Sabtu, Mei 02, 2015

Karyaku, ngonthel pit with you



Belakangan, sudah banyak beredar design undangan (invitation letter) pernikahan yang cukup unik. Mulai dari design animasinya hingga bentuk dari kertas undangan tersebut. Bener-bener karya yang begitu memanjakan mata. Inilah salah satu karya yang dinamakan kreativitas tanpa batas. Tidak melulu harus berkonsep serius, elegan, casual, dan terkesan borjuis (mewah). Terlebih jika kesan pertama si penerima undangan lebih menitik beratkan pada tampilan undangan "yang selalu mirip seperti itu" (Semisal, ada dua undangan pernikahan yang berbeda namun memiliki satu halaman yang sama. Yakni kalender. Bener begitu?. Padahal belum tentu halaman tersebut dipakai sebagai acuan hidup jangka pendek maupun jangka panjang. 

Bagi seorang pemula (laiknya saya), men-design apapun (termasuk undangan pernikahan) masih termasuk dalam kategori sulit dan lama. Sulit dikarenakan perlu menajamkan imaginasi di campur membangun bayangan abtrak dalam sekejab kemudian mengambar rangka yang ada di otak saya tersebut kedalam worksheet Corel Draw dalam waktu yang cukup lama. Membentuk bayangan dalam kepada dalam kondisi meraba-raba dan merasa-rasa. Terlebih saya harus memulainya dari nol dikarenakan tidak mempunyai template serupa yang seperti ada di benak saya. Selain sulit, lamanya waktu pembuatan adalah faktor yang tak kalah serunya. Kita harus siap ikhlas mengilangkan separuh waktu dalam sehari untuk membangun imajinasi yang kira-kira hanya di gunakan -jika sudah tercetak- dalam hitungan menit. Apasih fungsinya undangan nikah?, kalau bukan hanya sekedar dilihat kapan dan dimana acara akan dilangsungkan. betul kan ? Setelah itu, undangan entah akan hilang kemana. :), 

Mungkin bagi seorang designer,  menata ulang imajinasi, menajamkan konsep, bermain dengan kreativitas dan menojolkan seni. Adalah  "dewa" yang mampu memperbesar harapan menjadi karya yang ayata. Sebab menuangkan ide bayangan dikepala menjadi cetakan sebuah karya adalah hasil akhir yang harus di dapatkan bagi seorang designer. Sampai-sampai jika memoles designnya hingga memperhatikan objek yang paling kecil dan remeh-temeh. 

Nah, beberapa waktu lalu saya membuat selembar undangan pernikahan khusus untuk teman saya. Bagi designer yang expert di bidang ini, mungkin saja karya sayai ini perlu direvisi (poles sana, poles sini lagi).  Namun bagi saya pribadi, ini adalah karya pertama terbaik yang pernah saya miliki. Sekelas pemula seperti saya, memang harus lebih sering bermain dengan perpaduan warna. Harus lebih pandai menggoyangkan pointer mouse dalam membentuk pola. Memfokuskan imajinasi menjadi hasil jadi dari sebuah seni. Kira-kira, hasilnya begini ;





Bagi saya, designer yang mampu menghargai hasil karyanya sendiri adalah contoh manusia yang patut diberi apresiasi. Mengapa? O ya jelas. Karena disini ada perbedaan yang cukup besar antara orang yang mencoba mengubah hidupnya dengan memaksimalkan potensi yang Allooh berikan kepadanya dengan orang yang sama sekali tidak melakukan perubahan dalam hidupnya. Bayangkan saja, betapa sulitnya membangun konsep, rangka, dan pola dalam bentuk bayangan di kepala seorang designer. Setelah seperti itupun, designer harus mampu mengejawantahkan apa saja yang ada dikepalanya dalam bentuk karya yang bisa dinikmati sendiri dan orang lain. Belum lagi beragam penilaian harus diterima. Bagaimana, Susah ya? ya memang susah.

Sekalipun dalam pembuatan undangan ini ada beberapa ide yang saya jiplak.Ya, Saya hanya menjiplak idenya saja namun bukan karyanya. Saya jiplak kemudian kembangkan lantas saya poles sesuai dengan apa yang saya pikirkan. Laiknya kehidupan bukan? Kita poles hidup ini dengan kebajikan, kita punya suri tauladannya. Kita teruskan apa yang menjadi titahnya. Lantas kita menjadi manusia yang begitu berharga dan berguna. :)

Designer itu penghasil karya, bukan Maha Karya (Pencipta). Lihat fenomena yang ada, kemudian kembangkan menjadi sebuah karya yang mampu menghargai hidupmu. Tidak masalah jika kamu harus menghilangkan separuh waktumu. Yang pada akhirnya itu adalah proses dari bagian bagaimana caranya kamu menjadi manusia berharga sedunia. Karena Allooh suka itu. :)

Allooh tidak akan merubah suatu kaum, jika kaum itu tidak merubah dirinya sendiri

Trisno

0 komentar:

Posting Komentar


Silahkan sahabat blogger berkomentar apapun si sini. Dan mari membudayakan berkomentar dengan bahasa yang dapat membangun motivasi, saling mengingatkan, dan saling menasehati. Saya tunggu komentarnya :)