ALAM ADVENTURE EXPERIENCE

Bagian terpenting dari sebuah perjalanan yang menggairahkan tantangan alam.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, Agustus 08, 2014

Darahku, harapanku


Belakangan, rumah sakit Dr. Sardjito di kawasan komplek Fakultas Kedokteran UGM bukanlah tempat yang asing ku kunjungi. Rutinitas per tiga bulan hampir tidak bisa dielakkan. Bukan karena cek kesehatan, tapi menyengaja untuk mendatangi rumah sakit ini dalam rangka donor darah. Ya. donor darah. Just it.

Awalnya, donor darah bagiku bukanlah hal yang penting. Tapi pada kenyataannya semua akan menjadi penting manakala ada orang lain yang menganggapnya penting. Bagiku, mendonorkan darah bukanlah segala-galanya. Tapi dengan mendonorkan darah, kita bisa melakukan banyak hal. Dengan mendonorkan darah kita bisa mengokohkan ikhtiar orang lain yang sedang berjuang meneruskan hidupnya. Dengan mendonorkan darah kita juga bisa menjalin hubungan keluarga. Dengan mendonorkan darah kita juga bisa beribadah kepada sang Maha Pencipta.

Sekalipun dahulunya aku termasuk orang yang takut jarum suntik. Tetap saja mendonorkan darah itu aktivitas yang menyenangkan. Mulai dari nyentangi pertanyaan-pertanyaan diform donor, kemudian salh satu jari ditusuk jarum guna pengecekan Hb, lantas duduk di kursi donor sambil terbaring, hingga urat nadi salah satu lengan disuntik. Semuanya nggak ada yang nggak asyik. Selain karena mendonorkan darah sudah menjadi rutinitas per tiga bulanan, motivasi yang lainnya adalah karena belum ada duit yang bisa dijadikan sodaqoh. Akhirnya,  ya sudahlah, yang ku punya hanya darah ku. Untuk sementara hanya ini yang bisa ku sodaqohkan. Karena Allooh ngasih darah nggak bakal berkurang sedikitpun. Makanya tak sodaqohkan. Semoga ada manfaatnya.

:)


Kamis, Agustus 07, 2014

Hanya Butuh Komunikasi Pengertian

Siapa yang menyangka bahwa tidak semua orang mampu memahami bahasa tulisan sebagai salah satu isyarat dalam berkomunikasi. Terlepas dari sering atau jarangnya kita berkomunikasi menggunakan bahasa tulisan saat ini. Tetap saja tulisan adalah cara berinteraksi manusia dari zaman ke zaman. Saat ini, kita sederhanakan saja penyebutan "interaksi bahasa tulisan" dengan "chatting". Dunia chatting yang jamah kita pergunakan saat ini adalah segala jenis aplikasi sosmed. Termasuk didalamnya WhatsApp, Telegram, Line, Bbm dan sejenisnya.

Kesalahan berinteraksi dimasa lalu mampu membuat jarak komunikasi yang efektif dimasa kini menjadi semakin lebar. Bahkan lebarnya itu mampu melebihi batas-batas khusnudhon. Semisal saja, dahulu saya berkelakuan buruk terhadap teman sendiri. Wal hasil saya dijauhi bahkan tidak dianggap sama sekali. Seolah sudah tidak ada maaf lagi  untuk semua kelakuan saya. Kemudian sadarnya saya dari keburukan saat ini mengharuskan tangan, hati, dan pikiran untuk kembali membangun interaksi kepada orang yang dulu pernah saya sakiti. Dan komunikasi yang dirasa efektif adalah tatap muka dan call by phone. SMS, chatting, bahkan mention2nan di dunia maya mengalami kemunduran komunikasi dari level masif hingga level su'udhon.

Sejujurnya, komunikasi menggunakan bahasa tulisan hanya membutuhkan keahlian memahami dan mengerti saja. Tidak lebih dari itu. Tidak ahli juga tidak menjadi masalah. Dan tidak harus menggunakan aturan baku EYD ataupun S.P.O.K.. Selama tulisannya mudah dimengerti maka semua akan menjadi mudah untuk dipahami. Agar chatting mudah dimengerti maka tinggalkanlah urusan yang pernah terjadi dengan si "pembuat onar" dimasa lalu. Sehingga hati dan pikiran lebih terbuka untuk memahami maksud dari kalimat si "pembuat onar" tersebut. Kalau sudah begitu, tidak akan ada lagi kejadian harus dibaca berulang-ulang dikarenakan di dalam kepala ada yang mengisyaratkan "WARNING!!!, DIA SUSAH DIMENGERTI " sampai 1000x. Atau "POKOKNYA OMONGANNYA SUSAH DIPAHAMI".

