
Jauh dipelosok desa sana. Hidup seorang manusia yang sangat mulia. Mulianya melibihi do'a-do'a yang ia panjatkan setiap harinya. Mulianya melebihi besarnya kekuasaan yang pernah manusia sandang sepanjang hidupnya. Mulianya tak mampu dihargai dengan bongkahan berlian dunia. Mulianya karena keridhoan dan keikhlasannya menerima hidup sederhana. Apa adanya. Dan tidak banyak mengeluh fana. Ia tak pernah berhenti dan berharap kepada Allooh subhanahuwwata 'ala perihal kehidupan anak-anaknya. Baginya. Pundak rentanya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan semangat yang mengalir deras dari lubuk hatinya yang paling dalam. Terpaan hidup dimasa lalunya menjadikan hatinya begitu kuat. Kokoh lagi liat karakternya. Ia tak mudah menyerahkan dirinya untuk keuntungan-keuntungan dunia. Ia lebih ridho hidup menderita sementara daripada selamanya kelak. Ia sosok yang istimewa dimataku. Tak ada tandingan tak ada pula bandingannya. Sungguh pantas ia mendapatkan syurga dan limpahan pahala dari anak-anaknya.
Ia tak pernah mengeluh akan getirnya hidup. Ia tak pula merasa senang dengan kenikmatan dunia yang sementara. Ia justru lebih senang bila ditinggal oleh dunia. Namun ia tidak ingin ditinggalkan oleh anak-anaknya. sehingga didikan tangan dan hatinya adalah cinta. Cinta yang belum tentu mampu ku beli darinya. Tapi ia tidak pernah mempermasalahkannya. Yang ia tahu. Anaknya kelak menjadi anak yang sholih lagi menyolihkan. Cita-cita yang mulia bukan sahabat.
Kami tidak dibesarkan dengan harta. Tak pula dibesarkan dengan tahta. Namun kami dibesarkan oleh seorang wanita yang cintanya tiada berbatas, bepangkal, apalagi berujung. Dantak hingganya cinta yang ia berikan tak mampu kami hitung dengan sederet angka matematika. Tak pula mampu kami wejawantahkan dangan ilmu-ilmu sosial. Lagi-lagi. Cinta wanita mulia dipojok desa ini adalah cinta yang membesarkan kami dengan keikhlasan, kesabaran, dan keteguhan jiwa.
Kami yakin. Tujuannya membesarkan kami tak lain dan tak bukan ialah agar kelak kami mampu mendo'kan dirinya, berbakti padanya, meringankan bebannya didunia. Selepas itu kesenangan akhirat akan segera datang untuk mempersatukan kami.
Ya robbi. Izinkan hamba berbakti dengan keikhlasan hati hamba.
Izinkan hamba menjadi manusia sekaliagus anak yang sholih seperti cita mereka kepada kami.
Ya ghoffar. izinkan hamba memohonkan ampunanMu untuk dirinya.
Ya malik. Ciptakanlah kepadanya sepetak syurgaMu kelak. Karena ia telah memberikan kami syurga bernama cinta.
Ya khalik. Ciptakanlah kedamaian didalam diri keluarga kami. Karena Engkaulah Maha pembolak-balik hati kami. Lalu teguhkanlah kami dalam jalan keridhoanMu.
Sayap kupu-kupu untuk bundaku sayang..
Sumber thumbnail : http://distilleryimage0.s3.amazonaws.com/






0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan sahabat blogger berkomentar apapun si sini. Dan mari membudayakan berkomentar dengan bahasa yang dapat membangun motivasi, saling mengingatkan, dan saling menasehati. Saya tunggu komentarnya :)