ALAM ADVENTURE EXPERIENCE

Bagian terpenting dari sebuah perjalanan yang menggairahkan tantangan alam.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, Juni 27, 2019

Provider 3, njug aku kudu piye ?

Provider seluler merupakan bagian terpenting dari sebuah komunikasi antar sesama manusia untuk dewasa ini. Tidak tahu dekade-dekade di masa depan ya. Siapa tahu dimasa depan nggak butuh provider seluler. Dan ya memang keberadaan selular sangat-sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan hidup rakyat banyak. Selain hajat hidup untuk berkomunikasi harus terus terjaga. Bahasa kerennya keep contact kali ya. pemenuhan syahwat komunikasi semisal interaksi bisnis, interaksi keluarga, video call an, gaming, surfing atau browsing, atau sekedar cak cek group sosmed haruslah benar-benar terpenuhi secara maksimal. Siapa lagi yang bisa dihandalkan kalau bukan signal. Ya signal. Nah bagaimana kalau signal lelet. Alamat sekarat tuh kesabaran. Terlebih bagi gamers yang suka mabar (main bareng) via handphone. Saat load data, sinyal masih aman gaes. Eh tapi saat mabar sinyal langusng hilang ngacir entaqh kemana rimbanya. Signal sekarat langsung ke Ping di angka 200an. Alah sudah. Tamat.

Ini kejadian di signal 3 (three). Provider yang satu ini cukup bagus mempromosikan produknya. Tapi signal hilang timbul sampai tenggelam gaes. Tapi perlu bold sedikit diketerangan yang ini. Bahwa hilangnya signal 3 (three) terjadi disaat sidang MK 2019 sedang berlangsung dan disaat pengumuman akan berlangsung MK 2019. Sebelum kejadian sidang MK, semua fine-fine aja. Ngelag sih ada, tapi tak lama dan tak sesesering itu. Bahkan aplikasi reconnecting dan bahkan sampai force close. Sebelum HP dioperasiin signal masih 4G, mentereng jelas di atas sebelah bar signal hape. Eh saat hape diajak  browsing signal langsung down, hampir D.O dia (waka waka waka). Kasus persidangan MK mungkin tidak membuktikan apa-apa terhadap hilangnya signal 3 (three) kesayanganku. Ya Ini hanya sekedar otak atik gatuk. Just opini-an lah dari ku. Hanya saja, ini sudah kelewatan gaes. Pelanggan dibuat tidak nyaman. Padahal aku beli pakai uang sendiri, itu uang halal toyyib gaes. Kita sudah beli kenapa harus begini signalnya. Terkecuali kalau kita ngutang, kalau signal hilang mungkin wajarlah :p

Apakah tulisanku ini merugikan provider kartu 3 (three)? Semoga tidak. Justru ini bagian dari kritikan dan cintaku terhadap provider yang satu ini gaes. Sejak tahun 2016 aku pakai kartu ini. Dan baru kali ini cukup ngeselin sinyalnya.  Semoga 3 (three) bisa memperbaiki layanannya di kemudian hari. Eh kalau bisa dari sekarang ding. Punya hape bagus tapi signalnya selalu jelek itu, nyesek banget gaes :p

Njug aku kudu piye? waka waka waka

Selasa, Mei 05, 2015

Tolong jodohkan aku dengan...

Barusan saya ngecek berkas rancangan (draft) yang sudah sejak lama saya timbun. Hm, sempat tersenyum membaca tulisan yang satu ini. Dulu, saya sepertinya memang seperti ini. Mellow :)

Coba deh dibaca, bismillah.

Bila memang dirasa pantas aku bersanding dengan sosok wanita yang sholihah

Tolong Ya Allooh sandingkan imanku dengan wanita yang menjaga kejujurannya laiknya Istri Nabi Ayyub. Ibunda Rahmah. Beliaulah yang pandai memahami bahwa lama bertahannya nikmat yang Allooh berikan itu disebabkan oleh pandainya diri mensyukuri. Dan ialah wanita terbaik dihadapan suaminya.

Bila memang dirasa pantas aku bersanding dengan sosok wanita sholihah.
Tolong Ya Allooh hadirkan kepadaku sosok wanita yang pandai menjaga keihlasan laiknya dia.
Agar kiranya mahluk-Mu tersebut mampu membimbing hatiku untuk terus berada dijalan yang lurus.
Sebab hati ini masih belum mampu menghilangkan penyakit-penyakit dunia yang masih berbecak hitam didalamnya.

Bila memang dirasa pantas aku bersanding dengan sosok wanita yang sholihah.
Tolong Ya Allooh sandingkan imanku dengan wanita yang menjaga keihlasan laiknya dia
Bila taqdir yang Engkau hadirkan kepada hamba dikemudian hari adalah sesosok wanita sholihah yang periang. Tolong Ya Allooh gandengkan imanku dengan keimanan wanita yang seperiang dia
Karena diriku bukan sosok lelaki yang mampu tersenyum di saat susah dan bisa udah menumpahkan air mata disaat bahagia.

Bila memang dirasa pantas aku bersanding dengan sosok wanita sholihah.
Tolong Ya Allooh sandingkan imanku dengan wanita yang menjaga keihlasan laiknya dia
Bila memang sisa umurku akan kuhabiskan dengan wanita sholihah yang penyabar, taat kepada suami, dan pandai menjaga keikhlasan. Tolong Ya Robbi izinkan diriku mengikat iman dengan iman wanita sesholehah dia
Karena diriku bukanlah lelaki sempurna yang mempu menghargai perasaan manusia. Agar kiranya ia ikhlas membagi ilmunya lalu mengajarkannya kepadaku menjadi imam yang mampu menjaga amal dengan ikhlas.

Allahumma inni uriidu an atazawwaja, Allahumma faqoddirli minannisaai a'affahunna farojan, wa ahfazhohunna lii fii nafsiha wafii maali, wa awsa'ahunna rizqon wa a'zhomahunna barokatan, waqoddirli minhaa waladan thayyiban taj'aluhu kholfan shoolihan fi hayaati wa ba'da mauti
Ya Allah aku ingin menikah. Ya Allah tetapkanlah untukku wanita yg paling mulia kehormatannya, yg paling menjaga dirinya untukku dan untuk hartaku, yg paling luas rezekinya, yg paling banyak berkahnya, dan tetapkanlah untukku darinya anak yg baik yg Engkau jadikan ia sebagai penerusku yg shaleh di masa hidupku dan setelah kematianku.
Dan dia, dia adalah manusia yang masih Engkau rahasiakan sampai detik ini. :)

Trisno


Sabtu, Mei 02, 2015

Senyum setengah spion



Senyum setengah spion, apa itu? Itu senyumnya seorang bapak yang tadi saya jumpai di pinggiran Jalan Magelang, Yogyakarta. Beliau tersenyum namun agak kurang sedikit polesan. Senyum yang menurut saya cukup membunuh karakter "saat itu". Tahukah kamu maksud dari gambar diatas? nah, itu gambar yang membuat senyum saya agak miring disaat-saat saya ngobrol dengan beliau. How come? Nah, begini ceritanya ;

Saat ini si grandis (nama motor grand saya) sedang saya perbaiki secara fisik beserta surat menyuratnya. Nah, saya sebenarnya tipikal manusia klasik. Manusia yang tidak begitu menyukai modifikasi motor maupun elektronik milik sendiri. Khusus motor, saya tidak begitu menyukai motor yang hanya menggunakan spion kanan atau kiri saja, atau ada spionnya namun hanya berguna sebagai hiasan demi menghindari razia kepolisian. By the way, dudukan1 spion si grandis yang sebelah kiri sudah dol (lobok, atau longgar karena sudah porosi) sehingga spion sebelah kiri sudah tidak bisa lagi di pasang dengan benar. Cara satu-satunya yang terpikir oleh saya adalah mencari bengkel yang menyediakan mesin bubut. Alhamdulillah, tadi sore saya sudah mengunjungi bengkel yang direkomendasikan.

Namun, agak disayangkan memang ketika senyum yang menjadi simbol keramahan jogja "tampak"nya agak hilang dari wajah si bapak. Bukan berarti beliau tidak tersenyum di setiap menanggapi pertanyaan mengenai drat2 spion saya. Akan tetapi, saat beliau menjelaskan permasalahan yang saya hadapi, beliau tersenyum disambi3 dengan mengeluarkan perkataan yang agak "meninggi". Mungkin dengan ilmu yang beliau miliki, saya manusia bodoh yang tidak mengerti apa-apa. Karena sayatidak mengerti dengan dunia kepakaran beliau, sehingga saya bertanya untuk menyakinkan apa yang seharusnya saya lakukan setelah gagal memasangkan spion kiri si grandis. Wal hasil wajah ini agak tertekuk karena tanggapan beliau yang tidak begitu -mungkin- senang akan pertanyaan saya.

Walaupun pertemuan singkat tadi agaknya menengangkan, alhamdulillaah Allooh memberikan kesempatan bagi saya yang telah berhasil menyunggingkan senyum terakhir di depan beliau sesaat sebelum melajukan si grandis menuju boarding house. Semoga kedepan, saya mudah tersenyum dalam kondisi yang sangat sulit sekalipun. Karena wajah yang dihiasi dengan senyuman -apalagi senyum ikhlas tanpa dibuat-buat- selalu menghadirkan ketentraman dan kenyamanan. Mungkin bukan hanya saya, tentunya kalian juga bisa seperti itu guys. Betapa senangnya hidup ini bila kita tahu nikmatnya memprioritaskan amal sedekah -tersenyum- tanpa meninggalkan keberkahannya. :)

Ilmu bukan untuk disombongkan, sehingga mejadi wajar jika manusia yang berbudi adalah mereka yang memiliki ilmu yang di amalkan lewat hati. Bukan disampaikan lewat nada tinggi.

Trisno


1 = Tempat terpasangnya spion di motor.
2 = Mengikat atau mengencangkan dua benda yang umumnya terbuat dari besi atau sejenisnya.
3 = Dua aktivitas yang dilakukan secara bersamaan dalam satu kondisi.