Selama itu terjadi, orang yang SUSAH DIPAHAMI tidak akan mampu menjelaskan tulisannya kepada orang yang SUSAH MEMAHAMI maksud tulisannya. Walaupun sudah dijelaskan berkali-kali, tetap akan susah diterima. Sekalipun kalimat yang di sampaikan cukuplah sederhana.

Saya harus sampaikan bahwa tulisan ini terilhami dari komunikasi dengan teman di beberapa group w.a sendiri. Disebabkan munculnya sebuah kejadian ketidaklancaran memahami kalimat tulisan di group. Yang kemudian #gagalpaham tersebut mengakibatkan munculnya penyakit baru. Yakni penyakit "Otak si kadal". Bawaannya selalu salah tangkap "mamahami maksud". Karena si kadal dalam otak manusia mampu merekam "DIA SUSAH DIPAHAMI" dalam waktu yang cukup lama. Bila perlu si kadal merekamnya dalam jangka waktu yang tak terbatas. Saat bertemu dengan orang "YANG SUSAH DIPAHAMI", otak si kadal akan tetap mengeluarkan statement "DIA SUSAH DIPAHAMI". Dan itu akan terus terjadi selama kita tak berani membiarkan urusan masa lalu terhadap teman "YANG SUSAH DIPAHAMI" berlalu begitu saja.

Jika komunikasinya terus menerus seperti itu, maka emosi dan husnudhon akan semakin susah dijaga. Terlebih lagi bila kita chatting dengan teman yang tidak membalas pesan. Kalaupun membalas, responnya lama. Mungkin suatu ketika otak si kadal akan berkata "AKU SEDANG NGOMONG SAMA PATUNG KALI YA?". W.A tak berbalas, SMS tak berbalas, Fb apalagi. Bila sudah begini interaksinya, kita hanya punya waktu untuk serius menjaga kesabaran. Ukuran zaman sekarang, menjadi orang yang mengerti dan memahami orang lain itu sangatlah sedikit. Tidak semua teman yang di ajak berkomunikasi mempunyai waktu selonggar kita. Jadi, jangan pernah cap "KAMU SOMBONG SEKALI SIH" kepada orang yang susah di ajak berkomunikasi via chatting. Karena secara tidak langsung ucapan tersebut menyayat hati temen sendiri. Wuih sakitnya bro. Sakitnya itu menghujam jleb jleb kalau sudah dikatain begitu.

Oke. Segitu dulu ya teman. Tulisan ini saya persembahkan buat yang merasa tidak lancar saat berkomunikasi dengan temannya dengan menggunakan aplikasi chatting semisal w.a, fb, line, dan sebagainya. Karena sejatinya yang perlu kita fahami adalah persaudaraan kita terhadap sesama. Itulah yang lebih utama dari segala-galanya. Hindari kalimat yang memojokkan apalagi mengucilkan orang lain di group-group yang kita miliki. Kita kudu jadi orang yang sabar. Orang sabar itu urat nadinya lemes. Nggak pakai kaku kayak batu. Darah yang mengalir pun lancar. Sehingga wajar kalau penyakit jarang menghampiri. Kecuali penyakit yang bernama kematian. Dan husnudhonnya harus di mantapkan lagi. Niatkan berteman untuk membina ukhuwah. Kalau susah diajak berkomunikasi ya tidak jadi permasalahan yang pokok. Yang terpenting kekuatan mencintai karena Allooh lebih di utamakan. Sejatinya teman adalah ia yang mampu menasehati dan memberikan nasehat tanpa diminta.

Wallohua'lam.


