hasil wajah ini agak tertekuk karena tanggapan beliau yang tidak begitu -mungkin- senang akan pertanyaan saya.

Walaupun pertemuan singkat tadi agaknya menengangkan, alhamdulillaah Allooh memberikan kesempatan bagi saya yang telah berhasil menyunggingkan senyum terakhir di depan beliau sesaat sebelum melajukan si grandis menuju boarding house. Semoga kedepan, saya mudah tersenyum dalam kondisi yang sangat sulit sekalipun. Karena wajah yang dihiasi dengan senyuman -apalagi senyum ikhlas tanpa dibuat-buat- selalu menghadirkan ketentraman dan kenyamanan. Mungkin bukan hanya saya, tentunya kalian juga bisa seperti itu guys. Betapa senangnya hidup ini bila kita tahu nikmatnya memprioritaskan amal sedekah -tersenyum- tanpa meninggalkan keberkahannya. :)

Ilmu bukan untuk disombongkan, sehingga mejadi wajar jika manusia yang berbudi adalah mereka yang memiliki ilmu yang di amalkan lewat hati. Bukan disampaikan lewat nada tinggi.

Trisno


1 = Tempat terpasangnya spion di motor.
2 = Mengikat atau mengencangkan dua benda yang umumnya terbuat dari besi atau sejenisnya.
3 = Dua aktivitas yang dilakukan secara bersamaan dalam satu kondisi.

Kamis, Maret 20, 2014

Cerita cinta


Di sebuah pulau, di dalamnya ada berbagai jenis perasaan dan sifat. Ada Kebahagiaan, Kesedihan, Pengetahuan, Kesuksesan, dan bahkan ada Cinta. Suatu hari, pulau itu tenggelam. Semua perasaan menaiki kapal dan berlayar. Tapi hanya Cinta dan Pengetahuan yang tetap bersama pulau itu sampai akhir. 

Disaat akhir, mereka mengarungi samudera hingga kapal mereka melabuh ketepian. Cinta memohon kepada Sukses saat dia akan berlayar. Tapi Sukses menolak Cinta untuk menaiki kapalnya. Dia bilang: "Kapalku penuh dengan harta, tak ada tempat". Lalu Cinta pergi pada Keegoisan. "Tolonglah, aku mohon padamu!" Keegoisan menjawab: "Saya tidak mau!" Lalu Cinta mendatangi Kesedihan, tapi dia tidak dihiraukan, karena Kesedihan ingin menyendiri. Kebahagiaan juga berlayar, tapi tak memperhatikan Cinta, karena asyik dengan dirinya sendiri. Tiba-tiba, ada suara yang lantang: "Cinta, ikutlah denganku.." Cinta sangat senang, sampai dia lupa menanyakan nama orang yang menolongnya. Sesaat di darat, Cinta bertanya pada Pengetahuan: "Siapa yang membawa kita ke sini?" Pengetahuan menjawab: Waktu. Karena waktu membantu kita memahami betapa agungnya cinta.

Aku,
Memahami mu butuh waktu
Dan Allooh
Terus memberikan CintaNya
Kepada kita
Berjalan bersama waktu
Untuk saling mengerti satu sama lain


Inspirasi : LS

Sabtu, April 20, 2013

Jama'ah kurang kerjaan

Sebenarnya apasih maunya orang seperti dia itu?
Disekolahkan sudah. S3 sampai keluar negeri juga sudah dituruti.
Minta menikah, sudah dinikahkan.
Minta di carikan rumah. Sudah dicarikan.
Coba tad, kurang apa jama'ah ngurusi dirinya? Tapi kok begituya orangnya. Pengenne piye tho?. Disuruh ngaji aja ndak mau berangkat. Dikeluarkan orangnya ndak mau. Tapi kejama'ahannya kurang. Ki piye tho tad? 


Ini celotehan? Iya, celotehan ini ku dengar sendiri dari seorang da'i yang kebetulan sedang berbicara dengan da'i lainnya di dalam avanza yang ku sopiri beberapa waktu lalu. Memang ini sih topik pembicaraan yang seharusnya tidak perlu aku tuliskan di halam ini (out side). Namun ada kalanya kita harus memaksa menarik hikmah dari setiap kejadian yang pernah hadir di kehidupan kita.