Karyaku, ngonthel pit with you



Belakangan, sudah banyak beredar design undangan (invitation letter) pernikahan yang cukup unik. Mulai dari design animasinya hingga bentuk dari kertas undangan tersebut. Bener-bener karya yang begitu memanjakan mata. Inilah salah satu karya yang dinamakan kreativitas tanpa batas. Tidak melulu harus berkonsep serius, elegan, casual, dan terkesan borjuis (mewah). Terlebih jika kesan pertama si penerima undangan lebih menitik beratkan pada tampilan undangan "yang selalu mirip seperti itu" (Semisal, ada dua undangan pernikahan yang berbeda namun memiliki satu halaman yang sama. Yakni kalender. Bener begitu?. Padahal belum tentu halaman tersebut dipakai sebagai acuan hidup jangka pendek maupun jangka panjang. 

Bagi seorang pemula (laiknya saya), men-design apapun (termasuk undangan pernikahan) masih termasuk dalam kategori sulit dan lama. Sulit dikarenakan perlu menajamkan imaginasi di campur membangun bayangan abtrak dalam sekejab kemudian mengambar rangka yang ada di otak saya tersebut kedalam worksheet Corel Draw dalam waktu yang cukup lama. Membentuk bayangan dalam kepada dalam kondisi meraba-raba dan merasa-rasa. Terlebih saya harus memulainya dari nol dikarenakan tidak mempunyai template serupa yang seperti ada di benak saya. Selain sulit, lamanya waktu pembuatan adalah faktor yang tak kalah serunya. Kita harus siap ikhlas mengilangkan separuh waktu dalam sehari untuk membangun imajinasi yang kira-kira hanya di gunakan -jika sudah tercetak- dalam hitungan menit. Apasih fungsinya undangan nikah?, kalau bukan hanya sekedar dilihat kapan dan dimana acara akan dilangsungkan. betul kan ? Setelah itu, undangan entah akan hilang kemana. :), 

Mungkin bagi seorang designer,  menata ulang imajinasi, menajamkan konsep, bermain dengan kreativitas dan menojolkan seni. Adalah  "dewa" yang mampu memperbesar harapan menjadi karya yang ayata. Sebab menuangkan ide bayangan dikepala menjadi cetakan sebuah karya adalah hasil akhir yang harus di dapatkan bagi seorang designer. Sampai-sampai jika memoles designnya hingga memperhatikan objek yang paling kecil dan remeh-temeh. 

Nah, beberapa waktu lalu saya membuat selembar undangan pernikahan khusus untuk teman saya. Bagi designer yang expert di bidang ini, mungkin saja karya sayai ini perlu direvisi (poles sana, poles sini lagi).  Namun bagi saya pribadi, ini adalah karya pertama terbaik yang pernah saya miliki. Sekelas pemula seperti saya, memang harus lebih sering bermain dengan perpaduan warna. Harus lebih pandai menggoyangkan pointer mouse dalam membentuk pola. Memfokuskan imajinasi menjadi hasil jadi dari sebuah seni. Kira-kira, hasilnya begini ;





Bagi saya, designer yang mampu menghargai hasil karyanya sendiri adalah contoh manusia yang patut diberi apresiasi. Mengapa? O ya jelas. Karena disini ada perbedaan yang cukup besar antara orang yang mencoba mengubah hidupnya dengan memaksimalkan potensi yang Allooh berikan kepadanya dengan orang yang sama sekali tidak melakukan perubahan dalam hidupnya. Bayangkan saja, betapa sulitnya membangun konsep, rangka, dan pola dalam bentuk bayangan di kepala seorang designer. Setelah seperti itupun, designer harus mampu mengejawantahkan apa saja yang ada dikepalanya dalam bentuk karya yang bisa dinikmati sendiri dan orang lain. Belum lagi beragam penilaian harus diterima. Bagaimana, Susah ya? ya memang susah.

Sekalipun dalam pembuatan undangan ini ada beberapa ide yang saya jiplak.Ya, Saya hanya menjiplak idenya saja namun bukan karyanya. Saya jiplak kemudian kembangkan lantas saya poles sesuai dengan apa yang saya pikirkan. Laiknya kehidupan bukan? Kita poles hidup ini dengan kebajikan, kita punya suri tauladannya. Kita teruskan apa yang menjadi titahnya. Lantas kita menjadi manusia yang begitu berharga dan berguna. :)

Designer itu penghasil karya, bukan Maha Karya (Pencipta). Lihat fenomena yang ada, kemudian kembangkan menjadi sebuah karya yang mampu menghargai hidupmu. Tidak masalah jika kamu harus menghilangkan separuh waktumu. Yang pada akhirnya itu adalah proses dari bagian bagaimana caranya kamu menjadi manusia berharga sedunia. Karena Allooh suka itu. :)

Allooh tidak akan merubah suatu kaum, jika kaum itu tidak merubah dirinya sendiri

Trisno

Selasa, April 28, 2015

Semacam Telepati

Yo.. Assalamu'alaykum brother.

Pernahkah kamu bertanya sesuatu kepada seorang teman dekat (close friend) dengan satu kalimat? For example like it is, but you must read first before you will read other word in below it..


Ha, bagaimana percakapannya? Pertanyaan saya cukup absurb bukan? Saya rasa itu pertanyaan yang begitu absurb (bahkan sangat absurb). Wal hasil Satu pertanyaan saya di atas dijawab dengan kebingungan dan kebingungan. Kalau kamu mau tahu, percakapan itu akhirnya berakhir dengan -tetep- ketidak jelasan :)

Bayangkan saja kalau kamu tiba-tiba saya tanya seperti ini ;

"Itu latarnya bagus bro" (tanpa tanda tanya, titik, dan koma)

So, what your expression after you had read it in your cell phone?
Kamu bingung? o sangat mungkin. Sebagai manusia normal tentunya membutuhkan komunikasi yang efektif bukan?, hal seperti ini mungkin saja hanya sekedar membuang-buang waktu. Dan yang pasti, pertanyaan dan pernyataan absurb selalu meninggalkan kesan ketidakjelasan di akhir komunikasi. Akan tetapi kebingungan ini hanya akan dialami oleh satu dua orang atau lebih yang membangun komunikasi lewat cellphone (hp). Maklum saja karena setiap orang yang ngobrol di group yang sama pasti memiliki frame berfikir yang berbeda. Bisa saja kan jika ada satu orang yang lola (loadingnya lama), yang lain mungkin telmi (telat mikir), atau bahkan yang lainnya malah kepo (orang seperti ini selalu memiliki kosapertanyan -bukan lagi kosa kata- dengan keingin tahuannya melebihi siapapun atau sebut saja dengan "bawel").

Saya termasuk orang yang sering mengalami gagal komunikasi via HP. Sering menjebakkan diri dalam kalimat  pertanyaan aktif yang absurb. Ya contohnya saja seperti kalimat tanya di atas :) 
Susahnya berbahasa baku membuat saya harus tahu terlebih dahulu spesifikasi masing-masing orang yang akan saya ajak bicara. Hal pertama saya lakukan yakni "Harus berfikir, bagaimana sebaiknya saya menyusun pertanyaan terhadap mereka?". Dan saya lebih memilih dan memilah kosakata dahulu dan cukup berbicara apa adanya.

Tapi, kejadian gagal komunikasi ini hanya saya alami di yogya saja. Tidak demikian jika saya berkomunikasi di kampung. Mungkin karena yang saya ajak komunikasi adalah mereka yang sudah berhasil membangun persahabatan lewat hati. Mungkin ini yang saya sebut sebagai telepati hati. Bicara sudah tidak harus menunggu  dimengerti oleh rasa dan indera. Saya atau bahkan mereka mampu menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, sekalipun saya tahu jika bahasa itu saya pakai berkomunikasi di sini -yogya.pen- tidak akan cocok dengan kultur orangnya. Terlebih intensistas pertemuan saya dengan orang-orang disekitar tidak serapat ketika saya bergaul di kampung.

Ada satu kalimat absurb yang sering saya gunakan sampai saat ini. Dan kalimat ini mudah difahami oleh teman-teman dikampung. Inilah kalimat itu,

Ada ide?

Dan kesalahfahaman -Gagal faham- yang saya alami saat berkomunikasi hanya terjadi lewat cellphone. Lain cerita bila saya berkomunikasi secara face to face. Saat tatap muka, absurb bagi saya it's ok, dan meraka menerima itu. Bila pemahaman meraka belum sampai "nglontok" maka saya lebih mudah menjelaskannya. Tidak perlu ngotot dan layaknya chitt chatt di cellphone. saat face to face, emosi yang dikeluarkan sesuai dengan standarnya. :)

Bagaimana dengan kamu?
Have you absurb as me? :)

Jika kamu memang  absurb seperti saya, maka tips dari saya seperti ini, 
Fahamilah orang yang akan kamu ajak komunikasi. Kondisikan dirimu layaknya mereka. Dan harus berani to the point tanpa bertele-tele. To the point di sini bukan termasuk ceplas-ceplos. Karena ceplas-ceplos tidak disarankan saat berkomunikasi via cellphone. Selain mengundang makna yang ambigu -difahami dua arah atau terkenal sebagai pernyataan bersayap-, ceplas-ceplos bisa saja merenggangkan komunikasi walaupun sesaat. Karena saat berkomunikasi, tidak semua kondisi lawan bicara sama dengan kita.

Pay attention, bahwa setiap orang yang kamu hubungi via cellphone (sms, chatt, leave messages) tidak semuanya ready untuk berkomunikasi layaknya dirimu saat menghubungi mereka. Maka pakailah bahasa yang ceria walaupun sedikit. :) 


Oke guys, that's all. and the end, hopefully you be happy and cheerful every day

Wassalamu'alaykum

Trisno


Jumat, April 24, 2015

Bentuk Penghargaan

Salam teman-teman, hallo guys..

Tanya, tanya..
Inspirasi apa yang sudah kamu dapatkan hari ini? Apakah cukup waktu untuk menyampaikannya lewat tulisan?