Kamis, April 10, 2014

Cerita pemilu

9 April tidak berlalu begitu saja. Berlalunya hari itu diwarnai dengan fenomena yang hampir serupa diberbagai daerah dibangsa ini. Yang kita saksikan juga tidak jauh berbeda. Ketegangan, keheroikan, ketidakpastian, keterkejutan, keanehan, keluguan, kelucuan, dan kebahagian pun telah menjadi selimut dinginnya hawa malam tadi. Seolah tak mau berhenti menatap runtext quick count dari berbagai versi yang dihidangkan secara gratis di layar kaca. Saya terus mengutak-atik chanel untuk mencari pembanding Quick Count.

Tidak mau ketinggalan dari hiruk pikuknya quick count. Deringan android malam tadi pun tidak kalah serunya. Andro saya membuat suara yang lumayan bising diruang front office DPW PKS Yogyakarta. Setidaknya membuat bising pemiliknya. Pasalnya, What'sApp (aplikasi W.A) yang terinstall di andro terus berkicau. Mengalahkan aplikasi twitter yang kemarin siang saya update ke versi anyar. Mengicaukan data quick count dan Black Campaign partai rival diberbagai tempat wilayah D.I.Y.

Wal hasil dari diskusi tadi malam. Quick count yang terpampang ditelevisi dapat dijadikan patokan skala nasional. Walaupun begitu, saya masih berpatokan dengan persentase suara yang dikumpulkan tim tabulasi PKS. Saya merasa data tabulasi se Indonesia yang dikumpulkan ke DPP adalah info yang valid. Sekalipun saya tidak menyepakati pernyataan bahwa quick count yang tertera di runtext televisi. Saya tetap mengapresiasi perolehan quick count dari lembaga survey ini yang menempatkan relawan di tiga ribu dua ratus titik pemilihan. Disebabkan data yang mereka ambil juga dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Memang quick count jadi perbincangan yang cukup menarik. Dan ada yang lebih menarik untuk diketahui member group. Saya kira perkara ini pun sudah menjadi jamak di saat pemilu begini. Sudah wajar bagi sekalangan orang yang haus kekuasaan karena hal seperti ini sudah menjadi rahasia umum. Pembiacaran kita yakni pembelian suara. Beberapa temen group menuturkan beberapa kisah yang miris saat mengetahui money politik terjadi didepan atau bahkan di desa mereka. Salah seorang teman mengatakan bahwa daerahnya selama ini diopeni kader PKS. Aleg PKS berikhtiar terus untuk mewujudkan permintaan warga desanya. Selama ini program desa digoalkan oleh aleg PKS. Tapi saat pemilihan 9 April kemarin, TPSnya dikalahkan oleh partai lain yang sempat mengedarkan sejumlah uang menjelang pemilihan. Teman yang lain juga bercerita hal yang serupa. Daerahnya terkena serangan fajar. Namun TPS nya masih diungguli partai lainnya disebabkan masih adanya kharisma keluarga partai unggul tersebut dan juga kadernya memegang peranan penting di ranah pertanian desa. yang lain pun bercerita. Kali ini ibu sang temen adalah PNS. Sang ibu sudah akan memilih PKS saat pemilu nanti. Ia azamkan PKS adalah pilihannya dari jauh-jauh hari. Tapi apa daya seorang PNS. Ia ditekan dibawah ancaman akan dimutasi kalau tidak milih partai tertentu. Akan Miris dan tragis. Menang telak tanpa keberkahan sama sekali. Tamak. Inilah mengapa PKS memakai Agama sebagai benteng utama. Karena addinunnashihah. Agama itu nasehat. Agama yang membawa jalan selamat. Sejauh yang aku tahu. Semua agama tidak memperbolehkan bentuk kecurangan. Tapi ya sudahlah. Semua itu tidak menjadi persoalan yang utama. Sepanjang hidup kami hanya ingin menjadi pelayan masyarakat yang terbaik. Tentunya tidak melayani dengan kecurangan dan ketamakan kekuasaan. Melainkan dengan cinta, kerja, dan harmoni. Mumpung tagline ini akan ada selama lima tahun kedepan. Apapun Yang Terjadi, Kami Tetap kan Melayani #AYTKTM. 

Aku tak peduli dengan hasil quick count. Aku tak peduli dengan cibiran para penguasa yang menghalalkan segala cara. Aku tak peduli dengan orang yang mencurangi anak negeri ini dengan lembaran-lembaran penyesatan. Aku tahu partai ini selamanya akan disayat dengan kebencian dan kezhaliman. Biarlah Allooh yang menghadirkan keadilannya ditengah-tengah kami dan kita semua.