Coba pikirkan gan! Seorang aktivis dakwah yang kesehariannya selalu disibukkan dengan aktivitas pokok dan sunnah, secara tiba-tiba berhenti dari hiruk pikuknya aktivitas itu. Rasanya tidak akan bosan ataupun jenuh   meninggalkan sekian aktifitas dalam satu sampai tiga hari lamanya. Tapi kalau rutinitas aktivitas dakwah yang kita geluti selama ini ditinggal begitu saja lebih dari satu pekan bisa membuat "gape" amal yang semakin besar. Pasalnya, selama kita meninggalkan rutinitas amal dakwah, kita pasti akan rentan diserang penyakit. Tepatnya penyakit hati. Percaya deh gan. Mulai dari malas ataupun berat untuk memulai rutinitas dakwah kembali. Atau malah keasyikan dengan rutinitas baru yang menggairahkan sehingga rutinitas lama dianggap penggangu saja. 

Bisa dibayangkan bosannya hidup seperti apa bila hanya memiliki satu pola keseharian yang sama.Itu-itu juga. Makan, berangkat kerja, istirahat, tidur malam, terus bangun pagi dan makan lagi, berangkat kerja dan istirahat, kemudian tidur malam lagi. Berulang-ulang begitu setiap hari. Hidup seperti itu apa nggak bosan ya? Tidak dinamis dan tidak pula elastis. Selevel kader dakwah yang nganggur tanpa amanah saja pasti terlena dengan urusannya sendiri. Apalagi yang belum pernah menjadi kader dakwah. Pasti terlenanya melebihi kader dakwah pada umumnya. 

Laiknya azam seorang Khalid Bin Khalid si Pemegang Arena jihad. Ia berazam semoga Allooh berkenan mematikannya di medan pertempuran. Namun apa yang terjadi. Semakin sering beliau bergerak dan memberikan ciri dinamisasi dakwah dalam medan pertempuran. Maka Allooh pun semakin menambah usia beliau. Sampai pada akhirnya beliau meninggal di atas dipan. Apakah ketika ajal tiba sang Khalid menyesal karena meninggalnya bukan di medan pertempuran melainkan di atas dipan? O tidak sob. Justru beliau bahagia. Bahagia dengan pergerakan yang beliau lakukan sepanjang hidupnya yang telah memberikan ciri tersendiri. Ciri yang mengakar kuat dalam kepribadiannya sebagai seorang muslim. Bahkan sebenarnya beliau bosan mengapa masih hidup setelah semua peperangan itu usai. Namun bosannya beliau selalu ditumpah-ruahkan dalam takbir kemenangan. Sehingga beliau tidak bosan-bosannya mencari kesyahidan dalam setiap pertempuran. Dan beliau terkenal sebagai orang yang paling bergairah mencari kesyahidan dalam medan laga.

Begitu dinamisnya dakwah ini. Sampai-sampai para da'inya pun tidak pernah bosan menjadi sosok pembaharu dalam setiap langkah dakwahnya. Dan kalau masih ada kader dakwah yang tidak mau ngaji. Ini berarti ada penyakit kronis yang perlu di obati. Biar bagaimanapun juga, penyakit tetaplah penyakit. Sumbernya selalu berasal dari diri dan lingkungannya. Amal pribadinya bolehlah bertambah. Namun amal jama'ah kudu dijaga dan ditingkatkan. Lha kalau membangun negeri Indonesia yang madani pakai caranya sendiri-sendiri ya capek no. Coba kalau didirikan secara jama'ah. Capeknya ndak terasa. Malah ukhuwahnya semakin terjaga. Lha penak tho mas? :)

Coba tad, kurang apa jama'ah ngurusi dirinya?

Jumat, Februari 13, 2009

Tiga penyesalan


Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh sahabat...

Semoga hati antum antuna masih bersemayamkan Alloh sebagai ghoyah (tujuan) hidup kita dan rosul-Nya sebagai tauladan...

Nikmat sehat, nikmat islam, dan nikmat iman adalah tiga rangkaian nikmat terbesar yang Alloh berikan kepada setiap kita dengan tujuan agar kita senantiasa menghamba kepadaNYa dengan maksimal juga optimal. sepakat sahabat???

Sahabat. Sedikit ana ingin bercerita tentang kisah tiga amal yang disesalkan. Tiga amalan yang disesalkan ini bukanalah amal keburukan, melainkan amal kebaikan.

Biiznillah, bismillahirrohmanirrohim

Pada masa Rosululloh saw masih hidup. Beliau suatu ketika didatangi oleh seorang umahat (ibu-ibu) yang suaminya sedang menghadapi sakaratul maut. Umahat tersebut menghadap rosululloh sambil membawa berita yang mengagetkan rosululloh. Apa perihal berita yang mengagetkan rosul kala itu. Ternyata berita yang disampaikan yaitu keadaan suamianya yang sedang menghada[pi sakaratul maut namun tidak mau menyebutkan kalimat tauhid seperti yang dituntunkan (talqin) oleh sahabat yang menemaninya.