Yak, menulis apapun itu memang susah-susah gampang. Susahnya lebih dominan daripada gampangnya. Biasanya sih susah meluangkan waktu, susah memulai cerita harus diawali dari bagian yang mana, susah memikir ulang kejadian apa yang harus di tuliskan, dan lebih susahnya lagi jika tidak ada niat sama sekali untuk memulai bercerita. Orangnya sih silent, tapi kerjaannya selalu keep on read something. Padahal media komunikasi saat ini sangat mendukung  siapapun berkreativitas di dunia menulis. Kenapa? karena sekian persen (yang jelas di atas empat puluh persen) penduduk bumi sudah mampu menyambung komunikasi hanya lewat layar HandHeld/Hp saja. Nggak perlu harus memakai layar 11", 12", atau lebih besar dari itu jika ingin chitt chatt dengan orang lain yang berada disamping kanan-kirimu atau dibelahan bumi yang lain. 

Tinggal digeser dan dielus-elus layarnya insyaa Allooh sudah bisa nyambung dengan dunia lain (pen. dunia maya). Cara yang cukup simple untuk memulai aktivitas di dunia maya. Dan salah satu cara yang pupuler dilakukan anak muda dunia zaman ini. Mungkin 50 tahun kedepan kita tidak lagi berkomunikasi lewat layar dalam genggaman. Tapi bisa saja dan sangat mungkin kita akan berkomunikasi lewat telepati. Apalagi saat ini anak Indonesia sudah mampu membuat alat kesehatan dengan menggunakan helm yang fungsinya untuk menghancurkan kanker otak denga tidak perlu memotong atau melaser kepala terlebih dahulu. Tanpa operasi sudah bisa di obati. Apalagi kalau kedepan bicaranya lewat telepati ya. Pasti bisa :)

Tentu semua itu (komunikasi, menulis, beraktivitas) dapat dilakukan dengan waktu luang yang cukup banyak. Lantas bagaimana jika waktu luang yang kita miliki tidaklah banyak. Bila kita mengetahui sedikitnya waktu yang kita miliki di dunia ini. Mungkin tidak ada satu diantara kita yang akan menyia-nyiakan hidup sampai saat ini. Apalagi kamu yang percaya dengan Tuhan. Dan sebab naluri dasar manusia selalu menginginkan keberhasilan disedikitnya waktu yang dimiliki. 

Ha, pernahkan kamu menyelesaikan segala kebutuhan di masa lampau dengan kondisi ;
- Ngerjain laporan persis di akhir waktu (deadline).
- Waktu untuk ibadah sangat sedikit bila dibandingkan waktu untuk  yang lainnya.
- Ngafal qur'an 30 menit cukup but you usually watch movie for 3 hours is not enough. 
- Baca qur'an 30 menit saja agak susah but you usually read a newspaper for 30 minuntes is easy.
- What else? i think you have some problem as me with time has Allooh given to us, right?

Semakin sedikit waktu yang kita miliki, insyaa Allah karya yang kita hasilkan akan semakin banyak. Semakin banyak dan tentunya semakin berkualitas. Akan tetapi karena kita berasumsi bahwa waktu yang dimiliki cukup banyak. Maka yang terjadi, kita sering menunda untuk melakukan aktivitas yang berharga.

Mari hargai waktu kita. Karena waktu adalah kehidupan yang sangat mahal.

Jangan terlalu sering mengatakan "Receive me way i'am" atau terima aku apa adanya. Kamu boleh mengatakan itu jika kamu sudah mampu mengkayakan waktu mu dengan karya. Itu tandanya kampu orang yang berharga. 

Alhamdulillah, i have done :)


Trisno, it's my "popular" name



Jumat, April 17, 2015

Yang dicari ada di sini..

Assalamu'alaykum Warahmatulloohi Wabarokatuh.

Bapak ibu Peserta DKS 2 sekalian,

Sebenarnya, saya hanya membutuhkan waktu sekian jam untuk mengoperasikan cloud storage di akun yang saya miliki. Lalu mengirimkan pesan kepada bapak-ibu sekalian bahwa photonya sudah ter-upload di site ini.

Namun, maafkan saya yang baru saja memberitahukan kepada bapak-ibu pasangan keluarga (ideal di mata panitia, semoga ideal pula dihadapan-Nya) kader yang berbahagia. Baru saat ini saya memiliki waktu yang cukup untuk melunasi hutang yang satu ini (fhoto DKS).

Mungkin bercandanya seperti ini kali ya,

Wah anak sudah nambah begini, eh fhoto zaman dulu baru di upload hari ini :)

Saya mohon maaf, is too late.

 photo a.jpg  photo b.jpg  photo c.jpg
 photo d.jpg  photo e.jpg  photo f.jpg
 photo g.jpg  photo h.jpg  photo i.jpg
 photo j.jpg  photo k.jpg  photo l.jpg
 photo m_1.jpg  photo n.jpg  photo o.jpg
 photo p.jpg  photo q.jpg  photo r.jpg
 photo s.jpg  photo t.jpg  photo u.jpg
 photo v.jpg  photo w.jpg  photo x.jpg
 photo y.jpg  photo z.jpg

Jumat, Agustus 08, 2014

Darahku, harapanku


Belakangan, rumah sakit Dr. Sardjito di kawasan komplek Fakultas Kedokteran UGM bukanlah tempat yang asing ku kunjungi. Rutinitas per tiga bulan hampir tidak bisa dielakkan. Bukan karena cek kesehatan, tapi menyengaja untuk mendatangi rumah sakit ini dalam rangka donor darah. Ya. donor darah. Just it.

Awalnya, donor darah bagiku bukanlah hal yang penting. Tapi pada kenyataannya semua akan menjadi penting manakala ada orang lain yang menganggapnya penting. Bagiku, mendonorkan darah bukanlah segala-galanya. Tapi dengan mendonorkan darah, kita bisa melakukan banyak hal. Dengan mendonorkan darah kita bisa mengokohkan ikhtiar orang lain yang sedang berjuang meneruskan hidupnya. Dengan mendonorkan darah kita juga bisa menjalin hubungan keluarga. Dengan mendonorkan darah kita juga bisa beribadah kepada sang Maha Pencipta.

Sekalipun dahulunya aku termasuk orang yang takut jarum suntik. Tetap saja mendonorkan darah itu aktivitas yang menyenangkan. Mulai dari nyentangi pertanyaan-pertanyaan diform donor, kemudian salh satu jari ditusuk jarum guna pengecekan Hb, lantas duduk di kursi donor sambil terbaring, hingga urat nadi salah satu lengan disuntik. Semuanya nggak ada yang nggak asyik. Selain karena mendonorkan darah sudah menjadi rutinitas per tiga bulanan, motivasi yang lainnya adalah karena belum ada duit yang bisa dijadikan sodaqoh. Akhirnya,  ya sudahlah, yang ku punya hanya darah ku. Untuk sementara hanya ini yang bisa ku sodaqohkan. Karena Allooh ngasih darah nggak bakal berkurang sedikitpun. Makanya tak sodaqohkan. Semoga ada manfaatnya.

:)


Kamis, Agustus 07, 2014

Hanya Butuh Komunikasi Pengertian

Siapa yang menyangka bahwa tidak semua orang mampu memahami bahasa tulisan sebagai salah satu isyarat dalam berkomunikasi. Terlepas dari sering atau jarangnya kita berkomunikasi menggunakan bahasa tulisan saat ini. Tetap saja tulisan adalah cara berinteraksi manusia dari zaman ke zaman. Saat ini, kita sederhanakan saja penyebutan "interaksi bahasa tulisan" dengan "chatting". Dunia chatting yang jamah kita pergunakan saat ini adalah segala jenis aplikasi sosmed. Termasuk didalamnya WhatsApp, Telegram, Line, Bbm dan sejenisnya.

Kesalahan berinteraksi dimasa lalu mampu membuat jarak komunikasi yang efektif dimasa kini menjadi semakin lebar. Bahkan lebarnya itu mampu melebihi batas-batas khusnudhon. Semisal saja, dahulu saya berkelakuan buruk terhadap teman sendiri. Wal hasil saya dijauhi bahkan tidak dianggap sama sekali. Seolah sudah tidak ada maaf lagi  untuk semua kelakuan saya. Kemudian sadarnya saya dari keburukan saat ini mengharuskan tangan, hati, dan pikiran untuk kembali membangun interaksi kepada orang yang dulu pernah saya sakiti. Dan komunikasi yang dirasa efektif adalah tatap muka dan call by phone. SMS, chatting, bahkan mention2nan di dunia maya mengalami kemunduran komunikasi dari level masif hingga level su'udhon.

Sejujurnya, komunikasi menggunakan bahasa tulisan hanya membutuhkan keahlian memahami dan mengerti saja. Tidak lebih dari itu. Tidak ahli juga tidak menjadi masalah. Dan tidak harus menggunakan aturan baku EYD ataupun S.P.O.K.. Selama tulisannya mudah dimengerti maka semua akan menjadi mudah untuk dipahami. Agar chatting mudah dimengerti maka tinggalkanlah urusan yang pernah terjadi dengan si "pembuat onar" dimasa lalu. Sehingga hati dan pikiran lebih terbuka untuk memahami maksud dari kalimat si "pembuat onar" tersebut. Kalau sudah begitu, tidak akan ada lagi kejadian harus dibaca berulang-ulang dikarenakan di dalam kepala ada yang mengisyaratkan "WARNING!!!, DIA SUSAH DIMENGERTI " sampai 1000x. Atau "POKOKNYA OMONGANNYA SUSAH DIPAHAMI".

Selama itu terjadi, orang yang SUSAH DIPAHAMI tidak akan mampu menjelaskan tulisannya kepada orang yang SUSAH MEMAHAMI maksud tulisannya. Walaupun sudah dijelaskan berkali-kali, tetap akan susah diterima. Sekalipun kalimat yang di sampaikan cukuplah sederhana.