Saatnya tersenyum menyambut hari ini dan esok dengan kebaikan :)

Ya Robbi,
Ridhoilah para pemimpin dinegeri ini
Ridhoilah para pemimpin yang amanah dengan bebannya
Ridhoilah para pemimpin kami dengan keberkahan dari-Mu
Ridhoilah para pemimpin kami dengan segala kekuarangannya

Ya Robbi,
Berikan kami petunju Mu untuk melalui jalan yang lurus, selalu
Berikan kami kekuatan untuk menegakkan kebajikan
Berikan kami keikhlasan hati yang luasnya melebihi hati para syuhada
Berikan kami kesempatan berbuat baik dimanapun dan kapanpun
Berikan kami waktu untuk melayani masyarakat tanpa berhenti

Ya Allooh, 
Berikan kami cinta seluas samudera
Izinkan kami bekerja seikhlas para sahabat rosul melayani
Izinkan kami memadukan keduanya dengan harmoni yang menggelora

Bersemangatlah.

Kamis, April 03, 2014

Ustad Ndeso

Belakangan banyak orang terkenal dengan berbagai jenis talentanya. Tidak hanya calon artis saja yang terkenal dengan berbagai keahliannya. Bahkan televisi telah menyihir penontonnya dengan menampilkan beragam jenis kehebohannya. Mulai dari dunia hiburan sampai dunia beritanya. Tak heran bila kebanyakan public figure menjadi begitu terkenal hanya dengan sorotan media. Apakah nantinya omongan, kelakuan, dan kepribadian sang public figure pantas atau tidak pantas ditiru. Itu semua dipikir nanti, belakangan. Yang penting rating program televisinya naik. Dan karyawan televisinya bisa makan. Apalagi program gosip. Maaf ya, ini satu pekerjaan yang tidak pantas ditiru sama sekali.

Bagi saya pribadi. Manusia di dunia ini yang tidak begitu terkenal namun mempunyai jasa yang tak terhingga serta jauh dari sorotan kamera media adalah manusia yang nantinya akan dikenali terlebih dahulu oleh sang Maha Penciptanya. Kenapa? Karena amal sholehnya jauh dari sorotan media semasa hidup di dunia. Sehingga hitungan riya' baginya sangatlah minin. Itulah konsekwensi menjadi orang yang rendah hati. Tak niat mendapat pamrih. Tak mudah menerima pujian. Tak nyaman meninggalkan kebajikan.

Teringat ustadku dulu. Saking begitu sahajanya ia. Ia sosok yang menenangkan. Setiap omongannya bagiku adalah raja ilmu yang mengesankan. Pribadinya yang sederhana tidak lantas menjadikan kami para muridnya menjadi kurang ajar terhadapnya. Justru karena kehidupan beliau yang demikian, kami mampu belajar dengan hati yang nyaman. Sekalipun bila waktu mengaji tiba, rotan tidak lepas dari genggaman jemari kokohnya. 

Waktu dulu, saya adalah anak kecil yang benar-benar ndeso. Tidak mudah bergaul dengan teman sebaya. Tidak gampang menegur sapa dengan para orangtua. Dan tidak pula ringan mengayunkan senyuman dengan tetangga. Keahlian saya yang terkenal saat itu adalah menangis. Dan satu RT juga tahu bila cengeng adalah hobi saya. Masa kecil adalah dunia yang samar-samar untuk kembali ku ingat. Terakhir yang saya ingat saat saya pertama sekali memasuki masjid untuk menunaikan ibadah sholat jum'at. Saya hanya mengikuti teman yang bernama ibrahim kala itu. Ikut saja masuk ke masjid. ambil duduk di shof paling belakang. Apakah waktu itu saya mengenal adab sholat? Wah, jangankan adab sholat. berwudlu saja saya belum bisa. Dan sudah bisa dipastikan bila saya belum wudlu. namun dikarenakan ini adalah ritual sehbahyang (zaman dulu sholat dikenal dengan sebutan demikian) pertama yang saya lakukan. saya berusaha anteng. Tapi saya tidak bisa anteng, sebab terbawa suasa teman yang ngobrol. beberapa kali ngobrol, beberapa kali pula harus mendapat teguran dari orang dewasa saat itu. Disela-sela obrolan, saya buang angin tanpoa disengaja. Dan saat itu saya disuruh keluar untuk mengambil wudlu lagi. Awalnya saya tidak mau. tapi karena paksaan. M

