
Sesi 1 : Ta'arufan ala(KADER)nya
Kebetulan ustad dan ustadzah mendampingi prosesi ta'aruf si ikhwah ini.
Calon Kanda : Assalamu'alaykum mbak. Apakah antum siap ku ta'arufi?
Calon Dinda : Wa'alaykumussalam. Apakah antum trisno pak?
Calon Kanda : O berarti bener. Iya mbak. Itu nama ku. Ini kita mulai dari mana ya. O dari pertanyaan antum aja deh ya.
Sekian lama ngobrol kesana kemari. Tiba-tiba si Calon Dinda bertanya begini :
Calon Dinda : 'afwan pak, apakah antum beneran mau menikah sama ammah kalau tidak berhasil dengan ta'aruf ini?
Calon Kanda : Ya kalau tidak ada kader dakwah lainnya siap kunikahi. Aku akan menikahi ammah.
Calon Dinda : Eh serius pak?
Calon Kanda : Insyaa Allooh.
Calon Dinda : Kalau boleh tahu. Orangnya siapa pak?
Calon Kanda : Ya ammah mbak.
Calon Dinda : Iya, saya tahu. Ammahnya itu siapa pak?
Calon Kanda : Ammah qamuh. Mauh?
Calon Dinda : Ngek (tersenyum)
***
Sesi 2 : Pindah ke rumah baru
Dinda : Kanda, semua ruangan sedikit sempit ya?
Kanda : Masak sih? Ndak tuh dek. Mana yang sempit sih?
Dinda : Ih kanda ndak percaya.
Kanda : Bukannya kanda tidak percaya sayang. Hanya saja, disini kan ada ruangan yang luas banget sayang.
Dinda : Eh, serius kanda?
Kanda : Walloohi.
Dinda : Dimana ruangannya kanda?
Kanda : Itu diruang hatimu.
Dinda : Ih kanda genit ah..(pipinya merah karena tersipu malu)
***
Sesi 3 : Lagi istirahat siang.
Kanda : Yang, kanda punya tebak-tebakan.Mau ndak menjawabnya?
Dinda : Boleh-boleh. Memangnya tebakannya apa kanda?
Kanda : Coba tebak, tinta apa yang paling tahan lama, paling lengket, dan paling spesial?
Dinda : Wah. emang ada ya tinta seperti itu?
Kanda : Ada dong sayang.
Dinda : Aneh. Itu tinta apaan ya kanda? Dinda nyerah deh.
Kanda : Serius?
Dinda : Iya kanda. Dinda Menyerah.
Kanda : Tinta yang paling tahan lama, paling lengket, dan paling spesial itu adalah TINTAKU KEPADAMU.
Dinda : Eh, (lagi-lagi tersenyum)
***
Sesi 4 : Pas malem mau berangkat tugas
Dinda : Sayang, kalau pulang kerumah jangan larut malam ya?
Kanda : E, sepertinya ndak bisa yang. Soalnya giliranku jaga ustad sampai dini hari.
Dinda : Terus, dinda ditinggal sendirian gini? Kanda egois.
Kanda : Pliss dinda. boleh ya dinda. Tapi jangan kaget yang. Sepertinya akan terus berulang begini.
Dinda : O begitu, ndak usah pulang aja sekalian (sambil geram dengan suara agak meninggi).
Kanda : Sayang, tugasku kan sebagai penjaga. Jadi harus siap kapanpun aku dipanggil.Dinda : Memangnya jagain apasih sampai pulang dini hari begitu?
Kanda : Yang paling utama adalah menjaga ustad. Dan yang pokok adalah menjaga mahluk cantik didepanku ini.
Dinda : Alah gombal
Kanda : Tapi cius deh. Dirimu itu kalau bawel kelihatan cantik. CAkep menawaN dan anTIK.
Dinda : Weleh-weleh, mulai deh kumat gombalnya.
Kanda : Eh, ndak percaya. Dinda itu ibarat barang mewah dihatiku. Cantik dan Antik dan hanya 1 didunia.
Dinda : Iiiihh, apaan sih (lagi-lagi nyubit sambil tersenyum)
***
Sesi 5 : Dihalaman rumahDinda : Kanda, ini kenapa mawarnya pada layu ya? Padahal dinda siram tiap hari.
Kanda : O itu. Wajar dong mereka layu.
Dinda : Lho kok bisa yang?
Kanda : Jelas aja bisa, merekan malu sama dinda.
Dinda : Lho kok?
Kanda : Kan disini bunga yang paling cantik itu hanya dinda.
Dinda : Uhuk (Keselek sambil nyiram air ke kanda)
***
Sesi 6 : Perjalanan pulang kerjaKanda : Assalamu'alaykum dinda ku sayang.
Dinda : Wa'alaykumussalam. Ada apa kanda hatiku?
Kanda : Dinda sayang, kanda 15 menit lagi sampai rumah ya.
Dinda : Alhamdulillah, hati-hati ya kanda. Dinda selalu menanti kedatangan kanda.
Kanda : Oke deh. O ya, dinda kok manis banget pakai baju merah itu.
Dinda : Apa ? Dinda kan lagi pake baju biru kesukaan kanda.
Kanda : Tuh kan bener, Cinta itu buta dinda
Dinda : Ngek ngok.
***
Sesi 7 : Di meja belajarDinda : Sayang, ini lampunya kok remang-remang begini ya?
Kanda : Lho bukannya ada yang lebih terang dan bercahaya ya sayang?
Dinda : Lampu yang mana kanda?
Kanda : Itu wajah dinda terang banget. Sampai terangnya menembus kedalam hatiku.
Dinda : Tersenyum (lempar buku)
Sumber fhoto dari sini






0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan sahabat blogger berkomentar apapun si sini. Dan mari membudayakan berkomentar dengan bahasa yang dapat membangun motivasi, saling mengingatkan, dan saling menasehati. Saya tunggu komentarnya :)