Senin, Desember 10, 2012

Inikah pengertian itu?

P.E.N.G.E.R.T.I.A.N

Satu kata berjuta hikmahnya.
Ya ya ya. Sekarang aku mulai memahami artinya. Tapi masih kurasakan langkah yang kuayunkan masih tertatih-tatih. Mau dibolak balik seperti apapun bahasanya, tetap saja artinya sama. Sama-sama memahami. Sama-sama peduli. Sama-sama belajar menjadi manusia yang penyabar.

Menurutku. Pengertian banyak artinya. Banyak pula padanan katanya. Dan hampir kesemuanya itu mengarah ke pola interaksi. 


"Dalam konteks pengertian. Usakahanlah diri kita yang mengerti akan orang lain. Jangan sekali-kali meminta orang lain untuk mengerti akan diri kita. Karena kapasitas orang lain dengan diri kita tidaklah sama"

Semakin sering kita memahami kepribadian orang lain. Maka secara tidak langsung kita akan membangun kerangka berpikir tentang kemajemukan dalam hal apapun. Logika berpikir kita pun mengaraha tentang bagaimana seharusnya menjadi orang yang sipa mengerti dengan lingkungan.


Sahabat blogger. Adakah dirimu saat ini berstatus mahasiswa/i atau bahkan mungkin pernah menjadi mahasiswa?. Nah. apakah dirimu selama menjadi manusia juga mejadi seorang kontraktor? Maksud saya menjadi seorang mahasiswa yang tinggal di kontrakan atau barangkali kos-kosan?. Kalau dirimu menjawab iya. Berarti paham betul aktivitas sehari-hari tho? Maksudku aktivitas keseharian yang pergi pagi pulangnya petang. Pagi berangkat kuliah,siang di kampus, sore jalan dulu kemana gitu sampai sampai petang. Terus petang-petang sampai kosan bawaannya istirahat dan tidur. Lha ini dia. Pengertian  yang ku maksud ya seperti ini. Pengertian sosial.


Sahabat blogger mungkin sudah memahami apa itu defenisi faham. Dan seharusnya. Seiring dengan berjalannya kita memahami arti pengertian. Berarti kita juga harus faham bagaimana cara "menyapa lingkungan tempat tinggal kita". 


Selaku manusia yang memposisikan label mahasiswa sebagai lahan tengah melayani masyarakat. Hendaknya kontribusi kita juga sampai ke mereka (baca : masyarakat). Sebab kita yang mahasiswa  ini bakal hidup seperti mereka juga kok. Iya nggak? 


Ho ho. masyarakat tidak butuh dimengerti. Cukup kita beri "secangkir kopi". Bagi mereka itu sudah lebih banyak memberi hati. Maksudnya begini sahabat. Selaku kita manusia. Kita adalah bagian dari aset masyarakat. Ada dan tidak adanya kita. Masyarakat tetaplah sekumpulan manusia yang saling mengerti akan kepentingan hidupnya. Yang tak lepas dari rasa saling "pengertian".

Jadi sahabat. Mari  jadi manusia yang mengerti. Kepekaan sosial harus dimiliki. Tangan harus banyak memberi. Hati senantiasa terbuka jangan biarkan ia mati. Wajah selalu tampil berseri. Penampilan dijaga agar tetap wangi. Agar masyarakat mengerti. Dan mengatakan minimalnya ;

"O ini tho cermin mahasiswa yang berbudi pekerti "
Dan kita terima perkataan itu sambil beranjak menunaikan amal-amal bajik selanjutnya.

Sepakat sahabat?


Sumber Fhoto : anneahira.com

0 komentar:

Posting Komentar


Silahkan sahabat blogger berkomentar apapun si sini. Dan mari membudayakan berkomentar dengan bahasa yang dapat membangun motivasi, saling mengingatkan, dan saling menasehati. Saya tunggu komentarnya :)