Berangkat dari kepolosan itu. Saya beranikan diri sepekan sekali sholat jum'at. Dan dipekan berikutnya saya mulai belajar tahu bahwa mandi merupakan hal yang dilakukan sebelum berangkat jum'atan. Waktu itu wudlu masih ngasal. ya namanya juga anak kecil, jangankan wudlu. Buang ingus saja masih belum bisa. Jadi ya berangkat jum'atanseadanya. Niat pun tidak pernah. Yang penting jalan.

Dikarenakan masjid desa adalah tempat interaksi kedua saya setelah sekolahan. Saya juga ingin belajar ngaji seperti teman lainnya. ternyata ngaji iqro' itu enak. yang nggak enak itu satu. Kalau Salah satu huruf. berdiri dipojokan papan tulis masjid agak lama sambil memperhatikan yang lainnya mengeja huruf hijaiyah. itu kalau sang ustad sedang tidak membawa rotan. kalau bawa rotan ya tanggung sendiri akibatnya. telapak tangan ini akan siap menerima pecutannya. Peraturan salah ini tidak hanya berlaku saat mengaji iqro' saja. melainkan juga saat sholat ketahuan maninan. Saat simulasi sholat dengan bacaan yang dikeraskan juga berlaku. Tapi dengan cara yang seperti itulah saya bisa menikmati qur'an sampai sejauh ini. Sampai detik ini. Sosok beliau belum bisa saya lupakan. Terutama sikap santun beliau.

Dulu, jangankan jalan yang sudah beraspal seperti saat ini. Listrikpun belum ada. Dan dikarenakan jadwal ngaji iqro' yang sering berubah-ubah. Kami harus mengantisipasi bila ngajinya ba'da magrib. Mengantisipasi dengan membuat obor bambu. Saya dan ibrahim sekelaurga memang rumahnya jauh dari masjid desa. Dan dengan sengaja membuat obor bambu tersebut. Waktu itu sumbunya pakai serabut kelapa yang sudah diolesi damar serta minyak lampu yang sudah diisikan didalam bambu. Gara-gara jadwal sering berubah itulah kami harus menyesuaikan dengan program dari ustad. Dan ada satu kisah yang tidak sya lupakan saat bersama beliau. Yakni belajar muadzin di agenda kultum ahad pagi. Saya tidak pernah menyangka, sabtu malam saya ditunjuk sang ustad untuk menjadi muadzin di masjid. Dasar anak yang sok pinter. Ya saya iyakan saja. Padahal aseli saya tidak tahu bagaimana cara adzan. Dan memang tidak hafal lafadznya sampai akhir. Paling banter ya sampai Alloohuakbar diawal saja. Setelah itu babar blas nggak tahu sama sekali. Tapi, kejadian ini akhirnya harus saya syukuri. Berkat mental yang sudah tertata dari pengalaman menjadi muadzin ngasal. Dikemudian hari saya pernah memenangkan lomba adzan dengan menyabet peringkat tiga diperlombaan tingkat RT. Terimakasih ustadku.

Ini satu lainnya kisah diwaktu yang berbeda pula. Saat itu saya sudah besar. Sudah selevel SMA. Suatu pagi ketika akan menuju sekolah. Saya berpapasan dengan sosok yang tidak asing lagi. Itulah sosok yang belakangan saya rindukan. karena memang beliau sudah lama pindah dari kota duri menuju kota Bangkinang. Dan saat itu Ia masih tetap seperti yang dulu. Ia masih suka melemparkan senyuman, ia pun masih suka menjabat tangan. lalu ia jabat tanga saya sambil tersenyum sembari membungkukkan dadanya. Ia berlaku demikian bukan karena udzur lantas susah untuk meneggakkan badannya. Melainkan karena ilmu beliau sudah mencapai maqom (kedudukan) yang bijaksana. Ia rendahkan pandangannya, ia sapa saya dengan nama yang lengkap. Subahanallooh. kejadian bertahun-tahun lamanya ini susah untuk saya lupakan. Aneh memang bila ada seorang ustad menundukkan pandangannya serta membungkukkan badannya dihadapan murid yang belum tentu mendo'akannya setiap saat. Dan ini sangat jarang saya jumpai. Yang saya tahu, saat ini banyak guru ingin disajeni. Dan hanya satu dua orang saja yang pandai mendoa'akan muridnya dalam diam.

terimakasih guru ngajiku, Ustad Maklum Abu Yahya (Semoga Allooh meridhoi mu beserta keluarga tercinta)

Rabu, April 02, 2014

Menjabat Senyummu..