Saya harus sampaikan bahwa tulisan ini terilhami dari komunikasi dengan teman di beberapa group w.a sendiri. Disebabkan munculnya sebuah kejadian ketidaklancaran memahami kalimat tulisan di group. Yang kemudian #gagalpaham tersebut mengakibatkan munculnya penyakit baru. Yakni penyakit "Otak si kadal". Bawaannya selalu salah tangkap "mamahami maksud". Karena si kadal dalam otak manusia mampu merekam "DIA SUSAH DIPAHAMI" dalam waktu yang cukup lama. Bila perlu si kadal merekamnya dalam jangka waktu yang tak terbatas. Saat bertemu dengan orang "YANG SUSAH DIPAHAMI", otak si kadal akan tetap mengeluarkan statement "DIA SUSAH DIPAHAMI". Dan itu akan terus terjadi selama kita tak berani membiarkan urusan masa lalu terhadap teman "YANG SUSAH DIPAHAMI" berlalu begitu saja.

Jika komunikasinya terus menerus seperti itu, maka emosi dan husnudhon akan semakin susah dijaga. Terlebih lagi bila kita chatting dengan teman yang tidak membalas pesan. Kalaupun membalas, responnya lama. Mungkin suatu ketika otak si kadal akan berkata "AKU SEDANG NGOMONG SAMA PATUNG KALI YA?". W.A tak berbalas, SMS tak berbalas, Fb apalagi. Bila sudah begini interaksinya, kita hanya punya waktu untuk serius menjaga kesabaran. Ukuran zaman sekarang, menjadi orang yang mengerti dan memahami orang lain itu sangatlah sedikit. Tidak semua teman yang di ajak berkomunikasi mempunyai waktu selonggar kita. Jadi, jangan pernah cap "KAMU SOMBONG SEKALI SIH" kepada orang yang susah di ajak berkomunikasi via chatting. Karena secara tidak langsung ucapan tersebut menyayat hati temen sendiri. Wuih sakitnya bro. Sakitnya itu menghujam jleb jleb kalau sudah dikatain begitu.

Oke. Segitu dulu ya teman. Tulisan ini saya persembahkan buat yang merasa tidak lancar saat berkomunikasi dengan temannya dengan menggunakan aplikasi chatting semisal w.a, fb, line, dan sebagainya. Karena sejatinya yang perlu kita fahami adalah persaudaraan kita terhadap sesama. Itulah yang lebih utama dari segala-galanya. Hindari kalimat yang memojokkan apalagi mengucilkan orang lain di group-group yang kita miliki. Kita kudu jadi orang yang sabar. Orang sabar itu urat nadinya lemes. Nggak pakai kaku kayak batu. Darah yang mengalir pun lancar. Sehingga wajar kalau penyakit jarang menghampiri. Kecuali penyakit yang bernama kematian. Dan husnudhonnya harus di mantapkan lagi. Niatkan berteman untuk membina ukhuwah. Kalau susah diajak berkomunikasi ya tidak jadi permasalahan yang pokok. Yang terpenting kekuatan mencintai karena Allooh lebih di utamakan. Sejatinya teman adalah ia yang mampu menasehati dan memberikan nasehat tanpa diminta.

Wallohua'lam.


Kamis, April 10, 2014

Cerita pemilu

9 April tidak berlalu begitu saja. Berlalunya hari itu diwarnai dengan fenomena yang hampir serupa diberbagai daerah dibangsa ini. Yang kita saksikan juga tidak jauh berbeda. Ketegangan, keheroikan, ketidakpastian, keterkejutan, keanehan, keluguan, kelucuan, dan kebahagian pun telah menjadi selimut dinginnya hawa malam tadi. Seolah tak mau berhenti menatap runtext quick count dari berbagai versi yang dihidangkan secara gratis di layar kaca. Saya terus mengutak-atik chanel untuk mencari pembanding Quick Count.

Tidak mau ketinggalan dari hiruk pikuknya quick count. Deringan android malam tadi pun tidak kalah serunya. Andro saya membuat suara yang lumayan bising diruang front office DPW PKS Yogyakarta. Setidaknya membuat bising pemiliknya. Pasalnya, What'sApp (aplikasi W.A) yang terinstall di andro terus berkicau. Mengalahkan aplikasi twitter yang kemarin siang saya update ke versi anyar. Mengicaukan data quick count dan Black Campaign partai rival diberbagai tempat wilayah D.I.Y.

Wal hasil dari diskusi tadi malam. Quick count yang terpampang ditelevisi dapat dijadikan patokan skala nasional. Walaupun begitu, saya masih berpatokan dengan persentase suara yang dikumpulkan tim tabulasi PKS. Saya merasa data tabulasi se Indonesia yang dikumpulkan ke DPP adalah info yang valid. Sekalipun saya tidak menyepakati pernyataan bahwa quick count yang tertera di runtext televisi. Saya tetap mengapresiasi perolehan quick count dari lembaga survey ini yang menempatkan relawan di tiga ribu dua ratus titik pemilihan. Disebabkan data yang mereka ambil juga dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Memang quick count jadi perbincangan yang cukup menarik. Dan ada yang lebih menarik untuk diketahui member group. Saya kira perkara ini pun sudah menjadi jamak di saat pemilu begini. Sudah wajar bagi sekalangan orang yang haus kekuasaan karena hal seperti ini sudah menjadi rahasia umum. Pembiacaran kita yakni pembelian suara. Beberapa temen group menuturkan beberapa kisah yang miris saat mengetahui money politik terjadi didepan atau bahkan di desa mereka. Salah seorang teman mengatakan bahwa daerahnya selama ini diopeni kader PKS. Aleg PKS berikhtiar terus untuk mewujudkan permintaan warga desanya. Selama ini program desa digoalkan oleh aleg PKS. Tapi saat pemilihan 9 April kemarin, TPSnya dikalahkan oleh partai lain yang sempat mengedarkan sejumlah uang menjelang pemilihan. Teman yang lain juga bercerita hal yang serupa. Daerahnya terkena serangan fajar. Namun TPS nya masih diungguli partai lainnya disebabkan masih adanya kharisma keluarga partai unggul tersebut dan juga kadernya memegang peranan penting di ranah pertanian desa. yang lain pun bercerita. Kali ini ibu sang temen adalah PNS. Sang ibu sudah akan memilih PKS saat pemilu nanti. Ia azamkan PKS adalah pilihannya dari jauh-jauh hari. Tapi apa daya seorang PNS. Ia ditekan dibawah ancaman akan dimutasi kalau tidak milih partai tertentu. Akan Miris dan tragis. Menang telak tanpa keberkahan sama sekali. Tamak. Inilah mengapa PKS memakai Agama sebagai benteng utama. Karena addinunnashihah. Agama itu nasehat. Agama yang membawa jalan selamat. Sejauh yang aku tahu. Semua agama tidak memperbolehkan bentuk kecurangan. Tapi ya sudahlah. Semua itu tidak menjadi persoalan yang utama. Sepanjang hidup kami hanya ingin menjadi pelayan masyarakat yang terbaik. Tentunya tidak melayani dengan kecurangan dan ketamakan kekuasaan. Melainkan dengan cinta, kerja, dan harmoni. Mumpung tagline ini akan ada selama lima tahun kedepan. Apapun Yang Terjadi, Kami Tetap kan Melayani #AYTKTM. 

Aku tak peduli dengan hasil quick count. Aku tak peduli dengan cibiran para penguasa yang menghalalkan segala cara. Aku tak peduli dengan orang yang mencurangi anak negeri ini dengan lembaran-lembaran penyesatan. Aku tahu partai ini selamanya akan disayat dengan kebencian dan kezhaliman. Biarlah Allooh yang menghadirkan keadilannya ditengah-tengah kami dan kita semua.

Saatnya tersenyum menyambut hari ini dan esok dengan kebaikan :)

Ya Robbi,
Ridhoilah para pemimpin dinegeri ini
Ridhoilah para pemimpin yang amanah dengan bebannya
Ridhoilah para pemimpin kami dengan keberkahan dari-Mu
Ridhoilah para pemimpin kami dengan segala kekuarangannya

Ya Robbi,
Berikan kami petunju Mu untuk melalui jalan yang lurus, selalu
Berikan kami kekuatan untuk menegakkan kebajikan
Berikan kami keikhlasan hati yang luasnya melebihi hati para syuhada
Berikan kami kesempatan berbuat baik dimanapun dan kapanpun
Berikan kami waktu untuk melayani masyarakat tanpa berhenti

Ya Allooh, 
Berikan kami cinta seluas samudera
Izinkan kami bekerja seikhlas para sahabat rosul melayani
Izinkan kami memadukan keduanya dengan harmoni yang menggelora

Bersemangatlah.

Kamis, April 03, 2014

Ustad Ndeso

Belakangan banyak orang terkenal dengan berbagai jenis talentanya. Tidak hanya calon artis saja yang terkenal dengan berbagai keahliannya. Bahkan televisi telah menyihir penontonnya dengan menampilkan beragam jenis kehebohannya. Mulai dari dunia hiburan sampai dunia beritanya. Tak heran bila kebanyakan public figure menjadi begitu terkenal hanya dengan sorotan media. Apakah nantinya omongan, kelakuan, dan kepribadian sang public figure pantas atau tidak pantas ditiru. Itu semua dipikir nanti, belakangan. Yang penting rating program televisinya naik. Dan karyawan televisinya bisa makan. Apalagi program gosip. Maaf ya, ini satu pekerjaan yang tidak pantas ditiru sama sekali.

Bagi saya pribadi. Manusia di dunia ini yang tidak begitu terkenal namun mempunyai jasa yang tak terhingga serta jauh dari sorotan kamera media adalah manusia yang nantinya akan dikenali terlebih dahulu oleh sang Maha Penciptanya. Kenapa? Karena amal sholehnya jauh dari sorotan media semasa hidup di dunia. Sehingga hitungan riya' baginya sangatlah minin. Itulah konsekwensi menjadi orang yang rendah hati. Tak niat mendapat pamrih. Tak mudah menerima pujian. Tak nyaman meninggalkan kebajikan.

