Minggu, Februari 08, 2009

Rosulullooh sang teladan


Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh

Subhanalloh sahabat
Saya sedikit ingin berbagi
Semoga dapat bermanfaat dikemudian hari
Ana sedikit ingin bercerita
Tentang akhlak Rosul yang mulia

Sebelumnya baca kalimat tasmiyah ya...Bismillahirrohmanirrohim
Biiznillah...Semoga Alloh senantiasa memberkahi kita selalu

Sepeninggal Rosululloh Saw. Suatu ketika Abu Bakar As-sidqi bertanya kepada anaknya, siti Aisyah. Wahai anakku, coba engkau katakan kepada ayahanda mu ini. Amalan apa yang belum aku lakukan seperti halnya Rosululloh lakukan selama Hidupnya dulu.? jawab Aisyah>> wahai ayahanda, ketahuailah oleh engkau bahwa setiap pagi Rosululloh selalu memberi makan seorang buta diujung jalan sana. Ia adalah bapak buta yang Rosululloh bawakan makanan setiap hari. Ia seorang yahudi ayahanda. Baiklah, besok pagi aku akan mencoba apa yang pernah Rosul amalkan selama hidupnya dulu..

Akhirnya tibalah pagi itu. Pagi dimana Abu Bakar As-sidqi mencoba meniru akhlak Rosululloh dengan diawalinya membuat makanan untuk si bapak buta yang dimaksud anaknya. Setelah semua dipersiapkan, kemudian ia menemui bapak tua buta tersebut sambil membawa makanannya. kemudian Abu Bakar duduk disebelah bapak buta tadi lalu mengucapkan salam. selamat pagi pak? Kemudian bapak yang dimaksud menyahut sapaan tadi dengan ucapan pagi kembali akakku. Abu bakar kemudian memberikan makanan tadi kepada bapak tua itu. Sambil berkata pak ini makannya dan kemudian ia mau beranjak pergi. Tapi kemudian sang bapak buta tadi langsung mengucapkan kata-kata yang membuat Abu Bakar menangis, menangis karena bapak tersebut mengatakan. Sepertinya anda bukan orang yang biasanya memberikan saya makanan. Biasanya orang yang memberikan makanan kesaya selalu menyuapi saya . Abu bakar manangis mengingat hal apa yang dilakukan Rosululloh ketika ia menyuapi sang bapak yang sudah buta. Ia membayangkan bagaimana seorang Rosul Alloh bisa memperlakukan orang yang tidak seakidah dengannya sampai seperti ini. Mendengar Abu bakar, menangis terisak-isak, sang bapak yang buta pun bertanya. Anakku, mengapa anda menangis? Abu bakar kemudian menjawab>> Apakah bapak tahu siapa orang yang setiap hari datang menemui bapak kemudian membawakan bapak makanan dan menyuapi bapak? Sang bapak hanya diam dan menggeleng-gelengkan kepala tanda tidak tahu. Kemudian dengan santun Abu Bakar berkata kembali. Orang yang selama ini memperlakukan bapak dengan baik ialah ia Muhammad Rosululloh saw. ialah ia yang selama ini bapak musuhi, ialah ia yang selama ini bapak hujat. Setelah mendengar Abu Bakar berkata demikian, kini giliran bapak itu yang menangis tersedu-sedu. ia tidak tahu siapa orang yang selama ini membawakan dan menyuapinya makan. ia hanya mengetahui bahwa Muhammad itu musuhnya, Muhammad itu lawannya. ia hanya tahu itu, tidak lebih dan tidak kurang hanya itu.

Disela tangisnya ia bertanya kepada Abu bakar. Anakku, kemana sekarang Muhammad orang di muliakan itu. Abu Bakar sambil terisak menjawab.>> Kini ia sudah tiada. Sudah meninggalkan kita untuk sementara. Dan sedang menunggu disyurgaNya. Maka tatkala mendengarkan penuturan abu bakar. tangis sang bapak yang buta itupun semakin bertambah deras. dan ia menyatakan masuk islam di depan Abu Bakar As-sidqi...

Ibrohnya...
subhanalloh sahabatku, akhlak islami yang Rosululloh contohkan kepada para sahabatnya dahulu sangatlah mulia. lebih mulia dari dunia dan seisinya. pertanyaannya. adalah?? mampukah kita berbuat demikian dalam keadaan lapang maupun sempit, dalam keadaan ikhwas dan itsar, dalam keadaan susah maupun senang?

Semoga kita kaum yang pandai bersyukur. Dan menjadikan Rosululloh sebagai standar tertinggi untuk ditauladani. Siapa orangnya yang tidak kenal Rosul? sudah dipastikan semua muslim kenal. Tapi apakah sudah dapat dipastikan tingkah laku kita sama dengan Rosululloh? belum dapat dipastikan bukan? nah, mari sahabatku. mulai saat ini mari kita jadikan Rosululloh sebagai idola ataupun tokoh favarit antum. Jangan pernah ragu lagi mengisi biodata dikolom tokoh idola dengan mencantumkan nama Muhammad Saw. mari kita tunjukkan identitas kemusliman kita. jangan pernah malu dengan keislaman kita.

Semoga bermanfaat didunia untuk akhirat...
bila memberi, berilah yang banyak.
bila natum menerima, maka sedikitlah menerima

wassalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh :)

8 Februari 2009
SIC (Student Internet Center)
Kampus Biru UGM
Sleman-Yogyakarta

0 komentar:

Posting Komentar


Silahkan sahabat blogger berkomentar apapun si sini. Dan mari membudayakan berkomentar dengan bahasa yang dapat membangun motivasi, saling mengingatkan, dan saling menasehati. Saya tunggu komentarnya :)