Jumat, April 19, 2013

Kader GombalZz

Kali ini, tulisan diriku berisi tentang sekumpulan kalimat gombal khusus untuk kader dakwah yang sudah menikah. Bagi yang belum nikah. Cobalah share ini ke sesama temen ngaji segender. Insyaa Allooh akan semakin mantep ngajinya sob.

Sesi 1 : Ta'arufan ala(KADER)nya
Kebetulan ustad dan ustadzah mendampingi prosesi ta'aruf si ikhwah ini.
Calon Kanda :  Assalamu'alaykum mbak. Apakah antum siap ku ta'arufi?
Calon Dinda  : Wa'alaykumussalam. Apakah antum trisno pak?
Calon Kanda : O berarti bener. Iya mbak. Itu nama ku. Ini kita mulai dari mana ya. O dari pertanyaan antum aja deh ya.
Sekian lama ngobrol kesana kemari. Tiba-tiba si Calon Dinda bertanya begini :
Calon Dinda : 'afwan pak, apakah antum beneran mau menikah sama ammah kalau tidak berhasil dengan ta'aruf ini?
Calon Kanda : Ya kalau tidak ada kader dakwah lainnya siap kunikahi. Aku akan menikahi ammah.
Calon Dinda  : Eh serius pak?
Calon Kanda : Insyaa Allooh.
Calon Dinda  : Kalau boleh tahu. Orangnya siapa pak?
Calon Kanda : Ya ammah mbak.
Calon Dinda  : Iya, saya tahu. Ammahnya itu siapa pak?
Calon Kanda : Ammah qamuh. Mauh?
Calon Dinda  : Ngek (tersenyum)
***

Sesi 2 : Pindah ke rumah baru

Dinda  : Kanda, semua ruangan sedikit sempit ya?
Kanda : Masak sih? Ndak tuh dek. Mana yang sempit sih?
Dinda  : Ih kanda ndak percaya.
Kanda : Bukannya kanda tidak percaya sayang. Hanya saja, disini kan ada ruangan yang luas banget sayang.
Dinda  : Eh, serius kanda?
Kanda : Walloohi.
Dinda  : Dimana ruangannya kanda?
Kanda : Itu diruang hatimu.
Dinda  : Ih kanda genit ah..(pipinya merah karena tersipu malu)

***
Sesi 3 : Lagi istirahat siang.

Kanda : Yang, kanda punya tebak-tebakan.Mau ndak menjawabnya?
Dinda  : Boleh-boleh. Memangnya tebakannya apa kanda?
Kanda : Coba tebak, tinta apa yang paling tahan lama, paling lengket, dan paling spesial?
Dinda  : Wah. emang ada ya tinta seperti itu?
Kanda : Ada dong sayang.
Dinda  : Aneh. Itu tinta apaan ya kanda? Dinda nyerah deh.
Kanda : Serius?
Dinda  : Iya kanda. Dinda Menyerah.
Kanda : Tinta yang paling tahan lama, paling lengket, dan paling spesial itu adalah TINTAKU KEPADAMU.
Dinda  : Eh, (lagi-lagi tersenyum)

***
Sesi 4 : Pas malem mau berangkat tugas

Dinda  : Sayang, kalau pulang kerumah jangan larut malam ya?
Kanda : E, sepertinya ndak bisa yang. Soalnya giliranku jaga ustad sampai dini hari.
Dinda  : Terus, dinda ditinggal sendirian gini? Kanda egois.
Kanda : Pliss dinda. boleh ya dinda. Tapi jangan kaget yang. Sepertinya akan terus berulang begini.
Dinda  : O begitu, ndak usah pulang aja sekalian (sambil geram dengan suara agak meninggi).
Kanda : Sayang, tugasku kan sebagai penjaga. Jadi harus siap kapanpun aku dipanggil.
Dinda  : Memangnya jagain apasih sampai pulang dini hari begitu?
Kanda : Yang paling utama adalah menjaga ustad. Dan yang pokok adalah menjaga mahluk cantik didepanku ini.
Dinda  : Alah gombal
Kanda : Tapi cius deh. Dirimu itu kalau bawel kelihatan cantik. CAkep menawaN dan anTIK.
Dinda  : Weleh-weleh, mulai deh kumat gombalnya.
Kanda : Eh, ndak percaya. Dinda itu ibarat barang mewah dihatiku. Cantik dan Antik dan hanya 1 didunia.
Dinda  : Iiiihh, apaan sih (lagi-lagi nyubit sambil tersenyum)

***
Sesi 5 : Dihalaman rumah

Dinda  : Kanda, ini kenapa mawarnya pada layu ya? Padahal dinda siram tiap hari.
Kanda : O itu. Wajar dong mereka layu.
Dinda  : Lho kok bisa yang?
Kanda : Jelas aja bisa, merekan malu sama dinda.
Dinda  : Lho kok?
Kanda : Kan disini bunga yang paling cantik itu hanya dinda.
Dinda  : Uhuk (Keselek sambil nyiram air ke kanda)

***
Sesi 6 : Perjalanan pulang kerja

Kanda : Assalamu'alaykum dinda ku sayang.
Dinda  : Wa'alaykumussalam. Ada apa kanda hatiku?
Kanda : Dinda sayang, kanda 15 menit lagi sampai rumah ya.
Dinda  : Alhamdulillah, hati-hati ya kanda. Dinda selalu menanti kedatangan kanda.
Kanda : Oke deh. O ya, dinda kok manis banget pakai baju merah itu.
Dinda  : Apa ? Dinda kan lagi pake baju biru kesukaan kanda.
Kanda : Tuh kan bener, Cinta itu buta dinda
Dinda  : Ngek ngok.

***
Sesi 7 : Di meja belajar

Dinda  : Sayang, ini lampunya kok remang-remang begini ya?
Kanda : Lho bukannya ada yang lebih terang dan bercahaya ya sayang?
Dinda  : Lampu yang mana kanda?
Kanda : Itu wajah dinda terang banget. Sampai terangnya menembus kedalam hatiku.
Dinda  : Tersenyum (lempar buku)


Sumber fhoto dari sini

0 komentar:

Posting Komentar


Silahkan sahabat blogger berkomentar apapun si sini. Dan mari membudayakan berkomentar dengan bahasa yang dapat membangun motivasi, saling mengingatkan, dan saling menasehati. Saya tunggu komentarnya :)