Teringat ustadku dulu. Saking begitu sahajanya ia. Ia sosok yang menenangkan. Setiap omongannya bagiku adalah raja ilmu yang mengesankan. Pribadinya yang sederhana tidak lantas menjadikan kami para muridnya menjadi kurang ajar terhadapnya. Justru karena kehidupan beliau yang demikian, kami mampu belajar dengan hati yang nyaman. Sekalipun bila waktu mengaji tiba, rotan tidak lepas dari genggaman jemari kokohnya. 

Waktu dulu, saya adalah anak kecil yang benar-benar ndeso. Tidak mudah bergaul dengan teman sebaya. Tidak gampang menegur sapa dengan para orangtua. Dan tidak pula ringan mengayunkan senyuman dengan tetangga. Keahlian saya yang terkenal saat itu adalah menangis. Dan satu RT juga tahu bila cengeng adalah hobi saya. Masa kecil adalah dunia yang samar-samar untuk kembali ku ingat. Terakhir yang saya ingat saat saya pertama sekali memasuki masjid untuk menunaikan ibadah sholat jum'at. Saya hanya mengikuti teman yang bernama ibrahim kala itu. Ikut saja masuk ke masjid. ambil duduk di shof paling belakang. Apakah waktu itu saya mengenal adab sholat? Wah, jangankan adab sholat. berwudlu saja saya belum bisa. Dan sudah bisa dipastikan bila saya belum wudlu. namun dikarenakan ini adalah ritual sehbahyang (zaman dulu sholat dikenal dengan sebutan demikian) pertama yang saya lakukan. saya berusaha anteng. Tapi saya tidak bisa anteng, sebab terbawa suasa teman yang ngobrol. beberapa kali ngobrol, beberapa kali pula harus mendapat teguran dari orang dewasa saat itu. Disela-sela obrolan, saya buang angin tanpoa disengaja. Dan saat itu saya disuruh keluar untuk mengambil wudlu lagi. Awalnya saya tidak mau. tapi karena paksaan. M

Berangkat dari kepolosan itu. Saya beranikan diri sepekan sekali sholat jum'at. Dan dipekan berikutnya saya mulai belajar tahu bahwa mandi merupakan hal yang dilakukan sebelum berangkat jum'atan. Waktu itu wudlu masih ngasal. ya namanya juga anak kecil, jangankan wudlu. Buang ingus saja masih belum bisa. Jadi ya berangkat jum'atanseadanya. Niat pun tidak pernah. Yang penting jalan.

Dikarenakan masjid desa adalah tempat interaksi kedua saya setelah sekolahan. Saya juga ingin belajar ngaji seperti teman lainnya. ternyata ngaji iqro' itu enak. yang nggak enak itu satu. Kalau Salah satu huruf. berdiri dipojokan papan tulis masjid agak lama sambil memperhatikan yang lainnya mengeja huruf hijaiyah. itu kalau sang ustad sedang tidak membawa rotan. kalau bawa rotan ya tanggung sendiri akibatnya. telapak tangan ini akan siap menerima pecutannya. Peraturan salah ini tidak hanya berlaku saat mengaji iqro' saja. melainkan juga saat sholat ketahuan maninan. Saat simulasi sholat dengan bacaan yang dikeraskan juga berlaku. Tapi dengan cara yang seperti itulah saya bisa menikmati qur'an sampai sejauh ini. Sampai detik ini. Sosok beliau belum bisa saya lupakan. Terutama sikap santun beliau.

Dulu, jangankan jalan yang sudah beraspal seperti saat ini. Listrikpun belum ada. Dan dikarenakan jadwal ngaji iqro' yang sering berubah-ubah. Kami harus mengantisipasi bila ngajinya ba'da magrib. Mengantisipasi dengan membuat obor bambu. Saya dan ibrahim sekelaurga memang rumahnya jauh dari masjid desa. Dan dengan sengaja membuat obor bambu tersebut. Waktu itu sumbunya pakai serabut kelapa yang sudah diolesi damar serta minyak lampu yang sudah diisikan didalam bambu. Gara-gara jadwal sering berubah itulah kami harus menyesuaikan dengan program dari ustad. Dan ada satu kisah yang tidak sya lupakan saat bersama beliau. Yakni belajar muadzin di agenda kultum ahad pagi. Saya tidak pernah menyangka, sabtu malam saya ditunjuk sang ustad untuk menjadi muadzin di masjid. Dasar anak yang sok pinter. Ya saya iyakan saja. Padahal aseli saya tidak tahu bagaimana cara adzan. Dan memang tidak hafal lafadznya sampai akhir. Paling banter ya sampai Alloohuakbar diawal saja. Setelah itu babar blas nggak tahu sama sekali. Tapi, kejadian ini akhirnya harus saya syukuri. Berkat mental yang sudah tertata dari pengalaman menjadi muadzin ngasal. Dikemudian hari saya pernah memenangkan lomba adzan dengan menyabet peringkat tiga diperlombaan tingkat RT. Terimakasih ustadku.

Ini satu lainnya kisah diwaktu yang berbeda pula. Saat itu saya sudah besar. Sudah selevel SMA. Suatu pagi ketika akan menuju sekolah. Saya berpapasan dengan sosok yang tidak asing lagi. Itulah sosok yang belakangan saya rindukan. karena memang beliau sudah lama pindah dari kota duri menuju kota Bangkinang. Dan saat itu Ia masih tetap seperti yang dulu. Ia masih suka melemparkan senyuman, ia pun masih suka menjabat tangan. lalu ia jabat tanga saya sambil tersenyum sembari membungkukkan dadanya. Ia berlaku demikian bukan karena udzur lantas susah untuk meneggakkan badannya. Melainkan karena ilmu beliau sudah mencapai maqom (kedudukan) yang bijaksana. Ia rendahkan pandangannya, ia sapa saya dengan nama yang lengkap. Subahanallooh. kejadian bertahun-tahun lamanya ini susah untuk saya lupakan. Aneh memang bila ada seorang ustad menundukkan pandangannya serta membungkukkan badannya dihadapan murid yang belum tentu mendo'akannya setiap saat. Dan ini sangat jarang saya jumpai. Yang saya tahu, saat ini banyak guru ingin disajeni. Dan hanya satu dua orang saja yang pandai mendoa'akan muridnya dalam diam.

terimakasih guru ngajiku, Ustad Maklum Abu Yahya (Semoga Allooh meridhoi mu beserta keluarga tercinta)

Rabu, April 02, 2014

Menjabat Senyummu..

Femonena inilah yang sering terjadi bila bertemu dengan karib kerabat. Kita selaku muslim tentu menyambut pertemuan itu dengan senyuman yang sudah nankring diwajah tanpa harus dibuat seatraktif mungkin. Sembari lempar senyum, biasanya dilakoni sambil berjabat tangan. Agendanya pun tidak berhenti sampai disitu. Biasanya bertambah menjadi saling peluk dan cipika-cipiki. Sepengetahuan saya, tradisi seperti ini belum luntur dimakan rayap. Sekalipun zaman sudah berganti. Bukan berarti tradisi seperti ini mati. Justru kebiasaan ini semakin merayap dan menjalar ibarat denyut nadi yang selalu mendebarkan hati siapapun yang merasakannya. Bagi yang belum gabung ngaji di partai yang satu ini. Pelukan sesama cowok atau sesama cewek PKS itu dianggap aneh. Apalagi jabat tangan khasnya yang #MantaPKS ditambah lagi dengan cipika cipikinya. #LengkaPKS sudah :)

Inilah kebiasaan baik yang pantas dipelihara sampai berpuluh-puluh generasi dikemudian hari. Karena berjabat tangan adalah sunnah nabi yang rancak untuk ditiru. Penuh kehangatan, penuh persahabatan. Pun Rosul mengabarkan satu ungkapan yang menarik bila disimak. Berikut penuturan kanjeng nabi ;

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلَّا غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا 


Dari Barâ' bin 'Aazib Radhiyallahu anhu , ia berkata, "Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: tidaklah dua orang Muslim bersua kemudian mereka bedua saling berjabat tangan kecuali diampuni (dosa) keduanya sebelum mereka berpisah." {HR Abu Daud (no.5212) dan Tirmizi (no.2727) ia berkata: "Hadits Hasan" dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah (no. 525). }


Nikmat bukan bila ini dijadikan sebuah sikap yang mampu mengakrabi suasana? Berita gembira bagi siapapun yang menikmati jabat tangan dengan keihklasan. Sambil menjabat, sekalian saja sambil melempar senyum. Double pahala, full berkahnya. Sebab ;

(تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ صَدَقَةٌ (رواه الترمذى

“Senyum manismu dihadapan saudaramu adalah shadaqah” (HR. Tirmidzi)


Ini ucapan sang maestro peradaban. Ia sang panutan yang diberi gelar Al-Amin (orang yang dipercaya) yang ucapannya tidak hanya dipercaya oleh sahabatnya saja. Sekaliber musuh yang menginginkan kematiannya pun membenarkan ucapan beliau. Sehingga pantas bagi kita untuk mencoba menguntai seutas senyuman dan menjabat tangan dengan kemesraan tanpa ada paksaan.

Sayangnya, beberapa kali saya mengalami hal yang kurang #MantaPKS. Sehingga saya harus menegaskan kepada siapapun yang menjabat tangan saya tanpa memfokuskan wajahnya tersenyum dihadapan saya dengan satu kalimat :

Mas, tatap wajah saya! Semoga Allooh merahmati mu dengan keindahan wajahmu saat ini :)

Biasanya, siapa saja yang menjabat tangan saya tanpa melihat wajah yang ganteng ini. Maka saya dengan sengaja menahan tangannya sejenak. Dan sudah bisa dipastikan tangannya tertahan dan terasa tertarik. Kemudian ia akan menoleh kehadapan saya. Dan saya akan memaksakan "teguran" tersebut diatas sambil senyum. Agar full barokah. Satu aktivitas, dua kebaikan tertunaikan. Bukankah hal ini sangat mudah kita lakukan. :)

Mari sanblog. Mari kita biasakan adab yang baik.