Umahat tersebut mengatakan bahwa sang suami menyebut-nyebut tiga perkara. Perkara yang rosululloh dengar ialah pertama suaminya menyebut-nyebut kalau saja masih jauh. Perihal yang kedua sang suami menyebut kalau seandainya saja semuanya. Dan perihal ketiga terakhir sang suami menyebut-nyebut kalau seandainya masih baru.

Saat itu dengan bantuan malaikat Zibril, Rosululloh mencoba menerangkan apa yang malaikat zibril sampaikan kepadanya. Hal pertama yang antum (ibu) tadi bermakna bahwa semasa hidupnya, suamimu pernah menjumpai seorang yang tua kagi jompo. Kemudian orang tua tadi tidak berjalan dan ia menggendong bapak yang jompo tadi untuk diantarkan sampai tujuan. Namun sayang, tujuan bapak tua tadi terlalu dekat. Sehingga timbul rasa penyesalan dihati suamimu. Seandainya masih jauh, pasti aku akan bisa menuai amal yang baik jauh lebih banyak lagi. Perihal kedua bermakna bahwa suatu ketika suamimu pernah memberikan sekerat roti kepada orang yang meminta-minta. orang yang meminta minta tadi sangat tersiksa kondisinya karena bebreapa hari tidak makan. Namuan sayang, suamimu memberikan rotinya hanya sebagian bukan semuanya. Sehingga ia merasa menyesal mengapa mengamalkan kebaikan hanya setengah-setengah. Dan perihal terakhir maknanya ialah suatu ketika pula suamimu pernah memberikan jas hujan ataupun mantel kepada bapak-bapak tua. Ketika itu, mantel yang ia berikan bukanlah mantel baru namun mantel yang sudah lusuh lagi kumal dan disana-sini ada beberapa jahitannya. Nah, perihal ketiga ini ia sesalkan karena suamimu berbuat kebaikan tidak dengan hal yang terbaik yang ia punya.

Sahabat, kehidupan memang begitu. Ini baru sedikit kisah dizaman Rosul masih hidup. Banyak hal yang harus diprioritaskan. Namun, dalam beramal prioritaskanlah untuk bisa saling itsar (mendahulukan orang lain) dalam konteks mu'amalah ijtima'i (amal-amal dalam bermasyarakat) bukan saling mendahului kepentingan pribadi diatas orang lain.

Sahabat, bisakah kita seperti orang yang ilustrasikan diatas tadi. Semoga taufik Alloh yang menuntun kita kejalan yang benar lagi adil. Perkara mana yang Alloh tidak mampu memecahkannnya? Insya Alloh tidak ada yang tidak terpecahkan, karena Alloh adalah Al Hakim (adil) lagi bijaksana. Dan Insya Alloh dalam kehidupan ini bila orientasi kita adalah hidup dunia untuk akhirat. Memikirkan diri sediri itu baik, namun alangkah lebih baiknya lagi bila kita bisa memikirkan orang lain pula.

Sahabat, tafaddol antum ambil ibrohnya masing-masing ya.
semoga bermanfaat dunia untuk akhirat...

biarlah dunia itu kita genggam ditangan, namun akhirat kita patri di dalam hati...


*****

Sleman-Yogyakarta
16 Februari 2009
Internet hasil Jam 06:23

Minggu, Februari 08, 2009

Rosulullooh sang teladan


Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh

Subhanalloh sahabat
Saya sedikit ingin berbagi
Semoga dapat bermanfaat dikemudian hari
Ana sedikit ingin bercerita
Tentang akhlak Rosul yang mulia

Sebelumnya baca kalimat tasmiyah ya...Bismillahirrohmanirrohim
Biiznillah...Semoga Alloh senantiasa memberkahi kita selalu

Sepeninggal Rosululloh Saw. Suatu ketika Abu Bakar As-sidqi bertanya kepada anaknya, siti Aisyah. Wahai anakku, coba engkau katakan kepada ayahanda mu ini. Amalan apa yang belum aku lakukan seperti halnya Rosululloh lakukan selama Hidupnya dulu.? jawab Aisyah>> wahai ayahanda, ketahuailah oleh engkau bahwa setiap pagi Rosululloh selalu memberi makan seorang buta diujung jalan sana. Ia adalah bapak buta yang Rosululloh bawakan makanan setiap hari. Ia seorang yahudi ayahanda. Baiklah, besok pagi aku akan mencoba apa yang pernah Rosul amalkan selama hidupnya dulu..