Femonena inilah yang sering terjadi bila bertemu dengan karib kerabat. Kita selaku muslim tentu menyambut pertemuan itu dengan senyuman yang sudah nankring diwajah tanpa harus dibuat seatraktif mungkin. Sembari lempar senyum, biasanya dilakoni sambil berjabat tangan. Agendanya pun tidak berhenti sampai disitu. Biasanya bertambah menjadi saling peluk dan cipika-cipiki. Sepengetahuan saya, tradisi seperti ini belum luntur dimakan rayap. Sekalipun zaman sudah berganti. Bukan berarti tradisi seperti ini mati. Justru kebiasaan ini semakin merayap dan menjalar ibarat denyut nadi yang selalu mendebarkan hati siapapun yang merasakannya. Bagi yang belum gabung ngaji di partai yang satu ini. Pelukan sesama cowok atau sesama cewek PKS itu dianggap aneh. Apalagi jabat tangan khasnya yang #MantaPKS ditambah lagi dengan cipika cipikinya. #LengkaPKS sudah :)

Inilah kebiasaan baik yang pantas dipelihara sampai berpuluh-puluh generasi dikemudian hari. Karena berjabat tangan adalah sunnah nabi yang rancak untuk ditiru. Penuh kehangatan, penuh persahabatan. Pun Rosul mengabarkan satu ungkapan yang menarik bila disimak. Berikut penuturan kanjeng nabi ;

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلَّا غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا 


Dari Barâ' bin 'Aazib Radhiyallahu anhu , ia berkata, "Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: tidaklah dua orang Muslim bersua kemudian mereka bedua saling berjabat tangan kecuali diampuni (dosa) keduanya sebelum mereka berpisah." {HR Abu Daud (no.5212) dan Tirmizi (no.2727) ia berkata: "Hadits Hasan" dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah (no. 525). }


Nikmat bukan bila ini dijadikan sebuah sikap yang mampu mengakrabi suasana? Berita gembira bagi siapapun yang menikmati jabat tangan dengan keihklasan. Sambil menjabat, sekalian saja sambil melempar senyum. Double pahala, full berkahnya. Sebab ;

(تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ صَدَقَةٌ (رواه الترمذى

“Senyum manismu dihadapan saudaramu adalah shadaqah” (HR. Tirmidzi)


Ini ucapan sang maestro peradaban. Ia sang panutan yang diberi gelar Al-Amin (orang yang dipercaya) yang ucapannya tidak hanya dipercaya oleh sahabatnya saja. Sekaliber musuh yang menginginkan kematiannya pun membenarkan ucapan beliau. Sehingga pantas bagi kita untuk mencoba menguntai seutas senyuman dan menjabat tangan dengan kemesraan tanpa ada paksaan.

Sayangnya, beberapa kali saya mengalami hal yang kurang #MantaPKS. Sehingga saya harus menegaskan kepada siapapun yang menjabat tangan saya tanpa memfokuskan wajahnya tersenyum dihadapan saya dengan satu kalimat :

Mas, tatap wajah saya! Semoga Allooh merahmati mu dengan keindahan wajahmu saat ini :)

Biasanya, siapa saja yang menjabat tangan saya tanpa melihat wajah yang ganteng ini. Maka saya dengan sengaja menahan tangannya sejenak. Dan sudah bisa dipastikan tangannya tertahan dan terasa tertarik. Kemudian ia akan menoleh kehadapan saya. Dan saya akan memaksakan "teguran" tersebut diatas sambil senyum. Agar full barokah. Satu aktivitas, dua kebaikan tertunaikan. Bukankah hal ini sangat mudah kita lakukan. :)

Mari sanblog. Mari kita biasakan adab yang baik.