Ini seni hidup yang harus terus dilestarikan. Sekalipun pandangan kita disibukkan oleh sesuatu yang menyita perhatian. Sejenak tolonglah jabat tangan saudara sekebaratmu dengan melihat seksama.Tatap raut wajahnya. Lihatlah garis tegas di wajahnya. Insyaa Allooh, engkau akan dapati keluhuran jiwa yang tiada tandingannya. Karena raut wajah kaum kerabatmu adalah raut yang mampu menghibur kegundahan hatimu walau barang sejenak. Pun demikian dengan ukhuwah. Kehangatan berukhuwah itu akan semakin #MantaPKS manakala kamu mampu merasakan nikmatnya berjabat tangan dan menatap wajah orang yang engkau pegang.  :)

#APAPUN YANG TERJADI, KAMI TETAP KAN MALAYANI

Sabtu, Maret 22, 2014

Azam yang tertuliskan

Inilah waktu-waktu terbaik untuk menuliskannya. Sebelum kelak menjadi beban yang lupa untuk disadari. Sebelum hal ini menjadi kegaduhan yang mendalam, maka sekarang ku coret kanvas putih ini dengan tinta berwarna. Ku tulis kata #MenolakLupa demi sebuah keyakinan yang semestinya. Ini bukan dalih untuk tidak berbakti. Bukan pula berpaling dari hal yang wajar. Justru inilah bukti dari kasih sayang. Ku ingin sedikit meninggalkan waktu di dunia ini untuk bertapa dengan "amanah". Ku ingin bersamanya selalu. Ku tinggalkan sejenak kesibukan bersama keluarga. Karena ku ingin membuka satu "pintu" surga dan menemuimu disana. Maka ku paksa tubuh ini terus bergerak dengan "kuncinya" di dunia. Teruntuk manusia yang kucintai dan akan kusayangi, #Maafkanlah bila ku tak berbakti dihari ini dan nanti.

Tak terasa waktu terus berlalu. Lebih dari satu tahun setengah aku melewatkan agenda ini. Agenda selama satu pekan yang pernah mendebarkan sepanjang hidupku. Agenda yang pernah kucita-citakan. Namun saat tiba hari-H itu, aku benar-benar lupa bila hal ini akan terjadi dalam hidupku. Seolah tak percaya, semua ku lewati dengan keberanian. Hujan dan panas menghiasi perjalan. Rawa dan hutan sudah seperti rumah sendiri. Makan kulit pisang rebus sudah menjadi terbiasa karena terpaksa. Ngantuk saat materi ruangan sudah menjadi ritual sehari-hari. Teriakan dan pukulan menjadi pemandangan yang tak terlupakan. Tangisan kebahagiaan dan tangisan haru hampir susah dibedakan. Andaikata syahid saat itu datang menjemput. Jiwa ini sudah mempersiapkan mental dan ruhiyah yang terbaik. Insyaa Allooh. Allooh Ghoyatuna. Saat itu, yang kami pikirkan hanya Allooh, teman tim, dan keberanian. Sekalipun telapak kaki ini dihadiahi luka saat kembali. Hal itu tidak menjadi hambatan yang paling besar untuk berani melangkah maju bersama dakwah yang ku cintai ini.

Untuk menjadi pastisipan dakwah ini. Aku mencoba memilih jalur yang berbeda. Jalur itulah yang kemudian mengantarkan diriku ditatar dan "diplontosi" selama sepekan. Sebelum berangkatpun ada keberanian yang harus ku munculkan. keberanian bertindak. Dan ditemani oleh semangat dan dukungan cinta dari kerabat serta ibu adikku di seberang pulau sana. Tepat 26 Oktober aku beserta 11 peserta lainnya meninggalkan yogya menuju kawah candradimuka. Agenda yang berlangsung mulai 27 oktober sampai 3 november 2013 itu harus kulewatkan dengan berbagai pertimbangan. Dari beberapa pertimbangan tersebut, ada satu pertimbangan yang cukup berat. Tapi mau tidak mau aku harus mengambil sikap tegas. Sebab konsekuensinya adalah menunda kelulusanku satu tahun lagi dari dunia perkuliahan.Karena, aku harus merelakan satu mata kuliah di ujian tengah semester berakhir dengan nilai E. Sekalipun dosen dengan berat hati melepaskan kepergianku kala itu. Aku tetap memberanikan diri menatap wajahnya sekedar mengucapkan kalimat izin kepadanya. Selama rentang waktu itu pula. Aku harus melewatkan dua agenda penting yakni agenda walimatul 'ursy teman satu amanah  pada tanggal 28 oktober 2013. Dan  walimatul 'ursy teman satu pengajian sekaligus kepanitiaannya pada tangggal 2 November silam.

Keputusan itulah yang kini mengantarkan aku menjadi seperti ini. Hidup dengan amanah membuatku tidak merasa bosan. Siap kesana kemari. Inilah pola hidupku saat ini. Dan kelak pola-pola ini pulalah yang akan menggairahkan semangatku dalam berjuang. Selama sepekan di kawah candradimuka aku membenturkan mencoba menyatukan antara realita dengan idealita. Dan bekas-bekas perjuangan hidup selama itu masih berbekas sampai detik ini. Doktrinasi yang dikoar-koarkan menjadi "tapak" cakar elang yang tidak pernah lekang oleh zaman. Hidup ku kini penuh dengan misi. Dan menyelesaikan satu misi sama dengan menyukseskan hidupku sendiri.

Life with a mission, lliving with the target, and then live with passion merupakan tiga kata serangkai yang tidak akan pernah menjauh dariku. Dengan syarat, aku yang harus bergerak. Sekali bergerak, hanya butuh sedikit keberanian mewujudkannya menjadi nyata. Rasanya, sepekan dididik, sepekan dibina, dan sepakan ditempa hasilnya masih belum kelihatan. Agar semua itu menjadi nyata bagiku. Aku harus terus beramal. Bekerja dan bekerja. Inilah Cinta. Inilah kerja. Inilah Harmoni.

Bismillah,

Ya Allooh
Sang Penguasa Pagi dan Petang
Engkaulah yang menanam cinta di dalam dada
Izinkan hamba mencitai apa saja yang Engkau cintai dan mencintai apa saja yang Engkau benci

Ya Allooh
Sang Raja Yang Maha Dahsyat
Engkaulah yang menciptakan taqdir hamba
Izinkan hamba menggunakan kekuatan amal kebajikan sebagai jalan taqdir yang terbaik

Ya Allooh
Sang Pemilik Kasih Abadi
Engkaulah yang membenamkan cinta kasih dalam dada hamba
Izinkan hamba menggunakannya untuk mengasihi sesama mahluk dan ciptaan-Mu

Ya Allooh
Kencangkanlah taqdir hamba
Eratkanlah impian hamba
Menjadi satu simpul yang bermuara pada ridho-Mu

Kamis, Maret 20, 2014

Cerita cinta


Di sebuah pulau, di dalamnya ada berbagai jenis perasaan dan sifat. Ada Kebahagiaan, Kesedihan, Pengetahuan, Kesuksesan, dan bahkan ada Cinta. Suatu hari, pulau itu tenggelam. Semua perasaan menaiki kapal dan berlayar. Tapi hanya Cinta dan Pengetahuan yang tetap bersama pulau itu sampai akhir. 

Disaat akhir, mereka mengarungi samudera hingga kapal mereka melabuh ketepian. Cinta memohon kepada Sukses saat dia akan berlayar. Tapi Sukses menolak Cinta untuk menaiki kapalnya. Dia bilang: "Kapalku penuh dengan harta, tak ada tempat". Lalu Cinta pergi pada Keegoisan. "Tolonglah, aku mohon padamu!" Keegoisan menjawab: "Saya tidak mau!" Lalu Cinta mendatangi Kesedihan, tapi dia tidak dihiraukan, karena Kesedihan ingin menyendiri. Kebahagiaan juga berlayar, tapi tak memperhatikan Cinta, karena asyik dengan dirinya sendiri. Tiba-tiba, ada suara yang lantang: "Cinta, ikutlah denganku.." Cinta sangat senang, sampai dia lupa menanyakan nama orang yang menolongnya. Sesaat di darat, Cinta bertanya pada Pengetahuan: "Siapa yang membawa kita ke sini?" Pengetahuan menjawab: Waktu. Karena waktu membantu kita memahami betapa agungnya cinta.

Aku,
Memahami mu butuh waktu
Dan Allooh
Terus memberikan CintaNya
Kepada kita
Berjalan bersama waktu
Untuk saling mengerti satu sama lain


Inspirasi : LS

Selasa, Maret 18, 2014

Komunikata


Sanblog, jika kita berbicara soal komunikasi tentu tidak akan jauh dari persoalan bagaimana cara kita berinteraksi. Karena, awal mula komunikasi terjadi bila sudah ada interaksi. ya minimal saling sapa. Atau mungkin malah sebaliknya kali ya. Adanya komunikasiadalah efek dari terjadinya interaksi. :)

Kata teman, bahasa komunikasi saya paling susah dimengerti. Ada yang mengartikan komunikasi saya lumayan ribet, agak ribet, dan sedikit ribet. Ada juga yang mengatakan komunikasi saya kurang bagus alias tidak tertata dengan baik. Dari awal membuka obrolan sampai akhir. Dan ada yang mengatakan komunikasi saya sering berlebihan, lebay, dan banyak basa basinya. Ya itulah pendapat sebagian teman yang pernah berkomunikasi dengan saya.

Beberapa kali saya jumpai, lebih baik saya diam 1000 (seribu) omongan itu lebih nyaman daripada mengeluarkan 1 (satu) omongan bisa membuat kebingungan yang mendalam. Sepanjang berinteraksi via apapun, rasanya yang mengerti omongan saya hanya beberapa orang saja. Itupun orang-orang tertentu saja. Tidak banyak yang mampu memahami maksud omongan saya. Apalagi kalau omongan terjadi pada saat diskusi. Wah, saya akan menyerah kalah tanpa ada perlawan. Habisnya, sekali saya membuka omongan yang memahami perkataan saya hanya beberapa saja. Kalaupun ada, mungkin orang tersebut setipe kali ya dengan saya. Kalau sudah angkat omongan, omongan saya abstrak tak tersusun dengan rapi. Ya itulah seni saya dalam berbicara. Tidak runut dan tidak pula sesuai dengan EYD. Bahkan teman saya berpesan "besok kalau mau ngobrol pakai S.P.O.K yang bener ya pak!". Wow, saya diperhatikan sampai segitunya.