Akhirnya tibalah pagi itu. Pagi dimana Abu Bakar As-sidqi mencoba meniru akhlak Rosululloh dengan diawalinya membuat makanan untuk si bapak buta yang dimaksud anaknya. Setelah semua dipersiapkan, kemudian ia menemui bapak tua buta tersebut sambil membawa makanannya. kemudian Abu Bakar duduk disebelah bapak buta tadi lalu mengucapkan salam. selamat pagi pak? Kemudian bapak yang dimaksud menyahut sapaan tadi dengan ucapan pagi kembali akakku. Abu bakar kemudian memberikan makanan tadi kepada bapak tua itu. Sambil berkata pak ini makannya dan kemudian ia mau beranjak pergi. Tapi kemudian sang bapak buta tadi langsung mengucapkan kata-kata yang membuat Abu Bakar menangis, menangis karena bapak tersebut mengatakan. Sepertinya anda bukan orang yang biasanya memberikan saya makanan. Biasanya orang yang memberikan makanan kesaya selalu menyuapi saya . Abu bakar manangis mengingat hal apa yang dilakukan Rosululloh ketika ia menyuapi sang bapak yang sudah buta. Ia membayangkan bagaimana seorang Rosul Alloh bisa memperlakukan orang yang tidak seakidah dengannya sampai seperti ini. Mendengar Abu bakar, menangis terisak-isak, sang bapak yang buta pun bertanya. Anakku, mengapa anda menangis? Abu bakar kemudian menjawab>> Apakah bapak tahu siapa orang yang setiap hari datang menemui bapak kemudian membawakan bapak makanan dan menyuapi bapak? Sang bapak hanya diam dan menggeleng-gelengkan kepala tanda tidak tahu. Kemudian dengan santun Abu Bakar berkata kembali. Orang yang selama ini memperlakukan bapak dengan baik ialah ia Muhammad Rosululloh saw. ialah ia yang selama ini bapak musuhi, ialah ia yang selama ini bapak hujat. Setelah mendengar Abu Bakar berkata demikian, kini giliran bapak itu yang menangis tersedu-sedu. ia tidak tahu siapa orang yang selama ini membawakan dan menyuapinya makan. ia hanya mengetahui bahwa Muhammad itu musuhnya, Muhammad itu lawannya. ia hanya tahu itu, tidak lebih dan tidak kurang hanya itu.

Disela tangisnya ia bertanya kepada Abu bakar. Anakku, kemana sekarang Muhammad orang di muliakan itu. Abu Bakar sambil terisak menjawab.>> Kini ia sudah tiada. Sudah meninggalkan kita untuk sementara. Dan sedang menunggu disyurgaNya. Maka tatkala mendengarkan penuturan abu bakar. tangis sang bapak yang buta itupun semakin bertambah deras. dan ia menyatakan masuk islam di depan Abu Bakar As-sidqi...

Ibrohnya...
subhanalloh sahabatku, akhlak islami yang Rosululloh contohkan kepada para sahabatnya dahulu sangatlah mulia. lebih mulia dari dunia dan seisinya. pertanyaannya. adalah?? mampukah kita berbuat demikian dalam keadaan lapang maupun sempit, dalam keadaan ikhwas dan itsar, dalam keadaan susah maupun senang?

Semoga kita kaum yang pandai bersyukur. Dan menjadikan Rosululloh sebagai standar tertinggi untuk ditauladani. Siapa orangnya yang tidak kenal Rosul? sudah dipastikan semua muslim kenal. Tapi apakah sudah dapat dipastikan tingkah laku kita sama dengan Rosululloh? belum dapat dipastikan bukan? nah, mari sahabatku. mulai saat ini mari kita jadikan Rosululloh sebagai idola ataupun tokoh favarit antum. Jangan pernah ragu lagi mengisi biodata dikolom tokoh idola dengan mencantumkan nama Muhammad Saw. mari kita tunjukkan identitas kemusliman kita. jangan pernah malu dengan keislaman kita.

Semoga bermanfaat didunia untuk akhirat...
bila memberi, berilah yang banyak.
bila natum menerima, maka sedikitlah menerima

wassalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh :)

8 Februari 2009
SIC (Student Internet Center)
Kampus Biru UGM
Sleman-Yogyakarta