Ini seni hidup yang harus terus dilestarikan. Sekalipun pandangan kita disibukkan oleh sesuatu yang menyita perhatian. Sejenak tolonglah jabat tangan saudara sekebaratmu dengan melihat seksama.Tatap raut wajahnya. Lihatlah garis tegas di wajahnya. Insyaa Allooh, engkau akan dapati keluhuran jiwa yang tiada tandingannya. Karena raut wajah kaum kerabatmu adalah raut yang mampu menghibur kegundahan hatimu walau barang sejenak. Pun demikian dengan ukhuwah. Kehangatan berukhuwah itu akan semakin #MantaPKS manakala kamu mampu merasakan nikmatnya berjabat tangan dan menatap wajah orang yang engkau pegang.  :)

#APAPUN YANG TERJADI, KAMI TETAP KAN MALAYANI

Sabtu, Maret 22, 2014

Azam yang tertuliskan

Inilah waktu-waktu terbaik untuk menuliskannya. Sebelum kelak menjadi beban yang lupa untuk disadari. Sebelum hal ini menjadi kegaduhan yang mendalam, maka sekarang ku coret kanvas putih ini dengan tinta berwarna. Ku tulis kata #MenolakLupa demi sebuah keyakinan yang semestinya. Ini bukan dalih untuk tidak berbakti. Bukan pula berpaling dari hal yang wajar. Justru inilah bukti dari kasih sayang. Ku ingin sedikit meninggalkan waktu di dunia ini untuk bertapa dengan "amanah". Ku ingin bersamanya selalu. Ku tinggalkan sejenak kesibukan bersama keluarga. Karena ku ingin membuka satu "pintu" surga dan menemuimu disana. Maka ku paksa tubuh ini terus bergerak dengan "kuncinya" di dunia. Teruntuk manusia yang kucintai dan akan kusayangi, #Maafkanlah bila ku tak berbakti dihari ini dan nanti.

Tak terasa waktu terus berlalu. Lebih dari satu tahun setengah aku melewatkan agenda ini. Agenda selama satu pekan yang pernah mendebarkan sepanjang hidupku. Agenda yang pernah kucita-citakan. Namun saat tiba hari-H itu, aku benar-benar lupa bila hal ini akan terjadi dalam hidupku. Seolah tak percaya, semua ku lewati dengan keberanian. Hujan dan panas menghiasi perjalan. Rawa dan hutan sudah seperti rumah sendiri. Makan kulit pisang rebus sudah menjadi terbiasa karena terpaksa. Ngantuk saat materi ruangan sudah menjadi ritual sehari-hari. Teriakan dan pukulan menjadi pemandangan yang tak terlupakan. Tangisan kebahagiaan dan tangisan haru hampir susah dibedakan. Andaikata syahid saat itu datang menjemput. Jiwa ini sudah mempersiapkan mental dan ruhiyah yang terbaik. Insyaa Allooh. Allooh Ghoyatuna. Saat itu, yang kami pikirkan hanya Allooh, teman tim, dan keberanian. Sekalipun telapak kaki ini dihadiahi luka saat kembali. Hal itu tidak menjadi hambatan yang paling besar untuk berani melangkah maju bersama dakwah yang ku cintai ini.

Untuk menjadi pastisipan dakwah ini. Aku mencoba memilih jalur yang berbeda. Jalur itulah yang kemudian mengantarkan diriku ditatar dan "diplontosi" selama sepekan. Sebelum berangkatpun ada keberanian yang harus ku munculkan. keberanian bertindak. Dan ditemani oleh semangat dan dukungan cinta dari kerabat serta ibu adikku di seberang pulau sana. Tepat 26 Oktober aku beserta 11 peserta lainnya meninggalkan yogya menuju kawah candradimuka. Agenda yang berlangsung mulai 27 oktober sampai 3 november 2013 itu harus kulewatkan dengan berbagai pertimbangan. Dari beberapa pertimbangan tersebut, ada satu pertimbangan yang cukup berat. Tapi mau tidak mau aku harus mengambil sikap tegas. Sebab konsekuensinya adalah menunda kelulusanku satu tahun lagi dari dunia perkuliahan.Karena, aku harus merelakan satu mata kuliah di ujian tengah semester berakhir dengan nilai E. Sekalipun dosen dengan berat hati melepaskan kepergianku kala itu. Aku tetap memberanikan diri menatap wajahnya sekedar mengucapkan kalimat izin kepadanya. Selama rentang waktu itu pula. Aku harus melewatkan dua agenda penting yakni agenda walimatul 'ursy teman satu amanah  pada tanggal 28 oktober 2013. Dan  walimatul 'ursy teman satu pengajian sekaligus kepanitiaannya pada tangggal 2 November silam.