Itulah saya. Saya mungkin baru bisa menggunakan bahasa instruksi. Selebihnya, saya belum pandai merangkai kata dengan benar. Jangankan perkataan lewat omongan, lewat tulisan saja, saya belum efektif menggunakan kata. Dan pribahasa "Diam adalah emas" adalah kalimat yang paling cocok saya pakai dalam berinteraksi. Kalaulah sepakat tinggal anggukkan kepala, kalau tidak sepakat ya kepala tinggal digelengkan saja. Yang terpenting, isyarat kepala mempermudah saya berkomunikasi dengan yang lainnya.

Ada banyak kisah yang membuat saya harus kerja dua kali dalam berkomunikasi. Terutama berkomunikasi via hp (w.a, fb, twitteran, line, dll). Kerjaan yang pertama menjelaskan. Tapi karena yang saya jelaskan tidaklah membuat oranglain mengerti, akhirnya itu akan menjadi pekerjaan saya yang kedua. Yakni, menerangkan perkataan saya secara perlahan-lahan sampai benar-benar jelas.

Kisah demi kisah yang saya alami membuat tangan dan otak ini harus berfikir. Berfikir untuk menulis, menggambar, dan merekam beberapa kejadian tersebut dan menuangkannya dalam kanvas kepribadian selanjutnya. Pada akhirnya, saya harus memilah-milah kata dan sikap dalam berkomunikasi dengan bermacam-macam orang. Dan saya mengetahui ~sekalipun hanya sedikit yang saya fahami~ dari kejadian-kejadian yang melibatkan orang lain tersebut. Penempatan sikap, watak, dan olahan kata yang baik untuk memulai berinteraksi haruslah tepat sesuai dengan selera mereka. Tidak terlalu keras dan tidak terlalu mellow. Ya setidaknya mendekati kalimat "mudah dimengerti oleh orang yang berinteraksi dengan saya".

Teringat satu kejadian yang saat itu sikap saya berubah drastis hanya dalam waktu lima hari dikepanitiaan OSPEK. Yang awalnya terlihat gagah, sangar, semua pada takut bertatap muka, dikatain galak, tidak memiliki senyum sedikitpun saat berbicara. Saya kemudian di "cap" sebagai lelaki yang kaku. Tapi karena dikepanitian OSPEK harus terlibat akrab  dengan sesama anggota tim dan juga oleh semua panitia. Maka saya mencoba lebur. Dan memang waktu itu saya terlihat begitu sok gaul dan berlebihan. Saya malah dikatain orang yang lebay dan perlu diluruskan. Terus, saya bengkoknya dimana e? Apa yang perlu diluruskan? Apakah ada yang salah dalam diri saya?

Dan jawabannya ; Ya ternyata ada yang salah dalam diri saya. Saya salah karena terlalu lebay memahami arti komunikasi. Seharusnya saya menjadi diri sendiri. Senyum ramah, tidak banyak bicara, selalu berbaik sangka, tidak mudah berkomunikasi dengan bahasa "canda tawa". Cukup adil bila pandai menempatan perkataan sesuai dengan kepribadian.

JANGAN SELALU MEMINTA UNTUK DIFAHAMI
CUKUPKANLAH DIRI UNTUK DAPAT MEMAHAMI

Artinya Persahabatan


GOOD FRIENDS ARE LIKE STARS
YOU DON'T ALWAYS SEE THEM
BUT YOU KNOW THEY ARE ALWAYS THERE

Teman yang terbaik menurut saya adalah teman yang mampu mengakui kekurangan orang lain. Tanpa pengakuan yang seperti ini, sudah barang tentu teman sekedar dianggap sebagai angin lalu. Ada kepentingan, ia akan datang dengan berbagai kondisi disertai senyum ramahnya melebihi yang lain. Tidak ada kepentingan, ia seoalah lupa kalau ada teman yang pernah membersamai sepanjang susahnya.

Ibarat slogan institusi negeri ini, persahabatan tidak sekedar "Berani jujur itu hebat". Berani mengambil keputusan untuk berteman saja itu sudah hal yang luar biasa hebatnya. Berteman tanpa alasan merupakan hubungan yang mampu menguatkan sisi kultural. Biasanya lebih erat ketimbang pertemanan secara struktural beralaskan "kepentingan". Sudah sunnatulloohnya setiap mahluk hidup memiliki teman walau hanya satu. Sekalipun hanya satu. Tetap saja teman adalah teman bagiku.


Teman yang terbaik bagaikan bintang-bintang malam
Ia tampak jauh, kecil, dan belum tentu dapat kau raih
Tapi
Ia mampu menyilaukan mata dan penghias suasana
Ia mampu memberikan warna dalam gelapnya malam
Seolah, tidak ada yang tidak sempurna
Karena Allooh menciptakan bintang untuk kita
Begitu juga teman
Allooh ciptakan dirimu untuk diriku

Sabtu, Februari 22, 2014

Sukses itu pilihan..


Assalamu'alaykum, selamat pagi semuanya? :)

Sanblogg (sahabat ngeblogg), pernahkah memikirkan pilihan apa saja yang sudah kita jalani sepanjang hidup ini? Bahkan sampai hari ini? Waktu terus berputar sebagaimana jam dinding rumah memutarkan batangan jarumnya kekanan dan terus bergerak kekanan. Sudah bukan menjadi rahasia alam lagi ketika usia seseorang mendekati senja, ambisi hidup baginya hanya sebatas sujudnya kepada sang illahi Rabbi. Karena ia tahu, ia akan kembali ke pada-Nya dalam waktu yang tidak lama lagi. Dan sebagai pemuda masa kini, kita bukanlah orang yang hidup di era dimana orangtua kita hidup di masa lalu. Tapi perjuangan hidup mereka saat itu adalah semangat yang benar-benar memperjuangkan untuk hidup dengan merdeka dimasa depan. Mereka sudah menciptakan peluang bagi kita untuk terus berkarya. Mereka rela menghilangkan kesempatan mudanya hanya sekedar untuk bermain petak umpet atau bahkan bermain kelereng. Itulah pilihan hidup mereka dimasa lalu? Dan saat ini, mereka memberikan banyak ruang bagi kita untuk berkarya dan membuat dunia tersenyum dengan bangga. Namun pertanyaannya adalah apakah pilihan untuk terus berkarya sudah terdaftar dalam semangat hidup kita?

Lantas apa tujuan kita hidup ?
Karena saya muslim, saya tidak akan menjawab pertanyaan tersebut dengan kalimat yang sama. Karena sudah pasti jawabannya hampir sama dengan kebanyakan muslim lainnya. Yakni untuk beribadah kepada Allooh SWT. Betulkan demikian? Namun, benarkah kita sudah membuat satu peluang menjadi manusia sukses di kehidupan kita sendiri? Karena sukses adalah peluang yang diciptakan. Bahkan Allooh pun memberikan kesempatan kita untuk menjadi sukses. Allooh pun memberikan peluang kesuksesan bagi manusia yakni manakala kita hidup dengan ambisi. Ambisi yang sering kita sebut dengan "cita-cita ku kalau sudah besar nanti mau jadi...". 

Oke sanblog. Mari kita culik sedikit waktu untuk berfikir dan merenung. Sebenarnya kehidupan seperti apa yang harus kita hadirkan agar menjadi manusia yang memiliki nilai. Hidup hanya sekali, mengapa tidak mencoba membuat kesuksesan berkali-kali? Tentu dengan passion dan style kita sendiri. Pastilah ada keinginan. Tapi keinginan saja tidak cukup tanpa ada kemauan. Dan kemauan tidak akan tereksekusi dengan baik bila semangat untuk membuat peluang sukses itu tidak digerakkan dengan tujuan dan harapan demi kehidupan di masa depan. Oke, sedikit saya ingin menuliskan contoh ini. Coba disimak sebentar ya,

Jujur adalah tujuan sedangkan dusta adalah pilihan
Sederhana adalah tujuan sedangkan sombong adalah pilihan
Bersahaja adalah tujuan sedangkan bermegah-megah adalah pilihan
Rajin adalah tujuan sedangkan malas adalah pilihan
Bergerak adalah tujuan sedangkan berdiam diri adalah pilihan

Ini hanya sebagian kecil tujuan dari hidup kita. Seringnya, tujuan hidup kita di dominasi oleh banyaknya pilihan. Dan pilihan yang menjadi daftar pencarian kita adalah hal-hal yang lebih memudahkna kita. O tidak, maksud saya yang memudah-mudahkan urusan kita. Percaya ataupun tidak, kita pasti pernah melakukannya. Semisal, kita punya ambisi menjadi orang kaya. Dengan alasan bahwa bila kita menjadi orang yang kaya, kita mampu bersedeqah harta dimana saja dan kapanpun kita mau melakukannya. Atau dengan alsan yang lain semisal menjadi kaya karena tidak mau menjadi miskin sebab Rosullooh mengatakan orang yang fakir dengan dengan ke kufuran. Dan menjadi seorang muslim kaya itu pilihan yang bisa dijadikan tujuan. Tapi, pada praktiknya kita terlalu boros dengan harta. Beruntung bila pemborosan harta itu dilakukan untuk sedeqah ilallooh. Artinya berhemat di jalan Allooh SWT. Tapi ini justru kebalikannya, pemborosan harta dikarenkan pembelanjaan keinginan bukan pembelanjaan kebutuhan.

Allooh memberikan apa saja yang kita butuhkan bukan apa saja yang kita inginkan.

Ingat kalimat ini bukan? :)

Kalau sahabt sudah ingat dengan kalimat tersebut. Saya pikir kita semua memiliki tujuan yang sama. Mari bergerak, mari merubah, mari menjadikan diri ini orang yang bermakna dan bernilai. Tidak mampu memberikan nilai hari ini, berarti harus terus berusaha menjadi orang yang bernilai di masa depan. Jadilah menjadi orang dimasa depan dengan menetapkan tujuan hidup sebagai patokan amal yang utama. Selagi muda, apapun bisa kita lakukan. Selagi bisa apapun mampu dikerjakan. Selagi sehat semua akan mampu di buat.


Semangat menjadi sukses dengan kekuatan do'a dan usaha :)
Yooohhhh
Semang(Art) kaka

Kamis, September 26, 2013

Ah, Abi mah sibuk..

Kembali meregangkan tangan.
Mengepakkan jari jemari tangan ini sembari menikmati setiap gerakannya di atas keyboard. Menari diatas logika imajiansi saya saat ini rasanya penuh sensasi aktualisasi diri.. Fiuuhh..

Hai sanblogg (sahabat ngeblogger). Assalamu'alaykum? 
Lama tak jumpa ya. Soalnya selama ini saya mengendap di kamar sih. Jadi jarang nongol-ngongol di depan layar kaca dunia maya.

Okey,
Saya ingin bercerita tentang nikmat. Sedikit nikmat berdakwah setelah (harus) menikah. Dikarenakan sayapun belum menikah. Saya hanya membicarakan roman picisan ala "kompor gas". Dahulu saya pernah ngobrol dengan kakak kelas tetang kondisi ngajinya di bandung sana. Saat itu kami bertemu di yogya. Di angkringan seputar UIN SUSKA kami sempatkan berbagi cerita. Dari pertemuan yang cukup singkat tersebut. Beliau menceritakan apa yang pernah disampaikan sang ustad kepadanya. Kira-kira begini ;

Akhi, kalau antum sudah siap menikah. bersegeralah.
Carilah istri yang setia seperti istri ane. Istri ane ini tipikal orangnya suka ngiri. Jadi ceritanya ane kan sering ya pergi dan pulang dinas dari DPR lama banget. Kalau ane pulang dari bepergian jauh semisal keluar kota atau berpergian dalam waktu yang cukup lama. Istri pasti nyambut ane pas tiba di rumah. Nah pernah istri nyambut ane dengan kata-kata "Iri eui. Abi mah enak. Dakwah keluar terus".
Jeddar.. sang kakak kelas bercerita sambil senyum. dan ha gimana itu no. Trisno punya kenalan akhowat yang seperti itu? Waduh. peace kak. Kalau ada, ane ndak bakal kasih ke ente.. ahay :) Haha bercanda no. Bercanda 

klik klik klik..

Nah nah nah.
Itu kerenkan sanblogg?
Calon istri seperti ini yang semestinya dicari banyak kader dakwah. Cemburuan dan irian. Cemburu karena Allooh. Atau barangkali nanti kalau sudah nikah. Terus kita berdakwah (terutama ke yang laki) yang sebentar-sebentar keluar kota. Istri bakal bisa cemburu. Cemburu karena dakwahnya para suami lahannya luas banget. atau mungkin cemburu karena jarang diajak liburan keluar kota atau sekedar melewatkan akhir pekan sambil maem keluar. Habisnya setiap akhir pekan keluar terus. bisa jadi bisa jadi.. :) 
Yang laki pasti berharap pulang akan mendengar kata-kata penyejuk jiwa seperti sang ustad DPR tadi. Dan tidak sama sekali ingin mendengar kata-kata yang seperti ini ;
"Ngapain Abi pulang tengah malam begini? Nggak usah pulang sekalian aja bi. Tidur saja di DPD sana"
Krik..krik..krik

Nah nah nah
Cari calon istri yang cerewet juga boleh kayaknya. Tapi cerewetnya yang bisa mengingatkan. Eh fokusnya yang tidak bosan mengingatkan kita para lelaki untuk terus berdakwah. Semisal kalau si laki tidak datang kajian manhaj di mardliyah,
Mas ndak ikut kajian?
nggak ah. ini baru pulang latihan di markaz dakwah. capek. pegel-pegel badanku cin.
Ooo ooo ooo jadi gitu? nanti malam abi tidur diluar ya. kan kepanduan. apalagi kalau mukhoyyam tidurnya bivak tho?~ itu istri kayaknya pakai gaya bos gede. pakai ngancam lagi ~
Jebreet.. toeng toeng hatiku hatiku.. sambil berat kaki melangkah kekamar mandi. sambil memungut towel dan bilang
Ya deh istriku yang manis. abi mandi sekarang dan poergi kajian.
Nah gitu dong. kan dapat pahala juga saya ~ akhirnya istri yang "cerewet" menang di atas cinta berdakwah ~

Nah nah nah
Seharusnya begitu kan. Carilah pasangan yang kalau dipandang mampu meng"iyakan" seruan dakwah.
Iyap. saya siap ndan.
Bagaimana dengan keluaraga antum? Apakah sudah terkondisikan?
Istri sudah terkondisikan ndan ~ padahal ini ikhwan berangkatnya dikondisikan alias dipaksa-paksa sama istrinya buat datang tugas.. huuu nggaya tenan jadi jundi. Padahal gegara istrinya dia mampu bilang SIAP NDAN.
Anak juga sudah ana kondisikan ndan ~ nggaya kalau yang ini. Jangan percaya sanblogg ( Sahabat Ngeblogger ). Jelas-jelas  yang mengkondisikan  sang anak ya sang istri kan. :) 

Nah nah nah.
Kalau begini, segala urusan suami adalah pahala bagi sang istri. Dan tidak menutup kemungkinan bila peran istri adalah peran utama yang tidak bisa diduakan. Dalam segala hal, lelaki memiliki kelebihan fisik yang mampu melaksanakan dan mengemban amanah dakwah melebihi wanita. Namun sangat mungkin wanita adalah sumber dari keberbaikan setiap amal yang dilakukan para lelaki. lelaki yang saya maksud dalam hal ini adalah suami. Dibalik lelaki yang kuat terdapat wanita yang perkasa. :p

Sejauh ini saya tidak atau belum memahami betul konsep istri, anak dan keluargamu adalah fitnah bagimu ( ditujukan bagi lelaki yang sudah menikah ataupun belum. Ini menurut saya ). Tapi mungkin seperti ini contoh yang saya ketahui. Misal istri, anak, dan keluarga sebagai pemberat alasan untuk tidak menunaikan agenda-agenda dakwah. Sehingga sedikit-sedikit izin dan lama kelamaan mangkir dari amanah dakwah. bisa jadi bisa jadi. Dan semoga saya dan sanblogg sekalian tidak termasuk kedalam campuran orang-orang seperti ini.

Secara kebetulan saya menemui orang yang seperti ini. Dan sepertinya saya juga pernah mengalami hal yang futur yang seperti ini. Dan ternyata hal ini bener-bener tidak enak sanblogg. Bayangkan saja betapa sedihnya saya waktu itu. Saat dimana saya membutuhkan bantuan personal. Eh tiba-tiba si fulan izin dengan mengikutsertakan anaknya sebagai alasan. Kapan lagi selang beberapa waktu yang sebelumnya atau sesudahnya begitu. Istrinya malah yang dijadikan alasan ketidak ikutsertaannya dalam kerja dakwah. Wah inikan repot jadinya sanblogb. Berharap banyak bisa berkontribusi. Malah saya bingung sendiri..
krik krik krik..

Dan pada akhirnya saya minta sama Allooh agar suatu saat nanti bisa menikahi belahan jiwa yang mudah. Mudah menyuruh saya berangkat berdakwah. ~ Selesai sholat subuh jangan lupa tilawah ya kanda. Bukan TIdur diLAntai baWAh lho ya. Ini dinda di rumah sedang mendo'akan dalam tahajud. Semoga kanda sehat selalu di tempat kerja diujung kota sana ya.. Nah kan adem ini hati. Walaupun mata kriyip-kriyip. Jam tiga dini hari sudah diomeli diperhatikan istri... hehe

Atau mudah mengusir saya untuk berdakwah. ~ Hush hush hush kanda pergi sana berdakwah!!!. Jangan lupa lho pulang bawa oleh-oleh. Dinda tunggu oleh-olehnya dengan senang hati ~ Wadaw.. ini istri..ckckck..Tapi nggak apa-apa. Adem.

Atau bisa jadi mudah mengancam saya ~ Eit, kanda nanti nggak boleh makan kalau hari ini ndak tilawah 3 juzz. Oke!!!
Hehe kan bisa puasa
nanti pasti datang ancaman yang kedua sambil cengengesan hehe
Ooo gitu. Nanti malam ndak dapat maem malam dan ndak dapat tidur di kamar ya. 
Waduh..gedubrak..Siap Non

Hmm...
Jadi sebenarnya sanblogg. Laiknya para sahabat Rosulullooh Muhammad Salallohu'alayhi Wassalam. dan salah satu contoh sahabat yang ideal dalam menata dan membina keluarga adalah Abu Bakar sampai-sampai Allooh dijadikan jaminan atas keluarganya saat ditinggal berjihad karenaNya. Jangan sampai kita ataupun saya ( karena saya sedang berusaha membina adik-adik ) menjadikan keluarga sebagai alasan ketidak terlibatan kita dalam menyongsong agenda-agenda dakwah. Dengan atau tanpa imbalan, dakwah tetap lahan yang menjanjikan. Menjajikan keteguhan iman yang tidak mampu dibeli dengan harta.

Mari sanblogg. Kita bangun kepedualian dan pengertian. Bila sebuah masalah dianggap hambatan. Ya jangan selamanya dianggap rintangan. Jadikan saja hambatan itu peluang untuk pendewasaan diri. Karena peluang untuk menjadi manusia yang semangat terus dan optimis terus akan selalu terbentang selama kita tidak pernah mengeluh dan menyerah dengan kondisi. Biarlah lelah. Asalkan diri ini lelah bersama dakwah.

Wallohua'lam. Yo ayo..Semangat terus, berkarya terus.
:)
Wassalamu'alaykum.