Keputusan itulah yang kini mengantarkan aku menjadi seperti ini. Hidup dengan amanah membuatku tidak merasa bosan. Siap kesana kemari. Inilah pola hidupku saat ini. Dan kelak pola-pola ini pulalah yang akan menggairahkan semangatku dalam berjuang. Selama sepekan di kawah candradimuka aku membenturkan mencoba menyatukan antara realita dengan idealita. Dan bekas-bekas perjuangan hidup selama itu masih berbekas sampai detik ini. Doktrinasi yang dikoar-koarkan menjadi "tapak" cakar elang yang tidak pernah lekang oleh zaman. Hidup ku kini penuh dengan misi. Dan menyelesaikan satu misi sama dengan menyukseskan hidupku sendiri.

Life with a mission, lliving with the target, and then live with passion merupakan tiga kata serangkai yang tidak akan pernah menjauh dariku. Dengan syarat, aku yang harus bergerak. Sekali bergerak, hanya butuh sedikit keberanian mewujudkannya menjadi nyata. Rasanya, sepekan dididik, sepekan dibina, dan sepakan ditempa hasilnya masih belum kelihatan. Agar semua itu menjadi nyata bagiku. Aku harus terus beramal. Bekerja dan bekerja. Inilah Cinta. Inilah kerja. Inilah Harmoni.

Bismillah,

Ya Allooh
Sang Penguasa Pagi dan Petang
Engkaulah yang menanam cinta di dalam dada
Izinkan hamba mencitai apa saja yang Engkau cintai dan mencintai apa saja yang Engkau benci

Ya Allooh
Sang Raja Yang Maha Dahsyat
Engkaulah yang menciptakan taqdir hamba
Izinkan hamba menggunakan kekuatan amal kebajikan sebagai jalan taqdir yang terbaik

Ya Allooh
Sang Pemilik Kasih Abadi
Engkaulah yang membenamkan cinta kasih dalam dada hamba
Izinkan hamba menggunakannya untuk mengasihi sesama mahluk dan ciptaan-Mu

Ya Allooh
Kencangkanlah taqdir hamba
Eratkanlah impian hamba
Menjadi satu simpul yang bermuara pada ridho-Mu

Kamis, Maret 20, 2014

Cerita cinta


Di sebuah pulau, di dalamnya ada berbagai jenis perasaan dan sifat. Ada Kebahagiaan, Kesedihan, Pengetahuan, Kesuksesan, dan bahkan ada Cinta. Suatu hari, pulau itu tenggelam. Semua perasaan menaiki kapal dan berlayar. Tapi hanya Cinta dan Pengetahuan yang tetap bersama pulau itu sampai akhir. 

Disaat akhir, mereka mengarungi samudera hingga kapal mereka melabuh ketepian. Cinta memohon kepada Sukses saat dia akan berlayar. Tapi Sukses menolak Cinta untuk menaiki kapalnya. Dia bilang: "Kapalku penuh dengan harta, tak ada tempat". Lalu Cinta pergi pada Keegoisan. "Tolonglah, aku mohon padamu!" Keegoisan menjawab: "Saya tidak mau!" Lalu Cinta mendatangi Kesedihan, tapi dia tidak dihiraukan, karena Kesedihan ingin menyendiri. Kebahagiaan juga berlayar, tapi tak memperhatikan Cinta, karena asyik dengan dirinya sendiri. Tiba-tiba, ada suara yang lantang: "Cinta, ikutlah denganku.." Cinta sangat senang, sampai dia lupa menanyakan nama orang yang menolongnya. Sesaat di darat, Cinta bertanya pada Pengetahuan: "Siapa yang membawa kita ke sini?" Pengetahuan menjawab: Waktu. Karena waktu membantu kita memahami betapa agungnya cinta.

Aku,
Memahami mu butuh waktu
Dan Allooh
Terus memberikan CintaNya
Kepada kita
Berjalan bersama waktu
Untuk saling mengerti satu sama lain


Inspirasi : LS